MAKLUMAT pengunduran diri Ketua Umum Partai SIRA (Suara Independen Rakyat Aceh) di salah satu surat kabar harian lokal di Aceh itu singkat, namun cukup membetot perhatian masyarakat, akhir Oktober 2011 lalu.
Maklum, karena alasan demi kemaslahatan semua pihak, sang ketua, Muhammad Taufik Abda memilih mundur di tahun keempat kepemimpinannya. Keputusan ini tentu cukup berat bagi Taufik. Mengingat, ia sampai harus melakukan shalat Istiqarah, sebelum memilih “pensiun dini” dari partai yang telah membesarkan karirnya di bidang politik ini. Saat itu, hengkangnya Taufik disebut-sebut karena adanya “gesekan” pribadi antara dirinya dengan Muhammad Nazar selaku Ketua Majelis Tinggi Partai SIRA.
Belakangan, tudingan ini pun kian berhembus kencang, saat diketahui, Taufik justeru bergabung bersama Irwandi Yusuf – Muhyan Yunan, yang merupakan calon Gubernur Aceh dari jalur perseorangan. Taufik tercatat sebagai Ketua II Seuramoe Irwandi – Muhyan, salah satu tim yang dibentuk untuk pemenangan pasangan tersebut pada Pemilukada mendatang.
Saat itu, banyak pihak menyesalkan tindakan Taufik yang justeru menyeberang ke kubu lawan, terlebih, sang Ketua Majelis Tinggi Partai, Muhammad Nazar juga akan maju sebagai calon Gubernur Aceh.
Mundurnya Taufik Abda sebagai Ketua Umum, ternyata tidak membuat konflik internal di tubuh Partai SIRA selesai. Hampir dua bulan sejak kepergian Taufik, Muhammad MTA yang menjabat Ketua Bidang Internal Partai SIRA, juga memilih mundur dari kepengurusan partai bahkan keanggotaan Partai SIRA, akhir Desember 2011 lalu. Saat itu, dalam surat pengunduran dirinya, calon Bupati Pidie ini beralasan karena usulan dirinya kepada DPP untuk menggelar Rapat Pimpinan Khusus (Rapimsus) guna meminta klarifikasi Ketua MTP Partai SIRA Muhammad Nazar terkait permasalahan yang terjadi di internal Partai SIRA, tidak disahuti. Sebaliknya, malah meminta dirinya untuk duduk bersama secara khusus, dan menghindari Rapimsus sebagai wadah klarifikasi.
“Saya sudah memberikan limit waktu sejak 22-28 Desember kepada DPP untuk menggelar Rapat Pimpinan Khusus (Rapimsus). Karena tanpa Rapimsus atau sejenisnya meminta klarifikasi dari Muhammad Nazar maka Partai SIRA akan terus ditimpa fitnah berkepanjangan,” tulis MTA -biasa ia disapa-. Tak jelas, fitnah apa yang dimaksud MTA.
Sumber MODUS ACEH di internal Partai SIRA menyebutkan, paska hengkangnya Taufik Abda dan Muhammad MTA, membuat internal partai besutan Muhammad Nazar tersebut limbung. Perbedaan pandangan terkait aturan partai kerap menimbulkan gesekan di kalangan elit partai. Belakangan, satu per satu sejumlah pengurus Partai SIRA akhirnya mengikuti jejak pendahulunya, Taufik Abda dan MTA untuk mundur.
Jumat, dua pekan lalu misalnya, dalam iklan maklumat di salah satu surat kabar lokal di Aceh, enam pengurus Partai SIRA mengumumkan pengunduran diri mereka terhitung 3 Januari 2012 lalu, dengan alasan yang sama, yaitu demi kemaslahatan semua pihak. Mereka adalah Wakil Seketaris Jendral Bidang Konsolidasi Dewan Pimpinan Pusat Partai Sira M. Rizal Falevi Kirani, Ketua Umum Komite Pimpinan Wilayah (KPW) Partai SIRA Pidie Jaya Riadi Muhammad, Ketua Bidang Konsolidasi KPW Pidie Jaya Iyas MY, Ketua Komite Pimpinan Kecamatan (KPK) Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, Husni, Ketua KPK Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya Muhamamad Rizal, serta Ketua Komite KPK Kecamatan Jangka Buya, Pidie Jaya Mulyadi A.Ma.
Sumber MODUS ACEH mengatakan, selain karena arah kebijakan partai yang mulai bergeser dari kesepakatan awal, mundurnya beberapa pengurus partai lebih dikarenakan adanya persoalan pribadi dengan sang Ketua MTP yang kian meruncing. Salah satunya terkait dugaan pembagian jatah proyek yang tidak adil. Tapi hal itu dibantah Muhammad Nazar dan MTA serta Taufik Abda. “Isu itu tidak benar, yang jelas soal prinsip partai yang sudah jauh bergeser. Salah satunya azas transparansi,” sebut Muhammad MTA.
Isu perbedaan pandangan hingga mundurnya beberapa pengurus Partai SIRA sebelumnya juga pernah terjadi pada 2006 lalu, atau di masa awal Partai yang mewadahi para aktivis muda Aceh ini dibentuk. Saat itu, Sekretaris SIRA, Nurzahri ST, secara mengejutkan memutuskan mundur. Alasannya, SIRA dibawah komando Muhammad Nazar, sudah melenceng dari roh dan semangat awal kelahiran.
Pengunduran Nurzahri saat itu, tentu saja menyentak banyak pihak. Tidak hanya para aktivis SIRA, tapi juga berbagai elemen masyarakat sipil di Aceh. Terlebih, alasan utama alumni Teknik Penerbangan ITB ini mundur adalah, karena Muhammad Nazar, ditenggarai telah menjadikan SIRA sebagai kenderaan politik. “Padahal, roh dan semangat kelahiran SIRA adalah sebagai media antar kelompok yang berkonflik. Semangat yang dibangun adalah demokrasi, HAM dan penguatan masyarakat sipil. Tapi, kenyataannya, jauh sudah melenceng,” kata Nurzahri dalam wawancara khusus dengan MODUS ACEH, beberapa waktu lalu.
Tak pelak, beberapa pihak menilai, dengan mundurnya sejumlah dedengkot partai tersebut, membuat dukungan Muhammad Nazar sebagai calon Gubernur Aceh 2012-2017 yang berpasangan dengan Nova Iriansyah dari Partai Demokrat menjadi semakin berat dalam “pertarungan” Pemilukada mendatang. Ini karena, di internal Partai SIRA sendiri, dukungan untuk Muhammad Nazar terpecah. Maklum, sebagian petinggi yang mundur, justru menyeberang ke calon gubernur lain, yang notabene mengetahui peta kekuatan Nazar pada Pilkada mendatang. Belum lagi, bayangan kegagalan Partai SIRA pada Pemilu legislatif 2009 lalu.
Untuk Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) misalnya, perolehan Partai SIRA saat itu, jauh dibawah beberapa partai lokal dan nasional baru seperti PKPI dan Patriot. Sedangkan untuk partai lokal, jauh dibawah Partai Aceh yang menjadi mayoritas di DPRA serta Partai Daulat Aceh, yang berhasil memperoleh satu kursi. Hal tersebut juga setali tiga uang untuk perolehan suara tingkat kabupaten dan kota. Partai SIRA hanya berhasil menempatkan lima wakilnya, masing-masing di Banda Aceh, Aceh Selatan, Lhokseumawe, Aceh Utara, Langsa dan Aceh Timur.
Begitupun, belajar dari beberapa permasalahan di atas, agaknya kisruh yang membalut Partai SIRA, suka tidak suka (baca: otomatis) akan menjadi Pekerjaan Rumah (PR) terberat bagi Muhammad Nazar dan Partai Demokrat tentunya, untuk bersaing dan menang pada Pilkada mendatang. ***
Berita Terkini
Taklukkan Madrid, Atletico Menangi Copa del Rey
17 jam 02 menit yang lalu
Bayi Berusia Seminggu Ditemukan di RS Fauziah
Kemarin, jam 01:02:18 WIB
Diserang Siswa SMKN 1, 26 Ruangan SMAN 2 Rusak
Kemarin, jam 00:49:52 WIB
Suap Sapi PKS mulai Seret Gubernur Sumut
Kamis lalu, jam 10:20:51 WIB
Chelsea Juara Liga Eropa 2012/2013
Kamis lalu, jam 09:28:00 WIB
Oscar Cardozo Predator Benfica
Rabu lalu, jam 16:59:00 WIB
Yakinkah Anda Pemilu Legislatif 2014 Akan Aman?
Haba Ulee Kareng
Mastermind
JUMAT, 26 April 2013, bumi Serambi Mekkah, kembali...
Di Tapal Batas
ADA begitu banyak pertanyaan sederhana yang bisa kita...
Suci Hati Bersih Jiwa
BELUM lagi kasus heboh Nazaruddin reda, kembali kita...
Lakon Pemimpin
ADU kuat antara Walikota Lhokseumawe Munir Usman dan Wakil...
Millata Abraham
KETIKA masih kanak-kanak, saya biasa membuat jengkel orang...
Boikot Media!
Muhammad SalehPERNYATAAN boikot media yang...
Berita Terbaru
Kota Madani Ternoda Syahwat
Hari ini, 22 April 2013, Kota Banda Aceh berusia 808 tahun....
Anggota Menangkap Kepala Melepas
Tebang pilih terhadap pelaku maksiat di Banda Aceh, masih...
Perempuan Tahu Pelakunya
Hampir satu dari lima perempuan pernah mengalami kekerasan...
Pekerjaan tak Tuntas, Tagihan Diajukan
Rapat membahas tentang hasil kemajuan fisik pekerjaan...
Secara Aturan dan Prosedur Salah!
Usai menjamu sejumlah tamu, Kepala Badan Penanggulangan...
Bobolnya Kas BPBA
Mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Drs...
Berita Terpopuler
Darah Haid Pertanda Penyakit
Hampir separuh populasi wanita dewasa mengalami...
Jangan Sepelekan Keringat Dingin
Kencan pertama atau wawancara kerja merupakan beberapa...
ISTRIKU KABUR DENGAN SEPUPUKU
Manusia kalau selalu diperbudak oleh hawa nafsunya, maka...
Legenda Para Auliya Aceh (5): Raden Fatah: Ujung Tombak Pasai Menaklukkan Majapahit
Bagi masyarakat Hindu-Majapahit, tidak ada tokoh yang...
Mutasi Pati Polri | Inspektur Jenderal Adityawarman Kapolda Aceh
Mabes Polri kembali mengelar mutasi sejumlah perwira...
MEMBANGUN UNIVERSITAS BERKELAS DUNIA
Idealnya, institusi pendidikan tinggi ditujukan tidak hanya...
Berita Terakhir Dibaca
Ketika SIRA Harus Memilih
Sejumlah petinggi Partai SIRA memilih mundur dari...
Tak Perlu Saling Menyalahkan
Banyak hal yang diungkapkan Walikota Lhokseumawe Munir...
Terancam!
Pelaksanaan Pekan Olah Raga Provinsi (PORPROV) –XI di...
Negeri Sakura Berduka
Gempa bumi berkekuatan...
Agar Kematian Ibu dan Anak tak Bertambah
Pelayanan Kesehatan di Aceh masih minim. Kematian Ibu dan...
Prioritas Membesarkan Partai
Dukungan dikabarkan terus mengalir pada Ibnu Rusdi...









