Memiliki mobil mewah dengan budget terjangkau, bukan hal yang aneh bagi masyarakat Aceh, khususnya Kota Sabang. Maklum, sejak dibukanya kembali kawasan pelabuhan dan pusat perdagangan bebas Sabang (freeport) pada 1998 lalu, oleh Presiden BJ.Habibi, sesuai Undang-Undang No 37 tahun 2000. Bongkar muat barang eks Singapura, praktis kembali terjadi meski tak semegah dan seheboh pelabuhan bebas era 1970 dulu.
Sejak dibukanya kembali pelabuhan bebas tersebut, Sabang semakin dikenal dengan penjualan mobil bekas murahnya. Mobil antik dari keluaran lama sampai mobil teranyar dapat dijumpai di sabang. Uniknya, mobil-mobil mewah tersebut dibanderol dengan harga flat mulai dari 20 juta hingga paling mahal 185 juta. Maka, tak heran, jika sekali waktu ke Sabang, Anda akan melihat dua hingga tiga mobil mewah yang terparkir di depan rumah masyarakat setempat.
Meski begitu, jangan berharap Anda akan menjumpai show room mobil mewah di sini. Karena yang ada hanya sebuah tanah lapang dengan hamparan mobil berserakan layaknya area parkir. Di tempat inilah kendaraan-kendaraan mewah itu dijual. Bahkan mobil sekelas Jaguar dibiarkan tersengat matahari dan hujan karena tidak adanya pelindung.
Jadi jangan heran jika Anda melihat Mitsubishi Sport atau Nissan Skyline 25 GTt ber CC 2000 teronggok kepanasan lengkap dengan selimut debu tebal serta guguran daun di seluruh punjuru body atasnya. Mobil-mobil ini memang tak pernah diperlakukan khusus oleh penjualnya. Selain cepat laku, para pembelinya pun rata-rata juga tak butuh penampilan istimewa.
Salah satu perusahaan yang menjadi pelaksana impor mobil-mobil tersebut adalah PT.Keuneukai Lestari Sabang yang beralamat di jalan Maimun Saleh, Kecamatan Suka Jaya kelurahan Cot Ba’u, Kota Sabang. Yang teranyar, Basri Hasyem mendapat quota impor mobil bekas Singapura dari Menteri Perdagangan dan Perindustrian RI yang digunakan untuk operasional anggota DPR Aceh dan DPR Kabupaten/Kota Se Aceh. Sebelumnya, Basri juga pernah mengimpor mobil bekas Singapura tersebut untuk para dosen dan karyawan di Universitas Syiahkuala, lima tahun lalu. Namun, dengan perusahaan yang berbeda.
Saat itu, Menteri Perdagangan memberikan quota mobil eks Singapura sebanyak 198 unit dari 200 unit yang diusulkan Unsyiah. Dengan rincian mobil sedan 103 unit, minibus 75 unit dan jeep 20 unit. Mobil-mobil ini dipasok oleh Pusat Koperasi Wirausaha Nasional (Puskowina) Aceh yang dipimpin Basri Hasyem.
Selain untuk DPRA dan Unsyiah, izin pengadaan mobil mewah eks Singapura juga pernah dilakukan pada tahun 2002 lalu. Saat itu. Pemerintah melalui Menperindag, memberikan 2.000 kuota izin impor mobil dan kendaraan roda dua bekas ke daratan Aceh melalui pelabuhan bebas dan perdagangan bebas Sabang.
Pada pertengahan 2005, pemerintah pusat melalui Departemen Perindustrian dan Perdagangan, kembali mengeluarkan kuota lebih dari 1000 unit kendaraan bermotor impor yang kini berada di kawasan Sabang, Pulau Weh, untuk dioperasikan ke daratan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Izin pengeluaran kendaraan dari Sabang ke daratan Aceh itu tertuang dalam surat Menteri Perindustrian dan Perdagangan nomor 244/MPP/IV/2004 tanggal 7 April 2005, tentang persetujuan kuota mobil impor dengan batas waktu selama tiga bulan terhitung sejak 13 Juni 2005.
Namun, Izin masuk mobil dan kendaraan itu diberikan pemerintah khusus bagi masyarakat Aceh dan dilarang diperjualbelikan atau dipindahtangankan ke provinsi lainnya di Indonesia.
Awalnya bisinis mobil bekas dari Singapura cukup menjanjikan, karena harganya yang murah. Namun, kuota mobil bekas ini belakangan dikurangi, bahkan dihentikan. Sehingga harganyapun otomatis menjadi mahal. Belum lagi, pengurusan surat-surat untuk dimutasikan menjadi sangat mahal. Sehingga tidak banyak lagi kolektor mobil mewah yang rela memburu Jaguar, Mercedes, Audi, BMW dan lain-lain ke Sabang.
Sayangnya, meski banyak mobil bekas Singapura yang masuk dan keluar dari sabang, tetap tak mampu membuat perubahan ekonomi masyarakat setempat menjadi lebih baik. Sehingga kondisi kota yang dikenal juga dengan Nol Kilometer ini tetap memprihatinkan. Mimpi masyarakat Sabang dengan pelabuhan bebasnya, dalam kenyataannya hanya membuahkan rasa kecewa. Karena mereka sangat bergantung dari daerah lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya .***
Berita Terkini
Riswan Metro Dilaporkan ke Panwaslu Simeulue
Senin, 16 April 2012 jam 19:53:40 WIB
Unjukrasa Tolak Kenaikan Harga BBM berlanjut di Banda Aceh
Rabu, 28 Maret 2012 jam 12:37:38 WIB
Ribuan Konstituen Dukung Darmuda
Senin, 12 Maret 2012 jam 15:22:43 WIB
Penumpang Kapal Ditemukan Tewas
Kamis, 08 Maret 2012 jam 17:28:01 WIB
Penetapan Nomor Urut Cagub/Cawagub PA tak Semarak
Kamis, 08 Maret 2012 jam 14:13:19 WIB
Organda Minta Tertibkan Angkutan Liar.
Kamis, 08 Maret 2012 jam 13:16:35 WIB
Haba Ulee Kareng
Di Tapal Batas
ADA begitu banyak pertanyaan sederhana yang bisa kita...
Suci Hati Bersih Jiwa
BELUM lagi kasus heboh Nazaruddin reda, kembali kita...
Lakon Pemimpin
ADU kuat antara Walikota Lhokseumawe Munir Usman dan Wakil...
Millata Abraham
KETIKA masih kanak-kanak, saya biasa membuat jengkel orang...
Boikot Media!
Muhammad SalehPERNYATAAN boikot media yang...
Wartawan Jahat!
Belum sempat trauma penganiayaan wartawan di Simeulu...
Berita Terbaru
Peluru GLM Pencabut Nyawa
Muhamad Daud Hanafiah (58 tahun), penderes getah karet di...
BOM Waktu dari Simeulue
Lima hari tidak beroperasi, ratusan penumpang Kapal KMP...
Partai SIRA Pecah Dukungan Nazar Terbelah
Setelah Ketua Umum DPP Partai SIRA, Taufik Abda...
Ketika SIRA Harus Memilih
Sejumlah petinggi Partai SIRA memilih mundur dari...
Nazar Tawarkan Saya Uang!
Entah berpengaruh atau tidak, yang pasti perseteruan...
SIRA Sudah tak Asin Lagi
Konflik di tubuh Partai SIRA sudah terjadi sejak era...
Berita Terpopuler
Darah Haid Pertanda Penyakit
Hampir separuh populasi wanita dewasa mengalami...
Jangan Sepelekan Keringat Dingin
Kencan pertama atau wawancara kerja merupakan beberapa...
ISTRIKU KABUR DENGAN SEPUPUKU
Manusia kalau selalu diperbudak oleh hawa nafsunya, maka...
Legenda Para Auliya Aceh (5): Raden Fatah: Ujung Tombak Pasai Menaklukkan Majapahit
Bagi masyarakat Hindu-Majapahit, tidak ada tokoh yang...
Mutasi Pati Polri | Inspektur Jenderal Adityawarman Kapolda Aceh
Mabes Polri kembali mengelar mutasi sejumlah perwira...
MEMBANGUN UNIVERSITAS BERKELAS DUNIA
Idealnya, institusi pendidikan tinggi ditujukan tidak hanya...
Berita Terakhir Dibaca
Aceh dan Hikayat Mobil Impor
Sejak pertama kali izin impor mobil dibuka, ratusan mobil...
Djohermansyah "Obok-obok" Pilkada Aceh
Nota kesepakatan untuk menunda Pemilukada Aceh antara Prof....
Satu Kesepakatan Dua Kepentingan
Meski ada pihak yang berkeinginan menunda pelaksanaan...
Membedah Hukum Pemilukada Aceh
“Demokrasi modern harus menempatkan hukum pada posisi...
Yang Untung dan Buntung
Akibat pertikaian “sahabat dekat,” KIP Aceh...
Teror atau Serangan Balik
Rumah seorang anggota KPA jadi sasaran penembakan orang tak...









