Judi Togel
Cerita dan Mimpi Tak Pernah Usai
Satu surat tertutup dengan pos tercatat, Rabu dua pekan lalu singgah ke Kantor Redaksi MODUS ACEH. Sekilas, surat tadi biasa saja. Begitupun, setelah dibuka dan dibaca isinya. Luar biasa! Laporan masyarakat, mengenai maraknya praktik judi toto gelap (togel) di Kota Lhokseumawe, Aceh Utara dan Bireuen. Sayang, si pengirim tak menyebutkan identitas dirinya secara lengkap.
Entah karena alasan itu pula, awak redaksi media ini tak begitu peduli. Selang sepekan kemudian, surat serupa datang lagi. Ini kali kedua dan isinya lebih sempurna. Selain mencerita tentang modus operandi praktik judi tadi, juga ada beberapa nama sebagai bandar, agen atau pencatat nomor atau repas (baca: Jaringan Pengedar Togel di Lhokseumawe).
Dan jangan kaget, para pelakon judi ini masih belum jauh dari lingkaran oknum TNI dan Polri, sebagai bandar. Jaringan dibawahnya, ada pedagang kecil, pengangguran serta penarik becak. Bahkan, ada pula kaum hawa.
Surat dua halaman itu bercerita. Ada tiga model Togel yang kini beredar di Lhokseumawe, Aceh Utara dan Bireuen. Pertama, Togel (toto gelap Singapura/Malaysia). Kedua, Tomed (toto Medan) dan ketiga Tobat (toto Batam). Praktik judi ini tulis sumber tadi, berlangsung secara terbuka di ketiga kota tersebut. Ironisnya, aparat penegak hukum terkesan masih melirik sebelah mata. Tak jelas, apakah mereka tidak mampu mengendus para pelakunya atau karena sudah kecipratan “fulus” dari hasil permainan haram tadi.
Nah, entah karena fakta tersebut. Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Lhokseumawe, Tgk H Syamaun Risyad Lc, tak kuasa menahan amarah. Sorot matanya tajam. Sesekali, suaranya lantang, saat ditanya soal peredaran judi toto gelap (togel) alias judi buntut di kota itu. “Kalau benar seperti dilaporkan, polisi harus bertindak tegas dan menangkapnya,” ungkap Tgk Syamaun.
Untuk menghalau judi ini, MPU sendiri telah mengeluarkan surat kepada Polres Kota Lhokseumawe. Melalui suratnya No: 450/044/2010, tanggal 18 Maret 2010, Tgk H Syamaun Risyad Lc, meminta jajaran Polres Lhokseumawe serta intansi terkait, memberantas judi itu. Maklumlah, peredaran judi buntut atau toto gelap (togel), kembali marak di Aceh Utara, Kota Lhokseumawe dan Bireuen. Kondisi itu sangat meresahkan masyarakat, sebab banyak warga yang terseret dalam peredarannya. Sebut saja, buruh bangunan, tukang becak, pelajar, bahkan ibu rumah tangga.
Menurut Tgk Syamaun, pihaknya menerima surat laporan masyarakat yang dikirim ke MPU. Dalam surat itu lengkap ditulis nama-nama agen di berbagai kota kecamatan. Menurut Tgk Syamaun, surat itu ikut dikirim ke Kapolres dengan tembusannya ke Danrem, Walikota, Dandim, Satpol PP/WH, serta beberapa instansi terkait lainnya. Dan, kuat dugaan, surat itu pula yang dikirim ke redaksi media ini.
Begitu rusakkah? Nyatanya memang demikian. Sepanjang kesenjangan sosial masih dominan, perjudian jenis togel dan judi kelas bawah lainnya tak akan hilang dari negeri ini hingga akhirnya menjadi penyakit masyarakat.
Beban hidup yang kian berat ditambah sulitnya mencari pekerjaan, warga kelas bawah bertatuh dengan angka-angka judi togel demi meraih mimpi dan dapat untung besar.
Pandangan ini dikemukakan kriminolog UI, Mustafa. Katanya, dengan modal sedikit, mereka diimingi bakal memperoleh uang yang menurutnya bisa mencukupi kebutuhan hidupnya. “Kondisi itu merupakan kenyataan sosial. Sepanjang kepastian hidup tak bisa mereka dapatkan, judi menjadi harapan bagi mereka demi menjamin kepastian hidupnya,” ujar Mustafa seperti ditulis salah satu harian terbitan nasional.
Kondisi tersebut, diperparah lagi oleh moralitas masyarakat peminat togel yang masih menganggap judi adalah dewa penolong dan
satu-satunya cara untuk mengurangi beban hidup yang mereka alami. “Bahkan bagi suku tertentu, judi sudah menjadi budaya yang sudah biasa mereka jalani,” katanya.
Momen tersebut seolah dimanfaatkan oleh para bandar, pengedar dan pengepul judi togel untuk bergerilya mencari mangsa ke pelosok-pelosok pemukiman tempat masyarakat kelas bawah bermukim.
Menurut Mustafa, segala macam pemberantasan perjudian tak akan pernah maskimal hasilnya. Tindakan represif seperti dengan menangkap para pengedar tidak akan efektif, mereka hanya akan tiarap sebentar kemudian kembali muncul setelah kondisi dirasakan sudah aman kembali. “Ini bukan lagi urusan aparat kepolisian, pemerintah sudah harus turun tangan mengingat persoalan judi merupakan imbas dari kesenjangan sosial yang masih dominan di negeri ini,” lanjutnya.
Soal keterlibatan oknum TNI/Polri dalam bisnis haram ini, bukan cerita baru. Medio Juni 2005 lalu misalnya, personel Detasemen Polisi Militer (Denpom/I) Iskandar Muda di Lhokseumawe, membekuk dua anggota TNI saat pesta shabu-shabu bersama tiga rekannya di sebuah losmen di Kota Lhokseumawe.
Penangkapan ini dilakukan setelah Denpom Iskandar Muda menerima laporan dari polisi yang menyatakan, kedua anggota TNI diduga anggota kawanan judi toto gelap alias togel. Hingga Jumat (3/6/2005), seluruh tersangka ditahan di Kantor Denpom Iskandar Muda untuk penyelidikan lebih lanjut.
Dua oknum tentara yang ditangkap saat itu adalah. Sersan Kepala (Serka) ATR dan Sersan Dua (Serda) IML. Sementara satu pria lain dan dua wanita adalah warga Cunda, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe. Kawanan itu dicurigai sebagai agen judi togel untuk kawasan Lhoskeumawe karena dalam rekap yang disita Denpom Iskandar Muda, terdapat ratusan nomor togel. Selain itu, turut disita peralatan shabu, telepon seluler, kalkulator, dan uang tunai, sebagai barang bukti. “Sekarang ini para pemain judi togel terutama para pengecer dan agennya bermain cukup rapi sehingga sangat menyulitkan petugas untuk membuktikannya,” ujar Syaiful (45), seorang warga yang mengaku pernah menjadi penggila togel. Meskipun para pengedar maupun agen judi togel bermain rapi, fakta di lapangan peredaran judi togel ini semakin digemari kalangan pencandu judi. Betapa tidak, kemenangan yang dijanjikan bila nomornya “tembus” sangat menggoda.
Bila dua angka tembus akan memporeleh Rp 60.000,00 padahal si pemasang hanya mengeluarkan uang Rp 1.000, sedangkan kalau tiga angka akan memperoleh Rp 350.000 dan selanjutnya dengan nilai hadiah yang menggiurkan. Fenomena inilah yang harus disikapi semua kalangan. Tidak hanya aparat. Sebab, memberantas togel butuh keseriusan. Tentu saja, agar togel tidak lagi membandel dan merasuki pikiran masyarakat. Mimpi hanyalah bunga tidur. Jadi, untuk apa dibeli.***
Berita Terkini
Riswan Metro Dilaporkan ke Panwaslu Simeulue
Senin, 16 April 2012 jam 19:53:40 WIB
Unjukrasa Tolak Kenaikan Harga BBM berlanjut di Banda Aceh
Rabu, 28 Maret 2012 jam 12:37:38 WIB
Ribuan Konstituen Dukung Darmuda
Senin, 12 Maret 2012 jam 15:22:43 WIB
Penumpang Kapal Ditemukan Tewas
Kamis, 08 Maret 2012 jam 17:28:01 WIB
Penetapan Nomor Urut Cagub/Cawagub PA tak Semarak
Kamis, 08 Maret 2012 jam 14:13:19 WIB
Organda Minta Tertibkan Angkutan Liar.
Kamis, 08 Maret 2012 jam 13:16:35 WIB
Haba Ulee Kareng
Di Tapal Batas
ADA begitu banyak pertanyaan sederhana yang bisa kita...
Suci Hati Bersih Jiwa
BELUM lagi kasus heboh Nazaruddin reda, kembali kita...
Lakon Pemimpin
ADU kuat antara Walikota Lhokseumawe Munir Usman dan Wakil...
Millata Abraham
KETIKA masih kanak-kanak, saya biasa membuat jengkel orang...
Boikot Media!
Muhammad SalehPERNYATAAN boikot media yang...
Wartawan Jahat!
Belum sempat trauma penganiayaan wartawan di Simeulu...
Berita Terbaru
Peluru GLM Pencabut Nyawa
Muhamad Daud Hanafiah (58 tahun), penderes getah karet di...
BOM Waktu dari Simeulue
Lima hari tidak beroperasi, ratusan penumpang Kapal KMP...
Partai SIRA Pecah Dukungan Nazar Terbelah
Setelah Ketua Umum DPP Partai SIRA, Taufik Abda...
Ketika SIRA Harus Memilih
Sejumlah petinggi Partai SIRA memilih mundur dari...
Nazar Tawarkan Saya Uang!
Entah berpengaruh atau tidak, yang pasti perseteruan...
SIRA Sudah tak Asin Lagi
Konflik di tubuh Partai SIRA sudah terjadi sejak era...
Berita Terpopuler
Darah Haid Pertanda Penyakit
Hampir separuh populasi wanita dewasa mengalami...
Jangan Sepelekan Keringat Dingin
Kencan pertama atau wawancara kerja merupakan beberapa...
ISTRIKU KABUR DENGAN SEPUPUKU
Manusia kalau selalu diperbudak oleh hawa nafsunya, maka...
Legenda Para Auliya Aceh (5): Raden Fatah: Ujung Tombak Pasai Menaklukkan Majapahit
Bagi masyarakat Hindu-Majapahit, tidak ada tokoh yang...
Mutasi Pati Polri | Inspektur Jenderal Adityawarman Kapolda Aceh
Mabes Polri kembali mengelar mutasi sejumlah perwira...
MEMBANGUN UNIVERSITAS BERKELAS DUNIA
Idealnya, institusi pendidikan tinggi ditujukan tidak hanya...
Berita Terakhir Dibaca
Cerita dan Mimpi Tak Pernah Usai
Praktik judi toto gelap (Togel) alias judi buntut, kian...
Terkait Jalan Dua Jalur | Pak Jaksa Pilih “Bungkam”
Hingga kini, proses hukum kasus pembebasan tanah jalan dua...
Jejak Pemilu di Tanoh Endatu
Persis, 9 April 2009 lalu. Seluruh rakyat Indonesia, tak...
Untuk Generasi Baru Sepak Bola Aceh
Hampir setiap kabupaten/kota di Aceh terdapat Sekolah Sepak...
Teuku Ben Mahmud
Marsose Belanda menyebutnya sebagai seorang gerilyawan...
Legenda Para Auliya Aceh (5): Raden Fatah: Ujung Tombak Pasai Menaklukkan Majapahit
Bagi masyarakat Hindu-Majapahit, tidak ada tokoh yang...









