Tabloid Berita Mingguan MODUS ACEH juga tersedia selengkapnya di sini!

Structured settlements Mesothelioma Acne Life Insurance Asbestos Bextra Bankruptcy Car Insurance Dental Plans Private Jets Debt Consolidation Credit Cards Canadian Pharmacy Online Trading Equity Line Credit Loans Mortgages Pay Day Loans Cash Advance Equity Loans Reduce Debt Refinance Jet Charter Rehab Wrongful death Legal Advice Taxes Investing Bonds Vioxx IRA Rollover Refinance Quotes Adult Education Distance Learning Alcohol Treatment Depression Drug Rehab Extra Money Cell Phone Plans Calling Cards VOIP Weight Loss Homeowner’s Insurance Rewards Cards Spam Filter Lasik Facelift Teeth Whitening Annuity Anti Virus Protection Adult Diaper Free Credit Report Credit Score Satellite Anti Spam Software Dedicated Hosting Domain Name Need Money Bachelor Degree Master Degree Doctorate Degree Work at Home Quick Book Spyware Eloan Malpractice Lawyer Lenox China Cancer Payperclick Personal Injury Attorney Lexington Law Video Conferencing Transfer Money Windstar Cruise Casinos Online Laptop Computer Online Banking Borrow Money Low Interest Credit Cards Personal Domain Name Cellular Phone Rental Internet Broker Term Life Cheap Hosting University Degrees Online Online Marketing Consolidate Business Credit Web Host Death Insurance Yellow Page Advertising Travel Insurance Register Domain Credit Counseling Email Hosting Trans Union Consumer Credit Blue Cross Helpdesk Software Purchase Structured Settlements Mesothelioma Lawyers San Diego Secured Loan Calculator Structured Settlement Investments Endowment Selling Mesothelioma Patients Mesothelioma attorney san diego Austin Texas dwi lawyers New York Mesothelioma Lawyers Phoenix dui lawyers Secured Loans Insurance Auto Phoenix dui attorney car free insurance online quote students debt consolidation loans Pennsylvania mesothelioma lawyers data recovery Denver adverse credit remortgages bad credit remortgages data recovery service los angeles Consolidating Students Loan Students Loan Consolidation Rates Boston dui lawyers memphis car insurance conference calling companies dui attornes los angeles georgia car accident lawyers san diego dui defense Phoenix arizona dui lawyers Los angeles dwi attorneys Student Consolidation Loans free quote for car insurance irs tax lawyers nj auto insurance dui san diego Los Angeles Criminal Defense Attorney Consolidating Private Student Loans Personal Injury Lawyer Chicago Personal Injury Attorney Pennsylvania Auto Insurance
MODUS ACEH

Index Tarikh Nanggroe

RSS Feed

Seminar Tun Sri Lanang

Untuk Anak Negeri Dua Serumpun

Rabu, 07 Desember 2011 jam 13:51:33 WIB

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala melalui Direktorat Nilai Sejarah bekerja sama dengan Yayasan Tun Sri Lanang, Masyarakat Sejarawan Indonesia Pusat, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Bireuen, menggelar seminar sehari bertajuk: Ketokohan Tun Sri Lanang dalam Sejarah Dua Bangsa. Seminar tersebut akan dilaksanakan, 8 Desember 2011 di Kabupaten Bireuen. Menurut Ketua Yayasan Tun Sri Lanang, Pocut Haslinda Teuku Syahrul...

Tun Sri Lanang

Raja Samalanga Pertama

Rabu, 07 Desember 2011 jam 13:42:15 WIB

Menelusuri jejak Tun Sri Lanang, raja pertama Samalanga (1615-1659), seperti membuka kembali lembaran sejarah yang telah ratusan tahun tenggelam. Banyak orang Aceh tidak tahu tentang perjalanan sejarah saudara Putri Pahang (Putro Phang) itu, setelah diangkat menjadi raja oleh Sultan Iskandarmuda dan menghabiskan masa hidupnya di Samalanga.SYAHDAN, menurut kisah dan penuturan tokoh masyarakat di sana. Setelah Hakim Peut Misee dan sebelas orang pemuka negeri lainnya bersama...

Panglima Teungku Tapa

de Wonderman dari Tanoh Gayo

Rabu, 04 Mei 2011 jam 12:46:00 WIB

PERANG Aceh yang dimulai sejak tahun 1873 sampai saat Sultan Muhammad Daudsyah ditangkap di Pidie tahun 1903, ternyata belum juga berakhir. Meskipun Sultan telah ditangkap, perang masih saja berlarut-larut bahkan sampai menjelang kedatangan Jepang ke Aceh pada tahun 1942.Perang yang panjang ini, tentu saja melahirkan banyak sekali panglima perang, di antaranya yang terkenal adalah Panglima Tengku Tapa. Nah, siapa Panglima Tengku Tapa? Sejauh ini belum ada referensi yang...

Kerajaan Jeumpa (Sambungan)

Kerajaan Islam Pertama di Nusantara

Kamis, 02 Desember 2010 jam 16:13:00 WIB

Kerajaan Jeumpa

Kerajaan Islam Pertama di Nusantara

Kamis, 02 Desember 2010 jam 15:02:00 WIB

TEORI CHAMPA (JEUMPA) VERSI RAFFLES

Jumat, 26 November 2010 jam 14:05:00 WIB

Tarikh atau sejarah yang akan dipaparkan berikut ini adalah rangkaian panjang dari tulisan ”SEJARAH PERJUANGAN UMMAH ACEH-SUMATERA”. Sumber tulisan ini adalah Serial Penelitian dan Penerbitan The Acheh Renaissance Movement, karya Al-Ustadz Hilmy Bakar Alhasany Almascaty. Dia adalah Pendiri dan Presiden Hilal Merah sebagai rekomendasi Mudzakarah Nasional Ulama, Habaib dan Cendekiawan Muslim ke XI di Medan Sumut. Bukan hanya itu, Hilmy Bakar juga sebagai...

Ayah Banta Bungkam Kapolda Mendua
Edisi
4
Ayah Banta Bungkam Kapolda Mendua
Mei 2012






Edisi
52
Tahun
VII
Rabu, 21 April 2010 jam 08:29:00 WIB
 

Ulee Balang Itu bernama:

Teuku Ben Mahmud


Marsose Belanda menyebutnya sebagai seorang gerilyawan ulung dan paling ditakuti. Tahun 1911, dia dan pengikutnya ditangkap dan diasingkan ke Ambon.

Lahir di Gampong Cot, Kuta Tinggi, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya, sekitar tahun 1860. Ayahnya, Teuku Ben Abbas, berasal dari Kampung Lhang, Tijue, Pidie. Dia adalah, Teuku Ben Mahmud, pejuang sekaligus ulee balang yang sangat di takuti marsose Belanda, karena kepiawaannya dalam bergerilya.

Namanya, memang tidak setenar pahlawan Aceh lainnya, sekaliber Teuku Umar, Teuku Chik Di Tiro, Panglima Polem dan. Namun, dedikasi dan pengorbanannya dalam melawan penjajahan Belanda patut di perhitungkan. Buktinya, Belanda memberikan gelar kepadanya sebagai gerilyawan ulung dan pemberontak (pejuang) berkaliber internasional.

Teuku Ben Mahmud, merupakan pemimpin gerilyawan yang paling dicari Belanda ketika itu. Maklum, daerah gerilya yang dia lakukan mulai dari Kuala Batu (Abdya) hingga ke Hulu Singkil (Aceh Singkil). Di bantu beberapa panglimanya, seperti H. Yahya dari Alue Paku, Sayed Abdurrahman dari Terbangan, Teuku Ben Mahmud berjuang melawan serdadu  Belanda.

Oktober, 1900, Blangpidie dikuasai marsose Belanda. Sejak itu pula, Teuku Ben Mahmud, memutuskan untuk bergerilya ke berbagai daerah. Marsose Belanda, dibawah komando Letnan Helb kalang kabut dibuatnya. Simak saja, tepatnya, 7 April 1901, dengan kekuatan sekitar 500 orang pejuang, Teuku Ben Mahmud melakukan penyerangan terhadap marsose Belanda. Alhasil, serdadu Belanda pun kucar kacir dibuatnya.

Berikutnya, sekitar tahun 1905, Tangsi Blangpidie jadi target. Dengan kekuatan sekitar 200 orang, tangsi itu pun di gempur pejuang di bawah komando Teuku Ben Mahmud. Namun, untung tak dapat di raih, malang tak dapat di tolak. Dalam penyerangan ini, 47 orang pasukan Teuku Ben Mahmud, syahid di tangan marsose.

Walau demikian, tak membuat Teuku Ben Mahmud dan pasukannya patah arang. Semangat jihad dalam rangka membasmi marsose Belanda di “Bumi Aceh” tetap berkobar. Strategi bergerilya pun dilanjutkan guna menyusun serangan demi serangan.

Sebelumnya, sekitar tahun 1895, Teuku Ben Mahmud juga menyerang Tapaktuan, karena diduga bekerjasama dengan marsose Belanda yang saat itu dipimpin Teuku Larat. Dalam penyerangan itu, Cut Intan Suadat, putri dari Teuku Larat juga ikut ditawan.

Namun, akhirnya, Cut Intan Suadat dinikahkan dengan Teuku Banta Sulaiman yang tak lain adalah putera dari Teuku Ben Mahmud. Penyerangan tersebut dikenal dengan perang “Jambo Aye”, itu disebabkan panglima yang memimpin serangan itu adalah Tengku Jambo Aye, berasal dari Seunagan, Nagan Raya (dulu Aceh Barat).

Marah, bingung, kalang kabut, itulah  yang dialami marsose Belanda saat menghadapi Teuku Ben Mahmud dan pasukannya. Namun, bukan Belanda namanya, kalau tidak memiliki akal yang licik. Berbagai cara dan upaya dilakukan guna melumpuhkan perlawanan yang dilakukan Teuku Ben Mahmud.

Mulai dari penyanderaan sampai bujukan agar Teuku Ben Mahmud mau turun gunung. Tepat, sekitar tahun 1908, Kapten W.B.J.A Scheepens, seorang ahli tentang sejarah dan budaya Aceh serta mahir berbahasa Aceh, berusaha membujuk Teuku Ben Mahmud agar mau turun gunung. Teuku Ben Mahmud dan 160 orang pasukannya turun gunung, dengan syarat pasukannya yang sudah dibuang keluar daerah agar dikembalikan lagi.

Setelah turun gunung dan dalam pengawasan serdadu Belanda, tawaran untuk mengendalikan Zelfbestuurder Blangpidie pun diberiakan oleh Belanda. Namun, itu ditolaknya, dan diserahkan kepada putranya, Teuku Banta Sulaiman.

Turun gunung dan dipaksa bekerjasama dengan Belanda, bukan berarti kebenciannya terhadap Belanda pudar. Secara diam-diam, Teuku Ben Mahmud tetap memberikan semangat kepada kader-kader muslimin agar tetap melakukan perlawanan.

Mata-mata serdadu Belanda jadi target untuk dibunuh. Rupanya, gerak gerik Teuku Ben Mahmud pun tercium pihak marsose. Dianggap membahayakan, akhirnya marsose Belanda mengasingkan Teuku Ben Mahmud dan beberapa pengikutnya ke Ambon pada tahun 1911.

Setelah Teuku Ben Mahmud diasingkan, jabatan hulubalang Negeri Blangpidie dilanjutkan putranya, Teuku Banta Sulaiman. Namun, dia pun dicurigai oleh Belanda dan diasingkan ke Aceh Timur tahun 1919. Lalu, dipindahkan ke Kuta Raja hingga masuknya Jepang ke Aceh.***
Hendra Saputra/dbs
Komentar ditutup.

Tarik Ulur Qanun KKR, Menanti Komitmen Zaini-Muzakir
Edisi
3
Tarik Ulur Qanun KKR, Menanti Komitmen Zaini-Muzakir
Mei 2012

Berita Terkini

Menurut Anda siapakah yang bakal menjadi gubernur Aceh mendatang?

Polling tidak aktif!

Haba Ulee Kareng

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

Berita Terakhir Dibaca



<Selasa, 22 Mei 2012 Jam 11:38
Sedang diakses oleh 39 orang. Hari ini 259 orang. IP Address Anda 38.107.179.240. Anda pengunjung ke 534772.