Tabloid Berita Mingguan MODUS ACEH juga tersedia selengkapnya di sini!

Structured settlements Mesothelioma Acne Life Insurance Asbestos Bextra Bankruptcy Car Insurance Dental Plans Private Jets Debt Consolidation Credit Cards Canadian Pharmacy Online Trading Equity Line Credit Loans Mortgages Pay Day Loans Cash Advance Equity Loans Reduce Debt Refinance Jet Charter Rehab Wrongful death Legal Advice Taxes Investing Bonds Vioxx IRA Rollover Refinance Quotes Adult Education Distance Learning Alcohol Treatment Depression Drug Rehab Extra Money Cell Phone Plans Calling Cards VOIP Weight Loss Homeowner’s Insurance Rewards Cards Spam Filter Lasik Facelift Teeth Whitening Annuity Anti Virus Protection Adult Diaper Free Credit Report Credit Score Satellite Anti Spam Software Dedicated Hosting Domain Name Need Money Bachelor Degree Master Degree Doctorate Degree Work at Home Quick Book Spyware Eloan Malpractice Lawyer Lenox China Cancer Payperclick Personal Injury Attorney Lexington Law Video Conferencing Transfer Money Windstar Cruise Casinos Online Laptop Computer Online Banking Borrow Money Low Interest Credit Cards Personal Domain Name Cellular Phone Rental Internet Broker Term Life Cheap Hosting University Degrees Online Online Marketing Consolidate Business Credit Web Host Death Insurance Yellow Page Advertising Travel Insurance Register Domain Credit Counseling Email Hosting Trans Union Consumer Credit Blue Cross Helpdesk Software Purchase Structured Settlements Mesothelioma Lawyers San Diego Secured Loan Calculator Structured Settlement Investments Endowment Selling Mesothelioma Patients Mesothelioma attorney san diego Austin Texas dwi lawyers New York Mesothelioma Lawyers Phoenix dui lawyers Secured Loans Insurance Auto Phoenix dui attorney car free insurance online quote students debt consolidation loans Pennsylvania mesothelioma lawyers data recovery Denver adverse credit remortgages bad credit remortgages data recovery service los angeles Consolidating Students Loan Students Loan Consolidation Rates Boston dui lawyers memphis car insurance conference calling companies dui attornes los angeles georgia car accident lawyers san diego dui defense Phoenix arizona dui lawyers Los angeles dwi attorneys Student Consolidation Loans free quote for car insurance irs tax lawyers nj auto insurance dui san diego Los Angeles Criminal Defense Attorney Consolidating Private Student Loans Personal Injury Lawyer Chicago Personal Injury Attorney Pennsylvania Auto Insurance
MODUS ACEH

Index Parlementaria

RSS Feed

DPRA Sahkan Lima Rancangan Qanun

Rabu, 28 Desember 2011 jam 13:05:03 WIB

Diakhir tahun, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) setujui dan mengesahkan lima rancangan qanun pada sidang paripurna ketiga masa sidang keempat. RAPAT paripurna ketiga masa sidang keempat itu dipimpin Wakil Ketua DPRA, Amir Helmi, SH. Hadir juga pimpinan, Hasbi Abdullah, dan wakil pimpinan Sulaiman Abda, serta sejumlah anggota dewan lainnya pada akhir rapat paripurna tersebut. “Rapat paripurna ini saya buka dan terbuka untuk umum,” kata Amir Helmi, sembari...

Sidang Paripurna DPRA pada 12-19 Desember 2011.

Pimpinan Diminta Buat Rekomendasi Khusus

Kamis, 22 Desember 2011 jam 10:42:21 WIB

Pemerintah Aceh Diminta Bertanggungjawab

Rabu, 14 Desember 2011 jam 13:10:29 WIB

Pansus DPR Aceh banyak menemukan proyek anggaran 2010 yang tidak sesuai harapan. Dewan meminta Pemerintah Aceh untuk bertanggungjawab.Di hadapan wartawan, awal 2011 lalu, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf sempat menyampaikan apresiasinya kepada jajaran Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).Apresiasi Kepala Pemerintah Aceh itu bukan tanpa alasan. Ini karena realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2010 telah mencapai target. Sebab, dari total pagu APBA 2010 sebesar Rp...

Transportasi Kuala Baru Aceh Singkil.

Saatnya Membangun Buloh Seuma-Kuala Baru

Rabu, 07 Desember 2011 jam 14:04:03 WIB

LKPJ Gubernur Aceh 2007-2012

Program Baik Tetap Dilanjutkan

Kamis, 01 Desember 2011 jam 14:12:55 WIB

Pemerintah Aceh menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) akhir masa jabatan Gubernur Aceh dan Wakil Gubernur periode 2007-2012 kepada DPR Aceh. Sulaiman Abda selaku Pimpinan DPRA berharap, program yang dinilai baik tetap dilanjutkan.“Kita sudah mendengar LKPJ lima tahunan Pemerintah Aceh. Dan dalam waktu dekat, DPRA akan mempelajari laporan tersebut,” ujar Sulaiman Abda di ruang kerjanya, Gedung DPRA, Banda Aceh, Jumat pekan lalu.Menurut mantan...

Kantor BPK RI perwakilan Aceh.

Kinerja BPK RI Lemah

DPRA : Evaluasi BPK RI Perwakilan Aceh

Rabu, 23 November 2011 jam 13:06:25 WIB
Ayah Banta Bungkam Kapolda Mendua
Edisi
4
Ayah Banta Bungkam Kapolda Mendua
Mei 2012






Edisi
43
Tahun
VII
Rabu, 17 Pebruari 2010 jam 08:21:00 WIB
 

Foto: Rizki Adhar
Anggota Komisi B DPRA, Muhammad Tanwier Mahdi menilai. Pemerintah Aceh masih kurang memperhatikan sektor pertanian. Perlu ditingkatkan, agar tak selalu bergantung pada Migas.

Semakin berkurangnya pendapatan Aceh dari sektor minyak dan gas (Migas) setiap tahunnya, jelas berimbas pada laju pertumbuhan ekonomi Aceh. Apalagi, upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian tanpa Migas, masih belum berjalan optimal. Terbukti, ekonomi Aceh, tak termasuk Migas, tahun 2009 hanya tumbuh 3, 92 persen. Sementara itu, secara keseluruhan perekonomian Aceh justru  mengalami kontraksi yang cukup dalam yakni minus 5,58 persen.

Menurut Anggota DPRA, Muhammad Tanwier Mahdi, Pemerintah Aceh sudah mesti mengambil kebijakan solutif agar ekonomi Aceh bisa tumbuh normal. “Kami berharap pertumbuhan ekonomi semestinya tak bergerak lambat. Sehingga, masyarakat bisa cepat merasakan kesejahtateraan,” kata anggota Komisi B, Bidang Perekonomian itu.

Sektor pertanian, kata Tanwier, adalah salah satu yang perlu ditingkatkan. “Dari Rancangan Kerja Aanggaran 2010 yang diajukan eksekutif, tampak sektor pertanian kurang mendapat perhatian,” katanya. Padahal, menurut Tanwier, untuk menjawab menurunnya pendapatan Aceh dari Migas, pemerintah mestinya fokus menghidupkan sektor-sektor, seperti, pertanian dan perkebunan.

Melihat topografi Aceh, sektor ini memang sangat memadai untuk dioptimalkan. Pertama, Aceh adalah daerah agraris dengan cakupan lahan pertanian yang luas. Lalu, penduduknya juga banyak yang berprofesi petani. “Dengan mengoptimalkan sektor ini, diharapkan bisa membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi Aceh,” kata politisi Partai Demokrat itu.

Pemerintah, kata Tanwier, juga memiliki tanggungjawab menjaga kestabilan ekonomi sehingga tercipta iklim ekonomi yang mantap dan berdampak pada meningkatnya pendapatan masyarakat. Tapi kenyataan saat ini, banyak hasil komoditi masyarakat, seperti sawit, tak mendapat tempat di pasar. Alhasil, nilai ekonomi hasil pertanian itu masyarakat pun menurun.

Menurut Tanwier, dengan pergerakan ekonomi Aceh yang dominannya ditopang APBA, Pemerintah Aceh harus benar-benar menggunakan anggaran secara terukur. Hal ini dianggap penting. Lesunya pertumbuhan ekonomi Aceh juga dipicu oleh rendahnya kontribusi swasta. “Ini artinya, perekonomian Aceh hanya bergerak dengan kekuatan APBA,” katanya. Terlambat APBA disahkan, semua macet. Itu sebabnya, pemerintah mesti fokus, kebijakan program ekonomi hendaknya sesuai dengan kondisi masyarakat.

Lesunya iklim investasi, kata Tanwier, terjadi karena tak optimalnya pemerintah menyediakan sarana dan prasarana, seperti, ketersedian energi dan infrastruktur jalan, yang bukan menjadi tanggungjawab swasta. Sehingga tak heran, pelabuhan yang kita miliki belum juga bisa hidup. Tak ada komoditi yang bisa diekspor dari Aceh. Alhasil, Aceh mengekspor alat berat ke Jakarta. “Ini luar biasa, komoditi Aceh itu alat berat sisa Singapura,” katanya.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusan Statistik (BPS) Aceh pekan lalu sumbangan sektor non-Migas terhadap perekonomian Aceh, yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dinilai masih sangat rendah.  Bahkan, derasnya laju penurunan di sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh minus 49,24 persen, serta adanya pertumbuhan negatif di industri pengolahan (-6,06%), telah menyebabkan perekonomian Aceh secara keseluruhan mengalami kontraksi yang cukup dalam, minus 5,58 persen.

Itu sebabnya, menurut pakar ekonomi Aceh dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Dr Nazamuddin, pemerintah harus menyiapkan langkah strategis dengan mencari sumber pendapatan lain, misalnya investasi dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dengan mengembangkan sektor pertanian, industri pengolahan, dan jasa-jasa. “Selama ini sumbangan PAD kita sangat kecil, perhitungan saya hanya sekitar 12 persen, tidak sampai Rp 1 triliun. Jadi pemerintah harus segera memikirkan langkah strategis untuk kompensasi dana Migas yang turun tersebut,” katanya.***
Dadang Heryanto
Komentar ditutup.

Tarik Ulur Qanun KKR, Menanti Komitmen Zaini-Muzakir
Edisi
3
Tarik Ulur Qanun KKR, Menanti Komitmen Zaini-Muzakir
Mei 2012

Berita Terkini

Menurut Anda siapakah yang bakal menjadi gubernur Aceh mendatang?

Polling tidak aktif!

Haba Ulee Kareng

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

Berita Terakhir Dibaca



<Selasa, 22 Mei 2012 Jam 11:34
Sedang diakses oleh 39 orang. Hari ini 257 orang. IP Address Anda 38.107.179.240. Anda pengunjung ke 534770.