Edisi Khusus Idul Fitri 1 Syawal 1432H
Islam Semakin Tumbuh di Barat
Bagi kita umat Islam, puasa Ramadhan dan Idul Fitri bukan hanya sekedar kewajiban ritual untuk melaksanakan perintah Allah SWT. Sebaliknya, memberi pesan damai bagi umat-umat lainnya di dunia. Betapa tidak, Ramadhan telah mendidik kita untuk sabar, jujur, ikhlas serta saling pengertian. Harmoni Islam memang telah dimulai dari lingkungan terkecil seperti keluarga, kolega hingga dalam berbangsa dan bernegara.
Seperti tahun lalu, Ramadhan tahun ini pun dilaksanakan dengan penuh hikmah oleh umat Muslim di dunia. Syiar Islam kian menemukan titik orbitnya. Baik di Amerika, Eropa maupun Asia. Ajaran Islam kian mendapat tempat di lubuk hati paling dalam dari umat manusia dunia. Nur Islam, telah menembus ruang dan waktu. Inikah pertanda Islam semakin membumi?
***
Meliriklah sejenak ke dunia barat (Amerika dan Eropa—red). Bunyi dentang Gereja memang terdengar. Tetapi, tak ada sambutan dari jemaah. Seakan semuanya diam. Tak ada lagi yang tertarik untuk pergi ke Gereja. Gereja menjadi kosong. Tak ada lagi yang berminat pergi ke Gereja. Minggu bukan lagi hari yang dinanti. Anak-anak muda melewatkan Minggu dengan berekreasi, tanpa harus bertemu dengan Rohaniawan.
Sejatinya, masyarakat Barat sekuler dan materialis, tentu tak lagi butuh agama. Agama menjadi masa lalu. Kehidupan mereka tak lagi membutuhkan agama. Kehidupan mereka terbebas dari agama. Agama hanya di Gereja-Gereja. Di luar Gereja tak ada lagi agama. Karena itu, di Barat terjadi pemisahan antara agama dengan kehidupan secara ketat. Semuanya terpisah. Agama tidak memiliki relasi dan otoritas apapun dengan kehidupan sehari-hari.
Berbeda dengan ajaran Islam. Posisinya justeru semakin diminati. Anak-anak muda di Barat, kian menarik untuk mempelajari Islam. Trend tersebut, terus mengalami grafik kenaikan hingga menimbulkan kesan: Islam mulai menominasi kehidupan masyarakat Barat.
Fakta ini tentu sangat kontras sehingga muncul “gugatan” dari sebagian masyarakat Barat yang sekuler dan phobia terhadap Islam. Suara-suara tadi telah memunculkan gerakan yang begitu massif, meneriakkan jargon phobia terhadap Islam? Islam dan umat Islam didifinisikan menjadi ancaman bagi masa depan mereka. Islam sangat menakutkan. Islam dan umat Islam menjadi sosok, yang sangat menakutkan, seperti ketika “Era Perang Dingin”, seperti Barat menghadapi ancaman Komunisme. Bahkan Presiden George Bush, pernah menyebutkan Islam dan umat Islam sebagai “Evil” (setan).
***
Di seluruh Uni Eropa muncul kelompok “Sayap Kanan”, yang dimulai dari Belanda, dan digerakkan oleh politisi “Sayap Kanan” Geerd Wilders. Di Perancis, lebih ekstrim lagi, tokoh “Sayap Kanan”, yang terkemuka Le Pen, dan menginginkan agar seluruh Perancis, dibersihkan dari kotoran yang “najis”, yaitu imigran Muslim.
Gerakan “Sayap Kanan” di seluruh Uni Eropa meningkat dengan sangat pesat, dan menjadi kekuatan politik baru, yang sangat kuat. Seluruh kekuatan politik “Sayap Kanan” di Eropa masuk parlemen, dan mempunyai nilai tawar (bargaining) yang kuat dengan partai-partai yang berkuasa. Karena itu, kelompok “Sayap Kanan” menjadi penentu dalam semua koalisi partai-partai yang menang pemilu.
Di Amerika kekuatan “Sayap kanan” sekarang menjadi sosok, yang menjelma sebagai figur yang sangat puritan, dan menolak setiap pendekatan kepada Islam dan umat Islam. Sosok Partai Republik, yang konservatif itu, digantikan dengan kekuatan politik baru, yang lebih ekstrim, yaitu “Tea Party”.
“Tea Party” menolak setiap pendekatan dan kompromi dengan Islam dan umat Islam. Pandangan-pandangannya sangat konservatif terhadap Islam dan umat Islam dalam pengertian yang negatif. Karena itu, para pemimpin “Tea Party” terus mendorong kebijakan luar negeri Amerika Serikat dengan pendekatan yang bersifat “konfrontatif” terhadap dunia Islam, yaitu perang.
Peristiwa yang terjadi di Oslo (Norwegia), “massacre” (pembantaian) oleh Andres Breivik, bukan sesuatu yang mengejutkan. Andres Breiviek hanya merefleksikan phobia dan paranoid (ketakutan) Barat terhadap Islam dan umat Islam. Semua tindakan yang dilakukan Andres Breivik, seperti tidak dapat dicerna oleh “commonsense” akal sehat, bagaimana masyarakat Barat yang rasional, bisa melakukan sesuatu yang tidak rasional?
Realitas masyarakat di dunia Barat telah mengalami stagnan (mandeg) dalam regenerasi. Pertumbuhan penduduknya (growth population) mengalami “zero” (nol). Bahkan di beberapa negara mengalami “minus”. Karena itu, tingkat populasi mereka terus menyusut.
Negara-negara di kawasan Skandinavia pertumbuhan penduduknya mengalami “minus”. Italia, Perancis, Jerman, Belanda, Inggris, dan Belgia, pertumbuhan penduduknya stagnan, dan sebagian “minus”. Hanya Portugal yang masih mengalami pertumbuhan penduduk, tetapi sangat kecil hanya, 0,5 persen. Di Jerman, setiap keluarga yang mau melahirkan anak, pemerintah memberikan insentif.
Sama halnya dengan Rusia, dan negara-negara di kawasan Baltik, yang mengalami penyusutan, dan “minus” pertumbuhan penduduknya. Di Rusia pertumbuhan penduduknya mengalami penyusutan, dan sekarang penduduknya hanya tinggal 90 juta jiwa. Karena itu, prediksi-prediksi dalam waktu lima puluh tahun mendatang, Rusia akan menjadi negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
Fenomena di Rusia ini, berlaku pula di seluruh zona Eropa, di mana pertumbuhan penduduknya seluruh kawasan itu, terus mengalami penyusutan, secara drastis. Sekarang hampir di seluruh Uni Eropa, jumlah orang-orang tua (gerentologi) mengalami kenaikan yang tajam, setiap tahunnya. Di daratan Eropa jumlah orang yang berusia di atas 55 tahun, mencapai 60 persen. Sama halnya di Amerika Serikat jumlah orang-orang tua, diatas usia 65 tahun, dan terus meningkat, generasinya Bill Clinton, bertambah banyak, mencapai 70 persen.
***
Di Amerika Serikat dana jaminan sosial yang digunakan untuk orang-orang lanjut usia, jumlahnya mencapai $ 3 triliun dollar. Ini hanya menjadi indikator betapa besarnya tanggungan negara bagi orang-orang yang lanjut usia.
Di negara-negara Barat, Eropa dan Amerika, nantinya akan dipenuhi manusia yang lanjut usia, yang sudah tidak lagi produktif. Inilah salah satu faktor, mengapa ekonomi di negara-negara Barat terus melambat. Karena mayoritas penduduk, adalah orang-orang tua yang sudah tidak produktif lagi. Proses penuaan penduduk dan pertumbuhan penduduk yang “zero” dan “minus”, yang menjadi ancaman mendasar masyarakat Kapitalis Barat.
Masyarakat Barat yang sekuler dan materialis, dan mempunyai sikap individualis, “credo”nya (aqidahnya), adalah kenikmatan dunia (hedonis). Karena itu, tujuan mereka hanyalah mendapatkan kenikmatan duniawi semata. Tanpa ada tanggung jawab. Inilah esensi yang sebenarnya, yang menjadi ancaman bagi masa depan mereka, bukan Islam dan umat Islam.
Mereka melakukan seks bebas. Mereka mau melakukan hubungan seks, tetapi mereka menolak mempunyai anak. Mereka hidup bersama (kumpul kebo), tanpa ada tanggung jawab, karena itu pasangan-pasangan di Barat, menolak mempunyai anak. Anak menjadi beban bagi mereka.
Di Rusia, Perdana Menteri Vladimir Putin, membuat kebijakan, bagi siapa saja yang bersedia melahirkan anak. Anak pertama akan mendapat isentif 5000 rubel. Tetapi, tak ada perempuan Rusia yang menanggapi kebijakan Putin itu. Di Jerman, pemerintahnya juga memberikan insentif bagi perempuan yang mau melahirkan anak, tetap tak banyak yang menanggapinya.
Banyak “single parent”, wanita mempunyai anak, tanpa bapak, dan banyak bapak yang mempunyai anak, tanpa ibu. Inilah fenomena di masyarakat Barat. Melakukan sek bebas dan kumpul kebo itu, sudah menjadi kelaziman. Tak ada sanksi agama dan sosial. Semuanya berjalan dengan biasa.
Sementara itu, populasi Muslim di Barat terus tumbuh dengan pesat, dan jumlahnya terus meningkat. Populasi penduduknya rata-rata mengalami peningkatan 2,5 - 4 persen setiap tahunnya. Sekurang-kurangnya keluarga Muslim mempunyai 3-5 orang anak. Maka, di Barat masyarakatnya mengalami kecemasan melihat adanya Muslim “baby booming”, yang terus terjadi setiap tahunnya.
Prediksi-prediksi yang dibuat berbagai lembaga survey, di masa depan, pasti akan mengalami pergeseran populasi penduduk di Barat, dan populasi Muslim akan menjadi mayoritas. Di kalangan Muslim tidak ada yang disebut “birth control”. Semuanya berlangsung secara alamiah.
Karena itu, Barat mengalami phobia dan paranoit, yang sangat berlebihan terhadap Islam dan umat Islam. Padahal, semuanya ancaman masa depan mereka itu, berasal dari dalam diri mereka sendiri. Bukan dari Islam dan umat Islam.
Namun demikian, di hari yang Fitri, 1 Syawal 1432H ini, sebagai umat Islam kita tetap berdoa: Semoga Allah SWT membukakan pintu hati, pikiran dan iman kepada masyarakat dunia yang selama ini phobia dan paranoid terhadap Islam. Sebaliknya, jangan pernah khawatir jika Islam akan pupus di muka bumi ini. Sebab, Allah SWT pula yang menjadi Islam tetap utuh di muka bumi. Amin.***
Berita Terkini
Riswan Metro Dilaporkan ke Panwaslu Simeulue
Senin, 16 April 2012 jam 19:53:40 WIB
Unjukrasa Tolak Kenaikan Harga BBM berlanjut di Banda Aceh
Rabu, 28 Maret 2012 jam 12:37:38 WIB
Ribuan Konstituen Dukung Darmuda
Senin, 12 Maret 2012 jam 15:22:43 WIB
Penumpang Kapal Ditemukan Tewas
Kamis, 08 Maret 2012 jam 17:28:01 WIB
Penetapan Nomor Urut Cagub/Cawagub PA tak Semarak
Kamis, 08 Maret 2012 jam 14:13:19 WIB
Organda Minta Tertibkan Angkutan Liar.
Kamis, 08 Maret 2012 jam 13:16:35 WIB
Haba Ulee Kareng
Di Tapal Batas
ADA begitu banyak pertanyaan sederhana yang bisa kita...
Suci Hati Bersih Jiwa
BELUM lagi kasus heboh Nazaruddin reda, kembali kita...
Lakon Pemimpin
ADU kuat antara Walikota Lhokseumawe Munir Usman dan Wakil...
Millata Abraham
KETIKA masih kanak-kanak, saya biasa membuat jengkel orang...
Boikot Media!
Muhammad SalehPERNYATAAN boikot media yang...
Wartawan Jahat!
Belum sempat trauma penganiayaan wartawan di Simeulu...
Berita Terbaru
Peluru GLM Pencabut Nyawa
Muhamad Daud Hanafiah (58 tahun), penderes getah karet di...
BOM Waktu dari Simeulue
Lima hari tidak beroperasi, ratusan penumpang Kapal KMP...
Partai SIRA Pecah Dukungan Nazar Terbelah
Setelah Ketua Umum DPP Partai SIRA, Taufik Abda...
Ketika SIRA Harus Memilih
Sejumlah petinggi Partai SIRA memilih mundur dari...
Nazar Tawarkan Saya Uang!
Entah berpengaruh atau tidak, yang pasti perseteruan...
SIRA Sudah tak Asin Lagi
Konflik di tubuh Partai SIRA sudah terjadi sejak era...
Berita Terpopuler
Darah Haid Pertanda Penyakit
Hampir separuh populasi wanita dewasa mengalami...
Jangan Sepelekan Keringat Dingin
Kencan pertama atau wawancara kerja merupakan beberapa...
ISTRIKU KABUR DENGAN SEPUPUKU
Manusia kalau selalu diperbudak oleh hawa nafsunya, maka...
Legenda Para Auliya Aceh (5): Raden Fatah: Ujung Tombak Pasai Menaklukkan Majapahit
Bagi masyarakat Hindu-Majapahit, tidak ada tokoh yang...
Mutasi Pati Polri | Inspektur Jenderal Adityawarman Kapolda Aceh
Mabes Polri kembali mengelar mutasi sejumlah perwira...
MEMBANGUN UNIVERSITAS BERKELAS DUNIA
Idealnya, institusi pendidikan tinggi ditujukan tidak hanya...
Berita Terakhir Dibaca
Islam Semakin Tumbuh di Barat
1 Syawal 1432H/30 Agustus 2011, Insya Allah kita raih. Umat...
MEMBANGUN UNIVERSITAS BERKELAS DUNIA
Idealnya, institusi pendidikan tinggi ditujukan tidak hanya...
Safari Dilakukan Aspirasi Diserap
Arus dukungan terus mengalir kepada pasangan Muhammad...
Kronologis Penyergapan Kelompok Radikal di Aceh Besar
September 2009Kapolda mendapat laporan intelejen tentang...
Penting untuk Melindungi Hak Perempuan dan Anak
Demi terlaksananya Rancangan Undang-Undang tentang...
Mereka Bicara Tentang SAFAR
WALAU tahapan Pemilukada Aceh diperkirakan terjadi...









