JAM telah menunjukkan pukul 22.00 Wib, Kamis malam dua pekan lalu. Tapi, salah satu warung kopi di Jalan Darussalam, Desa Kampung Jawa Baru, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, masih ramai “disatroni” warga. Ada tukang becak dan sejumlah tokoh desa. “Alhamdulillah, Anda sudah datang menemui kami di sini,” sambut salah seorang tokoh di desa itu.
Tak berapa lama kemudian, beberapa tokoh pemuda lainnya, merapat. Kehadiran mereka disambut hangat Muhammad Saleh, SE. “Assalamu’alikum, apa kabar saudaraku,” begitu sapa wartawan senior itu. Memang, Sekretaris Umum KONI Aceh ini, merupakan salah satu bakal calon Walikota Lhokseumawe Periode 2012-2017. Dia berpasangan dengan Jafar SAg, putra kelahiran Desa Batuphat Timur, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.
Dalam hitungan menit, suasana begitu cepat cair. Maklum, alumni SD Muhammadiyah, SMP Negeri 2 Lhokseumawe dan SMA Malikussaleh ini, bukanlah sosok baru di kota kelahirannya itu. “Ya, saya jadi ingat. Saya kenal betul ayah Anda. Berarti Anda adiknya Ilyas, Sopian dan Razali. Kami satu sekolah di SMP dulu. Anda lahir di Kampung Jawa Lama kan,” timpal seorang pria yang baru saja usai melaksanakan shalat Isya berjamaah di Masjid Raya Baiturrahman Lhokseumawe.
Tanpa dikomando, SAFARI ASPIRASI ARUS BAWAH yang dilakukan Saleh, mengalir bagai air. Malam itu, banyak masukan yang didapat. Mulai dari persoalan tata kota yang semraut hingga sempitnya lapangan pekerjaan. Termasuk ancaman kemiskinan. “Itulah masalah Kota Lhokseumawe buat Anda. Insya Allah, jika Anda menjadi Walikota, lakukanlah perubahan. Kami yakin, sebagai putra daerah, Anda tak akan lari dari kenyataan ini. Kami berdoa dan mendukung Anda,” ucap salah seorang Ustad, sambil memeluk Saleh.
***
Di malam itu juga. Suasana Terminal Bus Antar Kota Antar Provinsi di Desa Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, masih tampak hilir mudik warga. Terutama, bagi mereka yang ingin berpergian ke Banda Aceh maupun Medan, Sumatera Utara. Padahal, jarum jam sudah bergerak ke angka 01.00 dini hari.
Dibandingkan beberapa tahun lalu, suasana malam itu memang nyaris berbeda. “Beginilah setiap malamnya. Hanya pada hari-hari tertentu atau awal bulan yang ramai. Sisanya sepi. Berbeda dengan beberapa tahun lalu,” ulas Samsul H. Tuan Jamil atau akrab disapa Bang Samsul, salah seorang pengusaha angkutan di Lhokseumawe. Bersama Samsul, ada sejumlah harlan dan agen tiket bus antara kota antar provinsi lainnya.
Seperti beberapa malam sebelumnya. Saleh, menyempat diri untuk ngopi bersama sahabatnya itu. Tujuannya hanya satu, menyerap berbagai aspirasi dari berbagai profesi dan dunia usaha. Ini terkait dengan dirinya yang maju sebagai salah seorang bakal calon Walikota Lhokseumawe pada Pemilukada mendatang. “Mohon saya diarahkan dan diberi masukan. Insya Allah jika saya dipercaya, saya akan mengemban amanah tersebut, sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” pinta Saleh.
Entah karena sudah akrab, lalu beberapa orang diantara mereka, termasuk Samsul H Tuan Jamil bicara. “Kami hanya mau Anda jangan muluk-muluk. Jangan berjanji, kami sudah bosan dengan janji. Kami mau perubahaan dan kami yakin, pada diri Anda punya semangat itu. Lihatlah rakyat kecil, mereka sangat membutuhkan pemimpin yang peka dengan persoalan di bawah,” kata Bang Samsul, sambil menyedot sebatang rokok kretek.
Bersama bergulirnya waktu malam itu, banyak hal yang direkam Saleh. Salah satunya, perlu adanya kebijakan terhadap arus keluar-masuk kendaraan dari dan ke Kota Lhokseumawe sehingga tak semua kendaraan bebas masuk kota. “Karena Anda tidak berjanji, maka saya respek. Ini penting sehingga kota menjadi lebih tertata. Kecuali itu, Anda perlu pikirkan adanya industri kecil yang mampu menyerap tenaga kerja. Lihatlah, pengangguran terus meningkat di kota ini,” begitu wejangan Bang Samsul. Tak berapa kemudian, sejalan jarum jam bergerak ke angka dua dini hari, Saleh pun berpamitan. Berbagai masukan tadi direkamnya dalam otak serta dicatat pada sebuah buku kecil yang dibawa kemanapun dia pergi. Insting wartawannya benar-benar bergerak. “Baik, Insya Allah kita akan duduk lagi. Jangan bosan kalau saya kembali lagi,” kata Saleh sambil pamitan.
***
UJI mampu baca AlQuran baru satu jam lagi dimulai. Tapi, sejumlah kandidat mulai bersiap-siap di Masjid Islamic Center Lhokseumawe. Tiba-tiba, salah seorang bapak tua mendekat dan memeluk Muhammad Saleh. “Selamat ya Nak, mungkin Anda tidak kenal saya. Tapi, sesungguhnya, saya dengan Anda masih memiliki pertalian darah. Saya tinggal di Hagu Barat Laut. Kakek Anda, Muhammad Amin, masih sedarah dengan ayah saya. Insya Allah, saya berdoa dan mendukung Anda,” kata bapak tua tadi.
Antara percaya dan tidak. Saleh sempat beberapa saat terkesima. Bisa jadi, dia kurang yakin dengan pernyataan bapak tua tadi. Begitupun, mantan anggota Pramuka SMP Negeri 2 Lhokseumawe ini, langsung membalasnya dengan senyum. “Alhamdulilah, benar Ayah. Saya cucu Kakek Amin yang dulu pernah tinggal di Lampoh Keulali (sekarang SMA Negeri I Lhokseumawe, Jalan Darussalam—red) dan anak Abdullah Amin di Kp Jawa Lama,” balas Saleh. Lalu, bapak tadi membisikkan sesuatu. Entah apa yang dikatakannya. “Baik, Insya Allah akan saya lakukan,” balas Saleh. Diketahui kemudian, bapak tersebut meminta Saleh untuk tidak pernah bosan mendengar suara arus bawah alias rakyat kecil.
***
Memang, sejak terdaftar sebagai bakal calon Walikota Lhokseumawe, Muhammad Saleh bersama pasangannya Jafar SAg, lebih sering turun ke bawah. Dia menamakannya sebagai SAFARI ASPIRASI ARUS BAWAH. Menurut Saleh, langkah ini sengaja dilakukannya, baik atas inisiatif sendiri maupun undangan banyak pihak. Bayangkan, sejak enam bulan lalu, ada belasan undangan pertemuan yang masuk melalui tim relawannya.
“Begitupun, belum semua tatap muka mampu saya penuhi. Itu disebabkan, waktu yang bersamaan serta proses tahapan Pemilukada masih berjalan. Nanti, saya bisa dituduh mencuri start. Insya Allah, semua desa akan saya datangi, saya minta masukan dari berbagai tokoh, termasuk kaum muda. Ini penting, agar pembangunan Kota Lhokseumawe mendatang, benar-benar atas dasar kebutuhan rakyat, bukan selera penguasa,” kata Saleh.
Menurut Saleh, lepas dari posisinya sebagai bakal calon Walikota Lhokseumawe, SAFARI ASPIRASI ARUS BAWAH yang dia lakukan, sangat bermanfaat. Setidaknya, memberi gambaran yang nyata dan ril terhadap kondisi Kota Lhokseumawe yang sesungguhnya. “Maklum saja, walau saya wartawan, tapi tidak semua laporan yang masuk dan kami tulis tercakup semuanya. Ternyata, masih ada warga Kota Lhokseumawe yang makan sehari dua kali. Saya benar-benar merasa tertantang dengan kondisi ini. Ternyata, pembangunan Kota Lhokseumawe selama hanya lips service saja. Megah di kota, duka di desa,” ucap Saleh dengan mimik wajah sedih.
Masih kata Saleh, berbagai persoalan tadi, sebenarnya bukanlah hal sulit dan sesuatu yang tak mungkin diubah. Hanya saja, pola pembangunan dan pemerintahan yang dilaksanakan selama ini, cenderung meninggalkan aspirasi rakyat bawah dan tidak jujur serta transparan. “Ada kesan, pembangunan dan pemerintahan berjalan arogan. Akibatnya, komunikasi antara pemimpin dengan rakyat terputus. Hasilnya, muncul model pembangunan tambal sulam dan sesuai selera penguasa,” sebut Saleh, saat ngopi bersama dengan sejumlah tokoh muda di salah satu cafe di Lhokseumawe.
Dia memberi contoh, pembangunan yang dilaksanakan selama ini, seolah-olah hasil kerja keras seseorang. Padahal, banyak pihak terlibat. Mulai dari ulama, umara, pemuda hingga anggota DPR Kota Lhokseumawe. “Waduk keliling misalnya, itu dana dari BRR NAD-Nias. Sementara pembangunan drainase dananya berasal dari bantuan asing (MDF—red). Termasuk pelebaran jalan. Nah, harusnya rakyat diiinformasikan sehingga tidak terkesan karena jasa seseorang,” ulas Saleh.
Begitupun, Saleh mengaku dapat memaklumi berbagai kekurangan tadi lebih disebabkan adanya disharmonis komunikasi antara eksekutif dengan legislatif. “Ke depan, hal ini tak boleh terjadi lagi. Pemimpin harus mau turun ke bawah dan membangun komunikasi ke kiri dan ke kanan, atas dan bawah. Pemimpin harus mau mendengar berbagai saran dan pendapat orang lain, bukan mau menang sendiri. Saya akan lakukan itu,” sebut Saleh.
Akankah semua itu terwujud? Tentu semua berpulang kepada warga Kota Lhokseumawe dan Allah SWT. “Jika Allah berkehendak, semua akan menjadi kenyataan. Insya Allah,” kata Saleh haqqul yakin. Semoga.***
Berita Terkini
Riswan Metro Dilaporkan ke Panwaslu Simeulue
Senin, 16 April 2012 jam 19:53:40 WIB
Unjukrasa Tolak Kenaikan Harga BBM berlanjut di Banda Aceh
Rabu, 28 Maret 2012 jam 12:37:38 WIB
Ribuan Konstituen Dukung Darmuda
Senin, 12 Maret 2012 jam 15:22:43 WIB
Penumpang Kapal Ditemukan Tewas
Kamis, 08 Maret 2012 jam 17:28:01 WIB
Penetapan Nomor Urut Cagub/Cawagub PA tak Semarak
Kamis, 08 Maret 2012 jam 14:13:19 WIB
Organda Minta Tertibkan Angkutan Liar.
Kamis, 08 Maret 2012 jam 13:16:35 WIB
Haba Ulee Kareng
Di Tapal Batas
ADA begitu banyak pertanyaan sederhana yang bisa kita...
Suci Hati Bersih Jiwa
BELUM lagi kasus heboh Nazaruddin reda, kembali kita...
Lakon Pemimpin
ADU kuat antara Walikota Lhokseumawe Munir Usman dan Wakil...
Millata Abraham
KETIKA masih kanak-kanak, saya biasa membuat jengkel orang...
Boikot Media!
Muhammad SalehPERNYATAAN boikot media yang...
Wartawan Jahat!
Belum sempat trauma penganiayaan wartawan di Simeulu...
Berita Terbaru
Peluru GLM Pencabut Nyawa
Muhamad Daud Hanafiah (58 tahun), penderes getah karet di...
BOM Waktu dari Simeulue
Lima hari tidak beroperasi, ratusan penumpang Kapal KMP...
Partai SIRA Pecah Dukungan Nazar Terbelah
Setelah Ketua Umum DPP Partai SIRA, Taufik Abda...
Ketika SIRA Harus Memilih
Sejumlah petinggi Partai SIRA memilih mundur dari...
Nazar Tawarkan Saya Uang!
Entah berpengaruh atau tidak, yang pasti perseteruan...
SIRA Sudah tak Asin Lagi
Konflik di tubuh Partai SIRA sudah terjadi sejak era...
Berita Terpopuler
Darah Haid Pertanda Penyakit
Hampir separuh populasi wanita dewasa mengalami...
Jangan Sepelekan Keringat Dingin
Kencan pertama atau wawancara kerja merupakan beberapa...
ISTRIKU KABUR DENGAN SEPUPUKU
Manusia kalau selalu diperbudak oleh hawa nafsunya, maka...
Legenda Para Auliya Aceh (5): Raden Fatah: Ujung Tombak Pasai Menaklukkan Majapahit
Bagi masyarakat Hindu-Majapahit, tidak ada tokoh yang...
Mutasi Pati Polri | Inspektur Jenderal Adityawarman Kapolda Aceh
Mabes Polri kembali mengelar mutasi sejumlah perwira...
MEMBANGUN UNIVERSITAS BERKELAS DUNIA
Idealnya, institusi pendidikan tinggi ditujukan tidak hanya...
Berita Terakhir Dibaca
Safari Dilakukan Aspirasi Diserap
Arus dukungan terus mengalir kepada pasangan Muhammad...
Kronologis Penyergapan Kelompok Radikal di Aceh Besar
September 2009Kapolda mendapat laporan intelejen tentang...
Penting untuk Melindungi Hak Perempuan dan Anak
Demi terlaksananya Rancangan Undang-Undang tentang...
Mereka Bicara Tentang SAFAR
WALAU tahapan Pemilukada Aceh diperkirakan terjadi...
Bismillah... MARWAH Siap Memimpin Aceh Besar
Pasangan Ir. Mawardi Ali dan Tgk. H. Marwan Abdullah...
Wartawan Juga Manusia!
Menyambut Hari Jadi Ke-6, Tabloid Berita Mingguan MODUS...









