Merebut Kursi Simeulu Satu
Setelah Darmili?
HIRUK PIKUK tahapan Pemilukada sudah dimulai di 17 kabupaten-kota. Salah satunya Kabupaten Simuelu. Simak saja, beberapa nama pasangan bakal calon Bupati dan Wakil bupati Simeulue, mulai bermunculan. Selain Ketua Partai Aceh Wilayah Simeulue, Tengku Nurdin, ada tiga pejabat dari pemerintahan setempat yang mengincar kursi empuk tersebut. Mereka adalah, Wakil Bupati Drs. M. Yunan T, Sekdakab Drs. Mohd Riswan R dan Kadishubkomintel Drs. Riswan NS.
Wakil Bupati Drs. M. Yunan T, lebih dulu mempersiapkan diri untuk menjadi calon Bupati Simeulue. Mantan Kadis Pendidikan ini maju berpasangan dengan Rasydin, S. Sos, AKT. Kelihatannya, Yunan optimis dapat menggantikan posisi iparnya Drs. Darmili meskipun di ajang pemilihan Bupati Simeulue perdana tahun 2002 lalu, ia tak lolos karena tidak mendapatkan dukungan partai.
Tidak hanya Yunan, Sekdakab Drs. Mohd. Riswan yang akrab disapa Moris, ikut andil menjadi kandidat dalam Pilkada tahun ini. Semula ia berpasangan dengan anggota DPRA Erly Hasyem, tetapi belakangan Moris menggandeng Wakil Ketua DPRK Asdarmansyah, SE. Ketua PMI ini haqqul yakin lolos menjadi Bupati Simeulue mendatang. “ Saya siap menjadi Bupati Simeulue ke depan,” kata Moris.
Selain itu, muncul nama Drs. Riswan NS. Kadishubkomintel ini lebih di kenal dengan sapaan Metro. Ia bersama Hasrul Edyar telah membentuk tim sukses dengan menamakan Rishe Metro. Artinya, Riswan dan Hasrul Edyar. Tim Rishe Metro ini sudah mulai menjagokan kandidatnya meski belum terdaftar di Kantor Komisi Pemilihan Independen (KIP) setempat. Sedangkan Ketua Partai Aceh Wilayah Simeulue, T. Nurdin disebut-sebut akan tampil bersaing dengan kandidat lain. Kabarnya, ia akan berpasangan dengan Rahmad SH, Anggota DPRK dari Partai Pemuda Indonesia (PPI).
Informasi yang beredar di seputar Kota Sinabang menyebutkan, keempat kandidat tadi telah memenuhi persyaratan dukungan partai 15 persen dari 20 jumlah perwakilan suara rakyat yang duduk di legislatif. Dari jumlah tersebut, kabarnya masing-masing telah memiliki tiga atau empat perwakilan partai yang duduk di DPRK setempat.
Seperti diungkapkan anggota DPRK Simeulue dari Partai Demokrat Asdian Yasin ST yang juga Ketua Tim Sukses Rishe Metro. “Informasi yang beredar dan kami dapat, keempat kandidat yang muncul telah memiliki kenderaan partai. Masing-masing mereka ada yang mendapatkan dukungan 3 atau 4 perwakilan partai yang duduk di DPRK,” sebutnya.
Katanya, kandidat Yunan dan Rasydin telah mengantongi dukungan dari Partai Bintang Reformasi (PBR) dua kursi, 1 kursi PDK, Partai PMB 1 kursi. Moris dan Asdarmansyah mendapat dukungan 2 kursi dari partai Golkar, 1 kursi PBB, dan 1 kursi PKPB. Metro dan Hasrul Hediar mendapat dukungan 2 kursi dari Partai Demokrat, 1 kursi PPRN serta 1 kursi PPP. Sedangkan T Nurdin dan Rahmad mendapatkan dukungan dari partainya Partai Aceh 2 kursi, dan 1 kursi dari PPI.
Menurutnya, kemungkinan akan muncul kandidat lain seperti Amir Hamzah yang akan berpasangan dengan Danion. Begitu juga dengan nama Mawardi yang berpasangan dengan Rasmanudin. “Itu yang berkembang saat ini. Jika benar dua kandidat ini masih memiliki peluang, karena masih ada beberapa partai yang memiliki perwakilan di DPRK dan belum dipinang kandidat yang ada saat ini. Seperti 2 kursi PDI.P, 1 kursi PAN, 1 kursi PIS, dan PKS,” ujarnya.
Meskipun nama-nama kandidat tidak begitu asing di masyarakat, tetapi mayoritas masyarakat setempat menanggapi dingin kasak-kusuk tersebut. Seperti disampaikan Rosmina (35) pedagang sayur di Pajak Inpres Sinabang. “Saya tidak tahu siapa-siapa yang menjadi calon bupati dan tidak mau tahu. Karena mereka yang naik nanti, tidak ingat lagi sama kami yang yang kecil-kecil ini. Lebih baik kami mikir soal dagangan sayur untuk biaya sekolah anak,” katanya sembari memasak bumbu kelapa dagangan di tempatnya berjualan.
Hal yang samanya disampaikan Abdul Razak (45). Penarik becak barang Kota Sinabang ini, mengaku tidak peduli dengan nama-nama kandidat yang muncul saat ini. “Sudah berapa tahun pulau ini jadi kabupaten, tapi kehidupan kami rakyat kecil tidak juga berubah. Sementara para pejabat bergemilangan harta dengan memiliki tanah di sana-sini. Contohnya, ada yang baru dua tahun menjadi PNS sudah bangun rumah dengan nilai yang ratusan juta. Sedangkan kami, untuk makan saja susah,” katanya.
Sementara, Amir hamzah salah seorang tokoh masyarakat setempat mengatakan, krisis kepercayaan yang terjadi di masyarakat adalah bentuk kekecewaan akibat kepemimpinan pemerintahan yang ada sekarang. “Mayarakat kurang menyikapi kandidat cabup dan cawabup sekarang, karena pemerintah tidak peduli dengan teriakan mereka, terutama masyarakat kalangan bawah,” katanya.
Menurut mantan anggota DPRK ini, tidak semua masyarakat juga menyikapi dingin, sebab beberapa warung kopi juga banyak yang membahas nama para kandidat yang bersaing. “Tidak semua, ada juga masyarakat yang membahas figur-figur para kandidat yang muncul. Dan saya melihat dari empat pasang kandidat, ada dua yang mendominasi seperti pasangan Moris dan Metro,” ujarnya.
Meskipun demikian, Amir Hamzah menyebutkan siapapun yang menjadi bupati kedepan akan memiliki tanggungjawab besar. “Bupati ke depan memiliki pekerjaan yang berat. Contohnya, penyelesaian persoalan tukar guling tanah untuk izin PDKS, dan mengatasi devisit anggaran,” katanya.
Nah, siapakah sosok yang akan mengantikan Darmili ke kursi Simeulu Satu? Kita tunggu saja.***
Berita Terkini
Riswan Metro Dilaporkan ke Panwaslu Simeulue
Senin, 16 April 2012 jam 19:53:40 WIB
Unjukrasa Tolak Kenaikan Harga BBM berlanjut di Banda Aceh
Rabu, 28 Maret 2012 jam 12:37:38 WIB
Ribuan Konstituen Dukung Darmuda
Senin, 12 Maret 2012 jam 15:22:43 WIB
Penumpang Kapal Ditemukan Tewas
Kamis, 08 Maret 2012 jam 17:28:01 WIB
Penetapan Nomor Urut Cagub/Cawagub PA tak Semarak
Kamis, 08 Maret 2012 jam 14:13:19 WIB
Organda Minta Tertibkan Angkutan Liar.
Kamis, 08 Maret 2012 jam 13:16:35 WIB
Haba Ulee Kareng
Di Tapal Batas
ADA begitu banyak pertanyaan sederhana yang bisa kita...
Suci Hati Bersih Jiwa
BELUM lagi kasus heboh Nazaruddin reda, kembali kita...
Lakon Pemimpin
ADU kuat antara Walikota Lhokseumawe Munir Usman dan Wakil...
Millata Abraham
KETIKA masih kanak-kanak, saya biasa membuat jengkel orang...
Boikot Media!
Muhammad SalehPERNYATAAN boikot media yang...
Wartawan Jahat!
Belum sempat trauma penganiayaan wartawan di Simeulu...
Berita Terbaru
Peluru GLM Pencabut Nyawa
Muhamad Daud Hanafiah (58 tahun), penderes getah karet di...
BOM Waktu dari Simeulue
Lima hari tidak beroperasi, ratusan penumpang Kapal KMP...
Partai SIRA Pecah Dukungan Nazar Terbelah
Setelah Ketua Umum DPP Partai SIRA, Taufik Abda...
Ketika SIRA Harus Memilih
Sejumlah petinggi Partai SIRA memilih mundur dari...
Nazar Tawarkan Saya Uang!
Entah berpengaruh atau tidak, yang pasti perseteruan...
SIRA Sudah tak Asin Lagi
Konflik di tubuh Partai SIRA sudah terjadi sejak era...
Berita Terpopuler
Darah Haid Pertanda Penyakit
Hampir separuh populasi wanita dewasa mengalami...
Jangan Sepelekan Keringat Dingin
Kencan pertama atau wawancara kerja merupakan beberapa...
ISTRIKU KABUR DENGAN SEPUPUKU
Manusia kalau selalu diperbudak oleh hawa nafsunya, maka...
Legenda Para Auliya Aceh (5): Raden Fatah: Ujung Tombak Pasai Menaklukkan Majapahit
Bagi masyarakat Hindu-Majapahit, tidak ada tokoh yang...
Mutasi Pati Polri | Inspektur Jenderal Adityawarman Kapolda Aceh
Mabes Polri kembali mengelar mutasi sejumlah perwira...
MEMBANGUN UNIVERSITAS BERKELAS DUNIA
Idealnya, institusi pendidikan tinggi ditujukan tidak hanya...
Berita Terakhir Dibaca
Setelah Darmili?
Tiga pejabat Pemkab Simeulue dan Ketua Partai Aceh...
“Ada Uang Cabut Perkara”
Kapolres Simeulue AKBP Parluatan...
Fulus Dikejar Pasien Diabaikan
Pengantar. Karena dana jasa Jamkesmas....
Dana Dikucurkan, Penggunaan Pantas Dipertanyakan
Secara historis,...
Tergiur Cek Rektorat
Seorang staf Keuangan di Universitas Malikussaleh (Unimal)...
Kisah Akhir Tahun M dan I
Dua dari empat pelaku penembakan lokasi penyimpanan bahan...









