Tabloid Berita Mingguan MODUS ACEH juga tersedia selengkapnya di sini!

Structured settlements Mesothelioma Acne Life Insurance Asbestos Bextra Bankruptcy Car Insurance Dental Plans Private Jets Debt Consolidation Credit Cards Canadian Pharmacy Online Trading Equity Line Credit Loans Mortgages Pay Day Loans Cash Advance Equity Loans Reduce Debt Refinance Jet Charter Rehab Wrongful death Legal Advice Taxes Investing Bonds Vioxx IRA Rollover Refinance Quotes Adult Education Distance Learning Alcohol Treatment Depression Drug Rehab Extra Money Cell Phone Plans Calling Cards VOIP Weight Loss Homeowner’s Insurance Rewards Cards Spam Filter Lasik Facelift Teeth Whitening Annuity Anti Virus Protection Adult Diaper Free Credit Report Credit Score Satellite Anti Spam Software Dedicated Hosting Domain Name Need Money Bachelor Degree Master Degree Doctorate Degree Work at Home Quick Book Spyware Eloan Malpractice Lawyer Lenox China Cancer Payperclick Personal Injury Attorney Lexington Law Video Conferencing Transfer Money Windstar Cruise Casinos Online Laptop Computer Online Banking Borrow Money Low Interest Credit Cards Personal Domain Name Cellular Phone Rental Internet Broker Term Life Cheap Hosting University Degrees Online Online Marketing Consolidate Business Credit Web Host Death Insurance Yellow Page Advertising Travel Insurance Register Domain Credit Counseling Email Hosting Trans Union Consumer Credit Blue Cross Helpdesk Software Purchase Structured Settlements Mesothelioma Lawyers San Diego Secured Loan Calculator Structured Settlement Investments Endowment Selling Mesothelioma Patients Mesothelioma attorney san diego Austin Texas dwi lawyers New York Mesothelioma Lawyers Phoenix dui lawyers Secured Loans Insurance Auto Phoenix dui attorney car free insurance online quote students debt consolidation loans Pennsylvania mesothelioma lawyers data recovery Denver adverse credit remortgages bad credit remortgages data recovery service los angeles Consolidating Students Loan Students Loan Consolidation Rates Boston dui lawyers memphis car insurance conference calling companies dui attornes los angeles georgia car accident lawyers san diego dui defense Phoenix arizona dui lawyers Los angeles dwi attorneys Student Consolidation Loans free quote for car insurance irs tax lawyers nj auto insurance dui san diego Los Angeles Criminal Defense Attorney Consolidating Private Student Loans Personal Injury Lawyer Chicago Personal Injury Attorney Pennsylvania Auto Insurance
MODUS ACEH

Index Media

RSS Feed

Selama 2011

66 Jurnalis Tewas di Dunia

Rabu, 28 Desember 2011 jam 13:15:07 WIB

Laporan organisasi Reporter Without Borders (RWB) yang dirilis Rabu, 21 Desember 2011, menyebutkan jumlah jurnalis tewas tahun ini di seluruh dunia mencapai 66 orang. Meningkat dari tahun lalu.Ini bukan informasi fiksi, apalagi berita sampah. Sebaliknya, sebuah fakta dan peristiwa yang sungguh memilukan bagi dunia jurnalis di dunia. Simaklah, ada 66 wartawan (jurnalis) yang tewas di seluruh dunia. Jumlah tersebut meningkat dari tahun lalu yaitu 57 orang.Jumlah wartawan tewas...

Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa Se-Aceh

Menyemai Bibit Berharap Buah

Kamis, 24 Pebruari 2011 jam 13:30:00 WIB

Investigative Reporting

Jumat, 28 Januari 2011 jam 11:23:00 WIB

Bila Wartawan Minta “Jatah”

Kamis, 02 Desember 2010 jam 16:39:00 WIB

Media dan Teror

Kamis, 02 Desember 2010 jam 12:44:00 WIB

Surat Berdarah Teror Wartawan Bintang Papua

Kamis, 05 Agustus 2010 jam 08:19:00 WIB
KETEGANGAN SEPUTAR BENDERA, SEMOGA BUKAN JALAN KONFLIK BARU
Edisi
4
KETEGANGAN SEPUTAR BENDERA, SEMOGA BUKAN JALAN KONFLIK BARU
MEI XI






Edisi
15
Tahun
VIII
Kamis, 05 Agustus 2010 jam 08:19:00 WIB
 


 

"Amplopnya dicap darah, sementara kertasnya berlumuran darah."

 

 

Teror pembunuhan terhadap wartawan di Merauke, Papua belum berakhir. Sabtu sore lalu, giliran Lala, wartawan Harian Bintang Papua yang diterjang teror. Demi keselamatannya, Lala kini dievakuasi ke Mapolres Merauke.

Pemimpin Redaksi Harian Bintang Papua, Amri, kepada wartawan di Jayapura, Sabtu 31 Juli 2010, menuturkan, teror diterima Lala sekitar pukul 18.00 WIT.

Menurut Amri, usai salat maghrib di rumahnya, Lala berniat memasukkan motor dari luar ke dalam rumah. Saat itu di teras rumahnya ia mendapati sebuah amplop dengan cap darah. Penasaran, ia kemudian membuka amplop tersebut. "Amplopnya dicap darah, sementara kertasnya berlumuran darah," ujar Amri.

Sontak Lala ketakutan dan saat itu langsung menelepon polisi. Tidak berapa lama kemudian, polisi tiba di rumah Lala, dan langsung mengevakusinya ke Markas Polres Merauke. "Besok Minggu Lala akan dievakuasi ke Jayapura, karena ia masih terus diselimuti rasa ketakutan," ujar Amri.

Amri menandaskan, polisi harus segera mengungkap pelaku, karena teror terhadap para jurnalis di Merauke sudah sangat meresahkan dan mengganggu pekerjaan.

Adapun isi teror surat berlumuran darah itu, "Ingat kami tidak pernah main-main dengan ancaman kami. Kami tahu Polisi sedang mencari siapa oknum itu. Maaf kami tidak lengah, mati kami".

Juru Bicara Polda Papua Kombes Wachyono membenarkan adanya aksi teror itu dan saat ini Lala sudah diamankan di Mapolres Merauke. "Lala sekarang di Polres demi keamanannya," jelas Wachyono.

Sabtu lalu, puluhan wartawan Papua mendatangi Mapolda Papua. Mereka meminta polisi menyelidiki teror tersebut. Mereka juga minta polisi menjelaskan hasil otopsi Ardiansyah, wartawan TV Merauke yang juga ditemukan tewas.

Sebelumnya Ardiansyah dikabarkan hilang misterius.  Dia diketahui hilang sejak Rabu 28 Juli 2010 sekitar pukul 18.00 WIT. Saat itu, sepeda motor dan helmnya ditemukan di Jembatan Tuju Wali-wali Merauke. Jumat lalu, Ardiansyah ditemukan tewas dan jasadnya ditemukan mengambang di sungai.

Pemred Harian Bintang Papua  yang wartawannya juga diteror ikut mendesak polisi mengungkap pelaku teror ancaman pembunuhan terhadap wartawan di Merauke. Sebab, akibat teror itu, saat ini para jurnalis di Merauke merasa ketakutan dalam melaksanakan tugas jurnalisnya. "Ini jelas menjadi tanggung jawab polisi, mencari dan menangkap pelaku teror. Juga usut tuntas penyebab kematian wartawan," ucapnya.

Menanggapi permintaan para jurnalis itu, Wachyono menandaskan, pihaknya saat ini melalui Satuan Intel Polres Merauke sedang menyelidiki pelaku teror. Bahkan, untuk mengungkap nomor HP pelaku yang mengirim SMS teror, sudah melibatkan Densus 88. "Kami terus berupaya mengungkap aksi teror ini, Densus juga kami libatkan, karena mereka memiliki alat pelacak HP," tukasnya.

Sedangkan bagi  wartawan yang diteror, polisi juga memberikan pengawalan baik terbuka maupun tertutup. "Kami terus mengawasi para wartawan yang diteror," ketusnya.

Mengenai penyebab kematian Ardiansyah, Sambung Wachyono, belum diketahui secara pasti, karena hasil visum maupun otopsi baru dikeluarkan Senin 2 Agustus nanti. "Kami masih menunggu hasil visum dan otopsi dari Rumah Sakit dan Puslabfor Makassar," imbuhnya.

Namun, dari keterangan pihak Rumah Sakit Merauke, di tubuh korban ditemukan luka-luka memar. Bahkan, di paru-paru korban ditemukan banyak air.  Namun Wachyono belum berani menyimpulkan apakah ada bekas tembakan di tubuh korban. "Kita tunggu hasil visum dan otopsi," katanya.

Yang jelas, Polisi akan berupaya mengungkap kasus ini secepatnya. Pihak keluarga korban hingga saat ini belum bersedia memberikan keterangan kepada wartawan.

Aksi teror ancaman pembunuhan menghantui para  jurnalis di Merauke. Wachyono sebelumnya mengaku aksi teror itu diduga ada kaitannya dengan proses pemilukada di Merauke yang saat ini sedang berlangsung.***

 

Vivanews
Komentar ditutup.

FAKTA BARU EKSEKUSI CEK GU
Edisi
3
FAKTA BARU EKSEKUSI CEK GU
MEI XI

Yakinkah Anda Pemilu Legislatif 2014 Akan Aman?




Haba Ulee Kareng

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

Berita Terakhir Dibaca



<Rabu, 22 Mei 2013 Jam 09:21
Sedang diakses oleh 33 orang. Hari ini 239 orang. IP Address Anda 23.20.196.179. Anda pengunjung ke 673989.