Nasi diambil sedikit, biasanya cukup untuk sesuap saja. Tambah sedikit lauk pauk, kemudian dimakan dengan cara memasukkan nasi yang ada di tangan ke mulut dengan posisi duduk sempurna. Yang perempuan bersimpuh, sedangkan yang laki-laki ‘baselo’ (bersila).
Tujuan makan dengan cara seperti ini, agar nasi yang hendak masuk ke mulut, bila ada yang jatuh tidak kembali masuk ke piring. Jadi, yang lain tidak merasa jijik untuk memakan nasi tersebut secara bersama-sama, karena tak ada sisa di sana.
Namun kini makan bajamba sudah dimodernisasi menjadi makan bersama, di mana satu orang makan di satu piring.
Makan bajamba di Koto Nan Ampek diikuti sebagian pemuka adat, alim ulama, imam masjid serta khatib yang diundang. Sekitar 15 kelompok “makan bajamba” dalam suasana akrab dan kekeluargaan menikmati hidangan, sambil berbagi cerita antara penduduk asli, perantau ataupun pendatang dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat ini.
Sebelum “makan bajamba”, khatib basanya terlebih dahulu menceritakan asal mula perintah berqurban pada masa Nabi Ibrahim AS dan anaknya Ismail AS. Ibrahim yang rela menyembelih (mengurbankan) Ismail, justru mendapat penggantian dari Allah. Ismail pun diganti dengan hewan ternak.***
Berita Terkini
SBY Meneliti Model Lelang Jabatan ala Jokowi
4 jam 04 menit yang lalu
Venezuela Krisis Tisu Toilet
6 jam 54 menit yang lalu
POLITISI PARTAI ACEH : ADA KESAN PEMERINTAH PUSAT PAKSA ACEH UBAH BENDERA
6 jam 52 menit yang lalu
Ayah Fatin tak Masalah Anaknya Dikabarkan Dekat dengan Mikha
Kemarin, jam 16:47:03 WIB
Mahasiswa Trisakti Desak SBY Usut Tuntas Tragedi Mei 98
Kemarin, jam 16:39:26 WIB
Rafsanjani Dilarang Ikut Pemilihan Presiden Iran
Kemarin, jam 16:34:25 WIB
Yakinkah Anda Pemilu Legislatif 2014 Akan Aman?
Haba Ulee Kareng
Mastermind
JUMAT, 26 April 2013, bumi Serambi Mekkah, kembali...
Di Tapal Batas
ADA begitu banyak pertanyaan sederhana yang bisa kita...
Suci Hati Bersih Jiwa
BELUM lagi kasus heboh Nazaruddin reda, kembali kita...
Lakon Pemimpin
ADU kuat antara Walikota Lhokseumawe Munir Usman dan Wakil...
Millata Abraham
KETIKA masih kanak-kanak, saya biasa membuat jengkel orang...
Boikot Media!
Muhammad SalehPERNYATAAN boikot media yang...
Berita Terbaru
Bunin, Agama dan Keterasingan Sosial
Semua perlengkapan yang akan dimasak harus dibawa secara...
Kota Madani Ternoda Syahwat
Hari ini, 22 April 2013, Kota Banda Aceh berusia 808 tahun....
Anggota Menangkap Kepala Melepas
Tebang pilih terhadap pelaku maksiat di Banda Aceh, masih...
Perempuan Tahu Pelakunya
Hampir satu dari lima perempuan pernah mengalami kekerasan...
Pekerjaan tak Tuntas, Tagihan Diajukan
Rapat membahas tentang hasil kemajuan fisik pekerjaan...
Secara Aturan dan Prosedur Salah!
Usai menjamu sejumlah tamu, Kepala Badan Penanggulangan...
Berita Terpopuler
Darah Haid Pertanda Penyakit
Hampir separuh populasi wanita dewasa mengalami...
Jangan Sepelekan Keringat Dingin
Kencan pertama atau wawancara kerja merupakan beberapa...
ISTRIKU KABUR DENGAN SEPUPUKU
Manusia kalau selalu diperbudak oleh hawa nafsunya, maka...
Legenda Para Auliya Aceh (5): Raden Fatah: Ujung Tombak Pasai Menaklukkan Majapahit
Bagi masyarakat Hindu-Majapahit, tidak ada tokoh yang...
Mutasi Pati Polri | Inspektur Jenderal Adityawarman Kapolda Aceh
Mabes Polri kembali mengelar mutasi sejumlah perwira...
MEMBANGUN UNIVERSITAS BERKELAS DUNIA
Idealnya, institusi pendidikan tinggi ditujukan tidak hanya...
Berita Terakhir Dibaca
"Makan Bajamba" Tradisi Idul Adha di Payolansek
Masyarakat asli Kelurahan Payolansek Kanagarian Koto Nan...
Uang Palsu di Tanoh Endatu
Peredaran uang palsu (upal) kembali marak. Sejumlah kasus...
Uang Palsu di Tanoh Endatu
Peredaran uang palsu (upal) kembali marak. Sejumlah kasus...
Uang Palsu di Tanoh Endatu
Peredaran uang palsu (upal) kembali marak. Sejumlah kasus...
Aturan Lambang Daerah
Tanggal 10 Desember 2007 lalu, Presiden Republik Indonesia...
Bangkitlah Musisi Muda Aceh...!
Musik adalah bahasa universal, menembus waktu dan dimensi....









