HARI-hari M. Nur Karim (31 tahun), kini lebih banyak dihabiskan dengan menatap tembok di sel tahanan Mapolres Kota Lhokseumawe. Kepala Sub Bagian Verifikasi Bagian Keuangan Universitas Malikussaleh (Unimal) ini sudah sejak beberapa pekan lalu terpaksa dijebloskan ke hotel prodeo, atas tuduhan mencuri cek milik lembaga tempatnya mengabdi senilai Rp 197 juta.
Kasus ini sendiri berawal dari laporan pihak Rektorat Unimal, pada 15 Desember 2011 lalu ke pihak kepolisian setempat. Pasalnya pihak rektorat merasa kelimpungan karena ada tiga lembar cek di Bank Mandiri yang raib. Bahkan, dua diantaranya telah dicairkan dengan total senilai Rp 197 juta. Masing-masing dari cek bernomor 678523 sebesar Rp 98.500.000 yang dicairkan pada 2 November 2011 dan cek bernomor 678524 dengan nilai Rp 98.500.000 yang dicairkan M. Nur pada 17 November 2011. Modus yang digunakan M. Nur, dengan memasukkan tanda tangan rektor Unimal, setelah terlebih dahulu memindai (scan) tanda tangan tersebut.
Atas laporan itu, pihak kepolisian Polres Lhokseumawe langsung bergerak cepat dengan memeriksa sejumlah saksi pada bagian keuangan Unimal dan Bank Mandiri Cabang Bireuen, tempat cek dicairkan. Hasil pengembangan kasus tersebut, dugaan langsung mengarah kepada M. Nur. Hal ini setelah polisi menunjukkan foto M. Nur ke pegawai bank yang bertugas mencairkan cek, walaupun pada saat mencairkan cek tersebut, M. Nur memakai nama palsu, yakni Dedi Iskandar.
Akhirnya, pada 29 Desember 2011 lalu, pihak kepolisian Lhokseumawe langsung mencokol M. Nur, yang pada saat itu sedang mengikuti pelatihan keuangan di Gedung Olah Raga (GOR) Unimal, Cunda, Lhokseumawe. Awalnya M. Nur berusaha mengelabui polisi dengan mengaku jika dirinya tidak tahu apa masalahnya sehingga ia ditangkap. Tapi setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan, M. Nur pun buka mulut dan langsung mengakui perbuatannya.
Menurut Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Galih Indragiri, bersama M. Nur, turut diamankan beberapa barang bukti yaitu satu set komputer, uang senilai Rp 15 juta, 20 dus tinta mesin foto copy, satu set komputer, dan satu unit alat pemindai (scan) yang digunakan untuk melakukan memindai tanda tangan rektor Unimal.
Entah itu secara kebetulan atau tidak, penuntasan kasus pencurian cek di Unimal ini tergolong cepat. Hal ini berbeda dengan kasus-kasus yang menimpa Unimal sebelumnya, sebut saja seperti kasus beasiswa Unimal tahun 2010 yang dananya bersumber dari APBN. Maklum, setelah sekian lama dilakukan penyidikan, dalam kasus beasiswa tersebut hanya satu orang yang baru ditetapkan sebagai tersangka, yakni Jafar, mantan bendahara pengeluaran Universitas Malikussaleh (Unimal), meskipun tetap tidak ditahan.
Terkait kasus pencurian cek ini, pihak penyidik juga sudah dua kali memanggil Pembantu Rektor (Purek) II Unimal, Marbawi, SE., MM untuk dimintai keterangannya. Dalam pemanggilan kedua pada Selasa, 10 Januari 2012, Marbawi diperiksa sekira 4,5 jam, yaitu dari pukul 09.00 WIB sampai 13.30 WIB. Dalam pemeriksaan tersebut, Marbawi mengakui kalau dirinya sempat menyerahkan sebuah blok cek kepada M. Nur untuk ditandatangani Rektor. Memang, blok cek tersebut akhirnya diserahkan M. Nur kepada rektor. Namun, tiga lembar diantaranya ternyata turut “diamankan” oleh M. Nur.
Menurut Kasat Reskrim AKP Galih Indra Giri, pada Selasa pekan lalu di Mapolres Lhokseumawe, tindakan Marbawi menyerahkan blok cek kepada M. Nur bukanlah perbuatan kriminal. “Tidak terindikasi kriminal, karena penyerahan cek untuk diteken rektor hanya masalah internal di kampus tersebut,” katanya.
Sampai saat ini, pihak kepolisian belum menetapkan tersangka tambahan dalam kasus tersebut. Karena berdasarkan pengakuan M. Nur, jika uang yang dicairkan hanya dinikmatinya sendiri. Meski, tidak tertutup kemungkinan ada tersangka tambahan. Pihak kepolisian juga akan berkoordinasi dengan kejaksaan, terkait, apakah kasus ini bisa dialihkan ke tindak pidana korupsi atau hanya pidana umum berupa pemalsuan atau penggelapan.
Sementara itu, Marbawi yang dihubungi media ini pada Kamis pekan lalu, tidak bersedia memberi keterangan berkaitan dengan dua kali pemanggilan dirinya oleh pihak kepolisian. “Jangan saya, tanya saja sama penyidik atau pak rektor, nanti salah saya beri keterangan ribut lagi,” ujarnya yang terkesan buru-buru untuk menyudahi upaya konfirmasi yang dilakukan media ini.
Kepada MODUS ACEH, Staf Humas Unimal H. Haikal mengaku sempat terkejut dengan apa yang menimpa M. Nur. Tidak banyak keterangan yang diberikan Haikal terkait dengan kasus yang membelit Unimal itu. “Saya juga tidak menyangka M. Nur demikian, karena selama bekerja tidak ada yang aneh-aneh dari sikapnya,” ujar Haikal.
Nah, menariknya, dalam keterangan M. Nur kepada wartawan, dirinya mengaku sempat bernazar jika perbuatannya itu berhasil dilakukan, sebagian dari uang curian itu akan disumbangkan untuk pembangunan mesjid. “Ya, saya sempat bernazar, jika saya berhasil akan saya sumbangkan sebagian untuk pembangunan mesjid,” ujar Haikal ringan. Ada-ada saja.***
Berita Terkini
Riswan Metro Dilaporkan ke Panwaslu Simeulue
Senin, 16 April 2012 jam 19:53:40 WIB
Unjukrasa Tolak Kenaikan Harga BBM berlanjut di Banda Aceh
Rabu, 28 Maret 2012 jam 12:37:38 WIB
Ribuan Konstituen Dukung Darmuda
Senin, 12 Maret 2012 jam 15:22:43 WIB
Penumpang Kapal Ditemukan Tewas
Kamis, 08 Maret 2012 jam 17:28:01 WIB
Penetapan Nomor Urut Cagub/Cawagub PA tak Semarak
Kamis, 08 Maret 2012 jam 14:13:19 WIB
Organda Minta Tertibkan Angkutan Liar.
Kamis, 08 Maret 2012 jam 13:16:35 WIB
Haba Ulee Kareng
Di Tapal Batas
ADA begitu banyak pertanyaan sederhana yang bisa kita...
Suci Hati Bersih Jiwa
BELUM lagi kasus heboh Nazaruddin reda, kembali kita...
Lakon Pemimpin
ADU kuat antara Walikota Lhokseumawe Munir Usman dan Wakil...
Millata Abraham
KETIKA masih kanak-kanak, saya biasa membuat jengkel orang...
Boikot Media!
Muhammad SalehPERNYATAAN boikot media yang...
Wartawan Jahat!
Belum sempat trauma penganiayaan wartawan di Simeulu...
Berita Terbaru
Peluru GLM Pencabut Nyawa
Muhamad Daud Hanafiah (58 tahun), penderes getah karet di...
BOM Waktu dari Simeulue
Lima hari tidak beroperasi, ratusan penumpang Kapal KMP...
Partai SIRA Pecah Dukungan Nazar Terbelah
Setelah Ketua Umum DPP Partai SIRA, Taufik Abda...
Ketika SIRA Harus Memilih
Sejumlah petinggi Partai SIRA memilih mundur dari...
Nazar Tawarkan Saya Uang!
Entah berpengaruh atau tidak, yang pasti perseteruan...
SIRA Sudah tak Asin Lagi
Konflik di tubuh Partai SIRA sudah terjadi sejak era...
Berita Terpopuler
Darah Haid Pertanda Penyakit
Hampir separuh populasi wanita dewasa mengalami...
Jangan Sepelekan Keringat Dingin
Kencan pertama atau wawancara kerja merupakan beberapa...
ISTRIKU KABUR DENGAN SEPUPUKU
Manusia kalau selalu diperbudak oleh hawa nafsunya, maka...
Legenda Para Auliya Aceh (5): Raden Fatah: Ujung Tombak Pasai Menaklukkan Majapahit
Bagi masyarakat Hindu-Majapahit, tidak ada tokoh yang...
Mutasi Pati Polri | Inspektur Jenderal Adityawarman Kapolda Aceh
Mabes Polri kembali mengelar mutasi sejumlah perwira...
MEMBANGUN UNIVERSITAS BERKELAS DUNIA
Idealnya, institusi pendidikan tinggi ditujukan tidak hanya...
Berita Terakhir Dibaca
Tergiur Cek Rektorat
Seorang staf Keuangan di Universitas Malikussaleh (Unimal)...
Kisah Akhir Tahun M dan I
Dua dari empat pelaku penembakan lokasi penyimpanan bahan...
“Bonus” Debu untuk Pegawai
Hati-hati jika sekali waktu Anda melintasi kawasan...
Jangan Sepelekan Keringat Dingin
Kencan pertama atau wawancara kerja merupakan beberapa...
"Manggis" Penebar Teror
Dua ledakan beruntun mengguncang Kota Banda Aceh, awal...
Bukan Hal Mengejutkan
Pengamat dan Peneliti Intelejen, Wawan H Purwanto...









