TENGAH malam hampir menjelang, ketika Jafaruddin, 37 tahun, memilih masuk ke dalam rumah, Selasa pekan lalu. Selain malam kian larut, rintik hujan yang perlahan turun membuat anggota keamanan di Kantor Tim Sukses (Timses) calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Irwandi Yusuf – Muhyan Yunan ini, memilih meriung di pojok ruang tamu kantor yang terletak di Jalan T. Nyak Arif, Lampriek, Banda Aceh.
Malam itu, sambil menonton teve, Jafaruddin tak ada firasat apa pun. Bisa jadi, mantan kombatan GAM yang sejak lima bulan lalu menjaga markas pemenangan Irwandi-Muhyan ini, tak pernah mengira jika kantor tersebut telah menjadi target seseorang atau kelompok tertentu yang ingin Aceh tidak aman.
Malam itu Jafaruddin tidak sendiri. Bersamanya ada sekitar delapan orang yang juga sedang bertugas di kantor yang terletak persis di depan Kantor Pusat PLN Aceh ini. “Biasanya kami hanya berenam, namun karena ada beberapa rekan yang masih bekerja, jadi malam itu ada sekitar delapan orang,” ujar Jafar. Suasana malam itu memang cukup tenang. Meski sesekali beberapa kendaraan terlihat melintas.
Keadaan tersebut ternyata tak berlangsung lama. Sekitar pukul 23.30 WIB atau selang dua menit sejak Jafar dan rekannya memilih masuk. Tiba-tiba. Duarrr...! Suara ledakan cukup keras terdengar hingga memecah heningnya malam. Lantai bergetar. Jafar bersama rekannya memilih tiarap.
Setelah memastikan tidak ada ledakan susulan, ia dan rekannya bergegas keluar. Suasana seketika mencekam. Beberapa rekan Jafar segera mencari sumber ledakan, sebagian lainnya berkeliling di sekitar kantor. Ledakan mengakibatkan lubang di tanah dengan kedalaman sekitar tujuh sentimeter, dan lebar enam sentimeter. Tak hanya itu, efek ledakan juga mengakibatkan kaca jendela kamar sebelah kiri kantor pecah dan gagang pintu salah satu kamar copot.
Perlahan, suasana yang tadinya hening mendadak ramai. Satu persatu masyarakat yang penasaran menuju ke tempat kejadian. Dalam hitungan menit, puluhan orang berkerumun. Ditengah situasi panik, salah seorang penjaga dari Kantor Tim Sukses Irwandi – Muhyan langsung mengontak ajudan Irwandi Yusuf dan aparat kepolisian. Setibanya di TKP, aparat kepolisian dari Gegana langsung mengamankan dan mengolah tempat kejadian perkara dengan memasang garis polisi.
Sumber media ini di lapangan memperkirakan, pemicu ledakan berasal dari granat jenis manggis. Ini dilihat dari daya ledak dan serpihan pecahan granat yang ada di TKP. Pelaku diperkirakan melempar granat tersebut dari sebelah kiri kantor, persis di depan toko roti yang berjarak sekitar tujuh meter dari tempat kejadian. Antara TKP dan toko roti dibatasi dengan tembok setinggi 1,5 meter. Sehingga bisa membuat si pelaku dapat leluasa melempar dan segera melarikan diri.
Namun, juru bicara tim sukses Irwandi-Muhyan, Ligadinsyah mengatakan pelaku diperkirakan melempar granat dari belakang halte di depan kantor tim pemenangan calon pasangan Irwandi Yusuf – Muhyan Yunan. Mantan juru bicara Partai Aceh ini juga memperkirakan motif di balik aksi pelemparan granat itu bermuatan politis, menjelang pelaksanaan Pilkada di Aceh yang akan digelar pada 16 Februari 2012 mendatang. “Saya menduga pelakunya orang yang tidak senang terhadap Irwandi dan para pendukung Irwandi,” ujar Ligadinsyah.
Menariknya, dua hari berselang, granat kembali meledak. Kali ini yang menjadi target, trotoar salah satu rumah di Jalan T. Nyak Arif, Nomor 155, persis di samping Wisma Lampriek, Banda Aceh. Rumah tersebut merupakan mess bagi Perwakilan Sesmenko Polhukam yang jaraknya hanya terpaut 100 meter dari lokasi meledak granat sebelumnya, yaitu di kantor Tim Sukses Irwandi Yusuf – Muhyan Yunan.
Serpihan granat kali ini ternyata memakan korban. Tiga orang yang terluka harus dirawat di Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh. Mereka adalah Ardeman, 20 tahun, Erliana, 22 tahun dan Erlya, 23 tahun. Granat yang meledak sekitar pukul 19.30 WIB ini diperkirakan dilakukan oleh pelaku yang sama dengan yang terjadi sebelumnya.
Terkait hal ini, Kepala Devisi (Kadiv) Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution mengaku, hingga kini belum ada pelaku yang ditangkap. “Yang jelas itu granat manggis. Kita belum tahu persis apakah itu granat organik (TNI/Polri) atau apa. Kita masih periksa di Puslabfor. Pelakunya masih dalam tahap pengejaran, kami belum tahu motifnya,” kata Irjen Pol Saud Usman Nasution kepada wartawan di Mabes Polri, Jumat pekan lalu.
Menurut Saud, pihaknya juga sedang mendalami apakah adanya kaitan antara peledakan bom tersebut dengan pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) yang akan segera berlangsung di Aceh.
Sementara itu, Kapolda Aceh Irjen Pol Iskandar Hasan mengaku, pelaku peledakan adalah orang yang memang ingin menciptakan situasi yang tidak kondusif. Mantan Kapolda Bangka Belitung ini menduga ada aktor intelektual dibalik kejadian tersebut. Karena itu, dirinya berharap masyarakat dapat menyerahkan sepenuhnya kepada pihak keamanan untuk menginvestigasi masalah ini.
Pengamat dan peneliti intelejen Indonesia, Wawan Hari Purwanto berpendapat, aksi teror menjelang pemilihan umum bukanlah sesuatu yang luar biasa. Apalagi bagi Aceh yang pernah dilanda konflik. Karena itu, menurut Pendiri dan Peneliti pada Lembaga Pengembangan Kemandirian Nasional (LPKN) ini, penegakan hukum harus lebih dikedepankan.
“Situasi teror menjelang pemilihan umum itu bisa dikatakan bukan hal yang luar biasa. Dan yang namanya bekas daerah konflik tentu dinamikanya lebih panas ketimbang daerah-daerah lainnya yang biasa. Ya apalagi untuk Aceh yang pernah terjadi konflik. Sehingga ini bukan hal yang mengejutkan. Karena itu peristiwa penggranatan ini perlu adanya antisipasi,” ujar Wawan.
Mantan staf ahli Wakil Presiden (Jusuf Kalla) Bidang Keamanan ini juga melihat, aksi teror yang terjadi di Banda Aceh tersebut lebih karena motif politis, terutama masalah persaingan menjelang Pilkada. “Selain ada masalah-masalah yang menyangkut keamanan juga menyangkut masalah persaingan menjelang pilkada. Misalnya, dulu teman seiring, ternyata yang satu mendapat tempat penting, terus yang lain tidak, kan bisa menimbulkan faktor-faktor..ya semacam kecemburuanlah. Faktor-faktor lain yang menyangkut persaingan,” ujar mantan anggota Tim Sosialisasi Perjanjian Damai Helsinki RI-GAM ini. Itu sebabnya, dia berharap, perlu adanya langkah-langkah untuk meneliti siapa yang besar kemungkinan terlibat dan penyelesainnya lebih secara hukum, disamping adanya upaya untuk meredakan ketegangan supaya tidak melebar.***
Berita Terkini
Riswan Metro Dilaporkan ke Panwaslu Simeulue
Senin, 16 April 2012 jam 19:53:40 WIB
Unjukrasa Tolak Kenaikan Harga BBM berlanjut di Banda Aceh
Rabu, 28 Maret 2012 jam 12:37:38 WIB
Ribuan Konstituen Dukung Darmuda
Senin, 12 Maret 2012 jam 15:22:43 WIB
Penumpang Kapal Ditemukan Tewas
Kamis, 08 Maret 2012 jam 17:28:01 WIB
Penetapan Nomor Urut Cagub/Cawagub PA tak Semarak
Kamis, 08 Maret 2012 jam 14:13:19 WIB
Organda Minta Tertibkan Angkutan Liar.
Kamis, 08 Maret 2012 jam 13:16:35 WIB
Haba Ulee Kareng
Di Tapal Batas
ADA begitu banyak pertanyaan sederhana yang bisa kita...
Suci Hati Bersih Jiwa
BELUM lagi kasus heboh Nazaruddin reda, kembali kita...
Lakon Pemimpin
ADU kuat antara Walikota Lhokseumawe Munir Usman dan Wakil...
Millata Abraham
KETIKA masih kanak-kanak, saya biasa membuat jengkel orang...
Boikot Media!
Muhammad SalehPERNYATAAN boikot media yang...
Wartawan Jahat!
Belum sempat trauma penganiayaan wartawan di Simeulu...
Berita Terbaru
Peluru GLM Pencabut Nyawa
Muhamad Daud Hanafiah (58 tahun), penderes getah karet di...
BOM Waktu dari Simeulue
Lima hari tidak beroperasi, ratusan penumpang Kapal KMP...
Partai SIRA Pecah Dukungan Nazar Terbelah
Setelah Ketua Umum DPP Partai SIRA, Taufik Abda...
Ketika SIRA Harus Memilih
Sejumlah petinggi Partai SIRA memilih mundur dari...
Nazar Tawarkan Saya Uang!
Entah berpengaruh atau tidak, yang pasti perseteruan...
SIRA Sudah tak Asin Lagi
Konflik di tubuh Partai SIRA sudah terjadi sejak era...
Berita Terpopuler
Darah Haid Pertanda Penyakit
Hampir separuh populasi wanita dewasa mengalami...
Jangan Sepelekan Keringat Dingin
Kencan pertama atau wawancara kerja merupakan beberapa...
ISTRIKU KABUR DENGAN SEPUPUKU
Manusia kalau selalu diperbudak oleh hawa nafsunya, maka...
Legenda Para Auliya Aceh (5): Raden Fatah: Ujung Tombak Pasai Menaklukkan Majapahit
Bagi masyarakat Hindu-Majapahit, tidak ada tokoh yang...
Mutasi Pati Polri | Inspektur Jenderal Adityawarman Kapolda Aceh
Mabes Polri kembali mengelar mutasi sejumlah perwira...
MEMBANGUN UNIVERSITAS BERKELAS DUNIA
Idealnya, institusi pendidikan tinggi ditujukan tidak hanya...
Berita Terakhir Dibaca
Jangan Sepelekan Keringat Dingin
Kencan pertama atau wawancara kerja merupakan beberapa...
"Manggis" Penebar Teror
Dua ledakan beruntun mengguncang Kota Banda Aceh, awal...
Bukan Hal Mengejutkan
Pengamat dan Peneliti Intelejen, Wawan H Purwanto...
Gurihnya Pupuk Subsidi
Pupuk bersubsidi sering diselewengkan dan jatuh ke tangan...
Kena Deh!
Tim Narkoba Polda Aceh menciduk empat wartawan yang diduga...
Uang Raib Nyawa Melayang
Seorang toke getah di Aceh Utara, tewas setelah ditembak...









