Dr. Wawan Hari Purwanto, Peneliti dan Pengamat Intelijen:
Bukan Hal Mengejutkan
Mantan Anggota Tim Sosialisasi Perjanjian Damai Helsinki RI-GAM ini mengingatkan agar pelanggaran yang terjadi harus segera ditindak secara hukum. Alasannya, supaya tidak terjadi pengulangan atau preseden buruk.
Lantas bagaimana pandangan dosen luar biasa di beberapa perguruan tinggi ini melihat situasi dan kondisi politik di Aceh menjelang Pilkada? Berikut penuturannya kepada MODUS ACEH, Jumat pekan lalu, melalui sambungan telepon.
Dalam satu pekan kemarin, Kota Banda Aceh diteror dua ledakan granat. Bagaimana Anda melihat kondisi ini?
Menurut saya, situasi teror menjelang pemilihan umum itu bisa dikatakan bukan hal yang luar biasa. Dan yang namanya bekas daerah konflik tentu dinamikanya lebih panas ketimbang daerah-daerah lainnya yang biasa. Ya apalagi untuk Aceh yang pernah terjadi konflik. Sehingga ini bukan hal yang mengejutkan. Karena itu peristiwa penggranatan itu perlu adanya antisipasi.
Maksudnya?
Sebab ini folder nya sudah pelanggaran hukum, sehingga penegakan hukum harus lebih dikedepankan daripada kita menarik kembali ke arah konflik sebelumnya.
Target teror salah satunya adalah kantor tim sukses salah satu calon Gubernur Aceh. Menurut Anda apa motif si pelaku?
Kalau saya melihat adalah sisi politis. Selain ada masalah-masalah yang menyangkut keamanan juga menyangkut masalah persaingan menjelang Pilkada. Misalnya, dulu teman seiring, ternyata yang satu mendapat tempat penting, terus yang lain tidak, kan bisa menimbulkan faktor-faktor..ya kecemburuanlah. Faktor-faktor lain yang menyangkut persaingan. Karenanya ini perlu ada satu langkah-langkah untuk meneliti siapa yang besar kemungkinan terlibat dan penyelesainnya lebih secara hukum, disamping adanya upaya untuk meredakan ketegangan agar tidak melebar.
Alasan lain?
Artinya, mempersempit ruang gerak. Bahwa ini adalah pelanggaran yang harus ditindak secara hukum, supaya tidak terjadi pengulangan atau preseden buruk dan itu jangan dibiarkan.
Apakah ada indikasi pihak ketiga yang coba mengacaukan Aceh?
Ini bisa juga dari pihak ketiga. Artinya memang situasi pemilu itu pasti siapa sih yang ingin kalah. Dan tentu kemudian mengeluarkan uang, pikiran, waktu dan semua biaya-biaya yang begitu besar. Tapi kalau misalnya mereka melihat peluangnya hanya beberapa persen- meski ini butuh dilakukan dengan survei- lantas salah satu yang dipakai psywar (perang urat syaraf). Ya psywar ini dilakukan dengan cara-cara seperti ini (teror). Karena itu diperlukan kewaspadaan bersama, supaya ini tidak menjadi ofensif yang meresahkan publik lebih luas.
Menurut Anda, apakah masih akan ada teror serupa ke depannya?
Ya kalau yang namanya kemungkinan masih bisa saja. Mengingat masih banyaknya bahan peledak maupun senjata yang beredar di masyarakat. Menurut saya ini perlu ada razia supaya bisa meminimalisir kepemilikan bahan peledak maupun senjata api. Supaya tenang kembali dan tidak menjadi konflik yang lebih terbuka.
Anda melihat teror yang terjadi sebagai salah satu upaya agar Pilkada Aceh ditunda?
Kalau ditundanya Pilkada, tentu akan ada efek lain yang menyertai. Karena memang kalau menunda Pilkada juga harus ada tujuan yang jelas. Karena apa, pihak-pihak yang merasa dirugikan atas penundaan itu juga tidak terima sehingga bisa saja melakukan manuver-manuver. Yang paling penting Pilkada biar sesuai dengan jadwal lah. Namanya demokrasi mesti ada yang menang dan kalah. Ini kan masalah kedewasaan. Nanti ada masanya akan cair kembali setelah terpilih siapa pemenangnya. Karena itu semestinya lebih baik ada kepastian, ketimbang diundur-undur malah semakin menimbulkan ketidakpastian dan dampaknya juga akan ada aksi yang lebih baru.
Lalu, menurut Anda, apa yang seharusnya dilakukan aparat keamanan untuk meredam aksi ini?
Kalau kinerja polisi dasarnya TKP (tempat kejadian perkara). Tinggal bagaimana upaya menarik bukti-bukti yang ada disitu. Keterangan saksi, keterangan ahli maupun keterangan lainnya yang mendukung. Tanpa ada suatu kerja keras untuk mengungkap ini, maka akan menjadi preseden buruk. Seolah-olah ada semacam pembiaran. Nah kita ingin, jika memang memungkinkan ya dapat diungkap pelaku-pelakunya sesuai dengan keterlibatannya. Sehingga rasa aman masyarakat bisa terpenuhi. Jangan sampai kepercayaan publik bisa goyah yang dampaknya trust public kepada aparat keamanan bisa berkurang. Nah itu yang berbahaya. Karena itu menjadi PR kita bersama.***
Berita Terkini
Riswan Metro Dilaporkan ke Panwaslu Simeulue
Senin, 16 April 2012 jam 19:53:40 WIB
Unjukrasa Tolak Kenaikan Harga BBM berlanjut di Banda Aceh
Rabu, 28 Maret 2012 jam 12:37:38 WIB
Ribuan Konstituen Dukung Darmuda
Senin, 12 Maret 2012 jam 15:22:43 WIB
Penumpang Kapal Ditemukan Tewas
Kamis, 08 Maret 2012 jam 17:28:01 WIB
Penetapan Nomor Urut Cagub/Cawagub PA tak Semarak
Kamis, 08 Maret 2012 jam 14:13:19 WIB
Organda Minta Tertibkan Angkutan Liar.
Kamis, 08 Maret 2012 jam 13:16:35 WIB
Haba Ulee Kareng
Di Tapal Batas
ADA begitu banyak pertanyaan sederhana yang bisa kita...
Suci Hati Bersih Jiwa
BELUM lagi kasus heboh Nazaruddin reda, kembali kita...
Lakon Pemimpin
ADU kuat antara Walikota Lhokseumawe Munir Usman dan Wakil...
Millata Abraham
KETIKA masih kanak-kanak, saya biasa membuat jengkel orang...
Boikot Media!
Muhammad SalehPERNYATAAN boikot media yang...
Wartawan Jahat!
Belum sempat trauma penganiayaan wartawan di Simeulu...
Berita Terbaru
Peluru GLM Pencabut Nyawa
Muhamad Daud Hanafiah (58 tahun), penderes getah karet di...
BOM Waktu dari Simeulue
Lima hari tidak beroperasi, ratusan penumpang Kapal KMP...
Partai SIRA Pecah Dukungan Nazar Terbelah
Setelah Ketua Umum DPP Partai SIRA, Taufik Abda...
Ketika SIRA Harus Memilih
Sejumlah petinggi Partai SIRA memilih mundur dari...
Nazar Tawarkan Saya Uang!
Entah berpengaruh atau tidak, yang pasti perseteruan...
SIRA Sudah tak Asin Lagi
Konflik di tubuh Partai SIRA sudah terjadi sejak era...
Berita Terpopuler
Darah Haid Pertanda Penyakit
Hampir separuh populasi wanita dewasa mengalami...
Jangan Sepelekan Keringat Dingin
Kencan pertama atau wawancara kerja merupakan beberapa...
ISTRIKU KABUR DENGAN SEPUPUKU
Manusia kalau selalu diperbudak oleh hawa nafsunya, maka...
Legenda Para Auliya Aceh (5): Raden Fatah: Ujung Tombak Pasai Menaklukkan Majapahit
Bagi masyarakat Hindu-Majapahit, tidak ada tokoh yang...
Mutasi Pati Polri | Inspektur Jenderal Adityawarman Kapolda Aceh
Mabes Polri kembali mengelar mutasi sejumlah perwira...
MEMBANGUN UNIVERSITAS BERKELAS DUNIA
Idealnya, institusi pendidikan tinggi ditujukan tidak hanya...
Berita Terakhir Dibaca
Bukan Hal Mengejutkan
Pengamat dan Peneliti Intelejen, Wawan H Purwanto...
Gurihnya Pupuk Subsidi
Pupuk bersubsidi sering diselewengkan dan jatuh ke tangan...
Kena Deh!
Tim Narkoba Polda Aceh menciduk empat wartawan yang diduga...
Uang Raib Nyawa Melayang
Seorang toke getah di Aceh Utara, tewas setelah ditembak...
Inflasi, Suatu Dilema Perekonomian
Perekonomian Nanggroe Aceh Darussalam menjelang kuartal...
Antara Santet dan Pemburu Hantu
Tindakan anarkis yang dipicu isu santet, kembali terjadi di...









