Pagi belum lagi terang tanah, saat Hamdani bin Abdul Hamid (48) lelap tertidur. Ketua Badan Raintegrasi Aceh (BRA) Kota Lhokseumawe itu sangat lelah sekembalinya dari Banda Aceh, untuk suatu keperluan. Dalam peraduannya di rumah yang belum lama dibangun tersebut, mantan mukim Gerakan Aceh Medeka (GAM) itu tiba-tiba tersentak....DUUAARRRR..! Suara ledakan terdengar cukup keras di luar rumahnya.
Dengan bergegas, ia pun beranjak dari ranjang. Disusul sang istri yang juga terbangun akibat mendengar suara ledakan. Tapi saat itu Hamdani melarang istrinya keluar. “Kamu tunggu di sini saja, jangan keluar,” tegas Hamdani.
Dengan berjingkat perlahan, Hamdani mengintip ke arah luar rumah dengan menyingkap kain gorden ruang tamu. Saat itu ia melihat dua orang pemuda berdiri di depan rumahnya. Seketika Hamdani bergegas mengambil parang dan keluar. Setibanya di luar rumah, dua orang pemuda tadi sudah tidak kelihatan. Tak berapa lama, satu per satu, tetangga di sekitar rumahnya berdatangan. Menurut keterangan para tetangga, dua orang pemuda yang dicurigai hamdani sebelumnya adalah warga sekitar yang ingin melihat kejadian. Namun karena ketakutan, keduanya langsung bergegas menghindar dari tempat kejadian.
Selain suara yang cukup keras, ledakan tersebut juga membuat satu unit mobil Kijang Pick Up milik Hamdani terlihat bolong-bolong dan beberapa bagian rumah di bagian garasi terkelupas akibat terkena serpihan granat.
Tak lama berselang, rumah permenen yang terletak di Gang Gapi, Desa Ule Jalan, Lhokseumawe itu pun ramai didatangi warga yang penasaran ingin mengetahui apa gerangan yang terjadi di rumah Wakil Ketua Dewan Pimpinan Sagoe (DPS) Partai Aceh Kecamatan Banda Sakti Lhokseumawe itu.
Tepat pukul 09.10 WIB, Kapolres Lhoksemawe AKBP. Kukuh Santoso, S. Ik., SH tiba di lokasi kejadian. Sejumlah personil TNI juga tiba di sana. Hari itu usai memeriksa beberapa bagian rumah yang terkena serpihan granat Kapolres Lhokseumawe itu langsung meminta keterangan Hamdani di dalam rumah, sekitar 15 menit.
Dalam keterangan awalnya, Hamdani menduga pelaku menggunakan sepeda motor yang diparkir lebih kurang 50 meter dari rumahnya. Hal ini diperkuat berdasarkan keterangan warga. “Ada warga yang mendengar suara sepeda motor sebelum dan sesudah ledakan. Tapi agak jauh dari rumah saya, mungkin pelaku berjalan kaki untuk melempar granat ke rumah saya. Ada jejak tapak sepatu di lumpur depan rumah,” ujar Hamdani.
Terkait insiden yang menimpa salah seorang petinggi KPA/PA Lhokseumawe tersebut, Tgk. Zulkarnaini alias Tgk. Ni yang merupakan Ketua Wilayah KPA Samudra Pase mengaku secara resmi pihaknya belum bersikap. “Tapi kami berharap agar pihak-pihak terkait bisa menahan diri dan pihak kepolisian bisa mengusut tuntas masalah ini,” katanya.
Dalam pernyataan singkatnya tersebut, Tgk. Ni juga menyesalkan kalau perbuatan seperti itu masih terjadi di masa-masa damai, seraya berharap pihak kepolisian bisa menjaga keamanan lebih baik lagi. “Ini tidak pantas terjadi di masa-masa damai seperti ini, saya berharap polisi bisa lebih baik menjaga keamanan masyarakat,” ujarnya serius.
Menurut beberapa kalangan di Kota Lhokseumawe, insiden tersebut diduga kental nuansa politisnya akibat adanya pergesekan internal di tubuh KPA/PA di wilayah tersebut. Kepada MODUS ACEH, Hamdani juga tidak membantah kemungkinan itu. “Ya, saya malah melihat ini sebagai pembunuhan karakter, kemudian sasaran saya lihat juga harta benda. Bukan sasaran untuk melenyapkan saya dan keluarga,” katanya.
Informasi yang diperoleh MODUS ACEH, Hamdani sempat digadang-gadangkan sebagai salah kandidat kuat yang akan dipasangkan sebagai salah seorang calon Wakil Walikota Lhokseumawe untuk periode mendatang yang akan mendampingi Suadi Yahya (Wakil Walikota sekarang).
“Kebetulan beberapa kali rapat Komite Peralihan Aceh (KPA) nama saya disebut-sebut. Cuma di luar rapat, ada beberapa rekan dari KPA/PA tidak setuju terhadap pencalonan saya, dan mereka menginginkan orang lain yang menjadi calon wakil Walikota, sehingga secara resmi KPA/PA belum memutuskan siapa calon wakil Walikota yang akan mendampingi Suady Yahya,” jelas Hamdani.
Begitupun, pencalonan Hamdani untuk menjadi calon wakil Walikota Lhokseumawe yang akan berpasangan dengan Suady Yahya, memang tidak mulus. Kerikil-kerikil kecil kerap menghadang. Salah satunya kabar yang mengatakan jika mantan sipil GAM ini tidak mendapat restu dari beberapa orang PA/KPA di wilayah tersebut. Alhasil, dua kali rapat digelar, belum bisa diputuskan siapa yang secara resmi akan menjadi calon wakil Walikota Lhokseumawe yang akan diusung Partai Aceh tersebut.
Di sudut lain, spekulasi terkait adanya keterlibatan pihak ketiga yang sengaja ingin memancing di air keruh dengan memanfaatkan situasi kekisruhan di kalangan mantan kombatan itu juga berhembus kencang. “Ya bisa jadi, siapa saja ada kemungkinan. Mungkin orang-orang yang memanfaatkan situasi,” kata Hamdani.
Kapolres Lhokseumawe AKBP. Kukuh Santoso, S. Ik., SH melalui Kabag Ops AKP. Risno Jamal, S. Ik pada MODUS ACEH Senin pekan lalu berharap jika masyarakat turut berpartisipasi untuk membantu pihak kepolisian. “Sehingga kejahatan bersenjata bisa terungkap. Percayalah, keamanan dan rahasia si pelapor kami jamin,” ajak Risno.***
Berita Terkini
Riswan Metro Dilaporkan ke Panwaslu Simeulue
Senin, 16 April 2012 jam 19:53:40 WIB
Unjukrasa Tolak Kenaikan Harga BBM berlanjut di Banda Aceh
Rabu, 28 Maret 2012 jam 12:37:38 WIB
Ribuan Konstituen Dukung Darmuda
Senin, 12 Maret 2012 jam 15:22:43 WIB
Penumpang Kapal Ditemukan Tewas
Kamis, 08 Maret 2012 jam 17:28:01 WIB
Penetapan Nomor Urut Cagub/Cawagub PA tak Semarak
Kamis, 08 Maret 2012 jam 14:13:19 WIB
Organda Minta Tertibkan Angkutan Liar.
Kamis, 08 Maret 2012 jam 13:16:35 WIB
Haba Ulee Kareng
Di Tapal Batas
ADA begitu banyak pertanyaan sederhana yang bisa kita...
Suci Hati Bersih Jiwa
BELUM lagi kasus heboh Nazaruddin reda, kembali kita...
Lakon Pemimpin
ADU kuat antara Walikota Lhokseumawe Munir Usman dan Wakil...
Millata Abraham
KETIKA masih kanak-kanak, saya biasa membuat jengkel orang...
Boikot Media!
Muhammad SalehPERNYATAAN boikot media yang...
Wartawan Jahat!
Belum sempat trauma penganiayaan wartawan di Simeulu...
Berita Terbaru
Peluru GLM Pencabut Nyawa
Muhamad Daud Hanafiah (58 tahun), penderes getah karet di...
BOM Waktu dari Simeulue
Lima hari tidak beroperasi, ratusan penumpang Kapal KMP...
Partai SIRA Pecah Dukungan Nazar Terbelah
Setelah Ketua Umum DPP Partai SIRA, Taufik Abda...
Ketika SIRA Harus Memilih
Sejumlah petinggi Partai SIRA memilih mundur dari...
Nazar Tawarkan Saya Uang!
Entah berpengaruh atau tidak, yang pasti perseteruan...
SIRA Sudah tak Asin Lagi
Konflik di tubuh Partai SIRA sudah terjadi sejak era...
Berita Terpopuler
Darah Haid Pertanda Penyakit
Hampir separuh populasi wanita dewasa mengalami...
Jangan Sepelekan Keringat Dingin
Kencan pertama atau wawancara kerja merupakan beberapa...
ISTRIKU KABUR DENGAN SEPUPUKU
Manusia kalau selalu diperbudak oleh hawa nafsunya, maka...
Legenda Para Auliya Aceh (5): Raden Fatah: Ujung Tombak Pasai Menaklukkan Majapahit
Bagi masyarakat Hindu-Majapahit, tidak ada tokoh yang...
Mutasi Pati Polri | Inspektur Jenderal Adityawarman Kapolda Aceh
Mabes Polri kembali mengelar mutasi sejumlah perwira...
MEMBANGUN UNIVERSITAS BERKELAS DUNIA
Idealnya, institusi pendidikan tinggi ditujukan tidak hanya...
Berita Terakhir Dibaca
Teror Granat di Pagi Buta
Teror granat kembali mengguncang Kota Lhokseumawe. Kali...
“Mungkin Ini Shock Therapy Buat Saya...”
Empat hari paska kejadian penggranatan rumah milik Ketua...
Dibalik Teror Aceh
Akhir-akhir ini telah terjadi beberapa kejadian yang...
SEJARAH MELAYU DALAM HIKAYAT RAJA PASAI
Dalam sejarah panjang Rantau Melayu, Aceh Darussalam telah...
Yang Melapor Masyarakat
Bagaimana kronologis insiden penggranatan Ketua BRA Kota...
Melacak Misteri SMS Cagee
Misteri tewasnya Amiruddin alias Saiful alias Cagee hingga...









