Laporan Cam McGrath
"Ini cerita yang sama setiap tahun," keluh Abeer Salem, seorang janda Mesir yang harus membiayai kedua anaknya. "
Inflasi makanan menjadi bagian dari Ramadhan karena adanya tradisi umat Muslim berkumpul dengan keluarga dan teman untuk berbagi iftar, makanan berbuka puasa. Konsumsi makanan tertentu, khususnya daging, meningkat selama Ramadhan karena keluarga menghabiskan lebih banyak waktu di rumah dan makan.
Sejumlah kelompok perlindungan konsumen sudah mengamati peningkatan tajam harga makanan sejak awal Ramadhan, meski pemerintah berjanji untuk menetapkan harga makanan dan memantau gerai-gerai eceran. Di Abu Dhabi, pasar harga buah-buahan dan sayuran dilaporkan melonjak 25 persen dalam satu minggu. Para konsumen di Libanon mengeluhkan kenaikan harga daging dan sayur.
Peningkatan itu, selain inflasi makanan yang tinggi, di seluruh wilayah. Di Mesir, harga eceran komoditas dasar seperti gula, beras, dan telur naik hingga 43 persen dibanding tahun lalu. Peningkatan harga makanan itu mendorong beberapa pengecer menawarkan kemudahan pembelian makanan dengan skema pembiayaan sama seperti mobil dan alat-alat rumah tangga.
"Beli makanan selama Ramadhan sekarang dan bayar cicilan empat bulan ke depan," tertulis di sebuah supermarket di Kairo.
Di Yaman –lebih dari 40 persen penduduknya hidup miskin– inflasi makanan musiman itu memberatkan beban berat keluarga-keluarga miskin. Menurut jajak pendapat yang dilakukan tahun lalu oleh Studies and Economic Media Centre, pengeluaran rumah tangga meningkat 35 persen selama Ramadhan. Hampir 30 persen keluarga Yaman meminjam uang untuk menutup biaya tambahan itu, sementara 15 persen keluarga menjual barang berharga untuk menambah uang tunai, ujar hasil jajak pendapat itu.
Yusuf Mansour, ekonom Yordania, menyangkal penjelasan ini. Dia berpendapat bahwa paradigma standar persediaan dan permintaan tak bisa diterapkan di negara-negara Timur Tengah karena mereka mengimpor sebagian besar makanan mereka.
"Importir bukanlah produsen, mereka tak punya keterbatasan kapasitas sehingga mereka dapat mengimpor sebanyak yang mereka inginkan dari pasokan dunia pada satu harga," katanya. "Jika terjadi sesuatu, jumlah meningkat sehingga harga jatuh, dan dalam pasar kompetitif keuntungan ini akan diteruskan ke pembeli."
Menurut Mansour, masalah mendasarnya dua tingkat: impor makanan dikontrol oleh segelintir pejabat dan pengusaha kuat yang terlibat dalam "perilaku semacam kartel," sementara para penjual di lingkungan lebih kecil membebankan kepada konsumen mereka uang jasa atas kenyamanan.
"
Dalam beberapa tahun pemerintah Arab melakukan berbagai kontrol pasar dan langkah pengawasan untuk menetralisir inflasi makanan Ramadhan. Pemerintah mengerahkan perusahaan makanan milik negara untuk memasok toko koperasi dan supermarket, serta memaksa harga sementara pada produk makanan tertentu.
Qatar mengumumkan pada Juli lalu bahwa mereka akan memberlakukan harga tetap pada sekitar 160 bahan makanan pokok dan item nonmakanan dari 25 Juli sampai akhir Ramadhan pada 11 September. Kabinet Yordania memastok harga tertinggi pada item-item yang harganya cenderung meningkat selama Ramadhan. Mesir mengumumkan harga "resmi" untuk bahan kebutuhan pokok.
Meski ada upaya semacam itu, para analis mengatakan kontrol pasar gagal memenuhi harapan. Para pedagang makanan mengantisipasi langkah pemerintah dengan menaikkan harga beberapa bulan menjelang Ramadhan untuk “mengunci” harga. Para pedagang eceran dengan UU perlindungan konsumen yang tak efektif melanggar penetapan harga tanpa hukuman.
"Pemasok kami selalu mematok harga setiap tahun jadi kami terpaksa menaikkan juga," kata Ali Ibrahim, pedagang Kairo, membela kenaikan harga kebutuhan pokok seperti beras, pasta, dan susu selama Ramadhan.
Mansour mengatakan, pemerintah Timur Tengah tak punya kemauan politik maupun sumber daya untuk mengurangi praktik monopoli.
"Pada puncak rantai pasokan adalah importir besar dari keluarga besar dengan uang lama," ujarnya. "Birokrat, biasanya para pejabat yang tak terpilih, takut mengecewakan orang-orang berpengaruh ini, yang bisa menyampaikan pesan kepada penguasa. Sementara itu, pada rantai terbawah, masalahnya adalah sangat banyak dan pegawai pemerintah dibayar rendah sehingga mudah disuap."
Tak adanya peraturan yang efektif telah membuat memberikan kekuasaan penuh kepada seorang pedagang untuk menipu konsumen, kata Mansour. Pencatutan itu terus terjadi selama Ramadhan dan memasuki hari raya Idul Fitri.
"Saya tak tahu apa yang akan saya lakukan saat Idul Fitri," kata tukang cukur Refaat Abdel Moneim. "Ramadhan baru saja dimulai dan saya sudah berhutang."*
Naskah ini diterbitkan atas kerjasama Yayasan Pantau dan IPS dengan Tabloid Berita Mingguan MODUS ACEH
Berita Terkini
Riswan Metro Dilaporkan ke Panwaslu Simeulue
Senin, 16 April 2012 jam 19:53:40 WIB
Unjukrasa Tolak Kenaikan Harga BBM berlanjut di Banda Aceh
Rabu, 28 Maret 2012 jam 12:37:38 WIB
Ribuan Konstituen Dukung Darmuda
Senin, 12 Maret 2012 jam 15:22:43 WIB
Penumpang Kapal Ditemukan Tewas
Kamis, 08 Maret 2012 jam 17:28:01 WIB
Penetapan Nomor Urut Cagub/Cawagub PA tak Semarak
Kamis, 08 Maret 2012 jam 14:13:19 WIB
Organda Minta Tertibkan Angkutan Liar.
Kamis, 08 Maret 2012 jam 13:16:35 WIB
Haba Ulee Kareng
Di Tapal Batas
ADA begitu banyak pertanyaan sederhana yang bisa kita...
Suci Hati Bersih Jiwa
BELUM lagi kasus heboh Nazaruddin reda, kembali kita...
Lakon Pemimpin
ADU kuat antara Walikota Lhokseumawe Munir Usman dan Wakil...
Millata Abraham
KETIKA masih kanak-kanak, saya biasa membuat jengkel orang...
Boikot Media!
Muhammad SalehPERNYATAAN boikot media yang...
Wartawan Jahat!
Belum sempat trauma penganiayaan wartawan di Simeulu...
Berita Terbaru
Peluru GLM Pencabut Nyawa
Muhamad Daud Hanafiah (58 tahun), penderes getah karet di...
BOM Waktu dari Simeulue
Lima hari tidak beroperasi, ratusan penumpang Kapal KMP...
Partai SIRA Pecah Dukungan Nazar Terbelah
Setelah Ketua Umum DPP Partai SIRA, Taufik Abda...
Ketika SIRA Harus Memilih
Sejumlah petinggi Partai SIRA memilih mundur dari...
Nazar Tawarkan Saya Uang!
Entah berpengaruh atau tidak, yang pasti perseteruan...
SIRA Sudah tak Asin Lagi
Konflik di tubuh Partai SIRA sudah terjadi sejak era...
Berita Terpopuler
Darah Haid Pertanda Penyakit
Hampir separuh populasi wanita dewasa mengalami...
Jangan Sepelekan Keringat Dingin
Kencan pertama atau wawancara kerja merupakan beberapa...
ISTRIKU KABUR DENGAN SEPUPUKU
Manusia kalau selalu diperbudak oleh hawa nafsunya, maka...
Legenda Para Auliya Aceh (5): Raden Fatah: Ujung Tombak Pasai Menaklukkan Majapahit
Bagi masyarakat Hindu-Majapahit, tidak ada tokoh yang...
Mutasi Pati Polri | Inspektur Jenderal Adityawarman Kapolda Aceh
Mabes Polri kembali mengelar mutasi sejumlah perwira...
MEMBANGUN UNIVERSITAS BERKELAS DUNIA
Idealnya, institusi pendidikan tinggi ditujukan tidak hanya...
Berita Terakhir Dibaca
Kartel Makanan saat Ramadhan
PARA pedagang makanan yang oportunis dituding sebagai...
UMNO Nyalakan Api Rasial
PERBEDAAN ras di Malaysia, yang goyah bahkan di masa-masa...
Legenda Para Auliya Aceh (5): Raden Fatah: Ujung Tombak Pasai Menaklukkan Majapahit
Bagi masyarakat Hindu-Majapahit, tidak ada tokoh yang...
ISTRIKU KABUR DENGAN SEPUPUKU
Manusia kalau selalu diperbudak oleh hawa nafsunya, maka...
Robot-robot Kesehatan
Seperti apakah dunia kesehatan di masa depan? Pastinya...
Uang Raib Nyawa Melayang
Seorang toke getah di Aceh Utara, tewas setelah ditembak...









