Tabloid Berita Mingguan MODUS ACEH juga tersedia selengkapnya di sini!

Structured settlements Mesothelioma Acne Life Insurance Asbestos Bextra Bankruptcy Car Insurance Dental Plans Private Jets Debt Consolidation Credit Cards Canadian Pharmacy Online Trading Equity Line Credit Loans Mortgages Pay Day Loans Cash Advance Equity Loans Reduce Debt Refinance Jet Charter Rehab Wrongful death Legal Advice Taxes Investing Bonds Vioxx IRA Rollover Refinance Quotes Adult Education Distance Learning Alcohol Treatment Depression Drug Rehab Extra Money Cell Phone Plans Calling Cards VOIP Weight Loss Homeowner’s Insurance Rewards Cards Spam Filter Lasik Facelift Teeth Whitening Annuity Anti Virus Protection Adult Diaper Free Credit Report Credit Score Satellite Anti Spam Software Dedicated Hosting Domain Name Need Money Bachelor Degree Master Degree Doctorate Degree Work at Home Quick Book Spyware Eloan Malpractice Lawyer Lenox China Cancer Payperclick Personal Injury Attorney Lexington Law Video Conferencing Transfer Money Windstar Cruise Casinos Online Laptop Computer Online Banking Borrow Money Low Interest Credit Cards Personal Domain Name Cellular Phone Rental Internet Broker Term Life Cheap Hosting University Degrees Online Online Marketing Consolidate Business Credit Web Host Death Insurance Yellow Page Advertising Travel Insurance Register Domain Credit Counseling Email Hosting Trans Union Consumer Credit Blue Cross Helpdesk Software Purchase Structured Settlements Mesothelioma Lawyers San Diego Secured Loan Calculator Structured Settlement Investments Endowment Selling Mesothelioma Patients Mesothelioma attorney san diego Austin Texas dwi lawyers New York Mesothelioma Lawyers Phoenix dui lawyers Secured Loans Insurance Auto Phoenix dui attorney car free insurance online quote students debt consolidation loans Pennsylvania mesothelioma lawyers data recovery Denver adverse credit remortgages bad credit remortgages data recovery service los angeles Consolidating Students Loan Students Loan Consolidation Rates Boston dui lawyers memphis car insurance conference calling companies dui attornes los angeles georgia car accident lawyers san diego dui defense Phoenix arizona dui lawyers Los angeles dwi attorneys Student Consolidation Loans free quote for car insurance irs tax lawyers nj auto insurance dui san diego Los Angeles Criminal Defense Attorney Consolidating Private Student Loans Personal Injury Lawyer Chicago Personal Injury Attorney Pennsylvania Auto Insurance
MODUS ACEH

Index Kabar Dunia

RSS Feed

Protein Ilegal bagi Si Miskin, Sajian Lezat bagi Si Kaya

Kamis, 05 Januari 2012 jam 00:41:17 WIB

“BANYAK orang berbohong” mengenai praktik lazim perburuan kura-kura untuk dimakan atau dijual, ujar seorang pria yang terkenal berkat kemampuannya sebagai nelayan. Dia tinggal di tepi sungai Xingu, utara kawasan hutan Amazon di Brazil.Dia bisa jadi contoh apa risikonya jika terlibat dalam penangkapan kura-kura ilegal. Dia pernah didenda 45.000 real (sekira Rp 200 juta), jumlah yang sangat besar bagi penduduk lokal, oleh otoritas lingkungan. Pada peristiwa...

Butuh Solusi Politik buat Papua Barat

Rabu, 28 Desember 2011 jam 13:01:57 WIB

Meski Papua dan Papua Barat mendapat aliran dana dari pusat, merebaknya korupsi di tingkat provinsi dan administrasi di bawahnya menyebabkan sebagian besar dana tak pernah mengalir ke proyek-proyek dan orang-orang yang sangat membutuhkan.PEMBANGUNAN ekonomi pemerintah Indonesia di Papua Barat, sesudah tindakan keras pasukan keamanan terhadap pertemuan prokemerdekaan di Jayapura Oktober lalu, tak mungkin berhasil tanpa ada dialog politik. Imbasnya, seruan mengenai penentuan...

Doa untuk Perubahan Iklim

Rabu, 28 Desember 2011 jam 12:58:46 WIB

Ini pertemuan yang tak biasa. Meski dimulai dengan “Tashi Tsikgye”, doa puji-pujian Tibet sebagai ucapan syukur, ini adalah pertemuan tentang perubahan iklim.PENONTON melenguh ketika serangkaian gambar mengejutkan menyorot di layar: tangan-tangan manusia yang habis dimakan habis arsenik, bangkai sapi kurus kering sehingga terlihat dua dimensi, anak kelaparan dengan kaki seperti batang korek api mengenggam susu kambing untuk bertahan hidup.“Saya menunjukkan...

Tinggalkan Senjata demi Keluarga

Kamis, 22 Desember 2011 jam 10:37:57 WIB

Delapan tahun lalu  Sonikumari  bergabung dengan gerilyawan Maois, yang melancarkan perlawanan bawah tanah untuk menghapus sistem monarki di Nepal dan menerapkan sebuah konstitusi dari, oleh, dan untuk rakyat.SONIKUMARI Jha, berusia 26 tahun, mengenakan seragam hijau loreng, mengikat tali sepatu botnya dengan cekatan. Dia siap melangkah keluar dan mengumumkan keputusannya untuk memulai hidup baru. Anaknya, berusia 4 tahun, yang menyaksikan rutinitas itu...

Oasis Unik Meksiko Terancam Lenyap

Rabu, 07 Desember 2011 jam 14:11:31 WIB

SEBUAH ekosistem lahan basah yang langka di Gurun Chihuahuan, utara Meksiko, mungkin menyimpan informasi penting mengenai asal-mula kehidupan di bumi –dan bahkan mungkin kehidupan di Mars. Namun ia berada dalam bahaya serius bila airnya terus dikuras para perusahaan agrobisnis, ilmuwan lokal memperingatkan.Lembah empat rawa” Valle de Cuatrocienegas sepanjang 200 km, yang terletak 1.000 km utara Mexico City, merupakan sistem lahan basah kuno yang kompleks. Ia...

Kemenangan Ennahda, Ketakutan Perempuan

Rabu, 23 November 2011 jam 13:04:44 WIB

PEREMPUAN Tunisia turun ke jalan dengan senjata terakhirnya, yakni suara mereka, tatkala negara tersebut menggelar pemilihan umum demokratis pertama sejak demonstrasi populer menumbangkan mantan presiden Zine Abidine Ben Ali, yang berkuasa selama 27 tahun.Namun, kemenangan Islamist Ennahda Party yang moderat pada pemilihan 23 Oktober lalu menimbulkan keprihatinan serius, dalam spektrum luas, bagi perempuan Tunisia. Mereka merasa negeri yang diperoleh melalui perjuangan...

Ayah Banta Bungkam Kapolda Mendua
Edisi
4
Ayah Banta Bungkam Kapolda Mendua
Mei 2012






Edisi
19
Tahun
VIII
Kamis, 02 September 2010 jam 11:11:00 WIB
 



PARA pedagang makanan yang oportunis dituding sebagai biang lonjakan harga makanan di seluruh Timur Tengah yang membebani keuangan keluarga yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Laporan Cam McGrath

"Ini cerita yang sama setiap tahun," keluh Abeer Salem, seorang janda Mesir yang harus membiayai kedua anaknya. "Para pedagang tahu kita punya kewajiban untuk memberi makan keluarga dan orang miskin selama Ramadhan. Mereka memanfaatkannya dengan menaikkan harga makanan"

Inflasi makanan menjadi bagian dari Ramadhan karena adanya tradisi umat Muslim berkumpul dengan keluarga dan teman untuk berbagi iftar, makanan berbuka puasa. Konsumsi makanan tertentu, khususnya daging, meningkat selama Ramadhan karena keluarga menghabiskan lebih banyak waktu di rumah dan makan.

Sejumlah kelompok perlindungan konsumen sudah mengamati peningkatan tajam harga makanan sejak awal Ramadhan, meski pemerintah berjanji untuk menetapkan harga makanan dan memantau gerai-gerai eceran. Di Abu Dhabi, pasar harga buah-buahan dan sayuran dilaporkan melonjak 25 persen dalam satu minggu. Para konsumen di Libanon mengeluhkan kenaikan harga daging dan sayur.

Peningkatan itu, selain inflasi makanan yang tinggi, di seluruh wilayah. Di Mesir, harga eceran komoditas dasar seperti gula, beras, dan telur naik hingga 43 persen dibanding tahun lalu. Peningkatan harga makanan itu mendorong beberapa pengecer menawarkan kemudahan pembelian makanan dengan skema pembiayaan sama seperti mobil dan alat-alat rumah tangga.

"Beli makanan selama Ramadhan sekarang dan bayar cicilan empat bulan ke depan," tertulis di sebuah supermarket di Kairo.

Di Yaman –lebih dari 40 persen penduduknya hidup miskin– inflasi makanan musiman itu memberatkan beban berat keluarga-keluarga miskin. Menurut jajak pendapat yang dilakukan tahun lalu oleh Studies and Economic Media Centre, pengeluaran rumah tangga meningkat 35 persen selama Ramadhan. Hampir 30 persen keluarga Yaman meminjam uang untuk menutup biaya tambahan itu, sementara 15 persen keluarga menjual barang berharga untuk menambah uang tunai, ujar hasil jajak pendapat itu.

Para pejabat pemerintah menuding para pedagang menimbun stok makanan dalam minggu-minggu menjelang Ramadhan untuk menciptakan kesan kelangkaan sehingga menaikkan harga. Para pedagang menyalahkan konsumen, mengatakan bahwa peningkatan konsumsi makanan mengakibatkan pasokan berkurang dan menyebabkan kenaikan harga.

Yusuf Mansour, ekonom Yordania, menyangkal penjelasan ini. Dia berpendapat bahwa paradigma standar persediaan dan permintaan tak bisa diterapkan di negara-negara Timur Tengah karena mereka mengimpor sebagian besar makanan mereka.

"Importir bukanlah produsen, mereka tak punya keterbatasan kapasitas sehingga mereka dapat mengimpor sebanyak yang mereka inginkan dari pasokan dunia pada satu harga," katanya. "Jika terjadi sesuatu, jumlah meningkat sehingga harga jatuh, dan dalam pasar kompetitif keuntungan ini akan diteruskan ke pembeli."

Menurut Mansour, masalah mendasarnya dua tingkat: impor makanan dikontrol oleh segelintir pejabat dan pengusaha kuat yang terlibat dalam "perilaku semacam kartel," sementara para penjual di lingkungan lebih kecil membebankan kepada konsumen mereka uang jasa atas kenyamanan.

"Ada bukti kuat mengenai kolusi pada kedua ujung rantai pasokan itu," ujarnya kepada IPS. "Para importir memperoleh kepastian harga atau diam-diam setuju untuk tak bersaing, sementara pada bagian terbawah toko-toko pengecer bertindak sebagai penguasa-penguasa lokal."

Dalam beberapa tahun pemerintah Arab melakukan berbagai kontrol pasar dan langkah pengawasan untuk menetralisir inflasi makanan Ramadhan. Pemerintah mengerahkan perusahaan makanan milik negara untuk memasok toko koperasi dan supermarket, serta memaksa harga sementara pada produk makanan tertentu.

Qatar mengumumkan pada Juli lalu bahwa mereka akan memberlakukan harga tetap pada sekitar 160 bahan makanan pokok dan item nonmakanan dari 25 Juli sampai akhir Ramadhan pada 11 September. Kabinet Yordania memastok harga tertinggi pada item-item yang harganya cenderung meningkat selama Ramadhan. Mesir mengumumkan harga "resmi" untuk bahan kebutuhan pokok.

Meski ada upaya semacam itu, para analis mengatakan kontrol pasar gagal memenuhi harapan. Para pedagang makanan mengantisipasi langkah pemerintah dengan menaikkan harga beberapa bulan menjelang Ramadhan untuk “mengunci” harga. Para pedagang eceran dengan UU perlindungan konsumen yang tak efektif melanggar penetapan harga tanpa hukuman.

"Pemasok kami selalu mematok harga setiap tahun jadi kami terpaksa menaikkan juga," kata Ali Ibrahim, pedagang Kairo, membela kenaikan harga kebutuhan pokok seperti beras, pasta, dan susu selama Ramadhan.

Mansour mengatakan, pemerintah Timur Tengah tak punya kemauan politik maupun sumber daya untuk mengurangi praktik monopoli.

"Pada puncak rantai pasokan adalah importir besar dari keluarga besar dengan uang lama," ujarnya. "Birokrat, biasanya para pejabat yang tak terpilih, takut mengecewakan orang-orang berpengaruh ini, yang bisa menyampaikan pesan kepada penguasa. Sementara itu, pada rantai terbawah, masalahnya adalah sangat banyak dan pegawai pemerintah dibayar rendah sehingga mudah disuap."

Tak adanya peraturan yang efektif telah membuat memberikan kekuasaan penuh kepada seorang pedagang untuk menipu konsumen, kata Mansour. Pencatutan itu terus terjadi selama Ramadhan dan memasuki hari raya Idul Fitri.

"Saya tak tahu apa yang akan saya lakukan saat Idul Fitri," kata tukang cukur Refaat Abdel Moneim. "Ramadhan baru saja dimulai dan saya sudah berhutang."*

Naskah ini diterbitkan atas kerjasama Yayasan Pantau dan IPS dengan Tabloid Berita Mingguan MODUS ACEH

Cam McGrath
Komentar ditutup.

Tarik Ulur Qanun KKR, Menanti Komitmen Zaini-Muzakir
Edisi
3
Tarik Ulur Qanun KKR, Menanti Komitmen Zaini-Muzakir
Mei 2012

Berita Terkini

Menurut Anda siapakah yang bakal menjadi gubernur Aceh mendatang?

Polling tidak aktif!

Haba Ulee Kareng

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

Berita Terakhir Dibaca



<Selasa, 22 Mei 2012 Jam 11:15
Sedang diakses oleh 43 orang. Hari ini 252 orang. IP Address Anda 38.107.179.240. Anda pengunjung ke 534765.