Sejak kekalahan yang mengejutkan pada pemilihan umum 2008, sejumlah pemimpin UMNO mengambil sebuah jalan, mengangkat isu rasial dan agama yang sensitif untuk memenangi loyalitas orang Melayu.
Kritikan, misalnya, dilontarkan suratkabar bersirkulasi besar milik UMNO, Utusan Malaysia. Pemberitaan yang kadang menghasut membakar api kebencian rasisme dan agama.
Partai eksklusif dengan komposisi hanya orang Melayu ini memegang kekuasaan sejak 1957, ketika negara ini memperoleh kemerdekaannya. Koalisi Barisan Nasional yang dipimpin UMNO menderita kekalahan terburuk pada pemilihan 2008. Mereka kehilangan lima negara bagian dan dua per tiga kursi di parlemen, yang lari ke Pakatan Rakyat, koalisi tiga partai oposisi yang dipimpin Anwar Ibrahim, mantan wakil ketua UMNO dan kini pemimpin oposisi.
Kekalahan UMNO mungkin disebabkan pemilih China dan India yang minoritas serta kaum miskin Melayu lebih memilih oposisi.
Orang-orang Melayu kota, yang teralinasi karena kemiskinan, pendapatan rendah, dan terus berjuang untuk hidup di tengah keriuhan skema perumahan murah pemerintah, membuang ikatan ras, agama, dan budaya yang sudah bertahan lama dengan UMNO dan memilih Pakatan Rakyat.
Sembilan dari sepuluh pemilih di ibukota Federal jatuh ke Pakatan, yang mengindikasikan tingkat alinasi penduduk kota dengan Barisan Nasional.
Sejak kekalahan itu, UMNO bekerja keras meraih dukungan lagi dengan mengambil sejumlah langkah, termasuk memecat mantan Perdana Menteri Abdullah Badawi dan menggantikannya dengan Najib Razak pada April lalu.
Najib memperoleh popularitas melalui reformasi dan mencoba menyatukan rakyat Malaysia di bawah panji Satu Malaysia. Sementara pemimpin UMNO lainnya mengambil sebuah langkah, mengangkat isu rasial dan agama yang sensitif untuk meraih loyalitas Melayu. Sebagai contoh, wakilnya, Muhyiddin Yassin, mengangkat isu-isu pro-Melayu untuk meraih dukungan Melayu.
Tak jelas apakah Najib terlibat dalam rencana ini. Yang jelas, sudah jatuh banyak korban akibat upaya-upayanya mempersempit jurang kepercayaan, membangun rasa percaya diri, dan meraih dukungan.
“Tujuan strategi ini adalah menggambarkan minoritas China dan India sebagai ancaman bagi ras Melayu, Islam, dan penguasa Melayu,” ujar legislator oposisi Kulasegaran Murugesan. “Mereka ingin memecah-belah dan melemahkan Pakatan dengan mengadu domba satu ras dengan ras lainya” ujarnya kepada IPS. “Mereka menyalakan api kebencian ras dengan harapan orang-orang Melayu, yang memilih Pakatan, akan kembali ke UMNO. Dengan strategi negatif semacam ini mereka berharap tetap berkuasa.”
Sejak pemilihan umum 2008, negara multiras ini terus digoncang oleh demonstrasi di jalan dan perdebatan publik mengenai isu ras dan agama yang jadi berita utama media.
Para legislator oposisi juga menuduh pemerintah federal yang dipimpin Barisan melepaskan tali agen-agen penyelidik negara untuk memaksa mereka menyeberang ke Barisan Nasional. “Agen-agen itu sedang memburu penyihir,” ujar legislator kawakan Lim Kit Siang. “Kami terus diawasi, didesak, dan diganggu untuk melemahkan dan memecah-belah oposisi. Mereka memakai taktik-taktik Gestapo terhadap kami,” ujarnya.
Pada Maret koalisi Barisan Nasional dilaporkan mengatur agar para legislator Pakatan di negara bagian Perak di utara menyeberang, yang meruntuhkan kekuasaan Pakatan. Saat ini Perak dikuasai Barisan Nasional.
Menurut para legislator oposisi, hal yang sama terjadi di Kedah, juga di bagian utara, dan negara bagian Selangor yang jadi pusat ekonomi penting, keduanya dikuasai Pakatan. “Gelombang kebencian ras dan agama, mengatur penggembosan, dan menciptakan ketakutan di antara orang Melayu merupakan sebagian strategi besar UMNO untuk menancapkan kembali cengkeraman mereka di masyarakat,” ujar Kulosegaran.
Kematian misterius Teoh Beng Huat, seorang pembantu politik oposisi, pada Mei lalu, yang sedang diperiksa Komisi Antikorupsi Malaysia, memperlebar perbedaan ras. “Perbedaan ini, perdebatan, dan kegelisahan memberi kesan bahwa Malaysia akan pecah,” ujar seorang ahli politik Denison Jayasooria. “Jika perdebatan lisan itu diabaikan, negara akan stabil dan ekonomi pulih kembali,” ujarnya. “Investasi asing juga diharapkan kembali, tapi debat mengenai ras dan agama mungkin menakutkan para investor jika kelewat batas.”
Di bidang politik, Anwar diserang –agak mirip seperti pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi dari Burma– dengan tuduhan terus-menerus sebagai pengkhianat bagi orang Melayu asli karena mengkhianati kepentingan mereka dan gagal memperjuangkan hak-hak mereka dari “gangguan” non-Muslim.
Faktanya, Anwar, yang pernah didakwa sodomi, dituduh mendahulukan non-Muslim dengan menawarkan hak kesempatan yang sama dan menyetujui bantuan aksi bagi kaum fakir miskin di antara semua ras.
Anwar, yang bilang tuduhan sodomi dilontarkan untuk menghentikannya jadi perdana menteri, harus memperketat keselamatan pribadinya, dan mengingatkan pemerintah agar ‘jangan bermain api’ dengan mencapnya sebagai ‘pengkhianat.’
Sebelum 2008, ada pemerintahan pusat yang kuat dan suara tunggal-dominan dalam diri mantan orang kuat Dr Mahathir Mohamad, perdana menteri Malaysia selama 22 tahun. Rakyat merasa ketenangan.
Setelah pemilihan umum 2008, Malaysia dicengkeram ketegangan, kecenderungan politik yang tak biasa dan menggelisahkan, protes jalanan, dan berbagai suara yang berkoar atas nama rakyat. “Suasananya sekarang kacau; kami sedang belajar demokrasi,” ujar seorang aktivis HAM. “Saya merindukan situasi yang tenang.”***
Berita Terkini
Riswan Metro Dilaporkan ke Panwaslu Simeulue
Senin, 16 April 2012 jam 19:53:40 WIB
Unjukrasa Tolak Kenaikan Harga BBM berlanjut di Banda Aceh
Rabu, 28 Maret 2012 jam 12:37:38 WIB
Ribuan Konstituen Dukung Darmuda
Senin, 12 Maret 2012 jam 15:22:43 WIB
Penumpang Kapal Ditemukan Tewas
Kamis, 08 Maret 2012 jam 17:28:01 WIB
Penetapan Nomor Urut Cagub/Cawagub PA tak Semarak
Kamis, 08 Maret 2012 jam 14:13:19 WIB
Organda Minta Tertibkan Angkutan Liar.
Kamis, 08 Maret 2012 jam 13:16:35 WIB
Haba Ulee Kareng
Di Tapal Batas
ADA begitu banyak pertanyaan sederhana yang bisa kita...
Suci Hati Bersih Jiwa
BELUM lagi kasus heboh Nazaruddin reda, kembali kita...
Lakon Pemimpin
ADU kuat antara Walikota Lhokseumawe Munir Usman dan Wakil...
Millata Abraham
KETIKA masih kanak-kanak, saya biasa membuat jengkel orang...
Boikot Media!
Muhammad SalehPERNYATAAN boikot media yang...
Wartawan Jahat!
Belum sempat trauma penganiayaan wartawan di Simeulu...
Berita Terbaru
Peluru GLM Pencabut Nyawa
Muhamad Daud Hanafiah (58 tahun), penderes getah karet di...
BOM Waktu dari Simeulue
Lima hari tidak beroperasi, ratusan penumpang Kapal KMP...
Partai SIRA Pecah Dukungan Nazar Terbelah
Setelah Ketua Umum DPP Partai SIRA, Taufik Abda...
Ketika SIRA Harus Memilih
Sejumlah petinggi Partai SIRA memilih mundur dari...
Nazar Tawarkan Saya Uang!
Entah berpengaruh atau tidak, yang pasti perseteruan...
SIRA Sudah tak Asin Lagi
Konflik di tubuh Partai SIRA sudah terjadi sejak era...
Berita Terpopuler
Darah Haid Pertanda Penyakit
Hampir separuh populasi wanita dewasa mengalami...
Jangan Sepelekan Keringat Dingin
Kencan pertama atau wawancara kerja merupakan beberapa...
ISTRIKU KABUR DENGAN SEPUPUKU
Manusia kalau selalu diperbudak oleh hawa nafsunya, maka...
Legenda Para Auliya Aceh (5): Raden Fatah: Ujung Tombak Pasai Menaklukkan Majapahit
Bagi masyarakat Hindu-Majapahit, tidak ada tokoh yang...
Mutasi Pati Polri | Inspektur Jenderal Adityawarman Kapolda Aceh
Mabes Polri kembali mengelar mutasi sejumlah perwira...
MEMBANGUN UNIVERSITAS BERKELAS DUNIA
Idealnya, institusi pendidikan tinggi ditujukan tidak hanya...
Berita Terakhir Dibaca
UMNO Nyalakan Api Rasial
PERBEDAAN ras di Malaysia, yang goyah bahkan di masa-masa...
Legenda Para Auliya Aceh (5): Raden Fatah: Ujung Tombak Pasai Menaklukkan Majapahit
Bagi masyarakat Hindu-Majapahit, tidak ada tokoh yang...
ISTRIKU KABUR DENGAN SEPUPUKU
Manusia kalau selalu diperbudak oleh hawa nafsunya, maka...
Robot-robot Kesehatan
Seperti apakah dunia kesehatan di masa depan? Pastinya...
Uang Raib Nyawa Melayang
Seorang toke getah di Aceh Utara, tewas setelah ditembak...
Ini Dia Penemuan Spektakuler Abad 21
Dunia teknologi sudah semakin berkembang,...









