Lanjutan Sidang Deposito Aceh Utara Rp 220 Miliar
Rp 2 Miliar Mengalir Untuk Direktur Bank Mandiri Jalembar
SUASANA sidang hari itu tampak sedikit berbeda dari sidang sebelumnya. Jafaruddin dan rekannya yang biasa setia mendampingi mantan Wakil Bupati Aceh Utara, Syarifuddin tak terlihat di persidangan, Rabu pekan lalu itu. Syarifuddin justeru didampingi kuasa hukumnya Ansharullah Ida SH dari Kantor Pengacara Yahya Alinsa SH.
Ketidakhadiran Jafaruddin, mengundang tanda tanya banyak pihak. Lalu, beredar rumor yang mengaitkan dirinya dengan penerimaan fee Rp 1 miliar lebih dari aliran dana tersebut. Kecuali itu, ketidakhadiran Jafaruddin juga mensahihkan adalah persepsi gonta ganti kuasa hukum dari kedua terdakwa tadi.
Dari pantauan MODUS ACEH terlihat, kedua mantan pejabat Aceh Utara ini, beberapa kali mengantikan dan menambah kuasa hukumnya, baik dari Ilyas A Hamid alias Ilyas Pase maupun Syarifuddin.
Sidang Rabu pekan lalu misalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diwakili Kordono dan dua JPU lainnya, menghadirkan Agus Samsudi, Teler Bank Mandiri Cabang Jalembar sebagai saksi ke PN Banda Aceh. Agus Samsudi, salah satu teler yang mendapat perintah langsung dari Direktur Bank Mandiri Cabang Jalembar, Cahyono Sasongko untuk melakukan pencairan dan pemindahan Deposito Aceh Utara Rp 200 miliar ke Bank Mandiri Bapindo Plaza dan beberapa rekening lainnya.
Dalam kesaksiannya di depan Majelis Hakim PN Banda Aceh, Agus menguraikan, dirinya sempat curiga saat Sasongko menyerahkan slip pencairan (aplikasi umum) dan memintanya untuk mencairkan Deposito milik Pemkab Aceh Utara senilai Rp 200 miliar serta memintanya untuk melakukan pemindahan uang ke Bank Mandiri Bapindo Plaza. “Saya sempat menanyakan kepada Pak Sasongko, karena ada beberapa surat yang tidak lengkap dan dalam aplikasi umum tertera tanda tangan Zulhafni, Bendahara Umum Dearah Aceh Utara. Tapi Sasongko bilang, sudah dapat perintah langsung dari Wakil Bupati, Syarifuddin, ada surat perintahnya,” jelas Agus dalam persidangan.
Apakah saat itu Sasongko mengatakan sesuatu kepada Anda? Misalnya” you lakukan saja, saya tidak mungkin mencelakakan anak buah saya sendiri,” tanya Ketua Majelis Hakim PN Banda Aceh, Arsyad kepada Saksi. Dijawab Agus. “Benar Pak Hakim, sebelumnya saya sempat curiga karena ada beberapa berkas penarikan deposito tersebut tidak lengkap, dan saat saya tayakan kepada Sasongko, dia bilang you lakukan saja. Saya tidak mungkin mencelakakan anak buah saya sendiri,” jawab teler Bank Mandiri Cabang Jalembar tersebut.
Setahu Anda, kapan Aceh Utara mendepositokan uangnya ke Mandiri Jelambar dan siapa yang mendepositokan uang tersebut? tanya hakim. Dijawab Agus. “Setahu saya pada tanggal 4 Februari 2009 yang menempatkan uang Aceh Utara ke Bank Mandiri Jalembar, Syarifuddin dan hal itu saya tahu dari Nurma, teller yang bertugas menempatkan uang deposito tersebut. Dan saya juga melihat Pak Sasongko bolak-balik ke teller Nurma untuk mengurus deposito tersebut,” ungkap Agus.
Persis tanggal 5 Mei 2009, saksi menerima beberapa berkas pencairan dana Deposito Aceh Utara dari Direktur Bank Mandiri Jalembar, Sasongko. Diantaranya, pemindahbukuan atas nama Basri Yusuf, Rp 3,3 miliar, penarikan secara tunai oleh Lista Andriani Rp 3 miliar ( Rp 1 miliar di terima Lista, Rp 2 miliar lagi dititipkan di ruang Sasongko). Dan, hari itu juga terjadi pemindahan uang deposito dari Mandiri Jalembar ke Mandiri Bapindo Plaza.
“Kapan Anda tahu kalau dalam bilied deposito yang dikeluarkan Mandiri Jelambar untuk pencairan dana deposito ada yang berbeda?” tanya Abu Hanifah (hakim anggota) kepada Agus. Lalu dijawab. “Setelah pencairan Pak Hakim. Saya baru melihat berkas tersebut, kok ada yang beda, dan di bilied tersebut ada tanda tangan Cahyono Sasongko selaku direktur. Dan, dalam aplikasi umum juga ada tanda tangan Zulhafni selaku bendahara umum daerah, padahal dia bukan pembuka deposito,” papar Agus menjawab pertanyaan hakim.
“Kenapa kamu tidak memeriksanya sebelum melakukan pencairan, kalau setelah dicairkan ya tidak ada guna lagi. Apa kamu tidak mencocokkan tanda tangan terlebih dahulu? bukankah petugas bank itu harus lebih jeli dan teliti untuk meyakinkan nasabah,” kejar Abu Hanifah. “Awalnya saya sempat curiga Pak Hakim, tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa karena diperintahkan langsung oleh Sasongko, atasan saya. Saat pencairan saya hanya mencocokkan tanda tangan Syarifuddin dengan tanda tangan pembuka deposito, sedangkan tanda tangan Zulhafni saya cocokkan dengan fotocopy KTPnya,” tambah Agus.
Agus juga menjelaskan, tanggal 7 Mei 2009 dia baru tahu kalau Deposito Aceh Utara bobol. Informasi tersebut diketahuinya setelah ada kehebohan di kantornya Bank Mandiri Cabang Pembantu Jalembar, Jakarta Barat. Saat itu, sekira pukul 15 sore waktu Jakarta, sudah ada auditor dan polisi di sana.***
Berita Terkini
Riswan Metro Dilaporkan ke Panwaslu Simeulue
Senin, 16 April 2012 jam 19:53:40 WIB
Unjukrasa Tolak Kenaikan Harga BBM berlanjut di Banda Aceh
Rabu, 28 Maret 2012 jam 12:37:38 WIB
Ribuan Konstituen Dukung Darmuda
Senin, 12 Maret 2012 jam 15:22:43 WIB
Penumpang Kapal Ditemukan Tewas
Kamis, 08 Maret 2012 jam 17:28:01 WIB
Penetapan Nomor Urut Cagub/Cawagub PA tak Semarak
Kamis, 08 Maret 2012 jam 14:13:19 WIB
Organda Minta Tertibkan Angkutan Liar.
Kamis, 08 Maret 2012 jam 13:16:35 WIB
Haba Ulee Kareng
Di Tapal Batas
ADA begitu banyak pertanyaan sederhana yang bisa kita...
Suci Hati Bersih Jiwa
BELUM lagi kasus heboh Nazaruddin reda, kembali kita...
Lakon Pemimpin
ADU kuat antara Walikota Lhokseumawe Munir Usman dan Wakil...
Millata Abraham
KETIKA masih kanak-kanak, saya biasa membuat jengkel orang...
Boikot Media!
Muhammad SalehPERNYATAAN boikot media yang...
Wartawan Jahat!
Belum sempat trauma penganiayaan wartawan di Simeulu...
Berita Terbaru
Peluru GLM Pencabut Nyawa
Muhamad Daud Hanafiah (58 tahun), penderes getah karet di...
BOM Waktu dari Simeulue
Lima hari tidak beroperasi, ratusan penumpang Kapal KMP...
Partai SIRA Pecah Dukungan Nazar Terbelah
Setelah Ketua Umum DPP Partai SIRA, Taufik Abda...
Ketika SIRA Harus Memilih
Sejumlah petinggi Partai SIRA memilih mundur dari...
Nazar Tawarkan Saya Uang!
Entah berpengaruh atau tidak, yang pasti perseteruan...
SIRA Sudah tak Asin Lagi
Konflik di tubuh Partai SIRA sudah terjadi sejak era...
Berita Terpopuler
Darah Haid Pertanda Penyakit
Hampir separuh populasi wanita dewasa mengalami...
Jangan Sepelekan Keringat Dingin
Kencan pertama atau wawancara kerja merupakan beberapa...
ISTRIKU KABUR DENGAN SEPUPUKU
Manusia kalau selalu diperbudak oleh hawa nafsunya, maka...
Legenda Para Auliya Aceh (5): Raden Fatah: Ujung Tombak Pasai Menaklukkan Majapahit
Bagi masyarakat Hindu-Majapahit, tidak ada tokoh yang...
Mutasi Pati Polri | Inspektur Jenderal Adityawarman Kapolda Aceh
Mabes Polri kembali mengelar mutasi sejumlah perwira...
MEMBANGUN UNIVERSITAS BERKELAS DUNIA
Idealnya, institusi pendidikan tinggi ditujukan tidak hanya...
Berita Terakhir Dibaca
Rp 2 Miliar Mengalir Untuk Direktur Bank Mandiri Jalembar
Tanggal 5 Mei 2009, Lista Ariani menarik dana tunai...
Antara Tunda dan Boikot
Pemilukada Gubernur/Wakil Gubernur Aceh, Bupati/Wakil...
Pak Kapolda Hadi Belum Tersentuh
Kasus dugaan penyalahgunaan anggaran beasiswa Unimal...
Belum Ada Tersangka
Ditemui di ruang kerjanya, Rabu pekan lalu sekira pukul...
Dituding Kacang Lupa Kulit
Dua dosen Universitas AlMuslim (Unimus) Matang Glumpang...
Menguji "Taji" Jenderal Iskandar
Sepanjang Januari hingga November 2011, aksi kriminalitas...









