Maulana Ridha, Aktivis Mahasiswa Unsyiah
Rektor Unsyiah Harus Gentleman!
Sebagai aktivis kampus, Maulana mengaku gerah jika Kampus Unsyiah mulai di “kotori” dengan gerakan politik praktis. Misalnya, “kampanye” terselubung, diselinggi puja-puji melalui pentas seni. Tentu saja, terkait dengan kemunculan Darni sebagai kandidat Gubernur Aceh. Nah, apa saja kata Maulana Ridha? Berikut penuturanya kepada MODUS ACEH.
Apa alasan Anda, sehingga mendirikan posko?
Dalam kontek sekarang, kita sangat kecewa ketika Kampus (Unsyiah) tidak lagi menjadi penyeimbang. Kampus sebenarnya harus kredibel, kalau kondisi kampus seperti sekarang ini, masyarakat jadi bingung ketika melihat kondisi sekarang. Seharusnya kampus menjadi penyeimbang dalam kontek politik Pilkada Aceh.
Lalu?
Saat ini, masyarakat menilai Unsyiah sudah jadi pemain. Dan itu jelas karena posisi rektor itu sendiri, yang maju sebagai calon Gubernur Aceh pada Pilkada 2012. Nah, ketika kampus tidak lagi sebagai penyeimbang itulah, kami merasa sudah dilukai nilai-nilai independensi kampus itu sendiri.
Maksud Anda?
Begini, selama ini kampus memiliki peran sebagai penyeimbang politik yang terjadi di luar kampus. Apa jadinya jika Rektor justeru tampil sebagai pemain? Dimana misi dan peran penyeimbang itu?
Tapi, itukan hak politik dan demokrasi setiap personal?
Benar, tapi pilihan paling bijak adalah, mundur dulu secara jantan atau gentleman. Soal Pak Rektor maju sebagai kandidat itu tak soal. Tapi, jangan gunakan kampus dan lembaga Unsyiah untuk memuluskan gerakan politik praktis.
Contohnya?
Ya, Anda lihat sendiri saat Dies Natalis lalu. Melalui tarian seudati, gerakan politik itu dilakukan. Ini yang kami tidak suka. Kalau diluar kampus, silahkan saja. Jadi, saya bukan tidak setuju Pak Rektor maju, tapi tidak sepaham melakukan politik praktis di kampus. Terlalu murah lembaga ini nantinya.
Jika berhasil, tentu Unsyiah akan lebih baik?
Idealnya seperti itu. Tapi, sejarah telah menjawabnya. Jika menang syukur, tapi jika Pak Prof Darni kalah, tentu citra Unsyiah akan ada persoalan.
Kapan posko mahasiswa Unsyiah itu didirikan?
Sebelum kita dirikan posko, ada kekecewaan yang sangat besar pada acara Dies Natalis Unsyiah ke-50 tahun. Pada malam kesenian di AAC Dayan Daod, Senin malam, 28 November 2011, salah satu panggung seni adalah Seudati. Nah, syair Seudati itu sangat menjurus. Kata-katanya sangat vulgar dengan menyatakan Darni pantas jadi Gubernur.
Tapi, itukan wajar?
Tentu, jika di luar kampus. Menjadi tidak wajar bila di dalam kampus. Kami berpikir itu tidak tepat disampaikan pada acara seperti itu, karena acara Dies Natalis merupakan hal dan kewajiban seluruh civitas akademika kampus, bukan orang per orang dan kelompok.
Itu saja?
Dalam pesan seni itu juga disampaikan bawah, pasangan Darni merupakan jantong rakyat Aceh. Kenapa tidak disorot soal akreditasi kampus Unsyiah yang masih C atau kenapa tidak dikisahkan saja bahwa Unsyiah sekarang ini belum ada pagar? Padahal uang mahasiswa banyak. Sebenarnya Seudati itu ngomong soal kritik sosial, bukan membicarakan Darni secara personal karena itu acara Unsyiah, bukan acara Darni.
Sikap Anda?
Karena kami tidak suka politisasi kampus seperti itu, maka kami keluar dan melakukan orasi malam itu juga.
Selama Darni menjabat Rektor, apa kemajuan Unsyiah?
Yang jelas akreditasi juga ikut mempengaruhi akuntabilitas kampus. Asesor akreditasi juga melihat kondisi kampus yang sebenarnya, layak atau tidak diberi nilai C. Kalau kita lihat kepemimpinannya saat ini memang tidak berbuat apa-apa. Bangunan yang ada dibangun oleh donatur, akuntabilitas Unsyiah ketika kita buka di website enggak ada, transparansi anggaran juga tidak ada. Kalau universitas luar itu ada, berapa dana masuk, berapa SPP? Semua bisa diakses mahasiswa. Unsyiah tidak ada.
Itu saja?
Awalnya kami tidak ambil pusing, tapi karena kami lihat logo Unsyiah dan kami dituding oleh beberapa mahasiswa kampus lain bahwa kami dianggap pendukung Darni. Padahal, kami hanya sekedar hubungan antara Rektor dengan mahasiswa, tapi klaim ini yang membuat kami resah.
Pelesetan bahasa politik diluar sudah terjadi?
Ya, inilah yang terjadi sekarang ini bahwa kampus lain menilai mahasiswa Unsyiah pendukung Rektor dan Unsyiah dimata mereka bukan sebagai penyeimbang lagi, begitu kesan diluar.
Itukan biasa?
Benar, jika Darni bukan Rektor dan hanya dosen biasa. Sebenarnya tidak berpengaruh, namun karena posisi Darni sebagai rektor, jabatannya itu masih melekat dan anak buahnya juga ikut secara politis.
Apa target posko mahasiswa ini?
Sebenarnya posko ini kami dirikan hanya dengan empat orang. Kami coba bicara bahwa ada persoalan di kampus. Selama ini adem-ayem saja, ketika melihat PR II dan PD III mengantar salinan KTP pendukung untuk Darni. Malah, kami cuek saja. Sebenarnya itu tamparan bagi kami mahasiswa Unsyiah.
Kenapa?
Pegawai Negeri Sipil (PNS) kan tidak boleh terlibat, karena itu sudah masuk ke ranah politik.
Apakah ada intimidasi setelah mendirikan posko?
Mereka melihat serius, buktinya mereka membongkar paksa posko ini. Kemudian PD III datangi saya. Dia bilang ini kumuh, beliau minta posko ini dipindahkan ke Stadion Mini. Tapi, setelah dibongkar, 20 menit kemudian kami dirikan lagi dengan puluhan mahasiswa, karena kami menilai mereka anti kritik.
Perlakuan lain?
Kami juga disorot oleh orang dengan lampu mobil sekitar jam tiga malam. Kami juga difoto-foto, kemudian ada yang ngembel-ngembel sepeda motor.
Siapa orangnya?
Kami tidak tahu siapa orangnya karena sudah jam tiga malam, tapi kami tahu mereka sorot posko mahasiswa.
Jika pihak Unsyiah tidak merespon?
Kami tidak punya kekuatan, yang ada hanya kapital sosial. Kami bisa membuat surat kepada Mendiknas, kemudian posko ini yang ngomong bahwa Unsyiah ada persoalan. Kami sudah merencanakan, kalau Darni juga tidak mundur dari Rektor, akan kami surati Mendiknas, karena yang kami inginkan politik jangan masuk ke kampus, jika ada politik di kampus silakan keluar. Pak Rektor harus jantan atau gentleman!***
Berita Terkini
Riswan Metro Dilaporkan ke Panwaslu Simeulue
Senin, 16 April 2012 jam 19:53:40 WIB
Unjukrasa Tolak Kenaikan Harga BBM berlanjut di Banda Aceh
Rabu, 28 Maret 2012 jam 12:37:38 WIB
Ribuan Konstituen Dukung Darmuda
Senin, 12 Maret 2012 jam 15:22:43 WIB
Penumpang Kapal Ditemukan Tewas
Kamis, 08 Maret 2012 jam 17:28:01 WIB
Penetapan Nomor Urut Cagub/Cawagub PA tak Semarak
Kamis, 08 Maret 2012 jam 14:13:19 WIB
Organda Minta Tertibkan Angkutan Liar.
Kamis, 08 Maret 2012 jam 13:16:35 WIB
Haba Ulee Kareng
Di Tapal Batas
ADA begitu banyak pertanyaan sederhana yang bisa kita...
Suci Hati Bersih Jiwa
BELUM lagi kasus heboh Nazaruddin reda, kembali kita...
Lakon Pemimpin
ADU kuat antara Walikota Lhokseumawe Munir Usman dan Wakil...
Millata Abraham
KETIKA masih kanak-kanak, saya biasa membuat jengkel orang...
Boikot Media!
Muhammad SalehPERNYATAAN boikot media yang...
Wartawan Jahat!
Belum sempat trauma penganiayaan wartawan di Simeulu...
Berita Terbaru
Peluru GLM Pencabut Nyawa
Muhamad Daud Hanafiah (58 tahun), penderes getah karet di...
BOM Waktu dari Simeulue
Lima hari tidak beroperasi, ratusan penumpang Kapal KMP...
Partai SIRA Pecah Dukungan Nazar Terbelah
Setelah Ketua Umum DPP Partai SIRA, Taufik Abda...
Ketika SIRA Harus Memilih
Sejumlah petinggi Partai SIRA memilih mundur dari...
Nazar Tawarkan Saya Uang!
Entah berpengaruh atau tidak, yang pasti perseteruan...
SIRA Sudah tak Asin Lagi
Konflik di tubuh Partai SIRA sudah terjadi sejak era...
Berita Terpopuler
Darah Haid Pertanda Penyakit
Hampir separuh populasi wanita dewasa mengalami...
Jangan Sepelekan Keringat Dingin
Kencan pertama atau wawancara kerja merupakan beberapa...
ISTRIKU KABUR DENGAN SEPUPUKU
Manusia kalau selalu diperbudak oleh hawa nafsunya, maka...
Legenda Para Auliya Aceh (5): Raden Fatah: Ujung Tombak Pasai Menaklukkan Majapahit
Bagi masyarakat Hindu-Majapahit, tidak ada tokoh yang...
Mutasi Pati Polri | Inspektur Jenderal Adityawarman Kapolda Aceh
Mabes Polri kembali mengelar mutasi sejumlah perwira...
MEMBANGUN UNIVERSITAS BERKELAS DUNIA
Idealnya, institusi pendidikan tinggi ditujukan tidak hanya...
Berita Terakhir Dibaca
Rektor Unsyiah Harus Gentleman!
Maulana Ridha, merupakan satu dari ribuan mahasiswa Unsyiah...
Saya Memilah Urusan Kampus dan Politik
Ditemui MODUS ACEH, Kamis pekan lalu, Rektor Unsyiah Prof...
SEJARAH MELAYU DALAM HIKAYAT RAJA PASAI
Dalam sejarah panjang Rantau Melayu, Aceh Darussalam telah...
Mengurangi Kemacetan Lalu Lintas di Banda Aceh
Banda Aceh sebagai ibukota Provinsi Nanggroe Aceh...
BAP Dicabut Majelis Hakim Tersulut
LANGKAH Ilyas A Hamid atau akrab disapa Tgk Ilyas Pase,...
Tuduhan Kepada Tgk Liyah Masih Kabur
TERPIDANA Yunus Gani Kiran, Basri Yusuf, Lista Andriani dan...









