HAMPIR SATU JAM ngutak-ngatik toko souvenir khas Aceh di Kawasan Peunayong, Kota Banda Aceh, Yuli terlihat gundah. Raut kekecewaan jelas tersirat dari akuntan salah satu perusahaan rokok nasional tersebut. Bagaimana tidak, dari tiga toko yang menjual souvenir khas Aceh, ternyata tidak ada satu barang pun yang benar-benar melekat di hatinya untuk dijadikan buah tangan. Padahal, niat membeli oleh-oleh itu telah direncanakannya dari jauh-jauh hari lalu. “Souvenir yang ditawarkan terlalu kaku,” nilai Yuli.
Ditengah keputus-asaan, salah seorang rekannya lantas menawarkan Yuli kaos khas Aceh dengan desain lucu dan unik. Kaos merek MR Piyoh Aceh yang bermaterikan kata-kata dalam keseharian masyarakat Aceh itu, tak disangka justru membuat Yuli jatuh hati. “Desainnya kreatif dan unik,” ujar Yuli serius. Selain unik, menurut Yuli, bahan yang ditawarkan juga tak kalah bagus dengan kaos yang dijual di distro-distro untuk “anak baru gede” (abg).
MR Piyoh Aceh adalah salah satu outlet atau gerai yang menjual berbagai pernak pernik berupa kaos, pin dan stiker bordir khas Aceh. Meski tergolong pemain baru dalam usaha kaos khususnya di Banda Aceh, bukan berarti MR Piyoh tak mampu bersaing dengan merek yang sudah lebih dulu ada. Sebaliknya kian hari, omzet MR Piyoh terus meningkat seiring bertambahnya permintaan.
MR Piyoh sendiri didapuk sebagai merek baju plus nama toko usahanya yang diperoleh dari kombinasi dua bahasa. Yakni, MR (mister) adalah bahasa Inggris sedangkan Piyoh yaitu bahasa Aceh. Bila mana di Indonesiakan maka berarti “Silahkan Mampir Tuan”.
CANG Panah, Hana Peng Hana Inong, Jak lom U Banda adalah beberapa kalimat yang lazim terdengar dalam keseharian masyarakat Aceh dan diwujudkan MR Piyoh kedalam kaos-kaos yang ditawarkannya. Tentunya dengan desain yang menarik dan kreatif. Tak heran, kaos ke Aceh-an ini banyak variasi dan seperti mengandung gaya magnet, sehingga bila kita memandangnya sekilas, langsung muncul naluri untuk memilikinya.
Menurut Nur Fadli-pemilik outlet MR Piyoh Aceh, usaha kaos yang baru didirikannya empat bulan lalu di Banda Aceh ini memang untuk menyasar wisatawan baik lokal maupun luar, terutama kaum muda yang ingin mendapatkan souvenir khas Aceh dalam bentuk berbeda. Tak heran, Fadli menjual produk kaos hanya pada dua gerai miliknya, yakni MR Piyoh Aceh yang terletak di Jalan T. Iskandar, Nomor 20, Ulee Kareng, Banda Aceh dan Jalan Sulthan Hasanuddin Kota Atas, Sabang.
Di Banda Aceh sendiri, tak sulit untuk menuju ke gerai milik Fadli. Hal ini karena letaknya persis di sebelah Warung Kopi Jasa Ayah Solong yang sudah cukup terkenal seantero Kota Banda Aceh ini.
Fadli mengaku, awal berdirinya usaha MR Piyoh Aceh ini bermula dari ide membuat sesuatu yang beda untuk ditawarkan kepada masyarakat, khususnya wisatawan yang berkunjung ke Aceh. Maklum, selama ini souvenir khas Aceh yang ditawarkan, terutama kaos, terkesan kaku dan hanya itu-itu saja. Alhasil, usaha yang berkembang melalui bisnis keluarga ini terus maju pesat dengan omzet puluhan juta rupiah tiap bulannya. “Alhamdulillah keuntungan yang didapat, kalau dihitung dari rata-rata omzet penjualan souvenir setiap harinya,” ujar dosen Ilmu Kelautan Unsyiah ini.
Kaos produk MR Piyoh motifnya bervariasi sesuai jenis sablonannya. Jenis sablon ada yang berbentuk huruf timbul, mengkilat dan warnanya memancar di malam hari. “Jenis-jenis sablon banyak kita gunakan mulai dari yang rubber (karet), foam (busa), colorful (warna-warni) ada juga yang sablonnya tebal seperti karet. Jadi macam-macam tergantung desain yang kita buat,” ungkap lulusan S2 Jerman ini.
Baju kaos sablon bermerek MR piyoh Aceh dipatok mulai dari Rp 75000 sampai Rp 85000, tergantung jenis bahannya. Memang peminat lebih banyak pendatang dari luar Aceh yang khusus membeli untuk oleh-oleh.
Memang, menurut Nur Fadli, omzet yang diterima sementara ini lebih banyak di Sabang, dikarenakan di sana lebih banyak wisatawannya, baik wisatawan manca Negara, nasional maupun lokal. “Lagipula yang di Sabang sudah berdiri sejak lama yakni pada tahun 2008 silam, sehingga sudah dikenal, makanya omzet penjualan lebih banyak disana,” ungkap ayah satu anak ini.
Tak heran, karena di Banda Aceh tergolong baru, lelaki berkacamata ini mengaku sedang gencar-gencarnya melakukan promo. Salah satunya melalui ajang pameran yang diadakan oleh pemerintah. Menurut Nur Fadli, ia tidak sendiri dalam menciptakan ide mendesain gambar di kaos, karena ada dua orang yang membantunya, yakni famili dekatnya. Menariknya, selain menjual produk sendiri, Fadli juga menerima pesanan sablon baju kaos, baik skala besar maupun kecil.
Meski untuk skala kecil, Fadli membatasinya dengan pesanan minimal dua lusin. “Tidak mungkin kita terima pesanan sablon satu-satu karena cetaknya bukan di sini tetapi di Bandung,” jelas lulusan Institut Pertanian Bogor ini.
Kenapa harus mencetak di luar? Menurut Fadli hal itu karena hasil cetakannya lebih baik dan murah tentunya. Lagipula, baju yang di jual maupun pesanan itu bukan di cetak melalui mesin tetapi secara manual.
Hanya itu? Nanti dulu. Meski produk kaos milik Fadli sudah berkembang pesat, tak berarti ia cepat puas. Untuk itu menurut penjelasan pria asli Sabang ini, dalam waktu dekat, ia berniat untuk mengembangkan baju Batik Aceh dengan motif-motif moderen. “Saya berniat ingin membuat desain baju Batik Aceh dengan motif-motif modern dan kekinian sesuai modis pasar,” ujar Suami dari Emma Maisaroh ini.
Untuk itu, Fadli berharap, agar pemerintah, dapat memperhatikan dan memberikan bantuan modal untuk mengembangkan Unit Kegiatan Masyarakat (UKM) miliknya. Selain bantuan promo tentunya. Hal itu dikarenakan objek kaos miliknya secara tidak langsung turut mempromosikan wisata yang ada di Aceh. Bukan hanya miliknya saja, namun juga untuk pengusaha lainnya.***
Berita Terkini
SBY Meneliti Model Lelang Jabatan ala Jokowi
14 jam 04 menit yang lalu
Venezuela Krisis Tisu Toilet
16 jam 54 menit yang lalu
POLITISI PARTAI ACEH : ADA KESAN PEMERINTAH PUSAT PAKSA ACEH UBAH BENDERA
16 jam 52 menit yang lalu
Ayah Fatin tak Masalah Anaknya Dikabarkan Dekat dengan Mikha
Kemarin, jam 16:47:03 WIB
Mahasiswa Trisakti Desak SBY Usut Tuntas Tragedi Mei 98
Kemarin, jam 16:39:26 WIB
Rafsanjani Dilarang Ikut Pemilihan Presiden Iran
Kemarin, jam 16:34:25 WIB
Yakinkah Anda Pemilu Legislatif 2014 Akan Aman?
Haba Ulee Kareng
Mastermind
JUMAT, 26 April 2013, bumi Serambi Mekkah, kembali...
Di Tapal Batas
ADA begitu banyak pertanyaan sederhana yang bisa kita...
Suci Hati Bersih Jiwa
BELUM lagi kasus heboh Nazaruddin reda, kembali kita...
Lakon Pemimpin
ADU kuat antara Walikota Lhokseumawe Munir Usman dan Wakil...
Millata Abraham
KETIKA masih kanak-kanak, saya biasa membuat jengkel orang...
Boikot Media!
Muhammad SalehPERNYATAAN boikot media yang...
Berita Terbaru
Bunin, Agama dan Keterasingan Sosial
Semua perlengkapan yang akan dimasak harus dibawa secara...
Kota Madani Ternoda Syahwat
Hari ini, 22 April 2013, Kota Banda Aceh berusia 808 tahun....
Anggota Menangkap Kepala Melepas
Tebang pilih terhadap pelaku maksiat di Banda Aceh, masih...
Perempuan Tahu Pelakunya
Hampir satu dari lima perempuan pernah mengalami kekerasan...
Pekerjaan tak Tuntas, Tagihan Diajukan
Rapat membahas tentang hasil kemajuan fisik pekerjaan...
Secara Aturan dan Prosedur Salah!
Usai menjamu sejumlah tamu, Kepala Badan Penanggulangan...
Berita Terpopuler
Darah Haid Pertanda Penyakit
Hampir separuh populasi wanita dewasa mengalami...
Jangan Sepelekan Keringat Dingin
Kencan pertama atau wawancara kerja merupakan beberapa...
ISTRIKU KABUR DENGAN SEPUPUKU
Manusia kalau selalu diperbudak oleh hawa nafsunya, maka...
Legenda Para Auliya Aceh (5): Raden Fatah: Ujung Tombak Pasai Menaklukkan Majapahit
Bagi masyarakat Hindu-Majapahit, tidak ada tokoh yang...
Mutasi Pati Polri | Inspektur Jenderal Adityawarman Kapolda Aceh
Mabes Polri kembali mengelar mutasi sejumlah perwira...
MEMBANGUN UNIVERSITAS BERKELAS DUNIA
Idealnya, institusi pendidikan tinggi ditujukan tidak hanya...
Berita Terakhir Dibaca
MR. Piyoh Aceh Punya Kaos
Berawal dari coba-coba, usaha kaos souvenir MR. Piyoh milik...
Anggota Menangkap Kepala Melepas
Tebang pilih terhadap pelaku maksiat di Banda Aceh, masih...
Saya Tunggu Pak Mawardi
Illiza menolak pinangan beberapa calon Walikota yang...
Mewujudkan Politik Bermoral (Otokritik Kepada Partai Politik Islam)
Dalam Al Qur-an memang tidak ditemukan kata siyasah secara...
Menyusuri Jejak Perjuangan Cut Nyak Meutia: Perkawinan yang Gagal Akibat Konflik Batin
Menjelang dewasa Cut Nyak Meutia menjadi gadis yang tumbuh...
Legenda Para Auliya Aceh (7): Pati Unus: Dari Jawa Memerangi Portugis Membela Pasai
Nama asli Pati Unus adalah Raden Maulana Abdul Qadir bin...









