Turnamen Sepak Bola Portujal Cup 2011
Dari Ulee Jalan Untuk Lhokseumawe
Bermodal pengeras suara (sound sistem) tua seadanya. Adi Rahul, tak henti-hentinya berbicara. Seperti siaran langsung di televisi dan radio, pemuda ini terus saja berkomentar.
Sesekali, suara Adi nyaris tak terdengar. Maklum, kabel pengeras suara terinjak penonton. “Maaf, jangan injak kabel nanti micknya mati. Ya, bola kini berada di depan gawang. Dan, goool, goollllll,” begitu teriak Adi. Tanpa dikomando, serentak penonton memberi aplus dengan tepuk tangan dan yel,,,yel. Sementara, penonton begitu patuh dan disiplin.
Berbeda dengan turnamen serupa di beberapa tempat. Saat gawang kebobolan, para pendukung masing-masing tim, sontak masuk ke dalam lapangan. “Alhamudillah, penonton di sini sangat pengertian. Saat adu finalti pun, mereka tak mau masuk ke lapangan. Inilah yang membuat kami bangga,” kata Ketua Panitia Turnamen Sepak Bola Portujal Cup 2011, Muzakir MA didampingi wakilnya, Iyos.
Sore itu, Kamis (29/12), lapangan seukuran 55x85 meter di bibir pantai Desa Ulee Jalan, Kota Lhokseumawe ramai disatroni warga kota itu. Termasuk Muhammad Saleh, SE, Sekretaris Umum KONI Aceh yang juga Pengprov PSSI Aceh, Bidang Promosi dan Media. Maklum, di sana sedang digelar hajatan bertajuk: Turnamen Sepak Bola antar Klub. Yang punya hajat adalah Persatuan Olahraga Taruna Ule Jalan (Portujal) Lhokseumawe.
Kehadiran Saleh, begitu putra kelahiran Gampong Jawa Lama, Lhokseumawe ini disapa, atas inisiatif sahabat dekatnya Suhailul Badli alias Alol. Saat konflik lalu, Alol bersama Kamaruzzaman (Ampon Man) dan Faisal Putra Cs, merupakan pemuda Lhokseumawe yang meloncat pagar Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, tanggal 4-8 1999 silam. Tujuannya, mencari suaka politik ke negeri kincir angin tersebut.
Kini, Alol aktif bergerak dalam usaha jasa transportasi dan kontraktor di Lhokseumawe. “Saya bawa Saleh ke sini, bukan semata-mata karena dia calon Walikota Lhokseumawe, tapi karena dia perhatian dengan dunia olahraga. Tak hanya di Lhokseumawe tapi juga Aceh. Lihat saja, sudah satu minggu turnamen ini dilaksanakan oleh kawan-kawan di Ulee Jalan, tak ada satupun pejabat Pemko maupun pengurus olahraga Lhokseumawe yang datang. Dia anak Lhokseumawe dan banyak kawan di sini,” kritik Alol.
Kembali ke soal turnamen sepak bola. Kejuaraan tersebut diikut oleh 32 klub sepak bola di Kota Lhokseumawe bahkan Aceh Utara. Sayang, aktivitas positif kaum muda tersebut, tak mendapat perhatian serius dari Pemko Lhokseumawe. Ini dibuktikan dengan tak keluarnya bantuan dana serta kehadiran sejumlah pemangku olahraga di kota itu. “Katakanlah ini turnamen antar kampung, tapi kehadiran bapak-bapak itu dapat menambah semangat kami untuk terus berbuat dan berkarya terus untuk kaum muda di kota ini,” Muzakir MA, Sekretaris Panitia Penyelenggara Portujal FC kepada media ini.
Masih kata Muzakir, turnamen yang mereka laksanakan bertujuan untuk mendidik, membina dan melahirkan bibit sepak bola di Kota Lhokseumawe. Kecuali itu, untuk meningkatkan komunikasi antar pemuda kota tersebut. Karena itulah, turnamen tadi dilaksanakan dengan jadwal tanding yang panjang. Mulai, 24 Desember 2011 hingga 27 Januari 2012 mendatang.
Ada 32 klub dari Lhokseumawe dan Aceh Utara yang berlaga. Diantaranya Inpres Jaya FC, Atjeh FC, Portujal FC E, R Sampurna, Putra P Inpres, PSBP, Legos FC, Portujal FC D, PSSP Pertamina, Bestu FC, Sabada Paya Punteut, LSM Gempa, Persia, GUN’S FC, Portujal FC C, Alwalad, Rebti Aswaja, Sniper FC, Garuda K, HBL City, Kenari, Ranto Paya Bili, Portujal FC B, PPNI, Lingka FC Unimal, RJ Batee, Hom Hai FC, P. Cilik, Univ. SR Mekah, BJ Laut, Portujal FC A dan Chiken Teumpok Teungoh. “Padahal, kami sudah mengirim undangan kepada Walikota dan Wakil Walikota Lhokseumawe untuk membuka turnamen ini, tapi mereka tak hadir,” sebut Muzakir MA.
Menurut Sekretaris Panitia Turnamen, Iyos, mereka menggunakan sistem gugur dan menghabiskan anggaran sekitar 30 juta rupiah. Begitupun, jumlah dana tersebut, diperoleh dari swadaya dan bantuan sponsor. Sementara, proposal bantuan yang disampaikan kepada Pemko Lhokseumawe hingga kini tak cair alias tidak ada realisasi. “Tapi kami jalan terus. Kami berharap kompetisi ini terus berlanjut, jangan hanya kali ini saja. Sehingga diharapkan dari turnamen ini akan lahir kader sepak bola Kota Lhokseumawe,” harap Muzakir MA.
Entah karena peserta turnamen adalah tim tangguh yang ada di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara atau warga kota ini haus tontonan olahraga, khususnya sepak bola. Yang jelas saban sore, lapangan di bibir pantai tersebut, ramai didatangi warga. Itu sebabnya, Muhammad Saleh, memberi apresiasi dan penghormatan kepada panitia, khususnya pemuda Desa Ulee Jalan. “Sejujurnya, saya bangga dengan kawan-kawan. Dengan keterbatasan dana dan minimnya perhatian Pemko Lhokseumawe, mereka bisa sukses menggelar turnamen sebesar ini. Mereka kawan dan sahabat saya di SMP dan SMA lalu,” ucap Saleh.
Dia berharap, turnamen serupa dapat dibina secara serius Pemko Lhokseumawe. Ini dimaksudkan agar prestasi olahraga di kota yang pernah dijuluki petro dolar tersebut, dapat bangkit dan berprestasi kembali. “Sebagai putra Lhokseumawe, saya sedih dengan hasil Porda (Porprov) 2010 lalu di Bireun. Bayangkan, mayoritas atlet prestasi Lhokseumawe hengkang ke Aceh Utara sehingga bisa juara umum. Ini salah satu indikasi kalau pembinaan olahraga di Lhokseumawe kurang mendapat perhatian. Insya Allah, jika saya dipercaya sebagai Walikota Lhokseumawe pada Pemilukada mendatang, kita akan benahi lebih baik lagi,” ungkap Saleh. Semoga.***
Berita Terkini
Riswan Metro Dilaporkan ke Panwaslu Simeulue
Senin, 16 April 2012 jam 19:53:40 WIB
Unjukrasa Tolak Kenaikan Harga BBM berlanjut di Banda Aceh
Rabu, 28 Maret 2012 jam 12:37:38 WIB
Ribuan Konstituen Dukung Darmuda
Senin, 12 Maret 2012 jam 15:22:43 WIB
Penumpang Kapal Ditemukan Tewas
Kamis, 08 Maret 2012 jam 17:28:01 WIB
Penetapan Nomor Urut Cagub/Cawagub PA tak Semarak
Kamis, 08 Maret 2012 jam 14:13:19 WIB
Organda Minta Tertibkan Angkutan Liar.
Kamis, 08 Maret 2012 jam 13:16:35 WIB
Haba Ulee Kareng
Di Tapal Batas
ADA begitu banyak pertanyaan sederhana yang bisa kita...
Suci Hati Bersih Jiwa
BELUM lagi kasus heboh Nazaruddin reda, kembali kita...
Lakon Pemimpin
ADU kuat antara Walikota Lhokseumawe Munir Usman dan Wakil...
Millata Abraham
KETIKA masih kanak-kanak, saya biasa membuat jengkel orang...
Boikot Media!
Muhammad SalehPERNYATAAN boikot media yang...
Wartawan Jahat!
Belum sempat trauma penganiayaan wartawan di Simeulu...
Berita Terbaru
Peluru GLM Pencabut Nyawa
Muhamad Daud Hanafiah (58 tahun), penderes getah karet di...
BOM Waktu dari Simeulue
Lima hari tidak beroperasi, ratusan penumpang Kapal KMP...
Partai SIRA Pecah Dukungan Nazar Terbelah
Setelah Ketua Umum DPP Partai SIRA, Taufik Abda...
Ketika SIRA Harus Memilih
Sejumlah petinggi Partai SIRA memilih mundur dari...
Nazar Tawarkan Saya Uang!
Entah berpengaruh atau tidak, yang pasti perseteruan...
SIRA Sudah tak Asin Lagi
Konflik di tubuh Partai SIRA sudah terjadi sejak era...
Berita Terpopuler
Darah Haid Pertanda Penyakit
Hampir separuh populasi wanita dewasa mengalami...
Jangan Sepelekan Keringat Dingin
Kencan pertama atau wawancara kerja merupakan beberapa...
ISTRIKU KABUR DENGAN SEPUPUKU
Manusia kalau selalu diperbudak oleh hawa nafsunya, maka...
Legenda Para Auliya Aceh (5): Raden Fatah: Ujung Tombak Pasai Menaklukkan Majapahit
Bagi masyarakat Hindu-Majapahit, tidak ada tokoh yang...
Mutasi Pati Polri | Inspektur Jenderal Adityawarman Kapolda Aceh
Mabes Polri kembali mengelar mutasi sejumlah perwira...
MEMBANGUN UNIVERSITAS BERKELAS DUNIA
Idealnya, institusi pendidikan tinggi ditujukan tidak hanya...
Berita Terakhir Dibaca
Dari Ulee Jalan Untuk Lhokseumawe
Untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan, Pemuda Desa...
Insya Allah, Kita Benahi!
Sorot matanya tajam. Sesekali mulutnya bergerak, terutama...
Masih Keluar-Masuk di Eksekutif
Ada 32 Rancangan Qanun (Raqan) yang masih belum siap...
Siapa Muhammad Saleh?
Lahir dari keluarga sederhana di Kawasan Kampung Jawa Lama,...
Pupus Duka Saat Bertemu Keluarga
Setelah tujuh tahun dinyatakan hilang akibat bencana gempa...
Panas Dingin Tersengat Perkara Lama
Perusahaan Listrik Negara (PLN) berencana membangun...









