Muhammad Saleh, SE:
Insya Allah, Kita Benahi!
Kamis pekan lalu, Sekretaris Umum KONI Aceh ini begitu menikmati pertandingan sepak bola antar klub yang dilaksanakan Persatuan Olahraga Taruna Ulee Jalan (Portujal) Lhokseumawe. Atas undangan sahabatnya yang juga panitia pelaksana, Saleh begitu dia akrab disapa, ikut menyaksikan turnamen tersebut.
Usai laga tanding hari itu, Saleh mengaku menaruh hormat dan memberi acungan jempol kepada Pemuda Desa Ulee Jalan. Maklum, ditengah minimnya perhatian Pemko Lhokseumawa terhadap olahraga prestasi, masih ada sejumlah pemuda yang mau peduli. “Sejujurnya, bukan karena mereka teman dan sahabat saya, tapi karena mereka mau berbuat. Saya salut dan bangga pada mereka,” kata Saleh.
Lantas, apa pendapat Saleh tentang pembinaan aktivitas olahraga di Kota Lhokseumawe? “Banyak faktor, salah satunya dana. Tapi, itu bukan satu-satunya alasan. Komitmen pengurus cabang olahraga dan pimpinan daerah, menjadi kunci utama untuk meraih prestasi. Insya Allah, jika saya terpilih sebagai Walikota Lhokseumawe mendatang, kita akan benahi. Saya punya resep untuk itu,” ucap Saleh sambil tertawa. Nah, apa saja katanya? Berikut petikan wawacarannya dengan MODUS ACEH, Jumat pekan lalu di Lhokseumawe.
Anda ikut hadir dan menyaksikan turnamen sepak bola yang digelar Pemuda Ulee Jalan. Kenapa?
Oh, itu sudah hobi dan habitat saya sejak dulu. Jelek-jelek begini saya juga pernah jadi pemain sepak bola walaupun antar kampung. Ha,ha,ha.
Dimana Anda dulu berlatih?
Di pinggir laut Kampung Jawa Lama. Kami tak ada lapangan rumput. Bila air laut surut, kami bermain bola kaki. Pernah kaki saya terkena pecahan kaca karena banyak sampah. Ha,ha,ha.
Saat turnamen Muara Dua Cup, Anda juga hadir ke sana?
Tentu, dimana pun ada turnamen atau event olahraga di Aceh, jika saya diundang dan punya waktu, pasti saya hadir.
Apa karena posisi Anda sebagai Sekretaris Umum KONI Aceh?
Tidak juga. Hanya saya suka saja. Tapi, memang ada pesan dari Ketua Umum KONI Aceh, H. Zainuddin Hamid (Let Bugeh) agar Pengurus KONI Aceh peka dengan perkembangan dunia olahraga Aceh. Bukan hanya sepak bola.
Itu sebabnya, Anda bersedia menghentikan perjalanan bila ada turnamen apapun?
Begitulah. Saat saya ke Lhokseumawe misalnya, di Meuredu atau Bireun ada kejuaraan bola atau voli ball, diam-diam tetap saya berhenti dan saksikan. Mereka kadang-kadang tidak tahu saya Sekum KONI Aceh dan harus beli tiket juga. Ha,ha,ha.
Baik, apa pendapat Anda tentang perkembangan olahraga di Lhokseumawe?
Luar biasa! Lhokseumawe itu sebenarnya gudang atlet berprestasi. Tapi, kurang mendapat pembinaan yang serius. Termasuk kurangnya sarana. Misalnya, Gedung Olahraga (GOR) yang standar. Sebaliknya, jika dibina dengan baik, pasti ada prestasi. Saya kagum pada Lia Novita Dewi (atlet karate) Aceh. Dia sudah level nasional. Dulu ada T. Saiful Anwar, M. Nur dan Murisnawati (anggar). Dan sejumlah petinju andalan. Tapi, saat itu masih berstatus Aceh Utara.
Sisi lain?
Saya sangat kaget saat Porprov 2010 lalu di Bireuen, begitu saya tahu Aceh Utara menjadi juara umum. Sebaliknya, ada beberapa cabang yang tampil sebagai juara dan sangat menjanjikan prestasi di masa depan. Karate, anggar dan silat misalnya.
Kenapa?
Karena, sebagian besar atletnya berasal dari Lhokseumawe. Mereka mengaku hengkang karena kurang mendapat perhatian dari Pemko setempat dan memilih membela Aceh Utara. Tapi, ndak apa-apa juga, Aceh Utara dan Lhokseumawe masih kota sekandung. Antara abang dan adik. Ha,ha,ha.
Menurut Anda, apakah masih ada harapan prestasi olahraga di Lhokseumawe?
Sangat besar. Hanya saja perlu adanya regulasi atau pembenahan ulang. Misalnya, soal menejemen olahraga, standarisasi cabang olahraga (cabor), pelatih dan wasit. Saya kira, ada beberapa cabor yang harus ditinjau ulang kepengurusannya. Ini wajar dan lazim terjadi di Aceh.
Hal lain?
Coba check, ada cabor jangankan atlet, pengurus saja tidak ada. Namun, mereka terdaftar di KONI dan baru aktif jika ada Porprov atau Musda. Kondisi ini harus dibenahi. Ada juga pengurus olahraga tapi dia tidak mengerti olahraga yang diurusnya.
Jika Anda terpilih sebagai Walkot Lhokseumawe mendatang, apa konsep Anda tentang olahraga?
Saya akan ajak semua stakeholder olahraga yang ada di Lhokseumawe untuk berpikir, mengeluarkan ide dan gagasan untuk kemajuan olahraga di daerah ini. Jangan salah, sesungguhnya banyak atlet prestasi yang belum disentuh pembinaannya. Insya Allah, saya punya strategi untuk itu. berbekal pengalaman saya selama ini.
Lalu?
Sejak setahun lalu, banyak pelatih dan pembina olahraga Lhokseumawe yang mengeluh kepada saya. Selain kurang pembinaan juga kompetisi atau turnamen. Padahal, dari kompetisi dan turnamen itulah akan melahirkan atlet berpengalaman dan prestasi. Selain itu, sarana dan prasarana yang sangat minim.
Apa kata mereka?
Kurang diperhatikan dan dilibatkan. Ada kesan, cabor di Lhokseumawe hanya milik beberapa orang. Baik dari sektor pembinaan maupun pendanaan. Yang kurang lobi dengan Pemko dan KONI, dananya minus bahkan tidak ada. Dan ini tak boleh terjadi lagi.
Maksud Anda?
Soal dana misalnya, lebih banyak ke pengurus dari pada atlet maupun pelatih. Saya mendapat laporan, ada pimpinan cabor yang hanya memberi dana Rp 5 juta untuk pembinaan pelatih, sementara Rp 50 juta katanya untuk dana pengurus. Ha,ha,ha. Ini berbahaya dan mendesak untuk diperbaiki, kalau mau prestasi olahraga di Lhokseumawe maju. Jangan cari hidup di olahraga tapi hidupkanlah olahraga. Hanya orang-orang yang mau berkorban, yang bisa memimpin olahraga. Korban dana, perasaan dan waktu.
Anda mampu dan bisa?
Insya Allah. Siapa pun Walikota, dia punya otoritas dan wewenang penuh untuk memajukan olahraga di Lhokseumawe. Saya lihat, ada semangat dan iklim untuk maju. Hanya saja, masih belum ikhlas dan rela melibatkan insan olahraga dalam artian yang luas. Termasuk di desa-desa dan kecamatan.***
Berita Terkini
Riswan Metro Dilaporkan ke Panwaslu Simeulue
Senin, 16 April 2012 jam 19:53:40 WIB
Unjukrasa Tolak Kenaikan Harga BBM berlanjut di Banda Aceh
Rabu, 28 Maret 2012 jam 12:37:38 WIB
Ribuan Konstituen Dukung Darmuda
Senin, 12 Maret 2012 jam 15:22:43 WIB
Penumpang Kapal Ditemukan Tewas
Kamis, 08 Maret 2012 jam 17:28:01 WIB
Penetapan Nomor Urut Cagub/Cawagub PA tak Semarak
Kamis, 08 Maret 2012 jam 14:13:19 WIB
Organda Minta Tertibkan Angkutan Liar.
Kamis, 08 Maret 2012 jam 13:16:35 WIB
Haba Ulee Kareng
Di Tapal Batas
ADA begitu banyak pertanyaan sederhana yang bisa kita...
Suci Hati Bersih Jiwa
BELUM lagi kasus heboh Nazaruddin reda, kembali kita...
Lakon Pemimpin
ADU kuat antara Walikota Lhokseumawe Munir Usman dan Wakil...
Millata Abraham
KETIKA masih kanak-kanak, saya biasa membuat jengkel orang...
Boikot Media!
Muhammad SalehPERNYATAAN boikot media yang...
Wartawan Jahat!
Belum sempat trauma penganiayaan wartawan di Simeulu...
Berita Terbaru
Peluru GLM Pencabut Nyawa
Muhamad Daud Hanafiah (58 tahun), penderes getah karet di...
BOM Waktu dari Simeulue
Lima hari tidak beroperasi, ratusan penumpang Kapal KMP...
Partai SIRA Pecah Dukungan Nazar Terbelah
Setelah Ketua Umum DPP Partai SIRA, Taufik Abda...
Ketika SIRA Harus Memilih
Sejumlah petinggi Partai SIRA memilih mundur dari...
Nazar Tawarkan Saya Uang!
Entah berpengaruh atau tidak, yang pasti perseteruan...
SIRA Sudah tak Asin Lagi
Konflik di tubuh Partai SIRA sudah terjadi sejak era...
Berita Terpopuler
Darah Haid Pertanda Penyakit
Hampir separuh populasi wanita dewasa mengalami...
Jangan Sepelekan Keringat Dingin
Kencan pertama atau wawancara kerja merupakan beberapa...
ISTRIKU KABUR DENGAN SEPUPUKU
Manusia kalau selalu diperbudak oleh hawa nafsunya, maka...
Legenda Para Auliya Aceh (5): Raden Fatah: Ujung Tombak Pasai Menaklukkan Majapahit
Bagi masyarakat Hindu-Majapahit, tidak ada tokoh yang...
Mutasi Pati Polri | Inspektur Jenderal Adityawarman Kapolda Aceh
Mabes Polri kembali mengelar mutasi sejumlah perwira...
MEMBANGUN UNIVERSITAS BERKELAS DUNIA
Idealnya, institusi pendidikan tinggi ditujukan tidak hanya...
Berita Terakhir Dibaca
Insya Allah, Kita Benahi!
Sorot matanya tajam. Sesekali mulutnya bergerak, terutama...
Masih Keluar-Masuk di Eksekutif
Ada 32 Rancangan Qanun (Raqan) yang masih belum siap...
Siapa Muhammad Saleh?
Lahir dari keluarga sederhana di Kawasan Kampung Jawa Lama,...
Pupus Duka Saat Bertemu Keluarga
Setelah tujuh tahun dinyatakan hilang akibat bencana gempa...
Panas Dingin Tersengat Perkara Lama
Perusahaan Listrik Negara (PLN) berencana membangun...
Kalau Saya Punya Tanah Kenapa Rupanya?
Akibat adanya larangan publikasi terkait dipilihnya Desa...









