Tabloid Berita Mingguan MODUS ACEH juga tersedia selengkapnya di sini!

Structured settlements Mesothelioma Acne Life Insurance Asbestos Bextra Bankruptcy Car Insurance Dental Plans Private Jets Debt Consolidation Credit Cards Canadian Pharmacy Online Trading Equity Line Credit Loans Mortgages Pay Day Loans Cash Advance Equity Loans Reduce Debt Refinance Jet Charter Rehab Wrongful death Legal Advice Taxes Investing Bonds Vioxx IRA Rollover Refinance Quotes Adult Education Distance Learning Alcohol Treatment Depression Drug Rehab Extra Money Cell Phone Plans Calling Cards VOIP Weight Loss Homeowner’s Insurance Rewards Cards Spam Filter Lasik Facelift Teeth Whitening Annuity Anti Virus Protection Adult Diaper Free Credit Report Credit Score Satellite Anti Spam Software Dedicated Hosting Domain Name Need Money Bachelor Degree Master Degree Doctorate Degree Work at Home Quick Book Spyware Eloan Malpractice Lawyer Lenox China Cancer Payperclick Personal Injury Attorney Lexington Law Video Conferencing Transfer Money Windstar Cruise Casinos Online Laptop Computer Online Banking Borrow Money Low Interest Credit Cards Personal Domain Name Cellular Phone Rental Internet Broker Term Life Cheap Hosting University Degrees Online Online Marketing Consolidate Business Credit Web Host Death Insurance Yellow Page Advertising Travel Insurance Register Domain Credit Counseling Email Hosting Trans Union Consumer Credit Blue Cross Helpdesk Software Purchase Structured Settlements Mesothelioma Lawyers San Diego Secured Loan Calculator Structured Settlement Investments Endowment Selling Mesothelioma Patients Mesothelioma attorney san diego Austin Texas dwi lawyers New York Mesothelioma Lawyers Phoenix dui lawyers Secured Loans Insurance Auto Phoenix dui attorney car free insurance online quote students debt consolidation loans Pennsylvania mesothelioma lawyers data recovery Denver adverse credit remortgages bad credit remortgages data recovery service los angeles Consolidating Students Loan Students Loan Consolidation Rates Boston dui lawyers memphis car insurance conference calling companies dui attornes los angeles georgia car accident lawyers san diego dui defense Phoenix arizona dui lawyers Los angeles dwi attorneys Student Consolidation Loans free quote for car insurance irs tax lawyers nj auto insurance dui san diego Los Angeles Criminal Defense Attorney Consolidating Private Student Loans Personal Injury Lawyer Chicago Personal Injury Attorney Pennsylvania Auto Insurance
MODUS ACEH

Index Dibalik Berita

RSS Feed
Portujal FC.

Turnamen Sepak Bola Portujal Cup 2011

Dari Ulee Jalan Untuk Lhokseumawe

Kamis, 05 Januari 2012 jam 00:53:50 WIB
Muhammad Saleh bersama pesepakbola Nasional Kurniawan Dwi Julianto.

Muhammad Saleh, SE:

Insya Allah, Kita Benahi!

Kamis, 05 Januari 2012 jam 00:50:05 WIB
Muhammad Saleh bersama Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Ketua DPD Partai Demokrat Aceh Mawardi Nurdin dan Anggota DPR RI Asal Aceh Mirwan Amir.

Siapa Muhammad Saleh?

Kamis, 05 Januari 2012 jam 00:45:42 WIB

Pupus Duka Saat Bertemu Keluarga

Rabu, 28 Desember 2011 jam 13:12:36 WIB

Setelah tujuh tahun dinyatakan hilang akibat bencana gempa dan tsunami. Seorang bocah perempuan akhirnya kembali ke kampunng halamannya. Dia mengaku diasuh ibu angkat dan dijadikan pengemis di Banda Aceh.Hanya berselang satu hari setiap perayaan Natal tanggal 25 Desember, warga Aceh tak akan pernah lupa dengan tragedi yang memilukan, yaitu bencana gempa dan tsunami, 26 Desember 2006 silam. Dan, sejak tujuh tahun lalu, seremoni sekaligus ritual tersebut, menjadi agenda tetap,...

Duh, Aceh Belum Tetapkan UMP 2012

Rabu, 28 Desember 2011 jam 13:09:16 WIB

Hingga 23 Desember 2011, ada enam provinsi yang belum menetapkan Upah Minimum Provinsi  (UMP) 2012. Salah satunya Aceh.Nama Provinsi Aceh, sederet dengan lima provinsi lainnya yaitu, Kepulauan Riau, Lampung, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Papua yang belum menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP). Sementara, Jawa Barat, Jawa Tengah  dan Jawa Timur tidak menetapkan UM.Hai itu diakui Kepala Pusat Humas Kemenakertarns Suhartono. Itu sebabnya sebut Suhartono,...

Lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Batu Bara (PLTGB) di Simeulue.

Panas Dingin Tersengat Perkara Lama

Kamis, 22 Desember 2011 jam 10:53:54 WIB
Ayah Banta Bungkam Kapolda Mendua
Edisi
4
Ayah Banta Bungkam Kapolda Mendua
Mei 2012






Edisi
36
Tahun
IX
Rabu, 28 Desember 2011 jam 13:12:36 WIB
 

Setelah tujuh tahun dinyatakan hilang akibat bencana gempa dan tsunami. Seorang bocah perempuan akhirnya kembali ke kampunng halamannya. Dia mengaku diasuh ibu angkat dan dijadikan pengemis di Banda Aceh.

Hanya berselang satu hari setiap perayaan Natal tanggal 25 Desember, warga Aceh tak akan pernah lupa dengan tragedi yang memilukan, yaitu bencana gempa dan tsunami, 26 Desember 2006 silam. Dan, sejak tujuh tahun lalu, seremoni sekaligus ritual tersebut, menjadi agenda tetap, untuk mengenang tragedi dahsyat tersebut. Maklum, tanggal 26 Desember 2006 lalu, gempa bumi 9,3 Skala Ritcher dan gelombang tsunami setinggi 9 meter menghantam Bumi Serambi Mekkah tanpa ampun.

Akibatnya, korban jatuh bergelimpangan. Sebagian di antara mereka terseret ombak dan tak pernah ditemukan lagi hingga saat ini. Tujuh tahun telah berlalu dan Aceh telah bangkit dari duka. Tapi siapa sangka, ternyata tsunami Aceh masih menyisakan kisah mengharu-biru, sekaligus bukti atas keajaiban Tuhan.

Dari Desa Ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Aceh Barat, keajaiban itu dibuktikan Allah SWT dengan mengembalikan seorang bocah yang sejak tujuh tahun lalu ikut terserang tsunami dan menghilang bersama ombak. Namanya, Meri Yulanda alias Wati.

Saat itu, Wati masih berumur 7 tahun. Ibu Wati, Yusnidar, panik saat gelombang tsunami melanda desa mereka. Di tengah kepanikan hebat itu, Yusnidar berhasil merangkul ketiga anaknya, termasuk Wati. Mereka, bersama-sama menyelamatkan diri ke daerah yang lebih tinggi. Tapi entah bagaimana, Wati terlepas. Yusnidar pun pasrah menerima kenyataan bahwa sang anak hilang terbawa arus tsunami. Kisah Wati, rupanya jadi perhatian The Telegrap, salah satu media terkemuka di Belanda.

Nah, Rabu, 21 Desember lalu, Wati yang kini sudah menginjak remaja berusia 14 tahun, muncul kembali di kampung halamannya, tepat tujuh tahun setelah menghilang tanpa ada kabar. Seorang kenalan keluarga membawa Wati yang kini berkulit lebih gelap, ke rumah kakeknya, Ibrahim.

Sang Kakek kemudian membawa Wati ke rumah kedua orang tuanya, Yusnidar dan Yusuf, di Meulaboh. Pertemuan antara orang tua dan anak ini berlangsung penuh haru. Setelah bertahun-tahun mereka berpisah, siapa sangka nasib mempersatukan ketiganya kembali. Yusnidar dan Yusuf mengenali Wati dari tahi lalat dan luka kecil di sikunya.

Sebelumnya, Wati ditemukan sedang duduk termenung di sebuah warung kopi. Saat ditanya, dia mengaku baru saja tiba dari Banda Aceh dan sedang berusaha untuk pulang kampung. Tapi Wati tak tahu bagaimana caranya. Yang dia ingat hanya nama Ibrahim, sang kakeknya.

Memang, pasca tsunami, Wati yang tersesat ternyata dipingit seorang janda di Banda Aceh. Dia, dipaksa menjadi pengemis. Wati mengaku, selama dijadikan pengemis di Banda Aceh, ia sering disiksa ibu asuhnya. Wati pun pulang ke Ujong Baroh dalam kondisi pinggang terkilir dan rambut gundul.

Kakek Wati, Ibrahim Nur (60 tahun) menyatakan, Wati mengalami penyiksaan dari ibu asuhnya. Dia  dipaksa mengemis di jalan-jalan protokol di Banda Aceh. Menurut Ibrahim, Wati bahkan dipaksa mengemis hingga larut malam. “Kalau tidak mendapat uang, dipukul,” kata Ibrahim seperti diwartakan laman VIVAnews, Jumat 23 Desember 2011. Lalu, dia mengenang, saat tsunami terjadi, Wati masih berusia 7 tahun. Ia bersama kakaknya, Yulisa (saat itu berusia 13 tahun) diselamatkan oleh ayah mereka, dan ditempatkan di atas sebuah rumah toko.

“Ayah mereka meninggalkan keduanya untuk menyelamatkan salah seorang tetangga yang hanyut dibawa gelombang. Tapi saat  ayah mereka kembali, Wati dan Yulisa telah hilang,” ujar Ibrahim. Kisah Ibrahim ini agak berbeda dengan versi yang dimuat oleh The Telegraph. Tapi intinya, Wati hilang bersama tsunami.

Masih kata Ibrahim, baru minggu ini ia tahu Wati ternyata selamat dari gelombang tsunami, dan sempat terkatung-katung berhari-hari di Kota Meulaboh. Di Terminal Meulaboh, tutur Ibrahim, Wati bertemu seorang wanita yang membujuknya untuk ikut ke Banda Aceh.

Ibrahim menyatakan, pihak keluarga sudah mencari Wati dan Yulisa hampir ke seluruh wilayah Aceh Barat dan Banda Aceh pada masa tanggap darurat. Upaya pencarian itu, kata Ibrahim, tak membuahkan hasil sehingga kedua kakak-adik itu diyakini hilang.

Meri akhirnya kembali pulang ke pangkuan keluarganya, karena menurut Ibrahim, janda yang mengasuhnya tak sanggup lagi mengurus Wati. Sang janda rupanya merasa merugi karena Wati kerap pulang tanpa membawa uang hasil mengemis.

Ibrahim menuturkan, Wati mengaku tak tahan lagi disiksa dan dipaksa mengemis. Ibu asuhnya lantas mengantar Wati ke Terminal Batoh Banda Aceh, sambil memberikan alamat kedua orang tuanya. Si ibu asuh rupanya mengenal orang tua kandung Wati, karena kakek Wati, Ibrahim, termasuk tokoh ternama di kampungnya.

Sesampai di Terminal Meulaboh, papar Ibrahim, Wati kemudian berjalan kaki tanpa tahu tujuan pasti. Seorang tukang becak kemudian membantunya mencari alamat orang tuanya, sambil mengantar Wati kembali ke rumah, pada Rabu 21 Desember 2011 lalu. “Wati diantar ke rumah kepala desa, dan setelah diberitahu identitas orang tua Wati, saya dipanggil untuk menjemputnya,” jelas Ibrahim.

Ibu kandung Wati, Yusnidar, yakin seratus persen bahwa Wati adalah anaknya. Keyakinannya itu berdasarkan tanda lahir Wati berupa bercak hitam di pinggul, leher, serta tahi lalat di pelipis kanan. “Yusnidar kan ibunya, tentu punya pandangan sendiri. Kalau saya masih perlu mencari tahu lagi,” kata Ibrahim.

Kini, untuk memperingati kembalinya Wati, sekaligus untuk memperingati tujuh tahun tsunami, pihak keluarga akan menggelar syukuran selama dua hari berturut-turut, dimulai sejak Minggu 25 Desember 2011 ini. Pihak keluarga berdoa, semoga kembalinya Wati membuat kakak Wati, Yulisa, turut kembali.

Polisi saat ini sedang mengembangkan kasus Wati untuk melacak keberadaan ibu asuhnya yang telah menyiksa dan memaksa Wati menjadi pengemis selama tujuh tahun terakhir. Polisi telah meminta keterangan Ibrahim dan kedua orang tua kandung Wati.***
Fitri Juliana/dbs
Komentar ditutup.

Tarik Ulur Qanun KKR, Menanti Komitmen Zaini-Muzakir
Edisi
3
Tarik Ulur Qanun KKR, Menanti Komitmen Zaini-Muzakir
Mei 2012

Berita Terkini

Menurut Anda siapakah yang bakal menjadi gubernur Aceh mendatang?

Polling tidak aktif!

Haba Ulee Kareng

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

Berita Terakhir Dibaca



<Sabtu, 19 Mei 2012 Jam 19:52
Sedang diakses oleh 28 orang. Hari ini 405 orang. IP Address Anda 38.107.179.237. Anda pengunjung ke 533460.