Pak saya menang! Begitu, bisik Suryadi di ujung telpon seluler kepada Pimpinan Redaksi MODUS ACEH, Muhammad Saleh, Kamis malam pekan lalu. Saat itu, awak redaksi media memang sedang “ngetem” di kantor karena dikejar tenggat waktu (deadline) untuk mengisi edisi sepekan.
Mendapat kabar gembira. Muhammad Saleh yang kini maju sebagai calon Walikota Lhokseumawe 2012-2017 hanya bisa berucap. “Alhamdulillah. Selamat ya!. Tak lama kemudian, Suryadi mematikan handphone. Maklum, malam Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) 2011, memang sedang berlangsung di Financial Hall Ballroom, Graha Financial, Jakarta.
Dari 60 finalis yang lolos, 23 pemenang dipilih oleh dewan juri sebagai pemenang. Yaitu, untuk Kategori Cetak/Online, Foto Berita dan Televisi. Dan, karya Suryadi, terpilih sebagai salah satu pemenang. Bersama Suryadi, ada Nurdin Hasan, wartawan ACEHkita.com. Namun, dewi fortuna belum memihak kepada Nurdin.
Keberhasilan ini, merupakan yang kedua diraih pria janggung tersebut. Tahun lalu, prestasi serupa juga digondol Suryadi. Sementara, bagi MODUS ACEH adalah yang keempat kali secara berturut-turut. Sejak 2008, 2009, 2010, dan 2011. “Ini bukti, menjadi wartawan tak hanya mahir dalam bicara, tapi juga menulis. Peka pada lingkungan dan peristiwa aktual. Jangan pernah puas dengan apa yang telah diraih,” sebut Saleh, saat acara syukuran di redaksi MODUS ACEH, Jumat pekan lalu.
Salah satu anggota dewan juri AAS 2011, Ikra Nusa Bakti mengatakan. Tahun ini, meskipun jumlah media nasional yang berpartisipasi berada di bawah jumlah media lokal, namun media nasional mendominasi perolehan tempat. Dari 48 finalis, 35 diantaranya diduduki oleh jurnalis dari media nasional dan koresponden media internasional, sementara 13 sisanya berasal dari media lokal.
Ada beberapa catatan dari anggota dewan juri AAS 2011. Oscar Motulloh, anggota dewan juri untuk Kategori Foto Berita misalnya mengatakan, tahun ini, karya-karya yang masuk memiliki kekuatan pada caption (judul foto). “Banyak partisipan yang berhasil merancang judul foto yang menggugah pada karyanya, disamping komposisi, warna, teknik, dan kekinian adalah beberapa indikator yang juga mereka gunakan sebagai dasar penilaian,” ujarnya.
Secara khusus, Atmakusumah Astraatmadja, anggota dewan juri final AAS 2011, menyoroti perkembangan yang terjadi di Kategori Cetak dan Online Liputan Investigatif. Menurut Atmakusumah, tahun ini adalah tahun kedua dirinya menjabat sebagai juri final bidang jurnalistik. Kata dia, dari seluruh liputan investigatif yang masuk, sedikit sekali yang benar-benar bisa dikatakan karya investigatif. “Beberapa syarat utama liputan investigatif diantaranya harus ada skandal yang diungkap bagi kepentingan masyarakat umum dan juga ada proses penelusuran yang dilakukan oleh jurnalis atau media itu sendiri. “Hal ini yang masih jarang saya dapatkan walaupun tahun ini jumlah keseluruhan karya liputan investigatif yang masuk ke panitia meningkat dibanding tahun lalu,” ujar Atmakusumah.
Faisal Basri, anggota dewan juri final untuk bidang Ekonomi dan Bisnis melihat dari sisi yang lain. Dia melihat banyak karya Kategori Cetak dan Online, khususnya untuk bidang Ekonomi dan Bisnis, yang menggambarkan keoptimismean. “Hal ini seakan mendobrak tesis yang ada selama ini bahwa bagi media, bad news is good news,” ujarnya.
Suryadi merupakan wartawan Tabloid Berita Mingguan MODUS ACEH untuk wilayah liputan Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Dia memperdalam ilmu jurnalistik di Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) Jakarta pada 2007 lalu.
Pertama kali mengikuti Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) pada 2009. Namun tulisan Suryadi ketika itu, belum mampu bersaing dengan karya wartawan lain yang lebih bermutu. Begitupun, Suryadi tidak patah arang. Pada AAS 2010, dia ikut kembali. Hasilnya, di luar dugaan, Suryadi berhasil menjadi salah seorang pemenang lewat karyanya berjudul: “Mancong dan Inovasi Seorang Mantan Kombatan” untuk Kategori Cetak/Online Liputan Kemanusiaan, Bidang Ekonomi dan Bisnis. Bersama Suryadi, ada Rizki Adhar untuk katagori Liputan Olahraga: Syahrial dan Nasib Atlet Prestasi. Sementara, rekan sejawat mereka Hamdani (Liputan Bireuen) hanya berhasil tampil sebagai finalis.
Nah, untuk tahun ini, Suryadi kembali menjadi sang jawara. Tulisannya berjudul “Pak Ketua ‘Alergi’ Perempuan?” menjadi pemenang AAS 2011 untuk Kategori Cetak/Online Liputan Kemanusiaan Bidang Politik.***
Berita Terkini
Riswan Metro Dilaporkan ke Panwaslu Simeulue
Senin, 16 April 2012 jam 19:53:40 WIB
Unjukrasa Tolak Kenaikan Harga BBM berlanjut di Banda Aceh
Rabu, 28 Maret 2012 jam 12:37:38 WIB
Ribuan Konstituen Dukung Darmuda
Senin, 12 Maret 2012 jam 15:22:43 WIB
Penumpang Kapal Ditemukan Tewas
Kamis, 08 Maret 2012 jam 17:28:01 WIB
Penetapan Nomor Urut Cagub/Cawagub PA tak Semarak
Kamis, 08 Maret 2012 jam 14:13:19 WIB
Organda Minta Tertibkan Angkutan Liar.
Kamis, 08 Maret 2012 jam 13:16:35 WIB
Haba Ulee Kareng
Di Tapal Batas
ADA begitu banyak pertanyaan sederhana yang bisa kita...
Suci Hati Bersih Jiwa
BELUM lagi kasus heboh Nazaruddin reda, kembali kita...
Lakon Pemimpin
ADU kuat antara Walikota Lhokseumawe Munir Usman dan Wakil...
Millata Abraham
KETIKA masih kanak-kanak, saya biasa membuat jengkel orang...
Boikot Media!
Muhammad SalehPERNYATAAN boikot media yang...
Wartawan Jahat!
Belum sempat trauma penganiayaan wartawan di Simeulu...
Berita Terbaru
Peluru GLM Pencabut Nyawa
Muhamad Daud Hanafiah (58 tahun), penderes getah karet di...
BOM Waktu dari Simeulue
Lima hari tidak beroperasi, ratusan penumpang Kapal KMP...
Partai SIRA Pecah Dukungan Nazar Terbelah
Setelah Ketua Umum DPP Partai SIRA, Taufik Abda...
Ketika SIRA Harus Memilih
Sejumlah petinggi Partai SIRA memilih mundur dari...
Nazar Tawarkan Saya Uang!
Entah berpengaruh atau tidak, yang pasti perseteruan...
SIRA Sudah tak Asin Lagi
Konflik di tubuh Partai SIRA sudah terjadi sejak era...
Berita Terpopuler
Darah Haid Pertanda Penyakit
Hampir separuh populasi wanita dewasa mengalami...
Jangan Sepelekan Keringat Dingin
Kencan pertama atau wawancara kerja merupakan beberapa...
ISTRIKU KABUR DENGAN SEPUPUKU
Manusia kalau selalu diperbudak oleh hawa nafsunya, maka...
Legenda Para Auliya Aceh (5): Raden Fatah: Ujung Tombak Pasai Menaklukkan Majapahit
Bagi masyarakat Hindu-Majapahit, tidak ada tokoh yang...
Mutasi Pati Polri | Inspektur Jenderal Adityawarman Kapolda Aceh
Mabes Polri kembali mengelar mutasi sejumlah perwira...
MEMBANGUN UNIVERSITAS BERKELAS DUNIA
Idealnya, institusi pendidikan tinggi ditujukan tidak hanya...
Berita Terakhir Dibaca
Karya Nyata Menghasilan Prestasi
Setelah melalui proses penjurian yang cukup memakan waktu...
Menebar Janji Menarik Simpati
Banyak cara dilakukan bakal calon (balon) Walikota...
Seakan-akan Air Tidak Dibutuhkan
Sumber air bersih cukup tersedia di Kabupaten Bireuen....
Saya Punya Visi dan Misi Bukan Janji
Saat dihubungi media ini, Kamis malam lalu, Muhammad Saleh,...
Tatib Dibahas, Pansus Dibentuk
Kader Partai Demokrat mengusulkan agar membentuk Pansus...
Mediasi Tanpa Tuan Tanah
Gubernur Aceh akhirnya menetapkan jadwal pemasangan patok...









