Menuju Kursi Walikota Lhokseumawe
Menebar Janji Menarik Simpati
RAPAI tanda dimulainya kampanye memang belum ditabuh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh dan Kota Lhokseumawe. Tapi, tak berarti hiruk pikuk Pemilukada Aceh, khususnya calon Walikota Kota Lhokseumawe, sepi dari trik dan intrik politik.
Simak saja hasil penelusuran media ini, selain mulai bertaburan spanduk dan baliho ukuran besar, tak sedikit pula para kandidat yang menebar janji untuk menarik simpati warga atau pemilih. Tujuannya apalagi kalau bukan, mendongkrak suara pada hari H mendatang.
Mau tahu? Ternyata ada bakal calon Walikota Lhokseumawe yang mengiming-iming warga dengan bantuan modal usaha kecil serta menebar alias membagi-bagikan kain sarung. Ada juga yang berjanji akan meningkatkan tunjangan jabatan bagi PNS. Namun, ada juga kandidat yang enggan menebar janji. Itu disebabkan, mereka amat sangat paham jika rakyat di kota yang pernah dijuluki “Petro Dolar” ini sudah bosan dengan janji dan harapan kosong.
Tak hanya itu, wajah Kota Lhokseumawe pun kian dipermak. Termasuk menggelar berbagai event seperti pameran pembangunan dan pendidikan yang bertajuk: Hari Ulang Tahun Kota Lhokseumawe. Padahal, sejak empat tahun lalu, event seperti ini tak pernah dilakukan.
“Janji itu hutang, yang harus dipertangungjawabkan dunia dan akhirat. Saya tidak punya janji, yang ada hanya visi dan misi untuk meningkatkan pembangunan, kesejahteraan dan perubahaan kota ini. Itu pun tak bisa sendiri, harus bersama-sama dengan rakyat dan seluruh elemen masyarakat Kota Lhokseumawe. Saya yakin, warga Kota Lhokseumawe tak mau ditipu lagi dengan janji-janji kosong,” begitu kata Muhammad Saleh, salah satu bakal calon Walikota Lhokseumawe, saat diminta pendapatnya, Kamis pekan lalu.
Sebut saja Asmawati (samaran—red). Warga Batuphat Barat ini mengaku kesal dengan tim sukses salah satu kandidat. Itu disebabkan, proposal modal usaha kecil yang telah diserahkan beberapa bulan lalu, hingga kini tak kunjung ada jawaban dan bantuan. “Kami dijanjikan ada bantuan modal usaha Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Asalkan kami mau memilih kandidat yang mereka usung. Tapi, sudah tiga bulan proposal diambil, belum juga ada jawaban. Jangan-jangan kami telah ditipu,” ungkap ibu dua anak ini, kesal.
Syahdan, beberapa tim sukes dari salah satu bakal calon (balon) Walikota Lhokseumawe, awal Juli lalu datang ke Desa Batuphat Barat, Kecamatan Muara Satu. Termasuk ke Desa Pusong Lama dan Pusong Baru, Teumpok Teungoh, Kampung Jawa Lama, Ujong Blang dan Hagu Barat Laut di Kecamatan Banda Sakti serta beberapa desa lainnya di Kecamatan Muara Dua serta Blang Mangat.
Tentu mudah ditebak, kehadiran tim sukses tadi untuk menggalang suara bagi jagoan mereka. Anggota tim sukses tadi meminta kepada warga di sana untuk membuat proposal kecil. Dia berjanji, bila mereka mau mendukung dan memilih kandidat yang mereka “jual”, akan mendapat bantuan modal usaha.
Entah termakan dengan iming-iming atau sekedar menarik uang. Sebagian warga sontak memanfaatkan situasi. Dalam hitungan hari, proposal kecil yang diminta dan diserahkan kepada anggota tim sukses kandidat tersebut. Sayang, hingga pekan lalu ungkap Ibrahim (nama samaran—red), proposal yang telah mereka ajukan belum cair juga. “Saya tidak begitu kecewa, sebab dari awal saya sadar betul ini hanya program akal-akalan tim sukses dan kandidat saja. Kalau pun dibantu, saya belum tentu memilihnya. Uang bantuan tetap saya ambil. Kami sudah punya pilihan sendiri,” sebut warga Desa Pusong Lama ini kepada MODUS ACEH, pekan lalu.
Pengakuan serupa juga disampaikan Ridwan (nama samaran—red), warga Desa Kampung Jawa Lama. “Kira-kira tidak bulan lalu, ada salah seorang anggota tim sukses salah satu kandidat mengumpulkan kami, umumnya ibu-ibu. Dia minta kami membuat proposal, katanya salah satu kandidat akan membantu modal usaha. Ya, kami buat. Kalau cair syukur kalau tidak juga ndak apa-apa. Kami paham, inikan menjelang Pilkada, jadi macam-macam janji. Kami tidak bodoh lagi,” ucap Ridwan.
***
Jam baru menunjukkan pukul 10.00 Wib. Tapi beberapa warung kopi ternama di Kota Lhokseumawe, mulai sesak dengan PNS. Maklum, hari seperti ini, para abdi negara di sana, relatif kurang disibukkan dengan pekerjaan rutin. “Ya, sebentar lagi Jumatan. Jadi, kami ngopi dulu sebelum ke masjid,” kata Syukri (nama samaran—red), salah satu pegawai di Kota Lhokseumawe. Karena alasan takut ditegur dan diberi sanksi oleh atasan, dia minta nama dan tempat dia bekerja disembunyikan.
Menurut Syukri, menjelang Pilkada mendatang, banyak tim sukses yang bergentanyangan ke desa-desa. Yang menarik sebut Syukri, ada kandidat yang berjanji akan meningkatkan tunjangan jabatan (TC) bagi PNS. Tentu saja, jika kandidat tadi berhasil alias menang dalam pesta demokrasi lima tahunan mendatang.
Begitupun, Syukri sadar, janji tadi hanya pepesan kosong. Sebab, kondisi Kota Lhokseumawe saat ini berbeda dengan sebelumnya. “Saya kira, kalau sebatas janji boleh saja. Tapi, saya tetap sadar, hal itu sulit dilakukan saat ini. Selain anggaran terbatas, juga rawan dengan hukum. Dulu, status pejabat kota ini masih pelaksana tugas, kondisi keamanan juga berstatus Darurat Militer (DM), DPRK juga belum kuat, institusi penegak hukum seperti KPK belum ada. Sekarang, salah-salah, bisa masuk penjara. Jadi, sangat tidak masuk akal,” papar Syukri kepada media ini.
Karena itu, warga Desa Kutablang, Kecamatan Banda Sakti ini mengaku tak terpengaruh dengan janji salah satu kandidat tersebut. “Alhamdulillah, saya sudah merasakan kepemimpinan tiga Walikota Lhokseumawe sebelumnya. Jujur saja, tak ada perubahaan yang berarti. Karena itu, walau saya PNS, saya akan memilih figur dari Independen. Dan, saya sudah punya pilihan,” ungkap Syukri. Siapa pilihan Anda? Tanya media ini. “Oh itu rahasia,” jawab Syukri, tersenyum.
Bukan hanya itu kata Syukri, menjelang Pilkada di Lhokseumawe, pejabat Pemko Lhokseumawe juga mulai gemar menggelar pertemuan dengan berbagai elemen masyarakat. Salah satunya dengan para kepala sekolah di jajaran Pemko Lhokseumawe. “Ya, beberapa waktu lalu ada pertemuan dengan kepala sekolah tingkat SMU, SMP dan SD. Kepada mereka diminta untuk tidak terlibat politik praktis. Padahal, pertemuan itu saja menurut saya sudah politik praktis. Dan upaya menggiring ke salah satu calon. Ini gaya lama, model Orde Baru,” kritik Syukri, buka rahasia.
Syukri mengaku, dia dan keluarganya tidak akan terpengaruh dan tetap memilih figur calon Walikota Lhokseumawe yang memiliki visi, misi dan program yang realistis serta masuk akal. Bukan sebaliknya, penuh janji muluk dan mengawang-awang. Kecuali itu, sosok yang memiliki relasi yang baik dan harmonis dengan Jakarta serta mampu memproteksi anak buah. Termasuk tegas dalam mengambil keputusan. “Jujur saja, selama ini kami merasa seperti ayam kehilangan induk. Ke depan, saya berharap ada sosok yang mampu menyatukan birokrat Kota Lhokseumawe yang sudah terkotak-kotak,” papar Syukri.
Dengan raut wajah serius, Syukri mengatakan. “Saya kira bukan rahasia umum lagi. Paska Pilkada, muncul saling gusur menggusur di Pemko Lhokseumawe. Bila si A menang, maka orang-orang si B di mutasi. Bila si B menang, maka orang-orang si C dibangku panjangkan. Dan, bila di C berhasil, maka orang-orang si A akan non-jobkan. Ini tak boleh lagi terjadi. Karena itu, saya memilih figur dari jalur independen, sehingga tak ada kepentingan dengan orang-orang tersebut. Dan, saya sudah bertemu dengan salah satu kandidat independen tersebut. Saya lihat, komitmen itu ada pada dia,” ucap Syukri.
Nah, akankah Pemilukada Kota Lhokseumawe terhindar dari berbagai intrik yang tidak sehat tadi? Sepertinya memang sulit dipisahkan. Begitupun, banyak pihak berharap, warga di Kota Lhokseumawe benar-benar membuka mata dan hati sehingga tidak salah memilih nantinya. Semoga.***
Berita Terkini
Riswan Metro Dilaporkan ke Panwaslu Simeulue
Senin, 16 April 2012 jam 19:53:40 WIB
Unjukrasa Tolak Kenaikan Harga BBM berlanjut di Banda Aceh
Rabu, 28 Maret 2012 jam 12:37:38 WIB
Ribuan Konstituen Dukung Darmuda
Senin, 12 Maret 2012 jam 15:22:43 WIB
Penumpang Kapal Ditemukan Tewas
Kamis, 08 Maret 2012 jam 17:28:01 WIB
Penetapan Nomor Urut Cagub/Cawagub PA tak Semarak
Kamis, 08 Maret 2012 jam 14:13:19 WIB
Organda Minta Tertibkan Angkutan Liar.
Kamis, 08 Maret 2012 jam 13:16:35 WIB
Haba Ulee Kareng
Di Tapal Batas
ADA begitu banyak pertanyaan sederhana yang bisa kita...
Suci Hati Bersih Jiwa
BELUM lagi kasus heboh Nazaruddin reda, kembali kita...
Lakon Pemimpin
ADU kuat antara Walikota Lhokseumawe Munir Usman dan Wakil...
Millata Abraham
KETIKA masih kanak-kanak, saya biasa membuat jengkel orang...
Boikot Media!
Muhammad SalehPERNYATAAN boikot media yang...
Wartawan Jahat!
Belum sempat trauma penganiayaan wartawan di Simeulu...
Berita Terbaru
Peluru GLM Pencabut Nyawa
Muhamad Daud Hanafiah (58 tahun), penderes getah karet di...
BOM Waktu dari Simeulue
Lima hari tidak beroperasi, ratusan penumpang Kapal KMP...
Partai SIRA Pecah Dukungan Nazar Terbelah
Setelah Ketua Umum DPP Partai SIRA, Taufik Abda...
Ketika SIRA Harus Memilih
Sejumlah petinggi Partai SIRA memilih mundur dari...
Nazar Tawarkan Saya Uang!
Entah berpengaruh atau tidak, yang pasti perseteruan...
SIRA Sudah tak Asin Lagi
Konflik di tubuh Partai SIRA sudah terjadi sejak era...
Berita Terpopuler
Darah Haid Pertanda Penyakit
Hampir separuh populasi wanita dewasa mengalami...
Jangan Sepelekan Keringat Dingin
Kencan pertama atau wawancara kerja merupakan beberapa...
ISTRIKU KABUR DENGAN SEPUPUKU
Manusia kalau selalu diperbudak oleh hawa nafsunya, maka...
Legenda Para Auliya Aceh (5): Raden Fatah: Ujung Tombak Pasai Menaklukkan Majapahit
Bagi masyarakat Hindu-Majapahit, tidak ada tokoh yang...
Mutasi Pati Polri | Inspektur Jenderal Adityawarman Kapolda Aceh
Mabes Polri kembali mengelar mutasi sejumlah perwira...
MEMBANGUN UNIVERSITAS BERKELAS DUNIA
Idealnya, institusi pendidikan tinggi ditujukan tidak hanya...
Berita Terakhir Dibaca
Menebar Janji Menarik Simpati
Banyak cara dilakukan bakal calon (balon) Walikota...
Seakan-akan Air Tidak Dibutuhkan
Sumber air bersih cukup tersedia di Kabupaten Bireuen....
Saya Punya Visi dan Misi Bukan Janji
Saat dihubungi media ini, Kamis malam lalu, Muhammad Saleh,...
Tatib Dibahas, Pansus Dibentuk
Kader Partai Demokrat mengusulkan agar membentuk Pansus...
Mediasi Tanpa Tuan Tanah
Gubernur Aceh akhirnya menetapkan jadwal pemasangan patok...
Jejak Rekam Sengketa Tanah PT Ubertraco versus Masyarakat
30 Agustus 2006PT Ubertraco melalui perwakilan PT Ubertraco...









