Muhammad Saleh, Bakal Calon Walikota Lhokseumawe:
Saya Punya Visi dan Misi Bukan Janji
Kepada media ini, bakal calon Walikota Lhokseumawe, Muhammad Saleh, SE yang berpasangan dengan Jakfar SAg (SAFAR), calon Wakil Walikota Lhokseumawe, mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh untuk memaknai putusan MK tadi sebagai lanjutan dari proses demokrasi di Aceh.
Kata Saleh, apapun putusan MK, jangan dilihat dengan perspektif ada yang kalah dan menang. Sebaliknya, semua itu untuk kemaslahatan rakyat Aceh juga. Baik yang diusung partai politik maupun calon perseorangan. “Toh, yang maju dalam Pilkada mendatang, tetap saja tumpah darah alias putra Aceh,” ucap Saleh.
Nah, terkait hiruk-pikuk dan proses lanjutan tahapan Pilkada Aceh, khususnya calon Walikota dan Wakil Walikota Lhokseumawe, Muhammad Saleh, SE mengaku tak mau mengubar janji. Sebaliknya, dia telah memiliki visi dan misi untuk membangun kota kelahirannya itu. “Visi dan misi kami, sudah saya diskusikan dengan berbagai tokoh di Lhokseumawe, Banda Aceh serta Jakarta. Termasuk anggota DPR-RI dari lintas partai serta calon Gubernur Aceh. Ini penting, agar dapat sinergi antara pelaksanaan pembangunan Kota Lhokseumawe dengan Pemerintah Aceh serta tokoh Aceh di Jakarta di masa datang,” ungkap Saleh.
Apa saja kata Muhammad Saleh?
Apa pendapat Anda tentang putusan MK, terkait Pilkada Aceh?
Saya kira ini biasa dan normatif dalam proses demokrasi. Tak ada yang istimewa. Proses politik harus melalui tahapan seperti ini sehingga ada kepastian hukum nantinya. Bahwa, ada yang puas dan tidak, itulah putusan hukum yang tidak mungkin dapat memberi kepuasan kepada semua pihak.
Tahapan Anda selanjutnya?
Saya kira sama seperti kandidat lain, menunggu tahapan lanjutan dari KIP Aceh. Hanya saja saya berharap, putusan MK jangan dinilai dengan perspektif ada yang kalah dan menang. Tapi dengan satu tujuan, untuk kemaslahatan rakyat Aceh juga.
Maksud Anda?
Kita semua (rakyat Aceh) sudah sangat lelah dengan konflik. Sebagai mantan aktivis dan wartawan, saya ikut merasakan betapa perih dan getirnya konflik Aceh. Nyawa, harta dan benda hancur sia-sia. Jangan-jangan terjadi lagi! Semua kita rugi. Kebetulan, tahun 2000-2001, saya pernah dipercaya sebagai anggota Tim Penasehat Presiden RI Urusan Penyelesaian Konflik Aceh bersama sejumlah tokoh Aceh yang dipimpin almarhum Usman Hasan. Saya dapat menangkap beberapa hal mendasar dari penyebab konflik dan proses perdamaian yang sudah terwujud. Harganya mahal sekali. Sesekali, kita bisa membaca dan mempelajari perang saudara yang terjadi di beberapa negara seperti Liberia. Semua luluh-lantak dan harus mulai dari titik nol kembali.
Baik, soal Pilkada Kota Lhokseumawe yang mulai marak dengan intrik politik?
Ha,ha,ha itu biasa dalam sebuah proses politik seperti Pilkada. Saya kira masih wajar dan normal. Banyak cara bagi kandidat untuk meraih suara dan simpati rakyat. Tak harus dengan cara-cara tidak sehat. Mengubar janji itu bagian dari proses politik.
Anda tidak khawatir?
Oh tidak. Selama dalam batas wajar saya tetap menilai normal.
Anda sendiri?
Sejak awal, dalam banyak kesempatan, kepada pendukung saya tegaskan, saya tidak punya janji. Janji itu hutang yang harus kita pertangungjawaban dunia dan akhirat. Sebaliknya, yang saya punya hanya visi, misi dan i’tikad serta niat untuk membehani Kota Lhokseumawe, kota dimana saya lahir dan dibesarkan.
Anda yakin?
Haqqul yakin. Jika rakyat memberi amanah kepada saya dan Jafar (calon Wakil Walikota—red). Langkah dan arah ke sana sudah saya lakukan. Termasuk membangun komunikasi dengan sejumlah tokoh Aceh dan Lhokseumawe di Banda Aceh dan Jakarta. Ada beberapa sahabat dan senior saya, sesama alumni Pelajar Islam Indonesia (PII) dan HMI yang kini di DPRA, DPR-RI serta pimpinan partai politik nasional dan kementerian. Mereka menyatakan komitmen untuk membantu Kota Lhokseumawe.
Alasannya?
Satu hal yang menjadi perekat kami di PII dan HMI adalah, kami sadar betul bahwa kami ada dan bisa serta mampu, karena kami berpegang teguh pada prinsip: Kami adalah kader dan anak ummat, karena itu wajib membela dan membangun ummat. Karena prinsip, doktrin dan komitmen inilah, kami menjadi satu dan tanpa perekat. Apakah dia seorang pejabat negara, pengusaha atau pun rakyat biasa. Tak kecuali tokoh sekaliber Jusuf Kalla (JK). Kami bisa bertemu dan saling tukar pikiran dalam konteks kader dan itu tanpa sekat.
Janji Anda tidak mau berjanji?
Tidak, sebab janji memiliki konsekwensi dunia dan akhirat. Tapi, sebagai anak ummat yang telah diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk melihat dan terlibat dibanyak kesempatan, saya mencoba menerapkan ilmu, pengetahuan serta pengalaman, termasuk jaringan yang saya miliki untuk membangun kota kelahiran saya, Lhokseumawe. Tentu, dengan selalu mengharap dukungan dari seluruh rakyat Lhokseumawe. Mari kita bersatu, jangan tercabik-cabik lagi. Bek gara-gara politek, bicah syedara (jangan gara-gara politik pecah saudara—red). Karena itu, saya YAKIN USAHA SAMPAI dan SEKALI LAYAR TERKEMBANG, SURUT KITA BERPANTANG. Insya Allah.***
Berita Terkini
Riswan Metro Dilaporkan ke Panwaslu Simeulue
Senin, 16 April 2012 jam 19:53:40 WIB
Unjukrasa Tolak Kenaikan Harga BBM berlanjut di Banda Aceh
Rabu, 28 Maret 2012 jam 12:37:38 WIB
Ribuan Konstituen Dukung Darmuda
Senin, 12 Maret 2012 jam 15:22:43 WIB
Penumpang Kapal Ditemukan Tewas
Kamis, 08 Maret 2012 jam 17:28:01 WIB
Penetapan Nomor Urut Cagub/Cawagub PA tak Semarak
Kamis, 08 Maret 2012 jam 14:13:19 WIB
Organda Minta Tertibkan Angkutan Liar.
Kamis, 08 Maret 2012 jam 13:16:35 WIB
Haba Ulee Kareng
Di Tapal Batas
ADA begitu banyak pertanyaan sederhana yang bisa kita...
Suci Hati Bersih Jiwa
BELUM lagi kasus heboh Nazaruddin reda, kembali kita...
Lakon Pemimpin
ADU kuat antara Walikota Lhokseumawe Munir Usman dan Wakil...
Millata Abraham
KETIKA masih kanak-kanak, saya biasa membuat jengkel orang...
Boikot Media!
Muhammad SalehPERNYATAAN boikot media yang...
Wartawan Jahat!
Belum sempat trauma penganiayaan wartawan di Simeulu...
Berita Terbaru
Peluru GLM Pencabut Nyawa
Muhamad Daud Hanafiah (58 tahun), penderes getah karet di...
BOM Waktu dari Simeulue
Lima hari tidak beroperasi, ratusan penumpang Kapal KMP...
Partai SIRA Pecah Dukungan Nazar Terbelah
Setelah Ketua Umum DPP Partai SIRA, Taufik Abda...
Ketika SIRA Harus Memilih
Sejumlah petinggi Partai SIRA memilih mundur dari...
Nazar Tawarkan Saya Uang!
Entah berpengaruh atau tidak, yang pasti perseteruan...
SIRA Sudah tak Asin Lagi
Konflik di tubuh Partai SIRA sudah terjadi sejak era...
Berita Terpopuler
Darah Haid Pertanda Penyakit
Hampir separuh populasi wanita dewasa mengalami...
Jangan Sepelekan Keringat Dingin
Kencan pertama atau wawancara kerja merupakan beberapa...
ISTRIKU KABUR DENGAN SEPUPUKU
Manusia kalau selalu diperbudak oleh hawa nafsunya, maka...
Legenda Para Auliya Aceh (5): Raden Fatah: Ujung Tombak Pasai Menaklukkan Majapahit
Bagi masyarakat Hindu-Majapahit, tidak ada tokoh yang...
Mutasi Pati Polri | Inspektur Jenderal Adityawarman Kapolda Aceh
Mabes Polri kembali mengelar mutasi sejumlah perwira...
MEMBANGUN UNIVERSITAS BERKELAS DUNIA
Idealnya, institusi pendidikan tinggi ditujukan tidak hanya...
Berita Terakhir Dibaca
Saya Punya Visi dan Misi Bukan Janji
Saat dihubungi media ini, Kamis malam lalu, Muhammad Saleh,...
Tatib Dibahas, Pansus Dibentuk
Kader Partai Demokrat mengusulkan agar membentuk Pansus...
Mediasi Tanpa Tuan Tanah
Gubernur Aceh akhirnya menetapkan jadwal pemasangan patok...
Jejak Rekam Sengketa Tanah PT Ubertraco versus Masyarakat
30 Agustus 2006PT Ubertraco melalui perwakilan PT Ubertraco...
Warga Menagih Janji Mawardy
Pembangunan monumen PLTD Apung ternyata menyimpan hikayat...
Zulihar Mukmin: Kalau Saya Tukang Ketik, Dia Siapa?
Masih ingat pemberitaan MODUS ACEH terkait FISIP Unsyiah...









