PT Ubertraco melalui perwakilan PT Ubertraco Medan, Bahagia Bukti SH, dan Manajer PT Ubertraco Singkil, Ir Hasmi Adami, bersama Pj Bupati Aceh Singkil, saat itu Ir Hasdaruddin BRE, Ketua DPRD Aceh Singkil Chalidin Munte, mewakili unsur Muspida Aceh Singkil telah menandatangani pernyataan.
Januari 2007
PT Ubertraco Unit Ujung Bawang, Ir H Hasmi Adami, menyambangi Komisi A DPR Aceh dan diterima Abdullah Saleh. Dalam pertemuan tersebut perwakilan PT Ubertraco membantah telah menyerobot tanah warga.
14 Maret 2007
Warga Aceh Singkil mendatangi DPR Aceh untuk mengadukan nasib tanah perkebunan mereka yang digarap PT Ubertraco. Pertemuan tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi A, Abdullah Saleh, dihadiri sejumlah anggota Komisi A dan B, serta pejabat BPN Provinsi Aceh dan Aceh Singkil
23 August 2007
Tak kurang dari 40 warga Kemukiman Pemuka, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil, sekira pukul 11:30 mendatangi barak PT. Ubertraco yang berlokasi di Desa Pea Bumbung. Kedatangan mereka meminta agar pimpinan perusahaan segera menghentikan pengerjaan lahan yang menggunakan tiga alat berat. Alasannya, tanah yang dikerjakan adalah tanah ulayat yang sudah berpuluh-puluh tahun telah digarap masyarakat.
24 April 2008
Jajaran kepolisian di Singkil menahan Sairun. Alasannya, Sairun telah melakukan perbuatan yang mengganggu ketertiban umum. Begitupun, ayah dari tiga orang putra ini tetap bersabar. Kenyataan ini membuat sejumlah kalangan mengecam tindakan aparat penegak hukum di sana.
10 Mei 2008
Sairun beserta masyarakat yang menjadi korban, menghadap Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, di Meuligo Aceh, Banda Aceh. Kepada kepala Pemerintah Aceh, mereka mengadukan nasibnya dan mendapat respon positif. Sebaliknya, Pemda dan DPRK Aceh Singkil justru terlihat seperti sengaja membiarkan kasus ini berlarut- larut. Sairun menambahkan, Pemerintahan Aceh telah berkomitmen menanggapi pernyataan LSM Gempa (selaku pedamping masyarakat yang tanahnya di serobot Ubertraco).
14 Mei 2008
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menegaskan supaya PT. Ubertraco yang berada di Kabupaten Aceh Singkil, segera menerapkan sistem plasma, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar perusahaan perkebunan sawit itu.
17 Juli 2008
Warga Rimo Aceh Singkil melakukan aksi demo terhadap PT. Ubertraco perwakilan Aceh singkil. Warga meminta PT Ubertraco mengembalikan tanah mereka dan menepati isi perjanjian yang telah ditandatangani pada 30 Agustus 2006.
Selasa, 24 Mei 2011
Ratusan Masyarakat Aceh Singkil yang bersengketa dengan PT. Nafasindo/Ubertraco Selasa (24/5), berangkat ke Banda Aceh dan meminta agar BPN Provinsi Aceh membuat patok permanen terhadap patok-patok yang sebelumnya sudah dibuat oleh BPN. Massa yang diperkirakan sekitar 400 orang itu meminta BPN Aceh, jangan sampai membiarkan kasus ini berlarut-larut karena akan berakibat fatal terjadinya perang saudara, bila BPN tidak mau membuat patok permanen.
Jum’at, 27 Mei 2011
Puluhan pemuda dan mahasiswa Aceh Singkil mengultimatum Konsul Jenderal (Konjen) Malaysia di Medan, Sumatera Utara, untuk segera menyelesaikan kasus penyerobotan tanah warga Singkil yang diduga dilakukan PT Nafasindo/Ubertraco, perusahaan milik Malaysia, dalam waktu seminggu. Massa menegaskan, akan membakar gedung PT Nafasindo dan mengusir seluruh karyawan perusahaan sawit itu dari wilayah Singkil, apabila Konjen Malaysia tak berhasil menyelesaikan kasus penyerobotan lahan itu dalam waktu seminggu, sebagaimana diultimatum para demonstran.
30 Mei 2011
Ratusan massa yang menggelar aksi demonstrasi di Gedung Bupati Aceh Singkil mengamuk. Mereka mengacak-acak serta melempari kantor tersebut dengan batu hingga memecahkan kaca gedung. Massa yang mencapai 200 orang itu menggelar aksi saat unsur Muspida sedang menggelar rapat. Masyarakat marah karena menilai Bupati Singkil Makmur Syahputra tak ingin menemui mereka. Mereka berharap Bupati menepati janjinya untuk segera membuat tapal batas permanen lahan yang masih dalam sengketa itu. Ratusan warga yang mengamuk adalah korban penyerobotan lahan PT. Ubertraco/Nufasindo yang juga pernah berdemonstrasi di Banda Aceh dan di Konsulat Malaysia di Medan.
31 Mei 2011
Puluhan mahasiswa Aceh Singkil mendatangi Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh. Mereka meminta kepala PTUN, menjelaskan kepada bupati, bahwa pematokan lahan secara permanen adalah sah.
6 juni 2011
Polda Aceh menetapkan tiga tersangka kasus perusakan Kantor Bupati Aceh Singkil, 30 Mei 2011. Dikatakan, kepolisian terus berupaya untuk mengusut tuntas pelaku dan dalang unjuk rasa yang berakhir dengan pengrusakan kantor Bupati di Kabupaten Aceh Singkil. Kantor bupati Aceh Singkil dirusak ratusan orang pengunjuk rasa yang menuntut penyelesaian sengketa lahan antara masyarakat dan perusahaan perkebunan sawit di wilayah itu.
20 Juni 2011
Kepolisian Resort Aceh Singkil mencabut status siaga satu setelah tidak adanya aksi penolakan oleh warga atas penahanan 18 tersangka dalam kasus perusakan kantor Bupati Aceh Singkil. Polisi juga telah menyerahkan berkas perkara 18 tersangka itu ke Kejaksaan Negeri setempat. Kepala Kepolisian Resort Aceh Singkil, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Helmi Kuarta mengatakan, status siaga satu telah dicabut, sepekan kemudian. Kata dia berkas perkara para tersangka juga telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Singkil.
Rabu, 16 November 2011
Gubernur Aceh melakukan pertemuan dengan masyarakat dari 22 desa di Aceh Singkil dan PT Ubertraco guna menuntaskan kasus sengketa lahan antara masyarakat dengan PT. Ubertraco/ Nafasindo di Singkil. Dan dari hasil pertemuan tersebut, Gubernur Aceh telah menetapkan pematokan ulang batas tanah warga dengan PT. Ubertraco/Nafasindo berdasarkan hasil verifikasi Tim Fasilitasi Penyelesaian Konflik Pertanahan Aceh, rencananya akan dilakukan pada 23 November mendatang.***
Berita Terkini
Riswan Metro Dilaporkan ke Panwaslu Simeulue
Senin, 16 April 2012 jam 19:53:40 WIB
Unjukrasa Tolak Kenaikan Harga BBM berlanjut di Banda Aceh
Rabu, 28 Maret 2012 jam 12:37:38 WIB
Ribuan Konstituen Dukung Darmuda
Senin, 12 Maret 2012 jam 15:22:43 WIB
Penumpang Kapal Ditemukan Tewas
Kamis, 08 Maret 2012 jam 17:28:01 WIB
Penetapan Nomor Urut Cagub/Cawagub PA tak Semarak
Kamis, 08 Maret 2012 jam 14:13:19 WIB
Organda Minta Tertibkan Angkutan Liar.
Kamis, 08 Maret 2012 jam 13:16:35 WIB
Haba Ulee Kareng
Di Tapal Batas
ADA begitu banyak pertanyaan sederhana yang bisa kita...
Suci Hati Bersih Jiwa
BELUM lagi kasus heboh Nazaruddin reda, kembali kita...
Lakon Pemimpin
ADU kuat antara Walikota Lhokseumawe Munir Usman dan Wakil...
Millata Abraham
KETIKA masih kanak-kanak, saya biasa membuat jengkel orang...
Boikot Media!
Muhammad SalehPERNYATAAN boikot media yang...
Wartawan Jahat!
Belum sempat trauma penganiayaan wartawan di Simeulu...
Berita Terbaru
Peluru GLM Pencabut Nyawa
Muhamad Daud Hanafiah (58 tahun), penderes getah karet di...
BOM Waktu dari Simeulue
Lima hari tidak beroperasi, ratusan penumpang Kapal KMP...
Partai SIRA Pecah Dukungan Nazar Terbelah
Setelah Ketua Umum DPP Partai SIRA, Taufik Abda...
Ketika SIRA Harus Memilih
Sejumlah petinggi Partai SIRA memilih mundur dari...
Nazar Tawarkan Saya Uang!
Entah berpengaruh atau tidak, yang pasti perseteruan...
SIRA Sudah tak Asin Lagi
Konflik di tubuh Partai SIRA sudah terjadi sejak era...
Berita Terpopuler
Darah Haid Pertanda Penyakit
Hampir separuh populasi wanita dewasa mengalami...
Jangan Sepelekan Keringat Dingin
Kencan pertama atau wawancara kerja merupakan beberapa...
ISTRIKU KABUR DENGAN SEPUPUKU
Manusia kalau selalu diperbudak oleh hawa nafsunya, maka...
Legenda Para Auliya Aceh (5): Raden Fatah: Ujung Tombak Pasai Menaklukkan Majapahit
Bagi masyarakat Hindu-Majapahit, tidak ada tokoh yang...
Mutasi Pati Polri | Inspektur Jenderal Adityawarman Kapolda Aceh
Mabes Polri kembali mengelar mutasi sejumlah perwira...
MEMBANGUN UNIVERSITAS BERKELAS DUNIA
Idealnya, institusi pendidikan tinggi ditujukan tidak hanya...
Berita Terakhir Dibaca
Jejak Rekam Sengketa Tanah PT Ubertraco versus Masyarakat
30 Agustus 2006PT Ubertraco melalui perwakilan PT Ubertraco...
Warga Menagih Janji Mawardy
Pembangunan monumen PLTD Apung ternyata menyimpan hikayat...
Zulihar Mukmin: Kalau Saya Tukang Ketik, Dia Siapa?
Masih ingat pemberitaan MODUS ACEH terkait FISIP Unsyiah...
Mendongkrak Popularitas, Melanggar Aturan
Semua caleg tancap gas. Sistem suara terbanyak membuat...
Saat Tuti Menghitung Hari
Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia di Arab Saudi masih...
Diantara Kekerasan Seksual dan Hukum Pancung
Dia melawan ketika diperkosa majikan. Sang majikan tewas....









