Senjata Sisa Konflik
Peluru GLM Pencabut Nyawa
MALANG tak dapat ditolak untung tidak dapat diraih. Itulah cerita duka yang dialami keluarga almarhum Muhammad Daud Hanafiah (58), seorang penderes getah karet di Desa Batee Lapan (kilometer 8), Simpang Kramat, Kabupaten Aceh Utara. Duka ini terjadi setelah dia tewas dengan kondisi menggenaskan. Innalillahi wainnailaihi rajiun. Diduga korban terkena serpihan ledakan peluru GLM (Grenade Launcher Mortir) yang ia temukan di kawasan kebun itu, Sabtu pagi, 28 Januari 2012.
Kontributor MODUS ACEH di Aceh Utara melaporkan. Muhammad Daud Hanafiah tewas dengan perut terburai. Sebelumnya, warga sekitar mengaku ada mendengar ledakan keras sebelum jasad Daud ditemukan. Diduga, peluru GLM tersebut merupakan peninggalan masa konflik yang tak seluruhnya ditarik saat pemusnahan, paska penjanjian damai antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah RI, 15 Agustus 2005 di Helsinki.
Tewasnya Daud, begitu warga disana memanggilnya, bukanlah cerita baru. Sebab, Oktober 2011 lalu, seorang wanita lanjut usia juga ada menemukan enam peluru serupa di kebunnya, Desa Jaba, Peudada, Bireuen. Untungnya, temuan itu tak diutak-atik dan diserahkan ke polisi setempat.
Seperti diwartakan laman the atjehpost.com. Pelontar GLM adalah senjata berdaya ledak tinggi. Senjata ini biasanya dipakai untuk menghancur atau menyerang kendaraan perang jenis tank. Ismail, petani sawit di Blang Kareung Nisam, juga pernah menemukan peluru sejenis di kebunnya, 6 Agustus 2011 lalu. Bahan peledak berbentuk menyerupai tabung senter itu pun diserahkan ke Kompi Brimob Jeulikat untuk dijinakkan.
Jauh sebelumnya, pada Januari 2007, serombongan remaja menemukan peluru GLM di semak-semak perbukitan Desa Seuneubok Tuha, Pante Bidari, Aceh Timur. Entah bagaimana, peluru itu pun meledak dan menyebabkan kelima remaja belia itu kritis.
Di Paya Lipah, Peureulak, Aceh Timur, ada pula remaja bernama Rasyidin kehilangan satu tangannya seumur hidup. Gara-garanya, ia membongkar peluru mortir tank yang ditemukannya di areal persawahan kampungnya setelah sebuah tank milik marinir terperosok di sana pada 5 April 2004. Ketika itu, Rasyidin masih berusia 11 tahun.
Geuchik Desa Batee Lapan, Munirwadi kepada The Atjeh Post menjelaskan. Sekitar pukul 14.30 Wib, M Daud Hanafiah ditemukan dengan kondisi perut terburai dan tangan putus. Mayat korban, kata dia, tergeletak di dalam pondok tempat istirahat pekerja penderes getah, pagi tadi sekitar pukul 08.00 Wib. “Yang pertama melihat mayat korban, Lilih (nama panggilan), rekan korban, juga penderes getah. Saat Lilih masuk ke pondok itu, tidak jauh dari pintu masuk tergeletak mayat korban. Lilih mengaku langsung lari ke Keude Batee Lapan, karena takut. Dia mengira Pak Daud dimakan binatang buas,” kata Munirwadi.
Lalu, Lilih mengabarkan temuannya kepada warga lain di Keude Batee Lapan. “Warga lain juga tidak berani datang ke lokasi pondok untuk melihat korban. Kemudian mereka memberitahukan kepada saya, dan bersama dengan mereka saya datang ke lokasi. Lalu, saya lapor kepada Kapolsek,” kata Munirwadi.
Informasi diperoleh Munirwadi, warga yang rumahnya berjarak sekitar 100 meter dari pondok itu sempat mendengar suara ledakan, sebelum Lilih menemukan mayat M Daud Hanafiah. “Kebetulan pondok itu berada dalam kebun. Warga bilang ada terdengar sekali suara ledakan,” katanya.
Munirwadi dan warga setempat menduga M Daud Hanafiah tewas karena terkena peluru GLM yang dia temukan di kawasan kebun itu. Dugaan ini berdasarkan adanya suara ledakan dan pecahan di sekitar mayat korban. “Dugaan kita meledak aneuk taipe nyang lagee sente kotak jih (peluru GLM atau mortir), mungkin bahan peledak itu diutak-atik makanya meledak,” kata Geuchik Batee Lapan ini.
Mayat korban, lanjut Munirwadi, dievakuasi ke Rumah Sakit Cut Mutia di Lhokseumawe dengan mobil ambulan. Korban merupakan warga asal Bireuen yang selama ini tinggal di rumah adiknya di Desa Panggoi, Muara Dua, Lhokseumawe. Biasanya, kata dia, M Daud pergi pulang dari Panggoi ke Bate Lapan untuk menderes getah.
Kepala Polisi Sektor Simpang Kramat Iptu M Nasir saat dihubungi terpisah mengakui telah ditemukan mayat M Daud Hanafiah, penderes getah di kebun karet Desa Batee Lapan. “Pihak Satreskrim Polres Lhokseumawe sedang melakukan olah TKP di lokasi itu,” kata Nasir.
Akankah senjata sisa konflik terus memakan korban? Agaknya pemahaman dan penerangan kepada masyarakat, khususnya di pedesaan harus terus menerus dilakukan aparat terkait. Sebab, penemuan senjata dan bahan peledak yang rata-rata ditemukan oleh petani atau masyarakat biasa, umumnya tak punya pengetahuan tentang senjata atau bahan peledak tersebut.***
Berita Terkini
SBY Meneliti Model Lelang Jabatan ala Jokowi
20 jam 04 menit yang lalu
Venezuela Krisis Tisu Toilet
22 jam 54 menit yang lalu
POLITISI PARTAI ACEH : ADA KESAN PEMERINTAH PUSAT PAKSA ACEH UBAH BENDERA
22 jam 52 menit yang lalu
Ayah Fatin tak Masalah Anaknya Dikabarkan Dekat dengan Mikha
Kemarin, jam 16:47:03 WIB
Mahasiswa Trisakti Desak SBY Usut Tuntas Tragedi Mei 98
Kemarin, jam 16:39:26 WIB
Rafsanjani Dilarang Ikut Pemilihan Presiden Iran
Kemarin, jam 16:34:25 WIB
Yakinkah Anda Pemilu Legislatif 2014 Akan Aman?
Haba Ulee Kareng
Mastermind
JUMAT, 26 April 2013, bumi Serambi Mekkah, kembali...
Di Tapal Batas
ADA begitu banyak pertanyaan sederhana yang bisa kita...
Suci Hati Bersih Jiwa
BELUM lagi kasus heboh Nazaruddin reda, kembali kita...
Lakon Pemimpin
ADU kuat antara Walikota Lhokseumawe Munir Usman dan Wakil...
Millata Abraham
KETIKA masih kanak-kanak, saya biasa membuat jengkel orang...
Boikot Media!
Muhammad SalehPERNYATAAN boikot media yang...
Berita Terbaru
Bunin, Agama dan Keterasingan Sosial
Semua perlengkapan yang akan dimasak harus dibawa secara...
Kota Madani Ternoda Syahwat
Hari ini, 22 April 2013, Kota Banda Aceh berusia 808 tahun....
Anggota Menangkap Kepala Melepas
Tebang pilih terhadap pelaku maksiat di Banda Aceh, masih...
Perempuan Tahu Pelakunya
Hampir satu dari lima perempuan pernah mengalami kekerasan...
Pekerjaan tak Tuntas, Tagihan Diajukan
Rapat membahas tentang hasil kemajuan fisik pekerjaan...
Secara Aturan dan Prosedur Salah!
Usai menjamu sejumlah tamu, Kepala Badan Penanggulangan...
Berita Terpopuler
Darah Haid Pertanda Penyakit
Hampir separuh populasi wanita dewasa mengalami...
Jangan Sepelekan Keringat Dingin
Kencan pertama atau wawancara kerja merupakan beberapa...
ISTRIKU KABUR DENGAN SEPUPUKU
Manusia kalau selalu diperbudak oleh hawa nafsunya, maka...
Legenda Para Auliya Aceh (5): Raden Fatah: Ujung Tombak Pasai Menaklukkan Majapahit
Bagi masyarakat Hindu-Majapahit, tidak ada tokoh yang...
Mutasi Pati Polri | Inspektur Jenderal Adityawarman Kapolda Aceh
Mabes Polri kembali mengelar mutasi sejumlah perwira...
MEMBANGUN UNIVERSITAS BERKELAS DUNIA
Idealnya, institusi pendidikan tinggi ditujukan tidak hanya...
Berita Terakhir Dibaca
Peluru GLM Pencabut Nyawa
Muhamad Daud Hanafiah (58 tahun), penderes getah karet di...
Mahkamah Agung, Dicincang Hingga Referendum
Ketua Komisi A DPR Aceh, Adnan Beuransyah, mengaku siap...
Oknum Polisi Bogem Jaksa Euy, Ndak Malu Dilihat Rakyat!
Oknum polisi membogem petugas piket Kejati NAD. Kapoltabes...
Secara Aturan dan Prosedur Salah!
Usai menjamu sejumlah tamu, Kepala Badan Penanggulangan...
Bunin, Agama dan Keterasingan Sosial
Semua perlengkapan yang akan dimasak harus dibawa secara...
Kongkalikong di Proyek PLTD Apung
Belum lagi masalah pembebasan lahan milik warga selesai,...









