INILAH cerita klasik yang kerap melanda masyarakat di pulau Simeulue. Pulau yang dikelilingi lautan dan terletak di ujung barat Provinsi Aceh ini, hampir selalu menggantungkan segala kebutuhannya dari daerah luar, termasuk hasil pertanian seperti sayuran. Alhasil, jika transportasi angkutan laut seperti kapal penyeberangan (ferry) dan kapal angkutan barang lainnya tidak beroperasi, maka berbagai bahan kebutuhan tersebut dipastikan tersendat karena tidak dapat dipasok.
Padahal, pulau yang pernah dijuluki sebagai daerah penghasil cengkeh ini memiliki lahan tidur yang luas. Akan tetapi kebutuhan sayuran seperti cabe, tomat, wortel, dan sayuran lain masih harus dipasok dari daratan Aceh dan provinsi tetangga.
Senin pekan lalu, misalnya. Ratusan penumpang dan puluhan truk angkutan barang yang hendak menuju Simeulue terpaksa terlantar berhari-hari di Pelabuhan Labuanhaji, Aceh Selatan, sehingga mengakibatkan berbagai bahan pokok (bako) seperti beras, sayur-sayuran, serta lainnya terancam busuk dan berjamur.
Hal ini terjadi karena angkutan laut yang menghubungkan Simeulue dengan Labuhanhaji terputus. Pasalnya, kapal KMP Teluk Sinabang yang melayani Sinabang-Labuanhaji tidak dapat beroperasi untuk sementara waktu akibat Surat Izin Berlayar (SIB) yang dikeluarkan Menteri Perhubungan telah habis masa berlakunya (expired), sejak 22 Januari 2012 lalu. Sehingga kapal tersebut terpaksa diarahkan untuk docking (peremajaan) tahunan ke Jakarta. Sementara kapal lainnya, yaitu KMP Teluk Singkil yang melayani rute Sinabang-Singkil saat ini masih dalam perawatan.
Sebelum masa izin berlayar KMP Teluk Sinabang berakhir, Dinas Perhubungan setempat sebenarnya telah menyurati PT ASDP (Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan) Cabang Simeulue, dengan nomor 551.53/055/2012, tanggal 12 Januari 2012, yang berisi tentang pengajuan permohonan kapal ferry pengganti. Mengingat KMP Teluk Sinabang akan naik dock. Namun, hingga operasional kapal terhenti, ternyata tetap tidak ada penanggulangan dari pihak ASDP. Alhasil, saat ferry Teluk Sinabang tidak beroperasi, maka ferry pengganti pun tidak ada.
Manager Operasional PT ASDP Daminsyah saat dihubungi memilih irit bicara dan meminta media ini untuk menghubungi atasannya Agus Supriyanto. Namun informasi dari pihak ASDP tidak berhasil didapatkan, sehingga Kepala ASDP Cabang Sinabang, Agus Supriyatno tidak dapat dihubungi.
Saat ini, transportasi darurat yang digunakan masyarakat sebagai pengganti adalah kapal boat nelayan dengan bobot 10 ton. Meskipun demikian, boat nelayan tersebut tidak dapat mengangkut keseluruhan calon penumpang asal Simeulue yang terkatung-katung di Labuhanhaji. Selain itu, biaya yang dikeluarkan calon penumpang bisa mencapai 10 kali lipat dibandingkan dengan ongkos ferry. Maklum, dengan menumpang boat nelayan, calon penumpang harus merogoh kocek sebesar Rp 150-200 ribu, padahal biasanya hanya cukup membayar Rp. 20 ribu.
Tak pelak, kondisi ini mengakibatkan harga kebutuhan pokok seperti sayuran, telur, dan minyak goreng di Simeulue, terutama Kota Sinabang mendadak naik hingga 20 persen. Menurut Ketua Pasar Inpres Sinabang, Nana Prana Putra, kenaikan harga sembako tersebut akibat mahalnya biaya transportasi. Sebab, barang dagangan yang mereka dapatkan memakai jasa angkutan kapal boat nelayan yang lebih mahal dari biaya sebelumnya.
Nana juga menjelaskan, hampir semua pedagang tersebut mendapatkan pasokan barang dagangannya dari luar daerah. Ini karena di Simeulue, produksi sayuran tidak bisa diharapkan. Pasalnya, hasil sayuran di pulau itu hanya bisa menghasilkan cabe. “Itu pun hanya musiman dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan para pembeli,” ujar Nana.
Tidak beroperasinya transportasi laut andalan pulau itu, jelas menjadi persoalan besar bagi masyarakat di pulau Simeulue. Sebab, selain biayanya yang murah, ferry juga merupakan angkutan alternatif untuk memasok berbagai barang dari luar ke Simeulue. Sementara, pihak terkait masih tergolong lamban untuk melakukan penanggulangan terkait hal tersebut. Alamakk.***
Berita Terkini
Ayah Fatin tak Masalah Anaknya Dikabarkan Dekat dengan Mikha
18 jam 47 menit yang lalu
Mahasiswa Trisakti Desak SBY Usut Tuntas Tragedi Mei 98
18 jam 39 menit yang lalu
Rafsanjani Dilarang Ikut Pemilihan Presiden Iran
18 jam 34 menit yang lalu
E-KTP Rawan Diretas
18 jam 29 menit yang lalu
Serda Ucok, Anggota Kopassus Eksekutor Cebongan?
18 jam 15 menit yang lalu
DPD IMM Aceh akan Gelar Seminar Politik
19 jam 48 menit yang lalu
Yakinkah Anda Pemilu Legislatif 2014 Akan Aman?
Haba Ulee Kareng
Mastermind
JUMAT, 26 April 2013, bumi Serambi Mekkah, kembali...
Di Tapal Batas
ADA begitu banyak pertanyaan sederhana yang bisa kita...
Suci Hati Bersih Jiwa
BELUM lagi kasus heboh Nazaruddin reda, kembali kita...
Lakon Pemimpin
ADU kuat antara Walikota Lhokseumawe Munir Usman dan Wakil...
Millata Abraham
KETIKA masih kanak-kanak, saya biasa membuat jengkel orang...
Boikot Media!
Muhammad SalehPERNYATAAN boikot media yang...
Berita Terbaru
Bunin, Agama dan Keterasingan Sosial
Semua perlengkapan yang akan dimasak harus dibawa secara...
Kota Madani Ternoda Syahwat
Hari ini, 22 April 2013, Kota Banda Aceh berusia 808 tahun....
Anggota Menangkap Kepala Melepas
Tebang pilih terhadap pelaku maksiat di Banda Aceh, masih...
Perempuan Tahu Pelakunya
Hampir satu dari lima perempuan pernah mengalami kekerasan...
Pekerjaan tak Tuntas, Tagihan Diajukan
Rapat membahas tentang hasil kemajuan fisik pekerjaan...
Secara Aturan dan Prosedur Salah!
Usai menjamu sejumlah tamu, Kepala Badan Penanggulangan...
Berita Terpopuler
Darah Haid Pertanda Penyakit
Hampir separuh populasi wanita dewasa mengalami...
Jangan Sepelekan Keringat Dingin
Kencan pertama atau wawancara kerja merupakan beberapa...
ISTRIKU KABUR DENGAN SEPUPUKU
Manusia kalau selalu diperbudak oleh hawa nafsunya, maka...
Legenda Para Auliya Aceh (5): Raden Fatah: Ujung Tombak Pasai Menaklukkan Majapahit
Bagi masyarakat Hindu-Majapahit, tidak ada tokoh yang...
Mutasi Pati Polri | Inspektur Jenderal Adityawarman Kapolda Aceh
Mabes Polri kembali mengelar mutasi sejumlah perwira...
MEMBANGUN UNIVERSITAS BERKELAS DUNIA
Idealnya, institusi pendidikan tinggi ditujukan tidak hanya...
Berita Terakhir Dibaca
Bireuen, Kota Juang dan Realita Tri Hot Spot
Insiden Atu Lintang telah mengusik kedamaian di Aceh....
Hitam-Putih Insan Bhayangkara di Aceh
Kinerja polisi di Aceh, dinilai masih kurang memuaskan....
Fraksi Partai Demokrat: Tengku Jemarin, S.Pd.I
Rancangan Qanun Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur,...
Sabar dan Tunggu Dulu!
Paska menerima surat dari Kementerian Dalam Negeri dan...
BOM Waktu dari Simeulue
Lima hari tidak beroperasi, ratusan penumpang Kapal KMP...
Menakar Popularitas Zaini-Muzakir
Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf (ZIKIR), bakal calon...









