Exxon Mobil
Janji Manis Warga tak Sudi
KEKESALAN warga dari 23 desa di Aceh Utara sudah di ubun-ubun. Maklum saja, jalan lintas menuju puluhan desa di Kecamatan Pirak Timur Aceh Utara, yang disebut-sebut menjadi tanggung jawab PT Exxon Mobil, rusak parah dan tidak terurus.
Akibatnya, Rabu pagi pekan lalu, ratusan tokoh masyarakat yang mewakili 23 desa Kecamatan Pirak Timur, Aceh Utara, melakukan aksi protes di depan pintu gerbang halaman kantor PT Exxon Mobil, Poin A Nibong, Aceh Utara.
Masa datang dengan membawa karton bertuliskan protes terhadap perusahan ketiga terbesar di Aceh Utara tadi. Sebab, warga menilai perusahaan asal Amerika Serikat itu tidak pro aktif terhadap masyarakat setempat. Ratusan tokoh masyarakat di sana mendesak Exxon Mobil untuk memberi kepastian perbaikan jalan di desa mereka yang menjadi tanggungjawab perusahaan besar tersebut.
Unjuk rasa yang dilakukan warga di pintu gerbang Exxon Mobil, Poin A Cluster 4 tersebut, dikawal ketat ratusan personil Satuan Brimob dan Polres Aceh Utara.
Dalam orasinya, warga juga sempat menuturkan, kehadiran mereka hanya meminta Exxon Mobil memenuhi janji-janjinya kepada warga dan mendesak jalan lintas Kecamatan Pirak Timur agar segera dikerjakan atau dalam jangka waktu satu minggu harus siap dikerjakan. Jika tidak, warga mengancam akan menurunkan massa lebih banyak. Karena, jalan di kawasan itu tidak bisa dilewati lagi. Tak hanya itu, sejumlah proyek Program Nasional Pembangunan Masyarakat Pedesaan (PNPMP) di Kecamatan itu, juga terancam gagal.
Setelah beberapa jam berorasi, sekira pukul 12.00 WIB, pihak Exxon Mobil meminta tiga perwakilan warga untuk membicarakan tuntutannya. Mereka adalah Abu Bakar (Ketua Asgara), M Yusuf Mukim Matang Kuli Timur dan Abdul Aziz tokoh pemuda Pirak Timur. Ratusan masa lain menunggu diluar gerbang perusahan yang telah lama beroperasi di Aceh ini.
Kekecewaan warga terlihat jelas saat tiga perwakilan mereka keluar dari Exxon Mobil. Hal ini karena tidak semua permintaan warga dituruti.Pihak Exxon hanya menanggapi tentang perbaikan jalan rusak secara tanggap darurat saja. Dan pihak Exxon tidak bersedia menandatangani isi perjanjian dengan warga.
Dalam orasinya, warga dari 23 desa tersebut berteriak hanya memberi waktu selama satu minggu atau tujuh hari kerja. Terhitung 30 November sampai dengan 7 Desember 2011. Perusahaan itu diminta untuk menindaklanjuti permintaan warga agar memperbaiki jalan yang rusak. Jika dalam batas waktu tersebut tidak dilakukan, warga akan kembali berunjuk rasa dengan massa yang lebih besar dan akan dilakukan selama 23 hari.”Jika permintaan kami mereka abaikan, kami akan kembali berunjuk rasa dengan jumlah ribuan warga lainnya. Kami sudah mengkoordinasi denga lima kecamatan lainnya,” kata M Yusuf yang diamini beberapa warga lainnya.
Ungkapan kekecewaan warga disampaikan para orator secara bergantian. Warga sudah tidak bisa bersabar dan sudah terlanjur kecewa. Maklum, janji yang dinanti-nanti warga selama ini tidak digubris oleh perusahaan tersebut.
Kondisi jalan yang sempat menuai aksi protes warga tersebut memang sudah sangat rusak parah. Itu sebabnya, hubungan Desa Matang Peusangan dengan Desa Beurandang yang berjarak empat kilo meter, nyaris tak layak dilintasi lagi. Jangankan untuk mobil barang (Mobar) pengangkut bahan material, kendaraan roda dua saja tersangkut diantara kubangan jalan yang legit, melebar dan dalam itu. “Jalan itu sekarang nyaris tidak bisa dilewati sama sekali. Jika mobil pengangkut material masuk maka akan tersangkut dalam lubang yang dalam,” ungkap Abu Bakar, Ketua Asosiasi Geucik (Kades) Aceh Utara (Asgara).
Menariknya, dana pembangunan PNPMP untuk kecamatan itu, sebenarnya sudah cair sejak sebulan lalu.Tapi tidak bisa dilaksanakan pekerjaannya karena jalannya rusak parah sehingga material tidak bisa masuk. Sedangkan batas waktu pengerjaannya sudah sangat mendesak menjelang akhir tahun masa anggaran 2011. “Jadi, satu-satunya yang ditakutkan warga adalah, kondisi jalan yang jelek tadi dapat menggagalkan pembangunan pedesaan di dua puluh tiga desa tadi,” jelas Abubakar yang juga tokoh masyarakat salah satu desa di Pirak Timur, Kabupaten Aceh Utara kepada MODUS ACEH, pekan lalu.
Masih menurut Abu Bakar, “Dampak dari jalan tersebut saat ini juga sempat melonjakkan harga bahan material pembangunan. Harga pasir satu dump truck standar yang dulu empat ratus ribu, naik mencapai satu juta empat ratus ribu per dump truck. Kami tidak tahu harus bagaimana, truk tidak mau masuk takut tersangkut dilubang. Kalau pun ada truk yang bersedia memasok material tapi harganya sangat tidak mampu kami jangkau,”keluh Abu Bakar.
Persis pukul 13.00 WIB, warga membubarkan diri dan kembali ke desa masing-masing. Humas Exxon Mobil, Armia yang dikonfirmasi enggan untuk dijumpai. Kepada Satuan Pengamanan (Satpam) perusahaan itu dia berpesan, dirinya sedang sibuk. “Bapak sedang sibuk, jadi tidak sempat menjumpai wartawan,” kata salah satu anggota Satpam yang sedang berjaga-jaga di pos pintu gerbang Exxon Mobil.
Sebelumnya, pertengahan Mei 2011 lalu, proses mediasi pernah dilakukan ke dua belah pihak, yakni antara Exxon Mobil dan masyarakat. Tujuannya, untuk memperjelas tentang perintisan pembangunan infrastruktur jalan yang layak untuk warga setempat. Saat itu hadir anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD-RI) asal Aceh Tgk Abdurahman BTM. Pembahasan kian mengarah kepada pembangunan jalan lintas utama di Kecamatan Pirak Timur. Namun, apa lacur, hasil kesepakatan hanya tinggal di bibir dan kertas. Faktanya, masih sebatas janji manis dari pihak Exxon Mobil.***
Berita Terkini
Riswan Metro Dilaporkan ke Panwaslu Simeulue
Senin, 16 April 2012 jam 19:53:40 WIB
Unjukrasa Tolak Kenaikan Harga BBM berlanjut di Banda Aceh
Rabu, 28 Maret 2012 jam 12:37:38 WIB
Ribuan Konstituen Dukung Darmuda
Senin, 12 Maret 2012 jam 15:22:43 WIB
Penumpang Kapal Ditemukan Tewas
Kamis, 08 Maret 2012 jam 17:28:01 WIB
Penetapan Nomor Urut Cagub/Cawagub PA tak Semarak
Kamis, 08 Maret 2012 jam 14:13:19 WIB
Organda Minta Tertibkan Angkutan Liar.
Kamis, 08 Maret 2012 jam 13:16:35 WIB
Haba Ulee Kareng
Di Tapal Batas
ADA begitu banyak pertanyaan sederhana yang bisa kita...
Suci Hati Bersih Jiwa
BELUM lagi kasus heboh Nazaruddin reda, kembali kita...
Lakon Pemimpin
ADU kuat antara Walikota Lhokseumawe Munir Usman dan Wakil...
Millata Abraham
KETIKA masih kanak-kanak, saya biasa membuat jengkel orang...
Boikot Media!
Muhammad SalehPERNYATAAN boikot media yang...
Wartawan Jahat!
Belum sempat trauma penganiayaan wartawan di Simeulu...
Berita Terbaru
Peluru GLM Pencabut Nyawa
Muhamad Daud Hanafiah (58 tahun), penderes getah karet di...
BOM Waktu dari Simeulue
Lima hari tidak beroperasi, ratusan penumpang Kapal KMP...
Partai SIRA Pecah Dukungan Nazar Terbelah
Setelah Ketua Umum DPP Partai SIRA, Taufik Abda...
Ketika SIRA Harus Memilih
Sejumlah petinggi Partai SIRA memilih mundur dari...
Nazar Tawarkan Saya Uang!
Entah berpengaruh atau tidak, yang pasti perseteruan...
SIRA Sudah tak Asin Lagi
Konflik di tubuh Partai SIRA sudah terjadi sejak era...
Berita Terpopuler
Darah Haid Pertanda Penyakit
Hampir separuh populasi wanita dewasa mengalami...
Jangan Sepelekan Keringat Dingin
Kencan pertama atau wawancara kerja merupakan beberapa...
ISTRIKU KABUR DENGAN SEPUPUKU
Manusia kalau selalu diperbudak oleh hawa nafsunya, maka...
Legenda Para Auliya Aceh (5): Raden Fatah: Ujung Tombak Pasai Menaklukkan Majapahit
Bagi masyarakat Hindu-Majapahit, tidak ada tokoh yang...
Mutasi Pati Polri | Inspektur Jenderal Adityawarman Kapolda Aceh
Mabes Polri kembali mengelar mutasi sejumlah perwira...
MEMBANGUN UNIVERSITAS BERKELAS DUNIA
Idealnya, institusi pendidikan tinggi ditujukan tidak hanya...
Berita Terakhir Dibaca
Janji Manis Warga tak Sudi
Warga lima kecamatan yang mewakili 23 Desa di Aceh Utara...
Aceh Green Jalan di Tempat
Perambahan hutan terus terjadi di Aceh. Anggota Dewan...
Sarang Ada Setoran tak Lengket
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bireuen dari Pajak...
Proyek Didapat Pekerjaan Tidak Selesai
Pelaksanaan dan pekerjaan sejumlah proyek milik Dinas...
Saat Haji Saifan Ancam Keruk Jalan
Karena tak jelas pembayaran proyek, rekanan mengancam akan...
Proyek Itu Menyalahi Aturan
Benarkah dewan mencoret proyek pembangunan jalan...









