Ini bukan cerita dan kisah baru, tapi sudah lazim terjadi, tak kecuali di Dinas Pendidikan kota Sabang. Layaknya, dinas ini menjadi panutan bagi dinas, instansi maupun lembaga setingkat. Tapi apa lacur, faktanya tetap saja setali tiga uang. Sama saja.
Bayangkan, untuk tahun 2011 berjalan, ada 47 paket proyek yang harus dikerjakan dinas ini. Sebagian besar merupakan pembangunan fisik seperti gedung dan pagar sekolah. Hasilnya, sebagian besar proses akhir proyek tadi, diduga sarat masalah.
Hasil investigasi media ini ke sejumlah proyek dalam proses pekerjaan membuktikan, sejumlah bangunan yang seharusnya sudah selesai dibangun tetapi masih dikerjaan. Tidak hanya itu, ada proyek pembangunan yang tidak memiliki atau dipasangnya pamplet sebagai tanda nama, nilai dan perusahaan yang melaksanakan pekerjaan. Padahal, sesuai aturan yang berlaku, setiap proyek wajib memasang papan nama. Jika tidak, patut diduga, perusahaan pelaksana proyek belum mengantongi kontrak kerja. “Nah, kalau belum memegang kontrak bagaimana mereka bisa bekerja. Itu sebabnya, kami menduga, berbagai pekerjaan tadi sudah dikondisikan antara kontraktor pelaksana dengan orang dalam dinas. Kalau tidak, mana mungkin mereka berani,” ungkap salah seorang kontraktor di Sabang.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Sabang Drs. Misman mengaku. Tahun ini ada 47 proyek dibawah pengelolaannya.Dari jumlah tersebut,ada proyek yang tidak mungkin selesai pekerjaannya tahun ini. Bila itu terjadi sebut Misman, pihaknya akan memberi sanksi berupa denda. Tapi, dia tidak menjelaskan secara rinci bentuk denda yang akan diberikan.
Sebut saja pembangunan Gedung Aula SMAN I Ie Meulee, Kecamatan Sukakarya Sabang. Proyek ini dikerjakan CV.Lintas
Benua dengan nilai kontrak Rp900 juta lebih. Sumber biayanya dari Dana Alokasi Khusus (DAK)Tahun 2011. “Jika tidak selesai sesuai kontrak maka kami akan mengambil tindakan tegas berupa denda kepada rekanan selaku pelaksana pekerjaan,” tegas Misman.
Kata Misman, anggaran proyek yang ada digenggamnya mencapai Rp6.618.031.000.Mayoritas pekerjaan rekanan bermasalah alias tidak beres. Begitupun, untuk menghindari berbagai masalah dalam pertanggung jawaban anggaran, dirinya sebut Misman, mengambil tindakan dalam bentuk denda. “Ya, tetap akan kita denda,” jelas Drs.Misman Selasa pekan lalu.
Selain gedung kata Misman, proyek pembangunan pagar SMAN I Sabang juga sarat masalah. Itu disebabkan, pembangunan yang dikerjakan perusahaan CV.Kamasa dengan nilai Rp200 juta lebih tersebut, masa kontraknya sudah habis.Sementara pekerjaan masih jauh dari penyelesaian. Harusnya sebut Misman, sesuai kontrak pekerjaan tadi sudah selesai 7 Nopember 2011 lalu.Kenyataannya, sampai sekarang volume pekerjaan baru 80 persen.
Akibat ulah pihak rekanan tadi, pihaknya sebut Misman menerapkan denda secara variatif. Proyek SMAN I Sabang misalnya, didenda Rp23.400 perhari. Denda ini terus dilakukan sampai proyek tadi benar-benar selesai sampai dengan serah terima. Walaupun pihak rekanan mengajukan berbagai alasan sebagai penyebab terjadinya keterlambatan.
Misman mengaku sakit kepala dengan berbagai ulah kontraktor pelaksana. Misalnya, ada proyek yang dikerjakan sangat lambat. Contoh, pembangunan SMPN 3 Balohan, Kecamatan Sukajaya. Sehingga, proyek sekolah dilingkungan perumahan masyarakat korban tsunami itu dipastikan tidak selesai tepat waktu atau tidak sesuai dengan kontrak kerja yang dibuat rekanan itu sendiri.
Jika ditanya kepada rekanan, mereka memberi berbagai alasan. Mulai dari libur lebaran sehingga buruh dan tukang enggan bekerja. “Namun alasan tersebut sebenarnya tidak dapat menjadi pegangan baik bagi rekanan sendiri, maupun bagi kamisebab, dari hasil evaluasi keterlambatan bukan karenakan lebaran,” ungkap Misman.
Kata Misman, jika libur lebaran Idul Adha lalu, sesuai ketentuan yang dikeluarkan pemerintah, cuma tiga hari kerja. Anehnya libur yang dijalankan rekanan sampai satu bulan. “Itu sebabnya proyek-proyek yang dikerjakan perusahaan tersebut terjadi keterlambatan hingga satu bulan.Akhirnya tidak selesai perkerjaan sesuai perjanjian kontrak,” ungkap dia.
Misman berharap, rekanan tetap melanjutkan pekerjaan walau harus membayar denda. “Tetapi dari sisi kedisiplinan sebenarnya rekanan semacam ini, tidak seharusnya berbuat kesalahan.Yang dirugikan bukan saja pihak kamipengelola anggaran tetapi juga masyarakat,” ungkap Drs. Misman.
Salah seorang warga Balohan, Kecamatan Sukajaya Sabang, Hendra menilai, keterlambatan pembangunan proyek yang dikelola Dinas Pendidikan Kota Sabang, bukan saja soal terlambatan tapi juga kualitas pekerjaan.”Saya melihat tidak hanya sekedar keterlambatan yang menjadi masalah, tetapi jugamengenai kualitas pembangunan.Contohnya pembangunan pagar SMAN I.Saya tidak tahu kenapa ada proyek pembangunan fisik tersebut dibuat atas pagar yang sudah ada,” ungkap Hendra.
Tak hanya itu, disebut-sebut pembangunan yang sedang dikerjakan saat ini, jauh lebih besar dan berat ketimbang pembangunan pagar sebelumnya. “Artinya, pagar SMAN I dibangun sudah ada pagar dari kawat jerejak, yang beratnya tidak seberapa. Kini, dibebankan bangunan beton diatasnya, apakah mampu pondasi yang itu menahanya,” ujar Hendra.
Dia berpendapat, seharusnya pihak konsultan perencanaan, tidak hanya menambah beban diatas pondasi yang ada. Sebab, belum tentu mampu menahan beban berat pembangunan sekarang. “Kalau memang pagar sekolah yang terlihat masihbagus itu harus diganti tidak hanya membangun diatas bangunan yang sudah ada, tetapi harus juga dibangun pondasi baru,” saran Hendra.***
Berita Terkini
Riswan Metro Dilaporkan ke Panwaslu Simeulue
Senin, 16 April 2012 jam 19:53:40 WIB
Unjukrasa Tolak Kenaikan Harga BBM berlanjut di Banda Aceh
Rabu, 28 Maret 2012 jam 12:37:38 WIB
Ribuan Konstituen Dukung Darmuda
Senin, 12 Maret 2012 jam 15:22:43 WIB
Penumpang Kapal Ditemukan Tewas
Kamis, 08 Maret 2012 jam 17:28:01 WIB
Penetapan Nomor Urut Cagub/Cawagub PA tak Semarak
Kamis, 08 Maret 2012 jam 14:13:19 WIB
Organda Minta Tertibkan Angkutan Liar.
Kamis, 08 Maret 2012 jam 13:16:35 WIB
Haba Ulee Kareng
Di Tapal Batas
ADA begitu banyak pertanyaan sederhana yang bisa kita...
Suci Hati Bersih Jiwa
BELUM lagi kasus heboh Nazaruddin reda, kembali kita...
Lakon Pemimpin
ADU kuat antara Walikota Lhokseumawe Munir Usman dan Wakil...
Millata Abraham
KETIKA masih kanak-kanak, saya biasa membuat jengkel orang...
Boikot Media!
Muhammad SalehPERNYATAAN boikot media yang...
Wartawan Jahat!
Belum sempat trauma penganiayaan wartawan di Simeulu...
Berita Terbaru
Peluru GLM Pencabut Nyawa
Muhamad Daud Hanafiah (58 tahun), penderes getah karet di...
BOM Waktu dari Simeulue
Lima hari tidak beroperasi, ratusan penumpang Kapal KMP...
Partai SIRA Pecah Dukungan Nazar Terbelah
Setelah Ketua Umum DPP Partai SIRA, Taufik Abda...
Ketika SIRA Harus Memilih
Sejumlah petinggi Partai SIRA memilih mundur dari...
Nazar Tawarkan Saya Uang!
Entah berpengaruh atau tidak, yang pasti perseteruan...
SIRA Sudah tak Asin Lagi
Konflik di tubuh Partai SIRA sudah terjadi sejak era...
Berita Terpopuler
Darah Haid Pertanda Penyakit
Hampir separuh populasi wanita dewasa mengalami...
Jangan Sepelekan Keringat Dingin
Kencan pertama atau wawancara kerja merupakan beberapa...
ISTRIKU KABUR DENGAN SEPUPUKU
Manusia kalau selalu diperbudak oleh hawa nafsunya, maka...
Legenda Para Auliya Aceh (5): Raden Fatah: Ujung Tombak Pasai Menaklukkan Majapahit
Bagi masyarakat Hindu-Majapahit, tidak ada tokoh yang...
Mutasi Pati Polri | Inspektur Jenderal Adityawarman Kapolda Aceh
Mabes Polri kembali mengelar mutasi sejumlah perwira...
MEMBANGUN UNIVERSITAS BERKELAS DUNIA
Idealnya, institusi pendidikan tinggi ditujukan tidak hanya...
Berita Terakhir Dibaca
Proyek Didapat Pekerjaan Tidak Selesai
Pelaksanaan dan pekerjaan sejumlah proyek milik Dinas...
Saat Haji Saifan Ancam Keruk Jalan
Karena tak jelas pembayaran proyek, rekanan mengancam akan...
Proyek Itu Menyalahi Aturan
Benarkah dewan mencoret proyek pembangunan jalan...
HTI Digagas, Lapangan Kerja Diharap
Jika komitmen jelas, DPR Aceh sepakat dengan rencana...
Evaluasi Menyeluruh Sektor Pendidikan
Sektor pendidikan di Aceh masih menyiarkan kabar tak...
Tampung Aspirasi, Mencari Solusi
Terkait penimbunan lahan resapan air, masyarakat...









