JALAN yang menghubungkan antara Buket Sudan Kecamatan Peusangan Siblah dengan Alue Meuh Kecamatan Makmur, sudah dua tahun dilalui warga. Aktifitas masyarakat di wilayah pedalaman itu pun semakin lancar. Petani kian mudah memasarkan hasil pertanian dan perkebunan mereka, karena jalannya sudah beraspal.
Proyek pembangunan jalan Buket Sudan ke Alue Meuh dengan panjang 6, 500 meter dan lebar 900 meter tersebut, dikerjakan H. Saifannur, salah seorang kontraktor di Kabupaten Bireuen. Proyek jalan yang menghubungkan dua kecamatan itu, telah dianggarakan dalam APBK Bireuen tahun 2011. Total dana yang diplotkan di sebesar Rp 7,8 miliar.
Meski sudah dianggarkan di APBK Bireuen, nyatanya sampai kini belum juga terealisasi pembayarannya. Hal ini, tentu saja membuat geram pihak rekanan. Ancaman pun mencuat. H Saifannur sesumbar, dia akan mengeruk kembali jalan yang telah mereka bangun.
Saat dikonfirmasi MODUS ACEH, Kamis, 10 November lalu, H Saifannur membenarkan pernyataannya itu. Kata dia, hingga saat ini Pemkab Bireuen belum juga membayar biaya pembangunan jalan Buket Sudan-Alue Meuh yang telah rampung dikerjakan pihaknya pada 2009 lalu. Padahal, kata H. Saifannur, pihaknya sudah menanyakan perihal pembayaran tersebut ke Pemkab Bireuen. Namun sejauh ini belum juga ada hasilnya. “Masyarakat sudah menikmati manfaat dari pembangunan jalan tersebut. Namun saya belum juga mendapat pembayaran atas pembangunan jalan tersebut,” sebut lelaki bertubuh tambun yang akrab disapa Haji Saifan.
Sepengetahuan dia, sebut Saifannur, proyek itu sudah dianggarkan di APBK Bireuen 2011. Namun entah kenapa, Pemkab Bireuen belum melunasi satu rupiah pun uang untuk pembangunan jalan itu. “Saya merasa dizalimi, padahal selama ini saya telah membantu Pemkab Bireuen semampu saya. Niat saya baik untuk membantu masyarakat,” sebut Saifannur.
Namun, kata H. Saifan, sering kali pembayaran sejumlah proyek yang dikerjakannya tertunda bertahun-tahun. Seperti pembayaran pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen yang masih belum semuanya dilunasi. Namun dia bisa memaklumi, karena proyek tersebut memang proyek multiyeras. “Berbeda dengan proyek pembangunan jalan Buket Sudan ini, seharusnya begitu selesai langsung dibayar, karena itu bukan proyek multiyears yang biasa dibayar bertahap,” keluh Saifanur.
Disinggung apakah proyek yang dikerjakannya sesuai dengan prosedur yang berlaku, Saifanur menyebutkan bahwa yang dia lakukan semua untuk kepentingan rakyat. Jalan tersebut sangatlah membantu perekonomian warga di wilayah tersebut, terutama lalu lintas petani untuk mengangkut hasil pertaniannya melalui jalan tersebut. “Kalau dianggap proyek jalan itu menyalahi aturan mengenai pembayarannya, maka kita bongkar. Apabila memang jalan itu tak dibutuhkan oleh masyarakat, kita akan segera mengeruknya,” kata Saifannur.
Perihal isu yang beredar tentang “penghilangan” anggaran untuk pembayaran jalan Buket Sudan oleh dewan diakibatkan dana tersebut digunakan untuk membiayai proyek aspirasi dewan, Saifanur tidak mau mengomentari perihal isu tersebut. Dia hanya tersenyum saja. “Kalian sudah tahu sendiri mengapa,” ujar Saifannur, singkat.
Karena itu, dia sangat mengharapkan agar Pemkab Bireuen secepatnya membayar biaya pembangunan jalan tersebut. Apalagi hanya tinggal beberapa minggu lagi sudah tutup buku anggaran tahun 2011, untuk menyelesaikan semua pembayaran sejumlah proyek. “Kalau jalan itu kami keruk lagi, siapa yang rugi, kan masyarakat sendiri. Saya merasa dizalimi, karena saya juga rugi,” ujar Safannur, kesal.
Bupati Bireuen, Nurdin Abdul Rahman, yang dikonfirmasi MODUS ACEH seusai pelantikan pejabat di lingkungan Pemkab Bireuen, Jumat, 11 November lalu, menanggapi dingin ancaman tersebut. Dia menyebutkan, ancaman dari Saifanur yang akan mengeruk kembali jalan tersebut, bila Pemkab tidak membayarnya, bukanlah ancaman yang serius. Melainkan hanya sebatas bercanda saja. “Saya pikir, H. Saifanur hanya berguyon dan tidak sungguh-sungguh atas ancaman tersebut,” ujar Nurdin.
Begitupun, Nurdin menyebutkan, pihaknya tetap akan membayar proyek tersebut. Setelah terlebih dahulu harus melengkapi persyaratan administrasi untuk penarikan uang. “Karena ini sudah memasuki akhir tahun dan persyaratan belum terpenuhi semuanya, maka kemungkinan pembayaran akan dilakukan pada tahun anggaran 2012,” sebut Nurdin.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan dan Energi Bireuen, H. Ismunandar, ST. MT, yang dikonfirmasi MODUS ACEH, Kamis, 10 November lalu, terkesan irit bicara. Dia hanya tersenyum saja saat ditanyakan, mengapa proyek pembangunan jalan Buket Sudan- Alue Meuh, belum juga dibayarkan ke pihak rekanan. “Lebih baik tanyakan langsung kepada Sekda,” kilah Ismunandar.
Sementara itu Sekdakab Bireuen, Ir. H. Razuardi, MT, yang ditemui di ruang kerjanya di hari yang sama, membenarkan Pemkab Bireuen belum melunasi biaya pembangunan jalan Buket Sudan- Alue Meuh ke pihak rekanan. Sebab, Pemkab Bireuen tidak mempunyai dana untuk itu. “Kita terus terang saja, uangnya tidak ada, makanya belum dibayarkan,” ungkap Razuardi.
Razuardi mengaku, proyek tersebut sudah dianggarkan dalam APBK Bireuen 2011. Tapi entah kenapa kemudian, tiba-tiba “hilang” begitu saja. “Memang dana uang pembayaran proyek jalan itu akan dibayar, kerena merupakan sisa proyek tahun ini. Tapi akan kita memilah dan memprioritaskan yang sangat mendesak mana duluan dibayar,” kata Razuardi.
Disebutkan Razuardi, pihaknya bersama dewan akan memasukkan kembali anggaran untuk pembayaran proyek jalan itu di APBK Perubahan. Sebab, kata dia, apapun kendalanya, pembayaran dana proyek tersebut harus dilunasi ke pihak rekanan. Apalagi jalannya sudah selesai dibangun sejak dua tahun lalu.
Memang bukan kali ini Saifannur mengancam Pemkab Bireuen, sebelumnya dia juga sudah pernah mengeluarkan ancaman. Beberapa tahun lalu, dia juga pernah mengancam akan membeli Kantor Pusat Pemerintahan Bireuen di Cot Gapu yang dikerjakannya. Bila Pemkab Bireuen tidak membayarkan termin ke sekian kemajuan proyek tersebut. Tapi tak lama setelah ancaman tersebut, Pemkab Bireuen akhirnya bersedia membayar juga. Maka urunglah niatnya untuk membeli kantor tersebut.
Nah, kini H. Saifan kembali mengancam akan mengeruk jalan yang telah dibangunnya itu. Pertanyaannya, apakah ancaman kali ini, akan juga ampuh seperti sebelumnya? Ataukah dia akan benar-benar merealisasikan ancamannya tersebut? Kita tunggu saja perkembangannya.***
Berita Terkini
Riswan Metro Dilaporkan ke Panwaslu Simeulue
Senin, 16 April 2012 jam 19:53:40 WIB
Unjukrasa Tolak Kenaikan Harga BBM berlanjut di Banda Aceh
Rabu, 28 Maret 2012 jam 12:37:38 WIB
Ribuan Konstituen Dukung Darmuda
Senin, 12 Maret 2012 jam 15:22:43 WIB
Penumpang Kapal Ditemukan Tewas
Kamis, 08 Maret 2012 jam 17:28:01 WIB
Penetapan Nomor Urut Cagub/Cawagub PA tak Semarak
Kamis, 08 Maret 2012 jam 14:13:19 WIB
Organda Minta Tertibkan Angkutan Liar.
Kamis, 08 Maret 2012 jam 13:16:35 WIB
Haba Ulee Kareng
Di Tapal Batas
ADA begitu banyak pertanyaan sederhana yang bisa kita...
Suci Hati Bersih Jiwa
BELUM lagi kasus heboh Nazaruddin reda, kembali kita...
Lakon Pemimpin
ADU kuat antara Walikota Lhokseumawe Munir Usman dan Wakil...
Millata Abraham
KETIKA masih kanak-kanak, saya biasa membuat jengkel orang...
Boikot Media!
Muhammad SalehPERNYATAAN boikot media yang...
Wartawan Jahat!
Belum sempat trauma penganiayaan wartawan di Simeulu...
Berita Terbaru
Peluru GLM Pencabut Nyawa
Muhamad Daud Hanafiah (58 tahun), penderes getah karet di...
BOM Waktu dari Simeulue
Lima hari tidak beroperasi, ratusan penumpang Kapal KMP...
Partai SIRA Pecah Dukungan Nazar Terbelah
Setelah Ketua Umum DPP Partai SIRA, Taufik Abda...
Ketika SIRA Harus Memilih
Sejumlah petinggi Partai SIRA memilih mundur dari...
Nazar Tawarkan Saya Uang!
Entah berpengaruh atau tidak, yang pasti perseteruan...
SIRA Sudah tak Asin Lagi
Konflik di tubuh Partai SIRA sudah terjadi sejak era...
Berita Terpopuler
Darah Haid Pertanda Penyakit
Hampir separuh populasi wanita dewasa mengalami...
Jangan Sepelekan Keringat Dingin
Kencan pertama atau wawancara kerja merupakan beberapa...
ISTRIKU KABUR DENGAN SEPUPUKU
Manusia kalau selalu diperbudak oleh hawa nafsunya, maka...
Legenda Para Auliya Aceh (5): Raden Fatah: Ujung Tombak Pasai Menaklukkan Majapahit
Bagi masyarakat Hindu-Majapahit, tidak ada tokoh yang...
Mutasi Pati Polri | Inspektur Jenderal Adityawarman Kapolda Aceh
Mabes Polri kembali mengelar mutasi sejumlah perwira...
MEMBANGUN UNIVERSITAS BERKELAS DUNIA
Idealnya, institusi pendidikan tinggi ditujukan tidak hanya...
Berita Terakhir Dibaca
Saat Haji Saifan Ancam Keruk Jalan
Karena tak jelas pembayaran proyek, rekanan mengancam akan...
Proyek Itu Menyalahi Aturan
Benarkah dewan mencoret proyek pembangunan jalan...
HTI Digagas, Lapangan Kerja Diharap
Jika komitmen jelas, DPR Aceh sepakat dengan rencana...
Evaluasi Menyeluruh Sektor Pendidikan
Sektor pendidikan di Aceh masih menyiarkan kabar tak...
Tampung Aspirasi, Mencari Solusi
Terkait penimbunan lahan resapan air, masyarakat...
Dahsyatnya Perokok di Aceh
Tanggal 31 Mei ditetapkan sebagai Hari Tanpa Tembakau...









