<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title><![CDATA[MODUSACEH.COM - KRIMINAL - RSS FEED]]></title>
<link>http://www.modusaceh.com</link>
<description>TABLOID BERITA MINGGUAN - BIJAK TANPA MEMIHAK</description>
<language>id</language>
<pubDate>Sun, 01 Aug 2010 03:50:52 +0700</pubDate>
<lastBuildDate>Sun, 01 Aug 2010 03:50:52 +0700</lastBuildDate>
<copyright>Copyright (C) 2009-2010</copyright>
<generator>MODUSACEH.COM RSS Generator</generator>

  <item>
  <title><![CDATA[Saksi Bisu Kebun Semangka]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/kriminal/2686/saksi_bisu_kebun_semangka.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Seorang gadis berusia 13 tahun, diduga menjadi korban pelampiasan nafsu bejat dua lelaki tua. Perlu pengawasan pergaulan bocah perempuan dengan pria dewasa. 

Sungguh malang nasib Mekar (samaran&mdash;red). Masa depannya hancur, akibat perlakuan dua lelaki tua. Di usia yang sedang beranjak dewasa, Mekar (13) terpaksa harus melayani nafsu bejat dua lelaki tua hidung belang. Padahal kedua lelaki itu patut menjadi kakek atau bapaknya, di lingkungan desa tempat Mekar tinggal. Namun takdir berkata lain.

Awalnya tidak jelas, kenapa anak yang masih bau kencur itu bisa terjerumus melakoni perbuatan tidak pantas tersebut, apalagi seusianya. Mekar yang masih lugu dalam pergaulan, berasal dari keluarga kurang mampu dan tinggal di salah satu desa, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireun. 

Tidak jelas juga, apakah Mekar terdesak oleh kebutuhan ekonomi atau hal lainya. Hingga sekarang belum terungkap motif dibalik kasus pencabulan bocah tersebut......</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 16 Jun 2010 21:01:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Bila Pesuruh Ikut Nyabu]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/kriminal/2667/bila_pesuruh_ikut_nyabu.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rssdcaea296ca760cb3aed2072d9d9bf996.jpg" alt="Kasat Narkoba Polres Bireuen, Iptu Raja Gunawan, SH, MM, bersama para tersangka pengedar sabu." title="Kasat Narkoba Polres Bireuen, Iptu Raja Gunawan, SH, MM, bersama para tersangka pengedar sabu." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Aparat Polres Bireuen berhasil menangkap tujuh tersangka pengedar sabu dalam dua pekan terakhir. Seorang diantaranya pesuruh sekolah. Gila!

Narkoba memang tidak mengenal status sosial seseorang. Siapa saja bisa terjerumus dalam dunia hitam itu. Mulai dari oknum pejabat, pengusaha, santri, ibu rumah tangga, pelajar hingga oknum aparat penegak hukum. Tak terkecuali dari kalangan ekomoni lemah, seperti petani, nelayan dan pekerja serabutan lainnya. 

Lihat saja Masriadi bin M. Rasyid (35), warga Desa Krueng Juli Timu, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, yang sehari-harinya bekerja sebagai tenaga bakti pembantu atau pesuruh di sebuah Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Kuala ini, juga ikut menyedot &ldquo;kristal putih&rdquo; tersebut.

Entah kenapa, dia juga nyambi sebagai pengedar sabu......</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 09 Jun 2010 21:32:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Susu Dibeli Sabu Didapat]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/kriminal/2643/susu_dibeli_sabu_didapat.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Di Aceh, khususnya Kabupaten Bireuen, mengkonsumsi sabu-sabu (SS), bukan asing dan aneh. Jika tak berduit, cukup ngisap ganja sebatang bersama-sama.

Pengaruh narkoba memang luar biasa. Bagi mereka yang sudah kecanduan, bukan hanya lupa diri, tapi juga anak-istri.

Fakta itu bukan hanya isapan jempol. Azwani bin Umar alias Belot (45), sudah membuktikannya. Gara-gara pengaruh narkoba, anaknya harus merana di rumah.

Betapa tidak, uang yang dia cari dengan susah-payah untuk membeli susu, tiba-tiba saja beralih untuk membeli sabu-sabu atau SS. Akibatnya, buah hatinya harus menderita kehausan di rumah. Celakanya lagi, dia sendiri harus meringkuk di sel tahanan. &ldquo;Saya sangat menyesal, padahal uang itu buat beli susu anak,&rdquo; ungkap Belot kepada wartawan di Aula Mapolres Bireuen, Selasa, 15 Mei lalu.

Petaka yang menimpa Belot itu datang begitu tiba-tiba dan tanpa dia duga sama sekali. Berawal dari laporan masyarakat......</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 26 May 2010 20:56:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Rebut Warisan “Berbuah“ Kematian]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/kriminal/2497/rebut_warisan_“berbuah“_kematian.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss0ebc0a5b321815d59900d9929ef55e41.jpg" alt="Korban perkelahian antara dua keluarga di Desa Wih Kanis, Kabupaten Bener Meriah." title="Korban perkelahian antara dua keluarga di Desa Wih Kanis, Kabupaten Bener Meriah." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Gara-gara harta warisan tanah yang tidak jelas, dua kelompok warga masyarakat di Bener Meriah saling bentrok fisik. Parang dan benda tajam lainya bermain. Satu orang tewas di tempat.

Lelaki tua itu duduk termenung di sudut tembok bagian belakang Polres Bener Meriah, 25 Maret lalu. Dari jauh terlihat, dia memegang telepon seluler dan berkomunikasi dengan saudaranya.

Sesekali, dia membalas dengan pesan singkat atau SMS. Wajahnya terlihat pucat saat wartawan media ini merapat. Selain lelaki tua tadi, ada juga seorang saudaranya. &ldquo;Apa ada kabar&rdquo;. Lalu lelaki tua tadi menjawab. &ldquo;Sudah berkali-kali saya hubungi namun tidak ada jawaban,&rdquo; ucapnya.&nbsp; 

Kedua lelaki ini sangat galau dan resah. Pancaran matanya liar dan terkadang redup seperti tidak ada gairah......</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 07 Apr 2010 22:08:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Abu Mus’ab “Dalam Pelukan” Saladin]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/kriminal/2467/abu_mus’ab_“dalam_pelukan”_saladin.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Setelah Abu Rimba dan Tgk. Mukhtar, giliran Azwani Zainuddin alias Abu Mus&rsquo;ab alias Martunis (25), menyerahkan diri ke polisi. Tersangka ditengarai pernah ikut latihan menembak di Markas Brimob Kelapa Dua, Depok.

Konsekwensi sebuah perjuangan memang berat. Tak selamanya berbuah manis. Bahkan, ada yang harus kehilangan nyawa untuk sebuah kata: perjuangan!. 

Tidak sedikit yang terpaksa berhenti di tengah jalan, karena situasi dan kondisi sudah tidak memungkinkan lagi untuk melanjutkan perjuangan.

Sikap terakhir inilah yang ditempuh Azwani Zainuddin alias Abu Mus&rsquo;ab alias Martunis. Pemuda asal Desa Awee Geutah, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen itu, akhirnya menyerahkan diri secara sukarela kepada polisi. Setelah mengetahui, polisi telah menetapkan nama dia sebagai salah seorang DPO, karena diduga ikut terlibat dalam jaringan teroris.

Begitupun, bukan pekerjaan mudah untuk membuat Abu.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 31 Mar 2010 22:11:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Akhir Petualangan M. Jabal]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/kriminal/2466/akhir_petualangan_m_jabal.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss0ddf1bc4fe7734186e6f7f2d2e6a7b79.jpg" alt="Rumah M. Jabal." title="Rumah M. Jabal." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Disertir TNI itu akhirnya merenggang nyawa ditembus timah panas. Sudah diburu sejak lama. 

Rabu pagi pekan lalu, Baginda Siregar beraktifitas seperti biasa. Pagi-pagi sekali, dia sudah beranjak dari rumahnya di Jalan Pendidikan I, Gang Buntu, Dusun IX, Pasar XI, Desa Sei Rotan (Tembung), Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara. Dia menuju pangkalan angkutan kota (angkot). &ldquo;Tiba-tiba saya dijemput polisi, mereka bilang menantu saya buronan, saya kaget juga,&rdquo; kata pria 48 tahun itu. 

Yang maksud Baginda sebagai menantunya adalah M. Jabal, seorang disertir TNI berpangkat prajurit dua (prada). Bersama seorang temannya bernama Basir, M. Jabal berkunjung dan menginap di rumah Baginda sejak beberapa hari terakhir. M. Jabal menikahi Dian Putri Siregar, anak Baginda. Dari.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 31 Mar 2010 22:11:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Ada Yang Tertangkap dan Bebas Melenggang]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/kriminal/2419/ada_yang_tertangkap_dan_bebas_melenggang.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Polres Aceh Utara berhasil menciduk NRL (31). Diduga, wanita paruh baya ini pemain lama shabu-shabu. Beberapa waktu lalu, Polres Kota Lhokseumawe, hanya berhasil mendapatkan 0,5 ons barang haram tersebut. Pelakunya berhasil lolos.

Sempat mendekam di &ldquo;Hotel Prodeo&rdquo; alias penjara, tak membuat NRL (31), asal Desa Meunasah Dayah, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, kapok menjalankan profesi sebagai pengedar narkoba jenis shabu-shabu atau SS. 

Jangankan jera, taubat pun dia ogah. Akibatnya, wanita paruh baya ini terpaksa berurusan kembali dengan aparat penegak hukum dari Polres Aceh Utara. Itu disebabkan, Senin (1/3), sekira pukul 15.10 Wib, dia diringkus aparat Polres Aceh Utara bersama 12 paket SS pada kiosnya di Desa Meunasah Dayah.

Belakangan terungkap, NRL adalah pemain lama SS dan sudah menjadi residivis sejak tahun 2008. Entah sudah ketagihan atau karena untung besar, setelah bebas, NRL kembali bermain bisnis SS......</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 10 Mar 2010 23:12:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Napi Kabur Bawa Senjata]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/kriminal/2360/napi_kabur_bawa_senjata.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Dua napi berhasil melarikan diri dari Lapas Lhokseumawe. Bukan kasus pertama.

Terkurung dalam sel tahanan, agaknya membuat Ridwan (29), asal Cot Meurubo, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara dan Syamsuddin (26) asal Seunubok Pidie, Kecamatan Madat, Aceh Timur, akhirnya memutuskan untuk bertindak nekat. Dua sejoli itu melarikan diri dari Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas II Lhokseumawe. 

Skenario yang diduga telah lama dirancang itu, direalisasikan kedua narapidana ini, Jumat pagi, pekan lalu. Seperti biasanya, setiap pukul 07.00 Wib petugas sipir (Polsuspas) yang berjaga di Lapas membuka semua sel untuk kegiatan mandi pagi para napi yang disusul dengan kegiatan korve. 

Setelah sampah yang ada dalam sel dikumpulkan, napi yang sudah mendapat kepercayaan, ditugaskan untuk membuang sampah keluar. Agar kotoran itu bisa dikeluarkan, pintu kedua LP (PU2) pun dibuka. Kesempatan inilah yang buru-buru dimanfaatkan Ridwan alias Wan Buluh.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 17 Feb 2010 22:21:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Bila “Istri” Polisi Digondol Maling]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/kriminal/2343/bila_“istri”_polisi_digondol_maling.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss88a17cfee77f700bd8d7166e114f6c58.jpg" alt="Rekonstruksi ketika tersangka Herizal melompat keluar dari lantai dua rumah Aiptu Razali." title="Rekonstruksi ketika tersangka Herizal melompat keluar dari lantai dua rumah Aiptu Razali." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Nekad betul maling yang satu ini, pistol milik polisi pun disikatnya. Kemudian pistol itu berpindah-pindah tangan. Sampai semua mereka berjumlah delapan orang. Enam tersangka sudah diciduk.

Bagi aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, senjata api (senpi) ibarat jiwa dan raga. Tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Senjata yang dibekali negara itu, harus mereka pertanggungjawabkan keberadaannya. Baik keamanan senjata itu sendiri maupun penggunaannya. 

Senpi, khususnya jenis pistol, selalu melekat di pinggang seorang aparat keamanan.&nbsp; Selalu dibawa kemana saja mereka pergi. Sehingga dikenal ada istilah, pistol itu &ldquo;istri pertama&rdquo; bagi personil aparat keamanan. Sampai di tempat tidur pun ditemani &ldquo;istri pertama&rdquo;. Sedangkan &ldquo;istri kedua&rdquo;, barulah.....</div>]]></description>
  <pubDate>Tue, 09 Feb 2010 22:49:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Aktivis LSM Kecanduan Sabu]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/kriminal/2342/aktivis_lsm_kecanduan_sabu.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rssd30eb7f7ff7e2e1ef86fa12c60d7d1c3.jpg" alt="Kapolres Bireuen, AKBP. T. Saladin, SH, bersama para tersangka dan barang bukti pistol curian milik polisi." title="Kapolres Bireuen, AKBP. T. Saladin, SH, bersama para tersangka dan barang bukti pistol curian milik polisi." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Herizal (25) dan Zulfikar (28), merupakan dua tersangka utama dalam kasus pencurian pistol Aiptu Razali Hasan. Herizal membarter senjata api (senpi) dengan sabu-sabu. Zulfikar justeru untuk kepentingan safety (pengamanan diri). 

Narkoba, khususnya jenis sabu-sabu (SS), memang sudah sangat meresahkan masyarakat. Pengaruh buruknya bukan hanya dirasakan pemakai barang itu sendiri dan keluarganya. Tapi, akibatnya juga sangat mengganggu kenyamanan dan keamanan orang lain. 

Buktinya, Kapospol Simpang Mamplam, Aiptu Razali Hasan, sampai kehilangan pistolnya digondol Herizal, sang maling yang juga pencandu sabu-sabu. Gilanya, hanya untuk mendapatkan bubuk teler tersebut dia rela membarter pistol curiannya itu dengan lima gram sabu-sabu.

Padahal, kalau maling biasa yang tidak kecanduan.....</div>]]></description>
  <pubDate>Tue, 09 Feb 2010 22:49:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
</channel>
</rss>