<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title><![CDATA[MODUSACEH.COM - KRIMINAL - RSS FEED]]></title>
<link>http://www.modusaceh.com</link>
<description>TABLOID BERITA MINGGUAN - BIJAK TANPA MEMIHAK</description>
<language>id</language>
<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 11:12:59 +0700</pubDate>
<lastBuildDate>Fri, 12 Mar 2010 11:12:59 +0700</lastBuildDate>
<copyright>Copyright (C) 2009-2010</copyright>
<generator>MODUSACEH.COM RSS Generator</generator>

  <item>
  <title><![CDATA[Napi Kabur Bawa Senjata]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/kriminal/2360/napi_kabur_bawa_senjata.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Dua napi berhasil melarikan diri dari Lapas Lhokseumawe. Bukan kasus pertama.

Terkurung dalam sel tahanan, agaknya membuat Ridwan (29), asal Cot Meurubo, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara dan Syamsuddin (26) asal Seunubok Pidie, Kecamatan Madat, Aceh Timur, akhirnya memutuskan untuk bertindak nekat. Dua sejoli itu melarikan diri dari Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas II Lhokseumawe. 

Skenario yang diduga telah lama dirancang itu, direalisasikan kedua narapidana ini, Jumat pagi, pekan lalu. Seperti biasanya, setiap pukul 07.00 Wib petugas sipir (Polsuspas) yang berjaga di Lapas membuka semua sel untuk kegiatan mandi pagi para napi yang disusul dengan kegiatan korve. 

Setelah sampah yang ada dalam sel dikumpulkan, napi yang sudah mendapat kepercayaan, ditugaskan untuk membuang sampah keluar. Agar kotoran itu bisa dikeluarkan, pintu kedua LP (PU2) pun dibuka. Kesempatan inilah yang buru-buru dimanfaatkan Ridwan alias Wan Buluh.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 17 Feb 2010 22:21:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Bila “Istri” Polisi Digondol Maling]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/kriminal/2343/bila_“istri”_polisi_digondol_maling.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss88a17cfee77f700bd8d7166e114f6c58.jpg" alt="Rekonstruksi ketika tersangka Herizal melompat keluar dari lantai dua rumah Aiptu Razali." title="Rekonstruksi ketika tersangka Herizal melompat keluar dari lantai dua rumah Aiptu Razali." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Nekad betul maling yang satu ini, pistol milik polisi pun disikatnya. Kemudian pistol itu berpindah-pindah tangan. Sampai semua mereka berjumlah delapan orang. Enam tersangka sudah diciduk.

Bagi aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, senjata api (senpi) ibarat jiwa dan raga. Tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Senjata yang dibekali negara itu, harus mereka pertanggungjawabkan keberadaannya. Baik keamanan senjata itu sendiri maupun penggunaannya. 

Senpi, khususnya jenis pistol, selalu melekat di pinggang seorang aparat keamanan.&nbsp; Selalu dibawa kemana saja mereka pergi. Sehingga dikenal ada istilah, pistol itu &ldquo;istri pertama&rdquo; bagi personil aparat keamanan. Sampai di tempat tidur pun ditemani &ldquo;istri pertama&rdquo;. Sedangkan &ldquo;istri kedua&rdquo;, barulah.....</div>]]></description>
  <pubDate>Tue, 09 Feb 2010 22:49:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Aktivis LSM Kecanduan Sabu]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/kriminal/2342/aktivis_lsm_kecanduan_sabu.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rssd30eb7f7ff7e2e1ef86fa12c60d7d1c3.jpg" alt="Kapolres Bireuen, AKBP. T. Saladin, SH, bersama para tersangka dan barang bukti pistol curian milik polisi." title="Kapolres Bireuen, AKBP. T. Saladin, SH, bersama para tersangka dan barang bukti pistol curian milik polisi." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Herizal (25) dan Zulfikar (28), merupakan dua tersangka utama dalam kasus pencurian pistol Aiptu Razali Hasan. Herizal membarter senjata api (senpi) dengan sabu-sabu. Zulfikar justeru untuk kepentingan safety (pengamanan diri). 

Narkoba, khususnya jenis sabu-sabu (SS), memang sudah sangat meresahkan masyarakat. Pengaruh buruknya bukan hanya dirasakan pemakai barang itu sendiri dan keluarganya. Tapi, akibatnya juga sangat mengganggu kenyamanan dan keamanan orang lain. 

Buktinya, Kapospol Simpang Mamplam, Aiptu Razali Hasan, sampai kehilangan pistolnya digondol Herizal, sang maling yang juga pencandu sabu-sabu. Gilanya, hanya untuk mendapatkan bubuk teler tersebut dia rela membarter pistol curiannya itu dengan lima gram sabu-sabu.

Padahal, kalau maling biasa yang tidak kecanduan.....</div>]]></description>
  <pubDate>Tue, 09 Feb 2010 22:49:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Antara Granat Mr. Fakhri dan Peluru Mr. X]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/kriminal/2300/antara_granat_mr_fakhri_dan_peluru_mr_x.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss3aff644ee6476ab59995b9190c038b60.jpg" alt="Kapolres Bireuen, AKBP. T. Saladin, SH, memperlihatkan peluru AK-47 yang diserahkan Mr X." title="Kapolres Bireuen, AKBP. T. Saladin, SH, memperlihatkan peluru AK-47 yang diserahkan Mr X." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Jangan coba-coba menyimpan senjata api (senpi) dan bahan peledak. Kalau kedapatan, akan diproses hukum. Tapi, kalau menyerahkannya secara sukarela tidak akan dipermasalahkan.

Mungkin, Fakhri Abdullah (39), salah seorang yang lebih memilih langkah pertama. Akibatnya, dia hanya bisa pasrah dan meratapi nasib. Mantan kombatan GAM itu harus berurusan dengan polisi dan meringkuk dalam penjara, karena kedapatan menyimpan sebuah granat di rumahnya.

Bisa jadi, Fakhri berpikir, menyimpan granat begitu saja tidak akan beresiko apa-apa. Apalagi di rumah sendiri, tentu tidak mungkin orang lain mengetahuinya. Tapi, serapi-rapinya Fakhri menyimpan granat, toh akhirnya terendus juga dan membawa laknat bagi tuannya.

Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, Rabu, 13 Januari lalu, aparat.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 27 Jan 2010 22:25:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Saat “Walet” Jadi Penawar Racon Balee]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/kriminal/2252/saat_“walet”_jadi_penawar_racon_balee.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss3f0c66b72d52d8940949ebe3d6c90a17.jpg" alt="Kasat Reskrim Polres Bireuen AKP Trisna Safari Yandi SH menunjukkan pistol beserta sejumlah barang bukti lainnya milik Amri. Trisna Safari Yandi H menunjukkan pistol beserta sejumlah barang bukti lainnya milik Amri." title="Kasat Reskrim Polres Bireuen AKP Trisna Safari Yandi SH menunjukkan pistol beserta sejumlah barang bukti lainnya milik Amri. Trisna Safari Yandi H menunjukkan pistol beserta sejumlah barang bukti lainnya milik Amri." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Tak selamanya senjata dapat melindungi tuannya. Amrizal bin Thaib alias Racon Balee (36) contohnya. Dia justru membuang pistolnya ketika dia hendak ditangkap polisi. Tersangka pemilik senjata api (senpi), sabu-sabu dan uang palsu itu dijerat pasal berlapis.

Sekali tepuk, tiga lalat didapat. Agaknya, begitulah prestasi gemilang yang berhasil direngkuh Tim Walet dari Polres Bireuen. Betapa tidak, semula mereka memburu Amrizal bin Thaib alias Racon Balee, karena diduga dia memiliki senjata api, yang didapat justru tiga barang bukti kejahatan sekaligus. Senjata api (pistol), sabu-sabu dan uang palsu.

Awalnya polisi sempat agak kepayahan dan perlu mempersiapkan strategi secara matang untuk menangkap Racon Balee. Penyebabnya, ya itu tadi, dia memiliki sepucuk pistol. Beruntung, mereka.....</div>]]></description>
  <pubDate>Tue, 12 Jan 2010 20:24:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Penembakan di Malam Buta]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/kriminal/2208/penembakan_di_malam_buta.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rssc2ecdf05b4eae3c3cb91d2aab0d52217.jpg" alt="Suryani, istri korban dan anaknya di depan jenazah Sulaiman Rasyid." title="Suryani, istri korban dan anaknya di depan jenazah Sulaiman Rasyid." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Kasus penembakan kembali terjadi. Kali ini menimpa warga Desa Lheu Barat, Kecamatan Jeunib Bireun. Motif dan pelaku penembakan belum diketahui.

Wajah Perempuan itu terlihat muram dan sedikit tegang. Tampak kesedihan mendalam masih menyelimutinya. Sesekali dia menerawang jauh sambil memperhatikan dua anaknya yang asyik bermain tak jauh dari tempatnya berdiri. Beberapa langkah di depannya, sejumlah orang berkerumun.

Tak lama kemudian dia mengendong anaknya. Berkali-kali dia menyeka air mata dengan jilbab yang dikenakan. Tangisnya pun pecah saat ranjang dorong yang di atasnya berisi jenazah, dibungkus kantong mayat kuning melintas di depannya. Seorang ibu mencoba menenangkan. &nbsp;

Dia adalah Suryani. Ibu muda ini&nbsp; tak pernah menyangka firasat dan kekhawatirannya selama ini.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 30 Dec 2009 21:23:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Bila Nasi Berlauk Sabu]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/kriminal/2207/bila_nasi_berlauk_sabu.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss52384c2964a63dafbfac8fbef9620a64.jpg" alt="Tersangka penambang pasir yang nyambi jadi pengedar sabu-sabu." title="Tersangka penambang pasir yang nyambi jadi pengedar sabu-sabu." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Pelaku narkoba jenis sabu-sabu (SS) semakin meresahkan masyarakat. Di penjara pun mereka bisa bersabu ria. Undang-undang Narkotika baru dengan ancaman hukuman cukup berat, tak membuat mereka kecut.

Sudah jatuh tertimpa tangga. Agaknya, nasib apes itulah yang dialami Nurdin bin Umar (36). Betapa tidak, belum lagi selesai proses hukum yang satu, kini muncul kasus baru. Celakanya, kedua kasus tersebut, sama-sama soal narkoba. 

Akibatnya, warga Desa Meuliek, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen ini, harus berurusan lagi dengan pihak berwajib.

Entah karena tidak ada kegiatan atau stres meringkuk di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Bireuen. Atau sudah kecanduan sabu-sabu (SS). Sambil duduk di sel tahanan, Nurdin teringat, masih tersisa sedikit SS yang dulu dia simpan di balik.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 30 Dec 2009 18:14:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Diduga Libatkan Oknum TNI]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/kriminal/2200/diduga_libatkan_oknum_tni.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Setelah sempat tak terdengar, kasus perampokan SPBU Lamtemen mulai menemui titik terang. Empat oknum TNI diduga terlibat. Satu diantaranya sebagai otak pelaku.

Fa, panggil saja demikian, dia harus rela sepeda motor Yamaha Mio yang selama ini ditungganginya dijadikan barang bukti tim penyidik Poltabes Banda Aceh. 

Maklum, kendaraan roda dua itu, diperoleh Fa dari rezeki yang tidak halal. Perempuan 22 tahun ini ikut kecipratan uang dari hasil perampokan SPBU Lamteumen, Banda Aceh, 18 Agustus lalu. Diduga AH, kekasih Fa yang juga oknum prajurit TNI-AD sebagai otak pelaku. 

Syahdan, usai terjadi perampokan di SPBU Lamtemen, Poltabes Banda Aceh, saat masih dijabat Kombes Pol Syamsul Bahri, langsung membentuk tim pemburu perampok. Satu inisial yakni AH, berhasil dikantongi. Polisi pun lebih mengintensifkan pengembangan. 

Itu sebabnya, polisi mengerahkan anggotanya untuk mengawasi gerak-gerik Fa. Menurut Kapoltabes Banda Aceh,.....</div>]]></description>
  <pubDate>Thu, 24 Dec 2009 00:09:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Razia Digelar Senjata Didapat]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/kriminal/2170/razia_digelar_senjata_didapat.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rssab0d839177de1fb35ca4402b49b1e29d.jpg" alt="Barang Bukti Senjata api yang berhasil ditemukan." title="Barang Bukti Senjata api yang berhasil ditemukan." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Jajaran Polres Lhokseumawe kembali mendapatkan sepucuk senjata AK-56, 52 peluru aktif serta satu granat manggis. Ada dugaan, senjata ilegal itu digunakan untuk perbuatan kriminal.

Ketekunan dan kerja keras pasti akan membuahkan hasil. Agaknya, falsafah&nbsp; ini benar-benar diyakini dan diterapkan jajaran Polres Kota Lhokseumawe, dalam mengungkap serta menyidik berbagai kasus yang terjadi di daerah itu.

Nah, sukses tersebut kembali dibuktikan AKBP. Zulkifli, SST. Mk, SH bersama jajarannya. Pekan lalu, sepucuk senjata api jenis AK-56 beserta 52 peluru aktif dan satu granat manggis, berhasil disita.

Berawal dari &ldquo;nyanyian&rdquo; Samsol alias Son dihadapan penyidik Polres Lhokseumawe. Diduga, Son&nbsp; adalah pelaku perampokan dengan menggunakan senjata api terhadap seorang.....</div>]]></description>
  <pubDate>Thu, 17 Dec 2009 01:39:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Awas! Ijazah “Aspal” Beredar]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/kriminal/2169/awas!_ijazah_“aspal”_beredar.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss166d2f7f96ba9ea5475c80fab5c847c4.jpg" alt="Pasangan suami istri tersangka pemalsu ijazah." title="Pasangan suami istri tersangka pemalsu ijazah." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Aparat Polres Bireuen menciduk pasangan suami istri tersangka pemalsu ijazah. Diduga, mereka salah satu jaringan sindikat pemalsuan ijazah di Aceh. Polisi masih mengembangkan kasus tersebut.

Pupus sudah harapan Debby Meuthia (31) untuk ikut mendaftar menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen. Itu disebabkan, panitia penerimaan CPNS Tahun 2009 Kabupaten Bireuen, menolak berkas lamarannya. Masalahnya, setelah diteliti dengan seksama, ijazah Sarjana Strata 1 (S1) perempuan warga Desa Cot Bada, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, itu dicurigai palsu.&nbsp; &nbsp;

Debby, begitu panggilan akrabnya, terkejut dan tak menyangka sama sekali tentang kepalsuan ijazah yang dimilikinya. Sebab, semula dia yakin sekali keaslian ijazah, transkrip nilai dan.....</div>]]></description>
  <pubDate>Thu, 17 Dec 2009 00:29:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
</channel>
</rss>