<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title><![CDATA[MODUSACEH.COM - DIBALIK BERITA - RSS FEED]]></title>
<link>http://www.modusaceh.com</link>
<description>TABLOID BERITA MINGGUAN - BIJAK TANPA MEMIHAK</description>
<language>id</language>
<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 11:13:51 +0700</pubDate>
<lastBuildDate>Fri, 12 Mar 2010 11:13:51 +0700</lastBuildDate>
<copyright>Copyright (C) 2009-2010</copyright>
<generator>MODUSACEH.COM RSS Generator</generator>

  <item>
  <title><![CDATA[Ke Medan Membuang Uang]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/dibalik_berita/2388/ke_medan_membuang_uang.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss01a2aab6e4fe5ef0a54f6c2b471690b3.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify">Rumitnya birokrasi dan banyaknya aturan, membuat Aceh kering hiburan. Medan dan Jakarta, menjadi daerah tujuan. Ancaman bagi kemajuan dunia pariwisata Aceh.

&ldquo;Sudahlah aku pergi untuk apa menunggu janji yang tak pasti. Biarlah kusendiri akan kubawa kepedihanku.&rdquo; 

Itulah sepenggal lirik lagu Roker Kawakan Ahmad Albar yang &lsquo;menggoyang&rsquo; tiga ratusan warga Kota Banda Aceh dalam konser album Kenangan di Hotel Hermes Palace, beberapa waktu lalu.

Meski berada di ruang tertutup, penonton ikut berjingkrak ria, saat mantan vokalis &lsquo;Godbles&rsquo; itu melantunkan hits: Biarlah Aku Pergi, Panggung Sandiwara, Rumah Kita, &lsquo;Zakia, dan beberapa tembang lainnya.

Antusias warga Kota Banda Aceh terhadap acara tembang kenangan, yang digelar Sabtu malam dua pekan.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 03 Mar 2010 22:49:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Tarik Menarik Husin dan Daska]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/dibalik_berita/2314/tarik_menarik_husin_dan_daska.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Rencana pendirian Politeknik Tapaktuan masih menuai banyak kendala. Selain soal dana, diduga ada tarik menarik lokasi antara Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan. 

Masyarakat Aceh Selatan boleh saja bangga. Drs. Rasyidin, panitia persiapan pendirian Politeknik Tapaktuan, boleh berhasil membawa pulang surat dukungan dari Depdiknas. Begitupun, rakyat di sana jangan terlalu cepat berharap penguruan tinggi tadi segera dapat terwujud. 

Maklum, selain belum jelas alokasi dananya, rencana lokasi pendirian politeknik tersebut, juga masih terkesan tarik-menarik antara Bupati Husin Yusuf dengan Wabup, Daska. Itu terkait soal lahan. Padahal, surat Depdiknas nomor: 8392/D/T/2009, tanggal 15 Desember 2009 tak ada masalah&nbsp; dengan rencana tadi. &ldquo;Hasil kerja panitia sudah kami sampaikan kepada Bupati Aceh Selatan, panitia telah bekerja,&rdquo; kata Rasyidin, Kamis pekan lalu melalui handphone.

Persiapan lain juga sedang.....</div>]]></description>
  <pubDate>Tue, 02 Feb 2010 21:06:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Surat Hasbi yang Bikin Heboh]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/dibalik_berita/2301/surat_hasbi_yang_bikin_heboh.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss09a2b5839e10d970f69349bd0fbf40bf.jpg" alt="Ketua DPRA, Hasbi Abdullah (tengah) saat menggelar jumpa pers di ruang rapat pimpinan dewan, Jumat pekan lalu." title="Ketua DPRA, Hasbi Abdullah (tengah) saat menggelar jumpa pers di ruang rapat pimpinan dewan, Jumat pekan lalu." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Sepucuk surat membuat geger masyarakat luas. Isinya, Ketua DPRA, Hasbi Abdullah meminta Gubernur Aceh meluluskan sejumlah nama peserta seleksi CPNS 2009. Lho, kok bisa?

Entah dari mana asalnya, fotocopy surat tak bernomor itu beredar luas di masyarakat, sepanjang pekan lalu. Membacanya, mata dibuat terbelalak. Bertanda tangan Ketua DPRA Hasbi Abdullah serta berstempel DPRA, isi surat meminta Gubernur Aceh Irwandi Yusuf merekomendasikan 60 nama, yang diyakini putra-putri mantan kombatan GAM dan korban konflik, agar lulus seleksi CPNS 2009. 

Informasi itu, bertaburan di media lokal saat Hasbi dan lembaga yang dipimpinnya tengah disibukkan oleh padatnya jadwal pembahasan RAPBA 2010. Meski tak sepenuhnya mengganggu kinerja dewan, beredarnya surat ini, sempat membuat gerah sejumlah.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 27 Jan 2010 22:25:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Ramai-Ramai Dukung Pemerintah Aceh]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/dibalik_berita/2270/ramai-ramai_dukung_pemerintah_aceh.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Upaya pemerintah Aceh mensertifikasi Tanah Blang Padang mendapat dukungan pemerintah kabupaten/kota. Kodam IM, tetap merasa berhak.

Tanah seluas delapan hektar itu memang tengah jadi berita. Sudah sejak 2008 lalu, Pemerintah Aceh berkeinginan untuk mensertifikatkannya sebagai aset daerah. &ldquo;Tapi terhalang, karena Komando Daerah Militer (Kodam) Iskandar Muda (IM) menyatakan bahwa berdasarkan bukti-bukti tanah itu milik institusi mereka,&rdquo; kata sumber MODUS ACEH di jajaran Pemerintah Aceh. 

Tak patah arang. Gubernur Aceh membentuk tim untuk melakukan penelitian riwayat penguasaan tanah Blang Padang. Cara ini dinilai bijak. Untuk meluruskan sengketa ini, jelas dibutuhkan mediasi yang dapat mengkaji secara komprehensif, baik dari segi hukum dan bukti sejarah. &ldquo;Itu sebabnya, tim ini dibentuk,&rdquo; kata Gubernur Aceh Irwandi Yusuf beberapa waktu lalu.

Ada lima peneliti pertanahan dan tata pemerintahan yang.....</div>]]></description>
  <pubDate>Tue, 19 Jan 2010 21:10:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Proyek Aburadul, Dana Sudah Dikucurkan]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/dibalik_berita/2269/proyek_aburadul_dana_sudah_dikucurkan.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss72418e6fcf577ccfaae076d4eb55c735.jpg" alt="Jembatan Bunon di Kecamatan Tepah Barat Simeulue." title="Jembatan Bunon di Kecamatan Tepah Barat Simeulue." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Berbagai temuan Pansus DPRA di lapangan menggambarkan betapa parahnya pelaksanaan proyek APBA 2008. Celakanya, proses amprah sebagian besar proyek, sudah dilakukan. 

&ldquo;Sebagian besar sudah dibayar,&rdquo; kata&nbsp; Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Aceh, Drs. Paradis kepada MODUS ACEH, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Senin pekan lalu. Jawaban Paradis ini, menanggapi ihkwal pembayaran tunggakan proyek 2008. Sebagai pejabat yang pengelola keuangan daerah, Paradis memang hanya menjalankan perintah. Usai disetujui DPRA pada Desember 2009 lalu, tak ada alasan untuk menahan proses pembayaran proyek yang berjumlah 1.120 dengan total biaya senilai Rp 521&nbsp; miliar lebih itu. 

Celakanya, tak ada jaminan bahwa berbagai proyek yang telah dibayar itu sesuai.....</div>]]></description>
  <pubDate>Tue, 19 Jan 2010 21:32:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Di Aceh, Bencana Semakin Akrab]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/dibalik_berita/2225/di_aceh_bencana_semakin_akrab.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss765a6011b15962debb56742ae5b0a7e1.jpg" alt="Anggota Komisi V DPR RI, Nova Iriansyah saat meninjau salah satu irigasi yang hancur akibat banjir bandang Pidie Jaya." title="Anggota Komisi V DPR RI, Nova Iriansyah saat meninjau salah satu irigasi yang hancur akibat banjir bandang Pidie Jaya." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Sepanjang 2009, Aceh diterjang banjir 40 kali. Beberapa diantaranya, banjir bandang. Kerugian ditafsir mencapai ratusan miliar rupiah. Penanganan bencana perlu dilakukan secara komprehensif. Agar petaka bisa diminimalisir.

Anggota Komisi V DPR RI, Nova Iriansyah menyampaikan hal itu saat berkunjung ke lokasi bencana Pidie Jaya, Rabu pekan lalu. &ldquo;Tingginya intensitas bencana banjir di Aceh, penting disikapi secara serius,&rdquo; katanya. Apalagi, melihat banjir yang disertai kayu gelondongan. &ldquo;Bencana ini, jelas tak hanya disebabkan faktor tingginya curah hujan saja,&rdquo; kata Anggota DPR RI asal Aceh ini.

Selain untuk melakukan indentifikasi kerusakan akibat bencana, kunjungan Nova juga memang dikhususkan untuk mencari akar permasalahan terjandinya bencana......</div>]]></description>
  <pubDate>Mon, 04 Jan 2010 22:06:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Berbagi Fulus Mereka Bisa]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/dibalik_berita/2218/berbagi_fulus_mereka_bisa.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Pengusutan kasus dugaan mark-up harga pengadaan CT-Scan dan MRI di Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh tahun 2008 hingga kini masih mengambang. Jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh&nbsp; berdalih karena fluktuasi dollar.

Wajah buram, bisa jadi menyelimuti sebagian pejabat di Aceh, medio 2009 lalu. Itu terkait dengan masalah hukum yang ada di depan mata mereka. Salah satunya, dugaan praktik korupsi. 

Berbeda dengan dr Taufik Mahdi SpOG, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUZA ) Banda Aceh. Sang dokter ini tetap saja menyambut tahun baru 2010 dengan happy ending. Walau sempat menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi Aceh beberapa waktu lalu, terkait dugaan mark up pengadaan alat kesehatan CT-Scan dan MRI. Toh, mantan Dirut RSU Sigli ini tetap asoy geboi alias tenang-tenang saja.

Maklum, tim penyidik dari Kejati Aceh masih mengambangkan kasus tersebut. Alasannya, aparat penegak hukum itu.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 30 Dec 2009 22:17:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Mencari Peran Pemerintah Aceh]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/dibalik_berita/2217/mencari_peran_pemerintah_aceh.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss802d4436c702326fd83760149ca45d8b.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify">Wakil Presiden, Prof. Dr. Budiono menilai, untuk tumbuh berkembang secara berkelanjutan, tak cukup hanya mengandalkan sumber daya alam. Melainkan, perlu ilmu pengetahuan.

Pukul 07.45 WIB, Minggu, 26 Desember 2004. Tak seorangpun, mengira bencana itu akan datang. Berawal dari gempa berkekuatan 9, 3 skala richter di Samudera Hindia. Hanya hitungan menit, gelombang dasyat, tsunami datang menerjang. Mulai dari Aceh hingga Benua Afrika. Ratusan ribu jiwa jadi korban. Banyak infrastruktur rusak parah. Sejumlah pihak sepakat, kejadian itu sebagai bencana alam terburuk sepanjang ingatan umat manusia. 

Sabtu pekan lalu, persis lima tahun tragedi mengerikan itu berlalu. Untuk memperingatinya, Pemerintah Aceh menghimbau masyarakat untuk menggelar doa bersama di masjid dan mushalla selama tiga.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 30 Dec 2009 22:12:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Awas, Eksekutif “Jebak” DPRA]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/dibalik_berita/2216/awas_eksekutif_“jebak”_dpra.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss17847c59ee9118202977827705f3d789.jpg" alt="Proyek sedang dikerjakan dari anggaran APBA 2009, pertengahan Desember lalu." title="Proyek sedang dikerjakan dari anggaran APBA 2009, pertengahan Desember lalu." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Pemerintah Aceh minta persetujuan Legislatif Aceh untuk lunasi hutang proyek APBA 2008 senilai Rp 527 miliar. DPRA setuju, asal sesuai mekanisme.

Berangkat dari Bireuen, Rabu siang pekan lalu, Irwandi Yusuf memacu Jeeb Rubiconnya menuju Banda Aceh. Di Ibukota provinsi, sejumlah Anggota Badan Anggaran DPRA sudah setengah jam menanti Gubernur Aceh ini. &ldquo;Kita akan menggelar rapat dengan eksekutif,&rdquo; kata seorang anggota DPRA kepada MODUS ACEH. 

Tiba di Gedung DPRA sekitar pukul setengah sembilan malam, Irwandi buru-buru melangkah menuju ruang serbaguna, di lantai dua. &ldquo;Pers harap tunggu di luar,&rdquo; kata seorang staf di sana melarang media untuk meliput. 

Rapat malam itu memang tertutup untuk umum. Irwandi hadir bersama sejumlah kepala SKPA-nya. Agenda yang.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 30 Dec 2009 22:06:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Masih Sebatas Simbol dan Nama Besar]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/dibalik_berita/2191/masih_sebatas_simbol_dan_nama_besar.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rssf1f4935e64225be779141c08d751d0c0.jpg" alt="Garuda Indonesia, di Bandara Sultan Iskandar Muda." title="Garuda Indonesia, di Bandara Sultan Iskandar Muda." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Ditengah padatnya aktivitas, maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia, malah mengurangi volume penerbangan. Dari dua atau bahkan tiga kali, menjadi satu kali dari dan ke Banda Aceh. Pemerintah Aceh dan wakil rakyat hanya bisa diam.

Hujan ringan turun di bumi Serambi Mekkah sekitar 15 menit sebelum Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Bandara Sultan Iskandar Muda, Kamis, 6 Agustus 2009 lalu. Podium tempat SBY pidato terpaksa dipindahkan ke lokasi yang tertutup tenda. Semula, podium itu berada di lokasi terbuka di seberang tenda tempat undangan. 

Begitu hujan turun petugas langsung menyelamatkan podium dengan membungkus microfon dengan kantung plastik. Ketika itu, jam menunjukkan sekira pukul 10.00 WIB. SBY sendiri masih berada di ruang VIP. Begitupun, bandara yang.....</div>]]></description>
  <pubDate>Thu, 24 Dec 2009 01:07:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
</channel>
</rss>