<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title><![CDATA[MODUSACEH.COM - DIBALIK BERITA - RSS FEED]]></title>
<link>http://www.modusaceh.com</link>
<description>TABLOID BERITA MINGGUAN - BIJAK TANPA MEMIHAK</description>
<language>id</language>
<pubDate>Sun, 01 Aug 2010 03:50:56 +0700</pubDate>
<lastBuildDate>Sun, 01 Aug 2010 03:50:56 +0700</lastBuildDate>
<copyright>Copyright (C) 2009-2010</copyright>
<generator>MODUSACEH.COM RSS Generator</generator>

  <item>
  <title><![CDATA[Karena Prestasi tak Datang Sendiri]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/dibalik_berita/2785/karena_prestasi_tak_datang_sendiri.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss35b5783e6e32bd306a1f506f08cec433.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify">&nbsp;
Wartawan MODUS ACEH, Hamdhani, Ikhwati dan Fitri Juliana serta kawan-kawan, meraih Mochtar Lubis Award 2010 untuk kategori liputan pelayanan publik. Ketekunan dan kepekaan, menuai prestasi.
&nbsp;
Jurnalisa
&nbsp;
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; TAK seperti biasa, Juli Saidi dan beberapa wartawan media ini, Kamis malam lalu, betah di ruang redaksi. Padahal, jadwal tenggat waktu (deadline) belum dimulai dan berlangsung.
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sesekali, matanya tertuju ke jam dinding yang terpasang di sudut ruangan. Lalu, beralih ke salah satu situs berita nasional. Persis pukul nol-nol. &ldquo;Nah, ini dia hasil pemenangnya. Alhamdulillah, berhasil. Kita mendapat Mochtar Lubis Award 2010,&rdquo; teriak.....</div>]]></description>
  <pubDate>Sat, 31 Jul 2010 23:44:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Polri Tak Jelaskan Rekening “Jumbo’ Perwira Secara Rinci]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/dibalik_berita/2759/polri_tak_jelaskan_rekening_“jumbo’_perwira_secara_rinci.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss84e747b71e87c2192828446e3c7d669f.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify">&nbsp;
Hasil penelitian polisi: 17 rekening dianggap wajar. Hanya dua yang dinilai berkaitan dengan tindak pidana. Objektivitasnya diragukan.
&nbsp;
hukumonline.com
Upaya mengurai asal muasal rekening sejumlah perwira polisi seolah antiklimaks. Pengumuman yang dilansir Kepala Divisi Humas Mabes Polri Edward Aritonang, kemarin, tak merinci sama sekali asal muasal uang. Bahkan Edward tak mau menyebutkan nama-nama pemilik rekening dengan berlindung di balik Undang-Undang No. 25 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, dan Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. 
Dengan demikian harapan publik agar kasus rekening jumbo sejumlah perwira ini dijadikan polisi sebagai momentum reformasi internal belum kesampaian. Apalagi janji mengumumkan.....</div>]]></description>
  <pubDate>Sat, 31 Jul 2010 00:00:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Jalan Dibangun “Utang Ditagih”]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/dibalik_berita/2758/jalan_dibangun_“utang_ditagih”.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rssa76243450be448484025e36d306db42b.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify">&nbsp;
Tiga puluh lima warga Bener Meriah menuntut pembayaran ganti rugi tanah yang dibebaskan untuk pelaksanaan jalan dari Kabupaten Bireuen-Aceh Tengah.
&nbsp;
Juli Saidi
&nbsp;
Apapun hasilnya, pelaksanaan pembangunan, khususnya ruas jalan negara, tak seharusnya mengorbankan dan merugikan rakyat. Sebaliknya, sebagai warga negara yang menikmati hasil pembangunan, tak sepantasnya bersitegang urat leher dalam hal kebijakan ganti rugi tanah. Jika sudah sampai pada titik nadir tersebut, salah satu cara pemecahannya adalah, mencari jalan tengah. Pembangunan berjalan normal, rakyat tetap diuntungkan.
Begitupun, potret tak indah inilah yang terus membalut warga di dataran tinggi Gayo sejak tahun 2009 lalu. Mereka menilai, kebijakan pemerintah setempat dalam hal ganti rugi.....</div>]]></description>
  <pubDate>Fri, 30 Jul 2010 23:57:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Judi & Narkoba di Subulussalam]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/dibalik_berita/2743/judi_&amp;_narkoba_di_subulussalam.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss1103206b82a3f9ee6fa2d520e9781a35.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify">Puluhan Aliansi Mahasiswa Peduli Subulussalam &ndash; Aceh Singkil (AMPESS) mengelar aksi demonstrasi di Mapolda Aceh. Mereka mendesak Kapolda Aceh, menindaklanjuti berbagai masalah yang muncul di kota penghasil sawit itu. Mulai dari narkoba, judi, minuman keras serta kasus tanah. 
Syamsul Bahri
Awan terlihat bergumpal di atas langit Kota Banda Aceh, Selasa, 6 Juni lalu. Sesekali menutupi panasnya terik matahari. Lalu, bergerak pelan dan menghilang. Sekira pukul 12.30 WIB, sekumpulan anak muda (mahasiswa-red) dari berbagai Universitas di Banda Aceh, yang tergabung dalam Gerakan Aliansi Mahasiswa Peduli Subulussalam - Singkil (AMPESS) bergerak menuju Markas Besar Polisi Daerah (Polda), Aceh di Jalan T.Nyak Arif. Mereka membawa beberapa helai spanduk bertuliskan: Musnahkan.....</div>]]></description>
  <pubDate>Thu, 15 Jul 2010 00:10:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Jika Terbukti Di Rekomendasi]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/dibalik_berita/2729/jika_terbukti_di_rekomendasi.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss9d1a0c6f53cda842d91075fb1a35ddbf.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify">&nbsp;
&nbsp;
Jika benar apa yang dikatakan para relawan Satpol PP dan berita yang tersebar di masyarakat, pekan lalu. Bukan tidak mungkin Marzuki akan direkomendasikan kepada Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf untuk di copot, begitu kata Wakil Ketua DPR Aceh, Amir Helmi, saat dijumpai di ruangan kerjanya, pekan lalu. 
Saat itu, Amir Helmi didampingi Darmuda, anggota DPRA dari Partai Aceh. Ini dia petikan wawancara Jurnalisa dan Juli Saidi dari MODUS ACEH. 
&nbsp;
Apakah pemanggilan Kasatpol PP, Marzuki Abdullah terkait dengan desas desus yang terjadi di Satpol PP Provinsi Aceh?
Ya, tadi ada pertemuan rapat verifikasi dengan Kasatpol PP Aceh, terhadap hal-hal yang disampaikan kawan-kawan Satpol PP. Selain itu, ada info yang saya baca di MODUS ACEH. Namun dalam pertemuan.....</div>]]></description>
  <pubDate>Sun, 11 Jul 2010 01:38:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Tidak Ada Bantahan]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/dibalik_berita/2728/tidak_ada_bantahan.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss420af329913e28ea63aa7d64aa264f7b.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify">&nbsp;







 




Saat dijumpai wartawan media ini pekan lalu, Kasatpol PP Aceh, Marzuki Abdullah mengeluarkan kalimat: Tidak ada bantah-bantahan lagi! Dia juga mengaku, sudah dipanggil anggota DPR Aceh, untuk menjelaskan masalah yang melanda Kantor Satuan Polisi Pamong Praja, terkait aksi demontrasi beberapa pekan lalu.
Apa saja kata Marzuki? Berikut kutipan wawancara Jurnalisa dan Juli Saidi dari MODUS ACEH dengan Marzuki yang berlangsung di ruang tamu DPRA, pekan lalu.
&nbsp;
Sejumlah anggota Satpol PP membantah pernyataan Anda di media ini. Tanggapan Anda?
Tidak ada bantah-bantahan lagi, semua sudah selesai, mereka sudah saya panggil ke ruangan saya. Kita memang tidak ada gelombang. Gelombang itu mereka ciptakan sendiri.
Mengenai kutipan Rp 2 juta.....</div>]]></description>
  <pubDate>Sun, 11 Jul 2010 01:36:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Marzuki Dituding Berbohong]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/dibalik_berita/2727/marzuki_dituding_berbohong.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rsse9f3caa1d9cd06548e1e68e866f93559.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify">&nbsp;

&nbsp;
Sejumlah anggota Satpol PP Aceh mengaku gerah dengan pernyataan Marzuki Abdullah. Mereka menuding, Kasatpol PP Aceh itu telah berbohong kepada publik. 
&nbsp;
Rizki Adhar
&nbsp;
Matahari telah sepenggalah ketika belasan anggota Satpol PP Provinsi Aceh bergerak menuju Kantor Redaksi MODUS ACEH, di Jalan T.P Nyak Makam, Banda Aceh, Selasa pekan lalu. 
Mengendarai sepeda motor, mereka bergegas masuk ke kantor media ini. Kedatangan mereka saat itu bukan untuk mengamankan aksi unjuk rasa atau melakukan penggusuran pedagang kaki lima (PKL). Sebaliknya, ingin melakukan audiensi dengan awak redaksi media ini, sekaligus membantah pernyataan Kasatpol PP Aceh, Marzuki Abdullah MM yang dimuat MODUS ACEH, pekan lalu. 
Mereka menuding, apa yang dikatakan Marzuki.....</div>]]></description>
  <pubDate>Sun, 11 Jul 2010 01:33:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Daur Ulang Kasus Aceh]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/dibalik_berita/2726/daur_ulang_kasus_aceh.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rssb87bd4d8444ca2dcb054becdb9e870ed.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify">Jaksa Agung Hendarman Supanji mengaku, Kejati Aceh berhasil menyelesaikan 40% kasus korupsi di Aceh. Selebihnya akan didalami kembali. Apa benar?
Syamsul Bahri
PERNYATAAN itu disampaikan Hendarman, pekan lalu. Dia datang ke Aceh, untuk meresmikan Kantor Kejaksaan Tinggi Aceh di Kawasan Desa Batoh, Banda Aceh. Bak seorang raja Aceh, dia berpakaian adat Aceh lengkap. Pimpinan tertinggi insan Adhiyaksa ini benar-benar tampak gagah.
Tak kalah seru, penyambutannya, juga berlangsung meriah dan dikawal ketat. Disuguhi tarian dan kalungan bunga. Wartawan yang ingin meliput diwajibkan untuk melapor kepada petugas yang telah siap di pintu masuk, menuju lokasi perkantoran baru itu.
Entah karena puas dengan prosesi penyambutan yang meriah. Jaksa Agung Hendarman Supanji sempat.....</div>]]></description>
  <pubDate>Sun, 11 Jul 2010 01:30:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Harus Disertai Peningkatan Mutu]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/dibalik_berita/2716/harus_disertai_peningkatan_mutu.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss5e17da14640723b10da7e44b2cf8d96e.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify">&nbsp;Sejumlah tarif pelayanan Polri akan naik sekitar 80 persen sampai 100 persen.
hukumonline.com
Mengingat adanya penyesuaian jenis dan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), pemerintah menerbitkan PP No 50 Tahun 2010, tentang Jenis dan Tarif atas Jenis PNBP yang Berlaku pada Polri.
Penerbitan PP ini terkait dengan kenaikan sejumlah pelayanan yang dikeluarkan Polri, seperti Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan Surat Izin Senjata Api dan Bahan Peledak.
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kenaikan tarif pelayanan yang dimiliki Polri ini, menurut Kadiv Humas Mabes Polri Edward Aritonang, disesuaikan dengan kenaikan biaya materil dan peningkatan pelayanan Polri. Ada sebelas jenis pelayanan Polri yang tarifnya dinaikkan......</div>]]></description>
  <pubDate>Sun, 11 Jul 2010 00:44:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Deadline Untuk Wakil Ketua]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/dibalik_berita/2713/deadline_untuk_wakil_ketua.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rssc9860f1f128ccfd0e56418c351ebf813.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify">Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Razali S.Ag diberi waktu tujuh hari untuk meralat dan minta maaf di media. Itu terkait pernyataannya tentang peninjauan kembali sertifikasi guru.

Mulutmu, harimaumu. Sepertinya pepatah itu tepat diarahkan kepada Razali S.Ag. Lihatlah, gara-gara mengeluarkan pernyataan tentang peninjauan kembali sertifikasi guru, Wakil Ketua DPRK Kota Banda Aceh itu, didesak sejumlah organisasi guru di Ibukota provinsi ini untuk meralat dan meminta maaf di media massa.
Sejumlah organisasi &ldquo;Oemar Bakrie&rdquo; tadi, agaknya tak main-main dan sekedar gertak sambal. Bila politisi dari PKS itu ogah menyampaikan ralat dan permintaan maaf, mereka berencana akan menempuh jalur hukum.
Berawal dari pernyataan Razali di Harian Serambi Indonesia, Kamis, 17 Juni.....</div>]]></description>
  <pubDate>Sun, 11 Jul 2010 00:15:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
</channel>
</rss>