<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title><![CDATA[MODUSACEH.COM - OLAHRAGA - RSS FEED]]></title>
<link>http://www.modusaceh.com</link>
<description>TABLOID BERITA MINGGUAN - BIJAK TANPA MEMIHAK</description>
<language>id</language>
<pubDate>Sun, 01 Aug 2010 03:52:11 +0700</pubDate>
<lastBuildDate>Sun, 01 Aug 2010 03:52:11 +0700</lastBuildDate>
<copyright>Copyright (C) 2009-2010</copyright>
<generator>MODUSACEH.COM RSS Generator</generator>

  <item>
  <title><![CDATA[Jangan Hanya Jadi Pelaksana]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/olahraga/2641/jangan_hanya_jadi_pelaksana.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss32b97d902933981c8f3e8dee86fe8f6f.jpg" alt="Suasana rapat di Kantor KONI Bireuen." title="Suasana rapat di Kantor KONI Bireuen." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Kontingen tuan rumah terancam batal ikut serta dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Aceh ke XI, Juli mendatang di Bireuen. Masalahnya, alokasi dana minim.

Kantor KONI Kabupaten Bireuen, Kamis malam pekan lalu, tampak ramai. Mereka terdiri dari Pengurus Cabang Olahraga (Pengcabor) dan pimpinan KONI setempat. Maklum, malam itu mereka mengadakan rapat persiapan kontingen dan atlet Kabupaten Bireuen, menghadapi Porprov mendatang. Rapat dipimpin langsung Ketua KONI Kabupaten Bireuen, Drs Ridwan Khalid.

Awalnya suasana rapat adem-ayem saja. Tapi, begitu Ridwan Khalid memberitahukan, Pemkab Bireuen hanya mengalokasikan dana sebesar Rp 1 miliar untuk kegiatan dimaksud, kontan suasananya sedikit memanas. Para peserta rapat bereaksi, tidak mau menerimanya. Alasan mereka, jumlah dana.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 26 May 2010 20:56:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Duta Aceh Ke Pelatnas SEA GAMES 2011]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/olahraga/2640/duta_aceh_ke_pelatnas_sea_games_2011.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Tiga atlet Aceh mendapat kesempatan untuk bergabung dalam pemusatan latihan (Pelatnas) SEA GAMES XXVI/2011 dan Program PRIMA di Jakarta. Sebelumnya, Irwansyah, atlet karateka Aceh, juga mendapat kesempatan sama.

Lia Novita Dewi tak kuasa menahan tanggis, saat dilepas pelatihnya, Samsul, ke Jakarta, dua pekan lalu. Kehadiran atlet karateka Kota Lhokseumawe itu ke Betawi, bukan untuk liburan. Sebaliknya, memenuhi undangan PB FOKRI. Maklum, bersama 25 atlet bela diri asal Jepang ini, Lia menjadi duta Indonesia pada SEA GAMES-XXVI-2011 di Jakarta. &ldquo;Lia terpilih sesuai surat PB FORKI, No: 100/PBFK-KU/IV/10, tanggal 29 April 2010,&rdquo; jelas Samsul.

Rasa haru serupa juga dialami Afdan Bachtila, atlet tinju Aceh. Prajurit Kodam IM ini, berulang-ulang mencium tangan pelatihnya, Dien Jauhari, saat dilepas untuk berangkat ke Jakarta, memenuhi undangan PB Pertina dan tim Pelatnas Tinju PRIMA atau Program Indonesia Emas yang digagas.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 26 May 2010 20:56:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Dendam Menahun Persiraja Versus PSAP]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/olahraga/2639/dendam_menahun_persiraja_versus_psap.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Tragis! Kata itu yang pantas kita ucapkan usai menyaksikan pertandingan Persiraja versus PSAP Sigli di Stadion Harapan Bangsa, 30 Maret 2010 lalu. Sebuah tontonan yang tak elok dipandang mata. Sebab, berakhir ricuh dan terhenti 10 menit sebelum pertandingan usai.

Pertandingan ini tak lagi menentukan bagi kedua tim baik untuk merebut tiket ke babak perempat final Divisi Utama PSSI atau degradasi. Lalu apa yang dicari, gengsi? Begitulah, jika tidak kenapa pertandingan kedua tim bisa rusuh di luar dan di dalam lapangan? Bahkan, ada beberapa korban luka termasuk anak-anak dalam pertandingan tersebut. Ini membuat kita prihatin! 

Di negara maju, partai-partai panas seperti Persiraja lawan PSAP Sigli tetap dipelihara . Inilah partai puncak yang ditunggu meski itu bukan sebuah pertandingan final tapi gelegar dan aroma permusuhannya lebih mengasyikkan dari final. Hanya saja, partai menarik ini sudah diantisipasi sejak awal sehingga jika.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 26 May 2010 20:56:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Tak Putus Dirundung Hutang]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/olahraga/2629/tak_putus_dirundung_hutang.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Bicara soal hutang klub, bukan cerita baru bagi dunia sepakbola. Rata-rata klub baru memiliki hutang yang membelit pinggang dari pinjaman pihak ketiga. 

Lihat saja klub-klub Liga Inggris yang kompetisinya terbaik di dunia. Ternyata, tak lepas dari pinjam meminjam dana. Lirik juga Manchester City, sudah berapa kali ganti pemilik. Tapi hutang klub di negara maju ini punya prospek cerah dan peluang untuk dilunasi kembali dari pemasukan yang jelas sumbernya seperti iklan dan penjualan tiket pertandingan.

Mereka berhutang untuk biaya operasional dan kontrak pemain, pelatih dan sebagainya. Beda dengan klub-klub di negara yang morat-marit ekonominya, hutang terus membengkak tanpa ada kejelasan bagaimana harus membayarnya selain mengharap bantuan dari pemerintah. Celakannya, pertanggungjawaban dana juga cekak!

Hal ini juga dialami klub-klub sepakbola di Aceh seperti Persiraja Banda Aceh, PSSB Bireuen dan PSAP Sigli. Berapa dana yang.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 19 May 2010 19:05:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Jaksa Lirik Pengurus Persiraja]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/olahraga/2628/jaksa_lirik_pengurus_persiraja.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Tim penyidik dari Kejaksaan Tinggi Aceh, kabarnya sidang melirik aliran pertangungjawaban dana Persiraja, Banda Aceh. Ada Rp 5 miliar dana APBK yang hingga kini masih belum di setor ke kas daerah.

Bukan sulap, tak pula magic. Dari bisik-bisik para tetangga, tersebar berita kalau tim penyidik dari Kejaksaan Tinggi Aceh, mulai melirik Pengurus Persijara Banda Aceh. Ini disebabkan, pertangungjawaban dana Rp 5 miliar (tahun 2007) untuk bonden itu hingga kini masih tak jelas rimbanya.

Entah siapa yang membuka dan melapor tabir itu, yang jelas hembusan tadi mulai menebar hawa tak sedap. &ldquo;Ada Rp 5 miliar dana Persiraja yang dikelola pengurus lama dan tak jelas pengunaannya. Awalnya, Walikota Banda Aceh meminjam di BPD. Lalu, lama tak disetor, akhirnya dipotong dari anggaran Pemko Banda Aceh. Celakannya, dana tadi tak masuk pula ke kas Pemko Banda Aceh sehingga menjadi temuan BPK-RI. Singkat kata, kasus ini mulai masuk ke Kejaksaan.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 19 May 2010 19:05:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Menentang Larangan FIFA]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/olahraga/2614/menentang_larangan_fifa.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rssb6ee9faf6a68f76cf4194da1b25d3d90.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify">SARA Aboueid dan Noordin Jamillah, masing-masing berusia 15 dan 16 tahun, mengenakan seragam sama tak terhitung jumlahnya seperti pesepakbola di seluruh dunia. Setiap minggu selama musim sepakbola di Australia, kedua gadis itu berkaos dan bercelana pendek seusia warna klub mereka. Seperti beberapa rekan satu tim mereka, keduanya juga memakai jilbab.

Mengenakan jilbab, &ldquo;sangat berarti karena itu aturan dalam agama saya dan saya tak bisa menentangnya. Jika saya melepaskannya (untuk bermain sepakbola), saya melakukan sesuatu yang salah, &ldquo; kata Aboueid, penjaga gawang Brunswick Zebra, klub sepakbola di dalam-pinggiran kota Melbourne, kepada IPS. 

Sementara Aboueid dan Noordin selalu bermain sepakbola dengan jilbab tanpa mengalami masalah, kontroversi seputar hak pesepakbola.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 19 May 2010 19:05:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Ada ‘Boh Timon Kiwing‘ di Paraguay]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/olahraga/2591/ada_‘boh_timon_kiwing‘_di_paraguay.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rsse2b4327ce0503538f95783e30be06a37.jpg" alt="Tim Nasional Aceh (A) di Paraguay bersama Tim Olimpia (Paraguay)." title="Tim Nasional Aceh (A) di Paraguay bersama Tim Olimpia (Paraguay)." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Pepatah Aceh: boh timon kiwing peugenap raga, artinya buah timun bengkok untuk menggenapkan jumlah. Tapi yang saya maksudkan di sini dengan boh timon kiwing benar-benar timun bengkok.

Bila dipaksa untuk lurus bakal patah! Artinya sia-sia kita meluruskannya. Apapun usaha yang akan kita lakukan untuk meluruskannya, pasti tetap akan patah.

Kalau saya buat judul tentang boh timon kiwing di Paragauay, yang saya maksud adalah para pemain remaja Aceh yang sekarang sedang belajar sepakbola di sana. Bagi saya mereka itu tak lebih dari boh timon kiwing. Sebuah pekerjaan dengan biaya besar akan jadi arang habis besi binasa!

Sejak awal pengiriman pemain ini ke sana, saya orang yang paling pesimis dengan program Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh tersebut. Program ini digagas mantan.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 12 May 2010 19:30:05 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Piala Dunia Gaza]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/olahraga/2590/piala_dunia_gaza.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">SEPAKBOLA menjadi olahraga terpopuler di dunia, dengan lebih dari 2 milyar penggemar. Tak terkecuali di Jalur Gaza, meski terisolasi dari dunia akibat blokade Israel selama empat tahun. Sewaktu pertandingan sepakbola digelar, kedai-kedai teh dan shisha dipenuhi pengunjung yang berkumpul di depan televisi.

Hingga sekarang warga Gaza lebih mengenal tim-tim dari luar negeri &ndash;biasanya Mesir, Barcelona, atau Madrid. Mesir, karena pernah menguasai Jalur Gaza. Tim Spanyol karena untuk waktu lama pertandingan dari liga ini disiarkan lewat saluran TV gratis. 

Di sisi lain, sepakbola profesional adalah salah satu korban pertama dari keretakan antara faksi Fatah, yang menguasai Tepi Barat, dan Hamas, yang menguasai Jalur Gaza. Di tengah pertarungan politik lalu bentrokan militer, kompetisi sepakbola &ndash;hiburan terpopuler di Gaza&ndash; seketika berhenti.

After a three-year dry spell, the Palestinian Football Association held.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 12 May 2010 19:30:05 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Tono Komandan PRIMA, Alfred Pelatih PSSI]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/olahraga/2589/tono_komandan_prima_alfred_pelatih_pssi.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Andi Alifian Mallarangeng menunjuk Tono Suratman sebagai Ketua Satlak (komandan) Program Indonesia Emas (PRIMA). Sementara, PSSI memastikan pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl, menggantikan Benny Dolo tiba di Indonesia, Senin (10/5).

&ldquo;Sebetulnya kami menunjuk Pak Achmad Sucipto sebagai Ketua Satlak, berhubung tidak bersedia karena berbagai alasan, kami memutuskan menunjuk pada Tono,&rdquo; begitu kata Andi&nbsp; di Kantor Menpora di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, dengan ditunjukkan Tono Suratman maka tidak ada lagi dualisme dalam pembinaan dan persiapan atlet yang diturunkan untuk event intenasional.

Seperti diberitakan ANTARA, PRIMA merupakan program yang dibentuk oleh pemerintah dan KONI. Diharapkan mampu membangkitkan prestasi olah raga Indonesia baik event Asian Games, Asian Beach Games dan SEA Games 2011. &ldquo;Sekarang semuanya sudah beres. Tinggal bagaimana kita melaksanakan.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 12 May 2010 19:30:05 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Let Bugeh Kembali ke Studio 3]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/olahraga/2567/let_bugeh_kembali_ke_studio_3.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Dimata saya dan insan olah raga Aceh dan nasional. Let Bugeh atau H Zainuddin Hamid adalah salah satu tokoh olahraga paling senior di Aceh. Seiingat saya, dia sudah mulai berkiprah pertama sekali dalam sepakbola sebagai Pengurus Persiraja pada akhir tahun 1960-an bersama seniornya, almarhum H. Dimurthala.

Sejak itu, tak ada tahun yang dilewatinya tanpa terlibat dalam dunia olahraga Aceh. Dia sudah mendapat banyak penghargaan di bidang ini baik di tingkat daerah maupun nasional. Jadi, kalau sekarang terpilih lagi memimpin KONI Aceh Periode 2010-2014, biasa saja. Bagi saya kembalinya Let Bugeh ke KONI Aceh wajar dan memang pantas.

Lalu apa urusannya dengan Studio 3? Bagi Anda yang pada tahun 1960-an hingga 1980-an dan pernah menikmati siaran musik dari Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta dan TVRI Jakarta, istilah &lsquo;kembali ke Studio 5&rsquo; sudah tak asing lagi. Sehingga saat itu di Jakarta hingga ke daerah jika seseorang.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 05 May 2010 20:19:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
</channel>
</rss>