<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title><![CDATA[MODUSACEH.COM - MOZAIK RAMADHAN - RSS FEED]]></title>
<link>http://www.modusaceh.com</link>
<description>TABLOID BERITA MINGGUAN - BIJAK TANPA MEMIHAK</description>
<language>id</language>
<pubDate>Sun, 01 Aug 2010 03:50:24 +0700</pubDate>
<lastBuildDate>Sun, 01 Aug 2010 03:50:24 +0700</lastBuildDate>
<copyright>Copyright (C) 2009-2010</copyright>
<generator>MODUSACEH.COM RSS Generator</generator>

  <item>
  <title><![CDATA[Ramadhan di Tengah Kampanye Anti-Muslim]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/mozaik_ramadhan/1940/ramadhan_di_tengah_kampanye_anti-muslim.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss007da6264bc7727d4f54c07eea32aa1e.jpg" alt="Muslim Jerman" title="Muslim Jerman" align="right" hspace="8" /><div align="justify">Awal Ramadhan di Jerman jatuh pada Jumat, 21 Agustus 2009 dan&nbsp; harus dilalui Umat Muslim Jerman dalam suasana keprihatinan, pasca wafatnya martir jilbab Marwa Al-Sherbini yang ditusuk seorang pemuda Jerman anti-Islam.

Keprihatinan itu makin mendalam karena kelompok-kelompok kiri di negeri itu terus melakukan kampanya anti-Muslim.

Direktur Islamic Assembly di Jerman, Ibrahim El-Zayat mengungkapkan, masyarakat Muslim Jerman menjalankan ibadah puasa Ramadhan tahun ini di tengah situasi yang tidak bersahabat. &ldquo;Bulan suci ini bahkan diwarnai maraknya pemberitaan media yang cenderung fokus pada masalah Islamofobia di Jerman menyusul wafatnya Marwa Al-Sherbini,&rdquo; kata El-Zayat.

Situasinya makin tak ramah bagi komunitas Muslim karena partai-partai sayap kiri makin.....</div>]]></description>
  <pubDate>Sun, 27 Sep 2009 02:57:25 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Jerman Bertabur Mualaf]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/mozaik_ramadhan/1939/jerman_bertabur_mualaf.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss89df04e79d13c9c9124658e4d407111c.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify">Meski Islam dan umatnya kerap dilecehkan dan mendapat teror di berbgai tempat, namun cahaya kebenaran tidak pernah redup. Di Jerman, sebuah sensus menyebutkan bahwa Islam menyebar pesat.

Di jantung kota Jerman, orang berbondong-bondong masuk Islam setiap tahunnya. Hal ini memunculkan rasa khawatir sebagian orang bila Eropa dalam beberapa tahun ke depan berubah menjadi benua yang didominasi oleh kaum Muslimin. 

Menurut Laporan Lembaga Statistik Khusus umat Islam di Jerman, jumlah orang yang masuk Islam di Jerman bertambah dari tahun ke tahun. Pada tahun 2006, jumlah mereka yang menyatakan diri masuk Islam sekitar 4.000-an orang, sementara di tahun 2005, hanya sekitar 1.000 orang saja. Menurut Direktur Lembaga, Salim Abdullah, &ldquo;Sedikitnya ada 18.000-an orang Jerman yang tercatat.....</div>]]></description>
  <pubDate>Sun, 27 Sep 2009 02:53:31 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Sejarah Awal Islam di Jerman]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/mozaik_ramadhan/1938/sejarah_awal_islam_di_jerman.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rssd7487a3b0423a0cc57c66d75096dceba.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify">Sebenarnya islam sudah dikenal oleh bangsa Jerman sejak zaman pendudukan Kekhalifahan Islam di Spanyol. Pada saat itulah kekuasaan dan kemajuan dunia islam disegani oleh bangsa-bangsa Eropa.

Pada tahun 1668 dan 1683, masa yang dikenal sebagai titik balik ekspansi dinasti &lsquo;Utsmaniyah (Ottomans), menghadapi berbagai kekuatan besar di Eropa yang sebelumnya tidak henti-hentinya berperang satu sama lain. Dengan semangat menghapuskan kolonialisme yang menginjak-injak berbagai negeri Islam di berbagai belahan dunia, pasukan Turki masuk ke jantung wilayah Eropa.

Wina (Vienna) ibukota negara Austria berhasil dikepung pasukan Turki &lsquo;Utsmani di tahun 1668 M atau 1079 H. Blokade yang dilakukan oleh kekuatan Islam ini kemudian menghasilkan kesadaran baru bagi negara-negara Eropa.....</div>]]></description>
  <pubDate>Sun, 27 Sep 2009 02:49:13 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Ramadhan dengan Berbagai Musim Di Jepang]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/mozaik_ramadhan/1911/ramadhan_dengan_berbagai_musim_di_jepang.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rssaec73d4d37027e4e2a386179a0e5a82a.jpg" alt="Umat muslim Jepang sedang mendengarkan ceramah." title="Umat muslim Jepang sedang mendengarkan ceramah." align="right" hspace="8" /><div align="justify">PUASA di Jepang sebenarnya sama dengan di Indonesia, yakni menahan haus dan lapar serta godaan lainnya. Hanya saja, jika di Indonesia setiap tahun dilalui dengan musim dan iklim yang sama. Di Jepang bisa melalui musim yang berbeda. 

Bulan puasa di &ldquo;Negeri Sakura&rdquo; Jepang biasa dilalui dalam empat episode. Yaitu episode musim panas, gugur, dingin, dan musim semi. Musim panas pada Juni-Agustus, musin gugur September-November, musim dingin Desember-Februari, dan musim semi Maret-Mei. 

Tingkat keletihannya juga berbeda-beda di setiap musim. Kalau saat musim panas keimanan betul-betul diuji. Selain memakan waktu yang panjang karena sahurnya cepat dan berbuka lambat sekali, karena siang yang sangat panjang, diiringi terik matahari yang menyengat. 

Musim dingin puasanya.....</div>]]></description>
  <pubDate>Thu, 10 Sep 2009 13:24:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Masjid dan Orang Jepang]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/mozaik_ramadhan/1910/masjid_dan_orang_jepang.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Banyak orang Jepang yang tidak tahu apa Islam, apa itu masjid, sekalipun Islam telah masuk ke Jepang sejak tahun 1877. Barangkali karena ketidaktertarikan terhadap agama.

Jika ditanya kepada masyarakat Jepang apa agama yang mereka anut, kebanyakan orang Jepang tidak bisa menjawab, terutama orang mudanya. Ada dua agama yang diyakini kebanyakan orang Jepang yaitu, Buddha dan Shinto. Tapi jangan ditanya mengenai detail ibadah atau aturan-aturannya, kebanyakan mereka tidak mengetahuinya. Sebagian orang Jepang mendatangi shrine (jinja, yaitu tempat ibadah agama Shinto) ketika mereka hendak meminta peruntungan, keberhasilan dalam bisnis, kelahiran bayi, dan perkawinan. Serta mendatangi temple (otera) ketika mengadakan upacara kematian.

Minat orang Jepang terhadap kegiatan-kegiatan agama pun sangat kurang, bahkan pernah suatu kali ada satu acara di stasiun TV Jepang yang menceritakan bagaimana seorang Oboosan (pendeta budha) membuka.....</div>]]></description>
  <pubDate>Thu, 10 Sep 2009 13:20:47 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Cahaya Baru Di Negara Matahari Terbit]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/mozaik_ramadhan/1909/cahaya_baru_di_negara_matahari_terbit.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss7510b69f172d3b640dd74215cbee0737.jpg" alt="Pengurus Islamic Center di Jepang." title="Pengurus Islamic Center di Jepang." align="right" hspace="8" /><div align="justify">&ldquo;Saya menemukan kepuasan luar biasa dan kedamaian setiap datang dan beribadah di masjid,&rdquo; ujar Michiko, sebut saja begitu, seorangmuslimah Jepang. Sebelumnya ia adalah penganut Buddha namun menjalankan ritual Kristen dalam kesehariannya.
&nbsp;
Al-quran adalah penariknya untuk berislam. Setelah melalui proses pencarian panjang, ia menemukan apa yang ia baca dalam Kitab Suci itu memiliki efek menenangkan bagi jiwanya. Di sebuah masjid, bersama tiga wanita lainnya, ia duduk dengan penuh khidmat mendengarkan alunan ayat suci yang dibawakan seorang imigran asal Turki. Menggunakan scarf menutup rapi kepalanya, ketiganya meresapi ayat demi ayat yang dibacakan. Umumnya, mereka menyatakan ketertarikannya kepada Islam karena pesan damai yang diusung Islam. 

Berbeda dengan.....</div>]]></description>
  <pubDate>Thu, 10 Sep 2009 13:18:59 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Bulan yang Sangat Dinanti]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/mozaik_ramadhan/1900/bulan_yang_sangat_dinanti.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Umat Islam di negara &ldquo;tirai bambu&rdquo; China menyambut ramadhan dengan&nbsp; berbagai kegiatan bermanfaat, sesuai kebiasaan dan tradisi yang berlaku. Termasuk makanan khas sate kambing dan ayam Xinjiang.

Jutaan warga Muslim di China Sabtu lalu memulai puasa Ramadhan dengan penuh antusias. Ma Guoxing (48), seorang Muslim dari kelompok etnis Hui di Desa Tuanjie, Provinsi Wizhong, Wilayah Otonomi Ningxia Hui, bagian barat laut China adalah salah satunya. Ia bangun pada Sabtu dini hari dan pergi ke masjid setempat bersama ribuan Muslim lainnya untuk mendengarkan ceramah agama yang disampaikan seorang imam.

&ldquo;Ini merupakan bulan suci yang sangat penting bagi kami. Bila kami melakukan suatu kebaikan, maka sebanding dengan 1.000 kebaikan yang dikerjakan di bulan-bulan lainnya,&rdquo; kata Ma Guoxing seperti dilaporkan salah satu media lokal Xinhua. Ia juga menegaskan, &ldquo;bahwa sepanjang satu tahun, kami percaya bahwa.....</div>]]></description>
  <pubDate>Sun, 06 Sep 2009 00:56:26 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[“Rindu Nabi” Masjid Tertua di China]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/mozaik_ramadhan/1899/“rindu_nabi”_masjid_tertua_di_china.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Bangunan unik nan megah, tempat bernuansa spiritual. Inilah dua hal yang dirasakan setiap pengunjung masjid &rdquo;Huai-Sheng&rdquo; di China. Masjid ini satu-satunya peninggalan yang mengindikasikan bahwa Islam memiliki jejaknya di negeri ini semenjak awal.

Masjid &lsquo;Huai-Sheng&rsquo; di China
Masjid yang terletak di kota Guangzhow, Selatan China ini, sehari-hari menampug sejumlah besar umat Islam yang menunaikan shalat wajib. Pada hari Jum&rsquo;at, jumlah kaum muslimin asli China dan Asing yang shalat jum&rsquo;at terhitung dua ribu (2000) jama&rsquo;ah. 

Arti nama masjid Huai-Sheng ini adalah &ldquo;Masjid Rindu Nabi Muhammad&rdquo;. Dinamakan demikian karena para pendatang Arab muslim yang datang di China rentang waktunya masih dekat dengan masa Nabi. Boleh jadi para pendatang Arab muslim itu masuk Islam pada zaman Nabi masih hidup, untuk mengobati rasa rindu mereka terhadap Nabi, maka masjid yang mereka dirikan diberi.....</div>]]></description>
  <pubDate>Sun, 06 Sep 2009 00:53:06 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Sejarah Islam di China]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/mozaik_ramadhan/1898/sejarah_islam_di_china.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss32c6d6225b0a7e3499fbe05a2f730df7.jpg" alt="Masyarakat Muslim di China." title="Masyarakat Muslim di China." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Orang China mengenal Islam dengan sebutan Yisilan Jiao yang berarti &lsquo;agama yang murni&rsquo;. Masyarakat Tiongkok menyebut Makkah sebagai tempat kelahiran &lsquo;Buddha Ma-hia-wu&rsquo; (Nabi Muhammad SAW). Terdapat beberapa versi hikayat tentang awal mula Islam bersemi di dataran China.
&nbsp;&nbsp;&nbsp; 
Tuntutlah Ilmu sampai ke negeri China,&rdquo; begitu kata petuah Arab. Jauh sebelum ajaran Islam diturunkan Allah SWT, bangsa China memang telah mencapai peradaban amat tinggi. Kala itu, masyarakat Negeri Tirai Bambu sudah menguasai beragam khazanah kekayaan ilmu pengetahuan dan peradaban. Tak bisa dipungkiri bahwa umat Islam juga banyak menyerap ilmu pengetahuan serta peradaban dari negeri ini. Beberapa contohnya antara lain, ilmu ketabiban, kertas, serta bubuk mesiu......</div>]]></description>
  <pubDate>Sun, 06 Sep 2009 00:50:54 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Ramadhan di Rusia]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/mozaik_ramadhan/1879/ramadhan_di_rusia.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rssbd683acab134dfcabfe29fb3e9d4f2c0.jpg" alt="Mesjid di Moscow." title="Mesjid di Moscow." align="right" hspace="8" /><div align="justify">PENGANTAR:

Pembaca Budiman. Tanpa terasa, bulan suci Ramadhan 1430 H kembali menyapa kita. Seluruh umat muslim di dunia melakukan &ldquo;perang&rdquo; melawan hawa nafsu. Sebaliknya, lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, seraya memohon ampun atas segala dosa sambil memperbanyak amal serta ibadah.

Banyak hal menarik yang bisa diutarakan, seputar tradisi ramadhan yang terjadi di berbagai belahan dunia. Nah, mulai edisi ini sampai akhir ramadhan mendatang. Kami menurunkan laporan khusus: Ramadhan Diberbagai Belahan Dunia. Rubrik tersebut diasuh Rizki Adhar. Untuk edisi ini, kami memilih Ramadhan di Rusia. Seperti apa kisah-kisah itu? Ini dia laporannya.


Sabtu pekan lalu, merupakan hari awal bagi umat Islam di Indonesia dan dunia, menjalankan ibadah puasa 1430H/2009M......</div>]]></description>
  <pubDate>Thu, 27 Aug 2009 14:58:57 WIT</pubDate>
  </item>
  
</channel>
</rss>