<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title><![CDATA[MODUSACEH.COM - KABAR DUNIA - RSS FEED]]></title>
<link>http://www.modusaceh.com</link>
<description>TABLOID BERITA MINGGUAN - BIJAK TANPA MEMIHAK</description>
<language>id</language>
<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 00:19:40 +0700</pubDate>
<lastBuildDate>Fri, 12 Mar 2010 00:19:40 +0700</lastBuildDate>
<copyright>Copyright (C) 2009-2010</copyright>
<generator>MODUSACEH.COM RSS Generator</generator>

  <item>
  <title><![CDATA[Beras dan Kondom dalam Agenda Pemilu]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/kabar_dunia/2387/beras_dan_kondom_dalam_agenda_pemilu.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Beras dan kondom biasanya tak masuk dalam satu daftar kebutuhan dasar rumah tangga &nbsp;di Filipina yang didominasi Katolik. Tapi pasangan dari keluarga yang besar dan miskin akan memilih beras bila diberi dua pilihan itu.

Inilah yang dipelajari Fe Nicodemus, ketua KAKAMPI, organisasi nonpemerintah Filipina yang mengadvokasi hak-hak reproduksi, ketika kelompoknya membagikan kondom gratis&nbsp; di wilayah miskin di kota Manila sebagai bagian dari advokasi kelompoknya.

&ldquo;Ketika kami membagikan kondom, ada kelompok ini yang datang dan mulai membagikan beras,&ldquo; ujarnya. &ldquo;Warga segera pindah ke kelompok itu, tapi kami terus membagikan kondom kepada mereka yang antri beras, berharap kami masih bisa menanamkan penggunaan alat kontrasepsi dalam pikiran mereka meski perut mereka lapar.&rdquo;

Ini tak mengejutkan, kata Nicodemus. Yang tak terduga, para distributor beras, yang sebenarnya dari pemerintah kota Manila,.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 03 Mar 2010 22:49:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Melawan Trauma Tentara]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/kabar_dunia/2386/melawan_trauma_tentara.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">SEBUAH film dokumenter baru, Diary of a Disgrace Soldier, menggambarkan pemecatan seorang veteran perang Irak dari militer Inggris dan pergulatannya melawan tekanan mental pascatrauma (post traumatic stress disorder atau PTSD) terkait rekaman videonya mengenai kebrutalan teman-temannya terhadap pemuda Irak.

Selama lima hari pada 2004, Kopral Martin Webster dan sekitar 100 tentara Inggris dari Batalyon 1, Infanteri Light, terkepung di antara ribuan warga Irak yang rusuh di jalanan Al Amara, Irak. Beberapa warga Irak melempar batu, sementara yang lainnya menembakkan granat-roket (RPGs) atau melemparkan granat.

Di atas sebuah atap selama kerusuhan itu, Webster mengarahkan video &ndash;bukan peluru.

Apa yang dia rekam menjadi skandal internasional. Sekelompok tentara Inggris menguber empat pemuda Irak. Mereka lalu memukul, menghantam, dan menendang. Seorang tentara menendang salah seorang pesakitan di antara kaki. Ketika merekam.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 03 Mar 2010 22:49:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Bidan Masyarakat Diakui]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/kabar_dunia/2367/bidan_masyarakat_diakui.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">MESKI Kanwal Gul, berusia 25 tahun, terbaring di ranjang persalinan setahun lalu untuk mempersiapkan kelahiran anak pertamanya, dia yakin dukun bayi membantunya tahu apa yang mesti dia lakukan. Mengenakan sarung tangan, dia mengarahkannya.

Gul juga memastikan seprai plastik sudah digelar di ranjang persalinan sesaat sebelum dia melahirkan dan dukun bayi memberinya kotak keselamatan (safe delivery kit).

Gul berasal dari desa Mahmood Taheem, distrik Matiari, sekitar 230 kilometer utara kota pelabuhan Karachi, tempat dia bekerja sebagai bidan masyarakat bersama tiga dukun bayi.

Sebagai bidan bersertifikat sejak 2004, Gul mendapat pelatihan bidan masyarakat selama seminggu tiga tahun lalu melalui proyek percontohan yang diprakarsai Dana PBB untuk Anak-anak (UNICEF), di provinsi Sindh, antara November 2006 dan Desember 2007.

&rdquo;Kami belajar menjadi bidan rumah sakit. Namun pelatihan (bidan masyarakat) mempersiapkan kami.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 24 Feb 2010 22:26:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Agama Memerangi Kelaparan]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/kabar_dunia/2348/agama_memerangi_kelaparan.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">AGAMA-agama besar di dunia mungkin tak sepakat tentang teologi dan hal-hal seperti makanan yang musti kita makan dan masanya kita beristirahat. Tapi ketika hendak memerangi kelaparan, mereka sepakat dalam banyak hal.

Kitab-kitab suci mengajarkan bahwa orang yang tak punya cukup makanan harus dibantu. Sehingga, jika Anda orang beriman, kerawanan pangan adalah masalah spiritual, bukan hanya masalah politik atau ekonomi. 

&ldquo;Dalam setiap agama yang saya tahu, yang kali pertama atau kedua sering dibicarakan dalam ayat-ayat mereka adalah soal orang yang miskin, sakit, dan kelaparan,&rdquo; kata Tony P. Hall, direktur Aliansi untuk Mengakhiri Kelaparan dan mantan dutabesar Amerika Serikat untuk badan pangan PBB di Roma, kepada IPS.

&rdquo;Lebih dari 2.500 ayat Kristiani yang bersentuhan dengan masalah ini. Kelaparan adalah isu milik orang-orang beriman. Tuhan sangat jelas soal ini &ndash;dan kita semestinya melakukan.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 17 Feb 2010 22:21:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Mendokumentasikan Kekerasan Seksual]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/kabar_dunia/2327/mendokumentasikan_kekerasan_seksual.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">&rdquo;Kami melihat tak ada niat politik untuk memastikan para pelaku kekerasan seksual berbasis gender itu dituntut secara hukum,&rdquo; kata Patricia Nyaundi, direktur eksekutif Federation of Women Lawyers Kenya (FIDA).

Kesaksian perempuan yang selamat dari kekerasan seksual selama konflik pasca-pemilu pada 2008 harus didengar, ujar para pengacara. Besarnya kekerasan terhadap perempuan berbasis gender perlu dicatat dan diteruskan ke penuntutan untuk mencegah kekerasan semacam ini terjadi lagi.

Ketika memaparkan temuannya, Komisi Penyelidik Kekerasan Pasca-Pemilu yang diketuai oleh Hakim Philip Waki menggambarkan perkosaan terhadap perempuan, anak-anak, dan beberapa lelaki; dilakukan oleh gerombolan preman, tetangga, maupun aparat keamanan. 

Komisi menyatakan bahwa bukti yang mereka kumpulkan mewakili sebagian kecil dari seluruh kekerasan berbasis gender &ndash;hanya 31 perempuan yang memberikan kesaksian.

Sebuah fasilitas.....</div>]]></description>
  <pubDate>Tue, 09 Feb 2010 22:49:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Pembatasan Dana Pemilu dari Korporasi]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/kabar_dunia/2326/pembatasan_dana_pemilu_dari_korporasi.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">DALAM sebuah keputusan yang berdampak besar bagi sistem politik AS, mayoritas di Mahkamah Agung memutuskan bahwa pemerintah tak bisa membatasi belanja iklan korporasi-korporasi yang mendukung kandidat politik dalam pemilihan umum federal. 

Keputusan 5-4 dalam &ldquo;Citizens United v. Federal Election Commission&rdquo;, yang langsung mendapat kritikan dari Gedung Putih, menyebutkan bahwa pembatasan semacam itu melanggar Amandemen Pertama Konstitusi, yang menjamin kebebasan berbicara. 

&ldquo;Jika pemerintah berusaha menggunakan kekuasaannya secara penuh, termasuk hukum pidana, untuk mendikte seseorang yang mungkin menerima informasi darinya dan sumber tak bisa dipercaya yang mungkin tak ingin mereka dengar, ia menggunakan sensor untuk mengontrol pikiran,&rdquo; tulis Hakim Anthony Kennedy dalam sebuah opini, yang dipakai oleh empat hakim sayap kanan di Mahkamah Agung, termasuk Hakim Kepala John Roberts, berjudul &ldquo;This is.....</div>]]></description>
  <pubDate>Tue, 09 Feb 2010 22:49:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Reaksi atas Skeptisisme Perubahan Iklim]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/kabar_dunia/2309/reaksi_atas_skeptisisme_perubahan_iklim.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">&rdquo;FAKTANYA pemanasan global itu terjadi. Jika es di Laut Antartika mencair, bagaimana bisa mengatakan gletser di Himalaya tak mencair?&rdquo; tanya ahli gletser, Syed Iqbal Hasnain, marah.

Di tengah perdebatan mengenai penarikan sebuah lembaga Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) atas laporannya tahun 2007 pada minggu lalu bahwa gletser Himalaya akan menghilang pada 2035, yang skeptis terhadap pemanasan global segera menangkap kekeliruan itu. Mereka mencatat sejumlah laporan media tentang isu itu, yang mereka percayai bisa memperkuat posisi mereka.

Namun Hasnain, yang melibatkan diri dalam kontroversi berlarut-larut mengenai Himalaya, berujar &ldquo;konyol&rdquo; jika menganggap gletser tak mencair.

Ilmuwan ini sebelumnya menyebut tahun 2035 sebagai hilangnya gletser Himalaya akibat pemanasan global dalam sebuah wawancara pada 1999 dengan sebuah jurnal dari Inggris, New Scientist. Inter-governmental Panel on Climate Change.....</div>]]></description>
  <pubDate>Tue, 02 Feb 2010 21:06:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Selamatkan Nyawa di Tengah Perang]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/kabar_dunia/2295/selamatkan_nyawa_di_tengah_perang.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">FILM dokumenter Living in Emergency merupakan sebuah gambaran mencekam, yang mengisahkan dokter-dokter yang bekerja dalam krisis kemanusian. Mereka harus menghadapi kematian, penyakit, dan keputusasaan di Liberia dan Republik Demokratik Kongo.

Kru film asal Prancis yang dipimpin Mark Hopkins memfilmkannya dari Juli hingga September 2005. Mereka merekam kehidupan dokter-sukarelawan Davinder Gill, Chris Brasher, Tom Krueger, dan Chiara Lepora, yang bekerja untuk kelompok Dokter Lintas Batas atau Medecins Sans Frontieres (MSF)

&rdquo;Kadang-kadang tak ada air, listrik, dan makanan. Semacam apokaliptik,&rdquo; Dr Arnaud Jeannin, yang bertugas di Liberia, mengatakan dalam film itu.

&rdquo;Situasinya sungguh berat,&rdquo; ujar Tom Krueger, ahli bedah dan ayah dua anak asal Tennessee, dalam film itu. &rdquo;[Sebagai dokter] Anda tentu tak ingin membuat keputusan yang salah dan menjadi seorang eksekutor.&rdquo;

Gill, yang.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 27 Jan 2010 22:25:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Cinta yang Bikin Mereka Terbuka]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/kabar_dunia/2294/cinta_yang_bikin_mereka_terbuka.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">UPACARA pertunangan tradisional dua pria pada 26 Desember 2009 memicu kontroversi di kalangan kaum konservatif di Malawi. Dua hari usia pertunangan itu, Tiwonge Chimbalanga dan Steven Monjeza ditangkap dan mendekam di dalam tahanan polisi, menghadapi masa hukuman yang lama.

Pertunangan tradisional di Malawi dianggap sebagai pernikahan sipil dan diakui di seluruh negeri. Chimbalanga dan Monjeza adalah pasangan gay pertama yang mengumumkan orientasi seksual mereka secara terbuka. Pasangan ini menghadapi tuntutan atas &ldquo;perbuatan tercela&rdquo; dan merusak &ldquo;persetubuhan yang menentang hukum alam&rdquo;, yang dianggap pelanggaran berdasarkan KUHP warisan kolonial di Malawi.

Mengutuk penahanan 
Aktivis HAM lokal, organisasi madani, dan organisasi HAM internasional mengutuk pemerintah atas penahanan pasangan itu.

Amnesti Internasional mengecam penahanan itu dan meminta agar mereka dibebaskan segera dan tanpa syarat......</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 27 Jan 2010 22:25:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Minum Kopi Ala Norwegia]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/kabar_dunia/2187/minum_kopi_ala_norwegia.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss42211e9d9ff8e69865dcb557caa19d10.jpg" alt="Suasana kedai kopi di Norwegia." title="Suasana kedai kopi di Norwegia." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Masyarakat Norwegia menyebut dirinya dengan Nordmenn. Mereka masyarakat &lsquo;maniak&rsquo; kopi bersama dua saudara Skandinavianya, Denmark dan Finlandia serta Swiss dan Belgia. Rata-rata mengkomsumsi kopi 7-10 kilogram perkapita per tahun.

Norwegia terletak di bagian barat semenanjung (jazirah) Skandinavia dan berbatasan dengan Swedia, Finlandia dan Rusia. Negara ini memiliki garis pantai yang panjang. Lebih dari 500 km2 (193 mil2). Norwegia terletak di bagian utara Arctic Circle, tetapi pantai barat biasanya tetap bebas es sepanjang tahun akibat aliran air hangat Gulf Stream.

Negara dengan jumlah penduduk 4.753.400 jiwa dan pendapatan per kapita sebesar 93,759 dolar AS di tahun 2008 ini, dengan tingkat pengangguran sebesar 2.6%. merupakan negara yang sangat makmur dan aman.....</div>]]></description>
  <pubDate>Thu, 24 Dec 2009 01:29:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
</channel>
</rss>