<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title><![CDATA[MODUSACEH.COM - EKONOMI - RSS FEED]]></title>
<link>http://www.modusaceh.com</link>
<description>TABLOID BERITA MINGGUAN - BIJAK TANPA MEMIHAK</description>
<language>id</language>
<pubDate>Sun, 01 Aug 2010 03:59:37 +0700</pubDate>
<lastBuildDate>Sun, 01 Aug 2010 03:59:37 +0700</lastBuildDate>
<copyright>Copyright (C) 2009-2010</copyright>
<generator>MODUSACEH.COM RSS Generator</generator>

  <item>
  <title><![CDATA[Dana Kilat Proses Cepat]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/ekonomi/2599/dana_kilat_proses_cepat.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Pinjaman dana tunai cepat dengan jaminan BPKB mobil maupun sepeda motor mulai diminati masyarakat. Proses cepat serta syarat yang tidak merepotkan, jadi pemikat konsumen. Alternatif baru selain bank dan pegadaian.

Variasi kebutuhan di masyarakat, menyebabkan kebutuhan dana segar semakin meningkat. Tentu saja, ini berkaitan dengan cara untuk memenuhi kebutuhan. Sebut saja, untuk permodalan usaha, biaya sekolah anak, sakit atau berobat jalan. Terkadang, kebutuhan tersebut juga mendesak sifatnya, ditambah lagi dalam jumlah dana yang relatif besar pula.

Menjual aset tentu saja memakan waktu, jika pergi ke bank, terkadang layanan yang diberikan bertele-tele dengan persyaratan yang cukup ribet. Dana pun belum tentu bisa dicairkan, malah tak jarang calon nasabah harus mengurut dada ketika aplikasi pinjamannya tidak disetujui. 

Solusi lain adalah dengan pergi ke Pegadaian. Tetapi, Pegadaian pun sepertinya belum mampu memberikan.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 12 May 2010 19:30:05 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Gairah Pemasaran Melalui Facebook]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/ekonomi/2598/gairah_pemasaran_melalui_facebook.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss2573dd55754e6eadc797331353bd7369.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify">Fenomena jejaring sosial Facebook melanda seantero dunia. Tak cuma sebagai ajang pertemanan. Facebook menjadi pasar transaksi antara penjual dan pembeli. Dari barang kecil, hingga barang bermerek dapat ditemui di wall-wall Facebook.

Fenomena Facebook yang juga melanda negara ini sungguh luar biasa. Facebook sempat dianggap sebagai penyebab turunnya produktifitas para pekerja di kantor, bahkan ada perusahaan tertentu yang melarang karyawannya menggunakan Facebook pada jam kerja,karena ternyata banyak mempengaruhi bisnis tertentu untuk berkembang. Bisnis dengan media online pun terasa semakin mudah dijalankan. Apalagi sejak ngetopnya Facebook dan Twitter. Tidak percaya? Coba Anda melongok ke toko-toko buku dan hitung berapa judul buku komputer dan internet yang membahas Facebook,.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 12 May 2010 19:30:05 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Mendongkrak Perekonomian Melalui Jagung]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/ekonomi/2532/mendongkrak_perekonomian_melalui_jagung.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss0d39fe36ce46193e30518f7e82251a73.jpg" alt="Pembersihan lahan kebun jagung." title="Pembersihan lahan kebun jagung." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Banyak cara yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satunya dengan bertani jagung.

Banyak jalan menuju Roma. Mungkin itulah langkah yang dilakukan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) dalam upaya membantu mengangkat perekonomian masyarakat di Kabupaten Aceh Selatan. Salah satunya adalah dengan cara mengajak masyarakat untuk bertani jagung. &ldquo; Jagung adalah komoditas yang memiliki nilai ekonomis tinggi&rdquo; kata Direktur LPER, Khartiwi Daud, kepada MODUS ACEH, Rabu pekan lalu.

Tidak tanggung-tanggung, untuk membuktikan nyalinya, lembaga yang bergerak dalam bidang pemberdayaan masyarakat ini, mengajak dan mengiring masyarakat untuk bersama-sama melakukan budi daya tanaman jagung. Hasilnya, lahan seluas 100 hektar yang dulunya tandus dan.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 21 Apr 2010 21:29:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Bank Aceh, Aminullah dan Uji Kelayakan]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/ekonomi/2531/bank_aceh_aminullah_dan_uji_kelayakan.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Gonjang-ganjing mengenai siapa yang akan memimpin PT Bank BPD Aceh (Bank Aceh) semakin santer. Berat dugaan, Aminullah Usman akan memimpin kembali bank plat merah ini. Diduga, isu rush (penarikan dana besar-besaran) beberapa waktu lalu, sarat konflik kepentingan.

Masa kepemimpinan Aminullah Usman sebagai Direktur Utama (Dirut) PT. Bank BPD Aceh (Bank Aceh), memang telah memasuki akhir periode. Aminullah telah menjabat posisi tersebut selama 10 tahun (dua periode). Sepak terjang Aminullah semasa menjabat dinilai sukses menghantarkan bank plat merah ini menjadi salah satu bank daerah yang memiliki performance baik dan sehat. 

Lihat saja, triple hatrick atau sembilan kali torehan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berhasil diraih melalui hasil audit oleh auditor independen. Kecuali itu, peningkatan aset dan penghimpunan dana dari pihak ketiga, pengucuran kredit, hingga keterlibatan ini dipengembangan olah raga, terutama sepakbola. Semua.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 21 Apr 2010 21:29:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Mencoba Peluang Baru di Bisnis Gaharu]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/ekonomi/2480/mencoba_peluang_baru_di_bisnis_gaharu.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Gaharu termasuk pohon bernilai ekonomis tinggi. Dianggap bisa meningkatkan pendapatan masyarakat dalam waktu beberapa tahun. 

Kartiwi sesekali tersenyum. Tapi, bukan karena sedang menonton tayangan infotaiment atau komedi. Presentasi tim marketing PT. Solidgold2u lah yang membuatnya sumringah. Perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan ini agaknya membawa peluang bisnis bagi Kartiwi. 

Agarwood atau yang biasa dikenal dengan gaharu adalah komoditinya. Nilai ekonomis pohon yang biasa tumbuh di hutan tropis ini memang cukup menjanjikan. Harga satu batang Gaharu bisa mencapai ribuan dolar. Kemudian, setelah disuling menjadi minyak harganya bisa mencapai USD 5000 &ndash; 10.000 atau sekitar Rp 75 juta. Selanjutnya, setelah diolah menjadi cairan Extract harganya mampu mencapai USD 30.000 atau sekitar Rp.300.000.000 juta/liter.&rdquo; Gaharu adalah pohon termahal di dunia,&rdquo; sebut Safrijal, salah satu tim marketing PT......</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 07 Apr 2010 22:08:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Triliunan Ngendap di Giro Bank Aceh]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/ekonomi/2479/triliunan_ngendap_di_giro_bank_aceh.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Lebih dari Rp 4 triliun dana milik pemerintah Aceh mengendap di giro Bank Aceh. Diduga berkaitan dengan konflik kepentingan komisaris utama yang juga Sekretaris Daerah Aceh. 

Hasil evaluasi akuntan publik menunjukkan, laporan keuangan yang ditampilkan Bank Pembangunan Daerah Aceh (kini Bank Aceh &ndash; red) berforma Wajar Tanpa Pengecualian. Ini merupakan kali kesembilan, Bank Aceh menerima hasil audit WTP berturut-turut. 

Di akhir maret kemarin, Bank Aceh pun mempublikasikan laporan keuangan per 31 Desember 2009. Dari laporan keuangan itu pula dapat dilihat, total aset dari Bank Aceh Rp 13 triliun lebih. Melihat dari pergerakan tahun-tahun sebelumnya, terdapat peningkatan yang cukup signifikan dari total aset yang dimiliki Bank Aceh. 

&ldquo;Alhamdulillah, berkat usaha dan kerja keras, kerja sama dari segala pihak serta kepercayaan dari seluruh masyarakat Aceh, Bank Aceh mampu bekerja secara optimal. Baik dalam penghimpunan.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 07 Apr 2010 22:08:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Triple Hattrick Menuju Go Public]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/ekonomi/2418/triple_hattrick_menuju_go_public.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss8caa13de2bce12f885e3768e3881b061.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify">Selain sukses meraih sembilan predikat Wajar Tanpa Pengecualian. Bank BPD Aceh, sejak 1 Januari 2010 resmi menjadi Bank Aceh. Saatnya untuk Go Public melalui Emisi Obligasi. Hampir satu dekade dengan trend positif.

Direktur Utama Bank Aceh, H. Aminullah Usman Se, Ak, MM, sumringah. Dia memang pantas bersyukur atas berbagai prestasi yang diraih bank ini, sejak satu dekade berjalan. 

Maklum, melalui tangan dinginnya, Bank Aceh telah menjadi bank milik daerah yang maju dan berkembang. &ldquo;Alhamdulillah, lewat kerja keras, kerjasama semua pihak serta kepercayaan seluruh masyarakat Aceh, Bank Aceh akhirnya berhasil secara optimal. Baik dari sektor penarikan nasabah (tabungan) maupun penyaluran kredit kepada masyarakat,&rdquo; ucap Aminullah kepada media ini pekan lalu.

Aminullah.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 10 Mar 2010 23:12:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Menuai Untung Dibalik Jeritan Konsumen]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/ekonomi/2392/menuai_untung_dibalik_jeritan_konsumen.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Perusahaan pembiayaan (leasing) tumbuh subur di Aceh. Kemudahan akses, proses aktivasi cepat dan cicilan yang bervariatif, jadi pemikat. Tanpa sadar, konsumen masuk perangkap.

Sebut saja Abidin (nama samaran), warga Kabupaten Aceh Besar itu hanya bisa mengurut dada,&nbsp; ketika sepeda motornya &ldquo;disita&rdquo; salah satu perusahaan leasing (lembaga pembiayaaan swasta&mdash;red), tempat dia mengambil kredit. Padahal, Abidin sudah membayar 28 kali angsuran, dari 32 kali perjanjian angsuran kredit sepeda motornya. 

Sebenarnya, Abidin berniat membayar empat kali angsuran sekaligus. Sayang, dengan alasan yang tidak masuk akal, dia malah disuruh melunasi seluruh kekurangan angsuran ditambah biaya lainnya. Karena tak memiliki uang sebanyak itu, Abidin tidak dapat menyanggupi permintaan pihak leasing. Setelah sepeda motornya dilelang, Abidin justru tidak mendapatkan sisa sama sekali, dapat dibayangkan berapa kerugian.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 03 Mar 2010 22:49:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Teror dan Bunga Menjerat Leher]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/ekonomi/2391/teror_dan_bunga_menjerat_leher.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rssb1fe7ba3c229e3c845946faf81db5bc0.jpg" alt="Salah satu perusahaan leasing di Banda Aceh." title="Salah satu perusahaan leasing di Banda Aceh." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Para debt collector tidak habis cara. Bagai intelijen, mereka mencari tahu keberadaan konsumen. &ldquo;Ini sudah persis cerita koboi dan penjahat. Saya yang jadi penjahatnya. Mereka mencari saya kemana-mana. Padahal, saya sudah menelpon pihak finance dan berupaya menjelaskan bahwa saya tidak bisa membayar bulan ini dan akan diselesaikan di bulan berikutnya&rdquo;.

Kisah tak elok itu dialami Fauzan atau mungkin ratusan konsumen lainnya di Aceh. &ldquo;Tapi penjelasan itu seperti tak bermakna bagi mereka. Saya tetap dikejar-kejar. Tentu saja saya menghindar, saya tidak ingin diberatkan dengan biaya penyitaan. Tapi bukan berarti saya tidak mau membayar, hanya saja cara mereka tidak masuk akal,&rdquo; ungkap Fauzan. 

Kejadian diatas menyiratkan bagaimana lembaga pembiayaan, yang.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 03 Mar 2010 22:49:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Telkomsel dan XL Didenda Rp 25 Miliar]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/ekonomi/653/telkomsel_dan_xl_didenda_rp_25_miliar.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Lima perusahaan telekomunikasi didenda lantaran melakukan kartel tarif SMS antar sesama operator. Mereka adalah XL, Telkomsel, Telkom, Bakrie Telecom dan Mobile-8. Akibat penetapan tarif tersebut, konsumen dirugikan Rp 2,8 triliun. PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) kembali menelan pil pahit. Kedua BUMN bidang telekomunikasi itu dinyatakan bersalah oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Rabu (18/6). Mereka didenda masing-masing Rp25 milyar (Tekomsel) dan Rp 18 milyar (Telkom) lantaran terbukti melakukan penetapan harga short message service (SMS) dengan sejumlah operator telekomunikasi lainnya.

Bagi Telkomsel dan Telkom, sanksi dari KPPU ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, Telkomsel (dalam perkara Temasek Holding Pte Ltd) pernah dinyatakan bersalah karena melakukan monopoli atas jasa telepon seluler. Sedangkan Telkom diputus bersalah karena melakukan pemblokiran.....</div>]]></description>
  <pubDate>Thu, 26 Jun 2008 17:16:46 WIT</pubDate>
  </item>
  
</channel>
</rss>