<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title><![CDATA[MODUSACEH.COM - DAERAH - RSS FEED]]></title>
<link>http://www.modusaceh.com</link>
<description>TABLOID BERITA MINGGUAN - BIJAK TANPA MEMIHAK</description>
<language>id</language>
<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 23:18:20 +0700</pubDate>
<lastBuildDate>Wed, 10 Mar 2010 23:18:20 +0700</lastBuildDate>
<copyright>Copyright (C) 2009-2010</copyright>
<generator>MODUSACEH.COM RSS Generator</generator>

  <item>
  <title><![CDATA[Pilih Istri atau Jabatan]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/daerah-aceh_utara/2403/pilih_istri_atau_jabatan.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rssd01b71cd26387f14589c0add7097772f.jpg" alt="Puskesmas Pembantu (Pustu) Gampong Lhokseuntang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara." title="Puskesmas Pembantu (Pustu) Gampong Lhokseuntang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara." align="right" hspace="8" /><div align="justify"><b>Aceh Utara</b> - Dugaan khalwat yang dilakukan Mn, sepertinya akan berbuntut panjang. Kadis Kesehatan Aceh Utara mengaku akan memproses kasus ini. Tersangka dihadapkan dua pilihan: istri atau jabatan?

Untuk sementara, Mn (38) tak bisa ditemui. Entah enggan berkomentar atau masih trauma dengan kasus yang menimpanya. Maklum, oknum Kepala Puskesmas Pembantu (Pustu) Gampong Lhokseuntang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara itu, sempat digerebek warga desa setempat. 

Diduga, dia melakukan khalwat dengan Jm (35), seorang perempuan yang bukan muhrimnya. Namun, kepada aparat kepolisian dan warga di sana, Mn mengaku kalau Jm istri keduannya.

Begitupun, alasan Mn hingga kini belum mampu meyakinkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Aceh Utara. Orang nomor satu di dinas ini justeru akan memproses Mn sesuai.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 03 Mar 2010 22:49:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Menagih Janji Husin Yusuf]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/daerah-aceh_selatan/2402/menagih_janji_husin_yusuf.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss7ef281ffbbe0cdc717812e9526db6ac4.jpg" alt="Ribuan pendemo dari Kecamatan Bakongan dan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan." title="Ribuan pendemo dari Kecamatan Bakongan dan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan." align="right" hspace="8" /><div align="justify"><b>Aceh Selatan</b> - Dua ribu lebih warga dari eks Kewedanaan Bakongan, Aceh Selatan minta pemekaran dua kecamatan baru. Bupati dan DPRK setuju.

Janji adalah hutang. Dan, giliran warga Bakongan-Trumon menagih janji itu kepada Bupati Aceh Selatan, Husin Yusuf. Maklum, saat kampanye Pilkada lalu, Husin pernah memberi harapan. Katanya, jika dia terpilih sebagai Bupati Aceh Selatan, maka&nbsp; ada kecamatan baru di Kewedanaan Bakongan yaitu: Kecamatan Trumon Tengah dan Bukit Gadeng.

Itu sebabnya, meski matahari menyengat, Kamis pekan lalu, semangat warga dari empat kecamatan, Kewedanaan Bakongan itu tetap tak beranjak untuk menyampaikan hasratnya kepada Bupati Aceh Selatan, Husin Yusuf serta Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan, Safiron.

Soal pemekaran, memang bukan isu baru di.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 03 Mar 2010 22:49:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Hutan Gundul Dishut “Mandul”]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/daerah-bener_meriah/2384/hutan_gundul_dishut_“mandul”.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss99cdd8141fe55874659441353afd259c.jpg" alt="Kawasan hutan di Desa Pancar Jelobok, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah telah di rambah oleh salah satu perusahaan dari Kabupaten Bireuen." title="Kawasan hutan di Desa Pancar Jelobok, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah telah di rambah oleh salah satu perusahaan dari Kabupaten Bireuen." align="right" hspace="8" /><div align="justify"><b>Bener Meriah</b> - Pembalakan liar di Bener Meriah marak. Ribuan hektar hutan dirambah. Dinas Kehutanan dan Perkebunan setempat dinilai &ldquo;mandul&rdquo;. Bupati Bener Meriah Ir. Tagore AB melapor ke Dinas Kehutanan Aceh. 

Andi Sastra, anggota DPRK Bener Meriah, terkesan kehabisan kata-kata. Entah karena kesal, dia pun mengeluarkan pendapat yang sedikit &ldquo;pedas&rdquo;. Arahnya jelas, Dinas Kehutanan (Dishut) setempat. &ldquo;Saya menilai Dinas Kehutanan Kabupaten Bener Meriah &ldquo;mandul,&rdquo; begitu kata Wakil Ketua Komisi B DPRK Bener Meriah ini.

Pernyataan itu disampaikan politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) tersebut dalam pandangan umumnya, saat sidang Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA), Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS), di DPRK Bener Meriah, Selasa.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 24 Feb 2010 22:34:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Pajak Digemplang Muslem Masih Melenggang]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/daerah-bireuen/2383/pajak_digemplang_muslem_masih_melenggang.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss4fd63d848af6c40203cd5c477d345760.jpg" alt="Bupati Bireuen, Drs Nurdin Abdul Rahman saat diperiksa pansus DPRK Bireuen." title="Bupati Bireuen, Drs Nurdin Abdul Rahman saat diperiksa pansus DPRK Bireuen." align="right" hspace="8" /><div align="justify"><b>Bireuen</b> - Pansus DPRK Bireuen belum berhasil mengungkap aliran dana&nbsp; Pajak Pendapatan dan Penghasilan Bireuen, Rp 15 miliar rupiah lebih. Sejumlah pihak lepas tangan dan mengaku tidak tahu. Muslem pasang badan.

Setelah sempat tertunda karena pembahasan qanun perampingan dinas. Panitia Khusus (Pansus) DPRK Bireuen, kembali melanjutkan pemeriksaan terhadap pejabat di jajaran Pemkab Bireuen, Rabu, 17 Februari&nbsp; lalu.

Alkisah, tim pansus&nbsp; memanggil Bupati Bireuen, Drs. Nurdin Abdul Rahman, Wakil Bupati Bireuen, Drs. Busmadar Ismail serta Sekda Bireuen Ir. Nasrullah Muhammad MT, terkait masalah PPh/ PPn yang diduga tidak disetor selama ini. Mereka diminta keterangan untuk mengungkap sekaligus meluruskan hikayat raibnya uang pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan (PPh),.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 24 Feb 2010 22:34:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Mufakat Digelar, Hujatan Didapat]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/daerah-simeulue/2382/mufakat_digelar_hujatan_didapat.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss8e824fc5824ea07483dda7290f756367.jpg" alt="Pembahasan Tukar Guling Kawasan Hutan." title="Pembahasan Tukar Guling Kawasan Hutan." align="right" hspace="8" /><div align="justify"><b>Simeulue</b> - Pertemuan Pemkab Simeulue dengan masyarakat, mengenai rencana tukar guling lahan berakhir debat. Terungkap, Bupati Darmili menjual areal hutan untuk biaya kampanye Pilkada.

Pendopo Bupati Simeulu, Senin pekan lalu, ramai didatangi tokoh masyarakat dan warga. Ada kepala mukim, Kepala Desa serta Camat Tepah Barat, Simeulue Tengah dan Salang. Hadir juga, Ketua DPRK, Kadis Kehutanan, Direktur PDKS, Ketua Bappeda serta Sabirudin, Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Simeulu.

Tapi jangan salah, tak ada aksi demonstrasi di sana. Sebaliknya, Bupati Simeulu, Darmili menggelar mufakat, membahas rencana tukar guling lahan warga, pengganti hutan lindung yang telah digunakan Darmili untuk membuka perkebunan sawit dibawah bendera PDKS atau Perusahaan Daerah Kabupaten Simeulu.

Nah, dalam.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 24 Feb 2010 22:34:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Berbeda dan Tak Sesuai Aslinya]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/daerah-bireuen/2381/berbeda_dan_tak_sesuai_aslinya.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss8322ad5e8476fb0faf717333a2d023e4.jpg" alt="Salah seorang Panglima Laot sedang memberikan keterangan, dalam kapasitasnya sebagai saksi." title="Salah seorang Panglima Laot sedang memberikan keterangan, dalam kapasitasnya sebagai saksi." align="right" hspace="8" /><div align="justify"><b>Bireuen</b> - Sidang kasus pengadaan boat bantuan BRR NAD-Nias memasuki tahap keterangan saksi. Para Panglima Laot memberikan kesaksian berbeda waktu di pengadilan dengan Berita Acara Pemeriksaan atau BAP.

Kelima terdakwa adalah, Ir. Ramli Mahyiddin, Hasan Basri bin A. Gani, Mukhtar bin Tgk. Rasyid dan Ir. Zulkifli bin A. Rahim, serta Ansari LT, SE, semuanya hadir di persidangan. 

Ir. Ramli Mahyiddin didampingi penasehat hukumnya, Burhanuddin, SH. Hasan Basri bin A. Gani, Mukhtar bin Tgk. Rasyid dan Ir. Zulkifli bin A. Rahim, didampingi pengacara Hanafiah Husen, SH, dan Abdurrahman, SH. Sedangkan Ansari LT, SE, didampingi penasehat hukumnya, Duski, SH.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Faisal Moga, SH, menghadirkan empat Panglima Laot untuk memberikan kesaksian di depan persidangan hari itu. Mereka,.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 24 Feb 2010 22:34:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Lahan Gunong Goh Tersangkut di Polres]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/daerah-bireuen/2365/lahan_gunong_goh_tersangkut_di_polres.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rsse77f3e8a068e5f5c22ed1b24c264324a.jpg" alt="Lokasi lahan proyek ADeLCom Aceh." title="Lokasi lahan proyek ADeLCom Aceh." align="right" hspace="8" /><div align="justify"><b>Bireuen</b> - Pelaksana lapangan LSM Acheh Democratic Labour Community (ADeLCom) Aceh, Bireuen, ditetapkan sebagai tersangka. Dia diduga merambah hutan lindung di Kawasan Gunong Goh. Tujuan baik dengan cara yang salah.

Teka-teki tentang perkembangan penanganan kasus dugaan penyerobotan hutan produksi di Kawasan Gunong Goh, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, akhirnya terjawab juga. Tim penyidik Polres Bireuen telah menetapkan Syukri M. Amin, sebagai tersangka. Dia pelaksanana lapangan proyek pemberdayaan ekonomi masyarakat yang sedang dikerjakan LSM ADeLCom Aceh di Kawasan Gunong Goh.

Kepastian penetapan Syukri sebagai perambah hutan produksi yang dilindungi pemerintah di pedalaman Kabupaten Bireuen itu, diungkapkan Kasat Reskrim Polres Bireuen, AKP. Trisna Safari Yandi, SH, kepada wartawan di.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 17 Feb 2010 22:21:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Curhat Demi Rakyat]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/daerah-banda_aceh/2364/curhat_demi_rakyat.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss15d8a1b338be275304c3b72e9c8bf5e7.jpg" alt="Pertemuan forum mahasiswa pemuda pantai Barat-Selatan dengan DPR Aceh, Kamis lalu." title="Pertemuan forum mahasiswa pemuda pantai Barat-Selatan dengan DPR Aceh, Kamis lalu." align="right" hspace="8" /><div align="justify"><b>Banda Aceh</b> - Forum mahasiswa pemuda pantai Barat-Selatan meminta, agar DPR Aceh memperhatikan pembangunan di pantai barat-selatan. DPR Aceh mengaku siap mengakomodir.

Empat belas wakil mahasiswa dan pemuda dari kawasan Pantai-Barat dan Selatan yang tinggal di Banda Aceh, Kamis pekan lalu mendatangi DPR Aceh di Jalan Tgk Daud Beureueh, Banda Aceh. 

Tapi jangan salah, mereka tidak mengelar aksi demontrasi. Sebaliknya, berdelegasi dengan DPR Aceh di ruang panitia musyawarah (Panmus) disambut unsur pimpinan DPR Aceh. Seperti lazim terjadi, para wakil mahasiswa dan pemuda dari Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Simeulue, Aceh Selatan, Subulussalam, dan Aceh Singkil itu, menyampaikan aspirasi tentang minimnya pembangunan di kawasan tersebut.

Syukur, Ketua DPR Aceh Hasbi Abdullah, Wakil.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 17 Feb 2010 22:21:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Perekonomian Sabang Lesu]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/daerah-sabang/2363/perekonomian_sabang_lesu.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify"><b>Sabang</b> - Anggota DPRK Sabang menilai, pembangunan dan perekonomian Kota Sabang semakin tak menentu. Nyaris semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) menghabiskan akhir pekannya dengan membelanjakan penghasilannya di luar Sabang. Perlu perubahan sistem jam kerja.
&nbsp;&nbsp; 
Pulau kecil berjarak sekitar 18 mil dari pantai Ulee Lheu, Banda Aceh itu, punya panorama indah. Sabang, begitu pulau ini dikenal sejak jaman kolonial dulu. 

Berpenduduk sekitar 32 ribu jiwa, hampir seluruhnya adalah pendatang, baik dari Aceh maupun luar Aceh. Setengah dari jumlah penduduk, berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), sisanya sebagai pedagang, petani dan nelayan.

Sabang yang sudah dikenal luas, sebenarnya punya banyak potensi. Sayang, hal ini tak juga dioptimalkan hingga saat ini. Malah, kota ini, diperparah dengan rendahnya transaksi ekonomi yang berlangsung di sana. Alhasil, perekonomian Sabang hanya berjalan ditempat.

Kondisi ini pula yang dirasakan.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 17 Feb 2010 22:21:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Semoga tak Jadi Jantung Pisang]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/daerah-banda_aceh/2325/semoga_tak_jadi_jantung_pisang.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rsscb1c95a838a2bdbcf771601800de6221.jpg" alt="Unjuk rasa mahasiswa di seputaran kampus Unsyiah Banda Aceh." title="Unjuk rasa mahasiswa di seputaran kampus Unsyiah Banda Aceh." align="right" hspace="8" /><div align="justify"><b>Banda Aceh</b> - Belasan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, menggelar unjuk rasa di seputaran kampus. Menuntut rektor perguruan tinggi ternama itu transparan dalam mengelola dana. 

Kekhawatiran civitas akademika Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, bakal ada aksi demontrasi mahasiswa terhadap rektor perguruan tinggi negeri itu, akhirnya terbukti juga. Selasa pekan lalu, belasan mahasiswa yang menamakan dirinya Forum Bersama (Forbes) Mahasiswa Unsyiah, turun ke jalan dan mengusung isu transparansi pengelolaan dana oleh Rektor Unsyiah, Prof Dr. Darni Daud.

Selain berorasi, para intelektual muda kampus ini, juga meneriakkan yel-yel. Isinya, menuding sang rektor tak terbuka dalam mengelola dana, baik yang berasal dari internal Unsyiah, bantuan asing maupun Anggaran.....</div>]]></description>
  <pubDate>Tue, 02 Feb 2010 21:06:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
</channel>
</rss>