<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title><![CDATA[MODUSACEH.COM - DAERAH - RSS FEED]]></title>
<link>http://www.modusaceh.com</link>
<description>TABLOID BERITA MINGGUAN - BIJAK TANPA MEMIHAK</description>
<language>id</language>
<pubDate>Sun, 01 Aug 2010 03:59:51 +0700</pubDate>
<lastBuildDate>Sun, 01 Aug 2010 03:59:51 +0700</lastBuildDate>
<copyright>Copyright (C) 2009-2010</copyright>
<generator>MODUSACEH.COM RSS Generator</generator>

  <item>
  <title><![CDATA[Judi Togel Bak Pasar Malam]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/daerah-sabang/2770/judi_togel_bak_pasar_malam.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rssa33196efcf33478ad66e8ae082aee49e.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify"><b>Sabang</b> - &nbsp;
Judi Togel merajalela di Sabang. Aparat Syariat Islam, belum bertindak. Ibarat pasar malam, para pecandu bebas berkeliaran.
&nbsp;
Jalaluddin Z. Ky 
&nbsp;
Kota Sabang tak hanya akrab dengan sebutan: pelabuhan bebas. Kini, kota itu mendapat sebutan baru: kawasan &lsquo;bebas&rsquo; praktik judi toto gelap alias togel. Lihat saja, para pecandu judi ini dengan sangat berani dan terang-terangan melakukan transaksi haram tersebut secara terbuka. 
Lokasinya pun tak pilih waktu dan tempat. Warung-warung kopi mendadak jadi &lsquo;markas&rsquo;, dengan menempatkan agen sebagai penerima repas (bon judi-red). Kurang yakin? Jika Anda ke Sabang, singgahlah di beberapa warung. Jangan kaget, praktik judi togel sudah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat, di sana......</div>]]></description>
  <pubDate>Sat, 31 Jul 2010 00:37:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[PDAM Jual Lintah]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/daerah-aceh_tengah/2741/pdam_jual_lintah.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss38b2a6edd92f8f2276043ab30bfddb30.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify"><b>Aceh Tengah</b> - Kepala PDAM Tirta Tawar Aceh Tengah minta tarif dasar air dinaikkan. Rp 10 miliar dana dari pusat entah dibawa kemana. Krisis air terus berlanjut. Masyarakat bertengkar dan merebut air. Eeh, yang mereka dapat justeru lintah.
&nbsp;
Jurnalisa dan Koresponden Aceh Tengah
&nbsp;
Krisis air di dataran Tinggi Gayo benar-benar sudah diluar akal sehat. Sementara, beberapa kabupaten tetangga seperti Aceh Utara dan Bireuen, justeru kecipratan air yang berlebih dari aliran Sungai Peusangan. 
Kondisi ini malah kontras untuk Aceh Tengah. Bayangkan, di daerah hulu air ini, justeru masyarakatnya selalu mengeluh akibat air yang menjadi kebutuhan dasar dalam kehidupan, selalu kurang.
Kisah miris ini bukan baru terjadi, tapi sudah bertahun-tahun. Celakanya, setiap musim Pilkada.....</div>]]></description>
  <pubDate>Thu, 15 Jul 2010 00:03:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Aceh Selatan “Melanggar”]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/daerah-aceh_selatan/2740/aceh_selatan_“melanggar”.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss1a68bce43b4db95fb23b787311559b32.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify"><b>Aceh Selatan</b> - &nbsp;
Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terhadap Belanja Daerah Kabupaten Aceh Selatan tahun anggaran 2009, menemukan berbagai dugaan penyimpangan. Salah satunya, jatah menu makanan untuk SMU Negeri Unggul &nbsp;&lsquo;disunat&rsquo; pihak rekanan.
&nbsp;
Juli Saidi
&nbsp;
TAK ada batang, akar pun jadi. Agaknya, perilaku &lsquo;koruptif&rsquo; inilah yang terus dilakukan sejumlah pejabat di Aceh Selatan. Bayangkan, dari tahun ke tahun, cerita tak elok ini terus muncul dan terkesan tidak pernah habis.
Simaklah hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) tahun anggaran 2009, untuk Kabupaten Aceh Selatan. Hasil yang diterima langsung Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat, Safiron, sungguh.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 14 Jul 2010 23:58:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Kapal Keruk Mencari “Dana”]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/daerah-bireuen/2725/kapal_keruk_mencari_“dana”.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rssdacffc36cb61b95d9ae9d11814bebc57.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify"><b>Bireuen</b> - &nbsp;
Keberadaan Kapal Keruk Raja Jeumpa I Bireuen, diharapkan mampu membantu nelayan untuk mengatasi pendangkalan kuala. Karena keterbatasan biaya operasional, hanya 1-3 kuala yang bisa dikeruk. Ada belasan kuala lain yang dangkal dan perlu secepatnya untuk dikeruk. 
&nbsp;
Ikhwati
&nbsp;
Beberapa bulan terakhir, Ibrahim resah. Kelangsungan hidup keluarganya dipertaruhkan. Dia dan puluhan nelayan sedesa dengannya mengalami kesulitan, setiap kali hendak turun melaut. 
Kuala Jeumpa, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, tempat selama ini dia gantungkan hidup, kini tidak lagi dapat dilewati boat ukuran besar, yang biasa digunakan untuk mencari ikan. Itu semua akibat kondisi kuala yang dangkal. 
Ditambah lagi kondisi mulut Kuala Jeumpa sudah bergeser sekitar 50 meter dari lokasi.....</div>]]></description>
  <pubDate>Sun, 11 Jul 2010 01:28:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Ada Dugaan “Korupsi Berjama’ah”]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/daerah-bener_meriah/2712/ada_dugaan_“korupsi_berjama’ah”.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify"><b>Bener Meriah</b> - Ada indikasi, proses hukum 13 kasus korupsi di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, mengambang. LSM Jaringan Anti Korupsi Gayo (Jan-Ko) menilai, hukum di dataran tinggi Gayo mandul. Bupati Bener Meriah Ir. Tagore AB dituding melindungi koruptor. 
&nbsp;

&nbsp;
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Cerita berbagai dugaan praktik korupsi, memang tak pernah habis di negeri ini. Di pusat maupun daerah, nasibnya tetap sama. Salah satunya di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah.
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Entah benar atau tidak, sinyalemen itu dilontarkan beberapa elemen dari Gerakan Mahasiswa Gayo, Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, dan Jaringan Anti Korupsi Gayo (Jang-Ko) serta Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh. Mereka menggelar orasi di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin, 7 Juni lalu. 
Dalam orasinya, mereka meminta aparat penegak hukum menuntaskan.....</div>]]></description>
  <pubDate>Sat, 10 Jul 2010 04:33:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[WTP Kedua untuk Pemko Lhokseumawe]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/daerah-lhokseumawe/2709/wtp_kedua_untuk_pemko_lhokseumawe.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify"><b>Lhokseumawe</b> - Pemerintah Kota Lhoksemawe kembali meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Prestasi itu diraih atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2009. 

Walikota Lhoksemawe, Munir Usman, bisa tersenyum ria. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI atas LKPD Kota Lhoksemawe tahun 2009, telah diterima. Tak tanggung-tanggung, predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), digenggam untuk kedua kalinya.

Predikat serupa juga diterima tahun 2008 lalu, kota hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Utara ini. &ldquo; Kita harus bersyukur kepada Allah atas prestasi yang diperoleh ini,&rdquo; kata Munir Usman, saat penyerahan penghargaan WTP, di Kantor BPK RI Perwakilan Aceh, Selasa, pekan lalu.

Menurut orang nomor wahid di kota &ldquo;petro dollar&rdquo; ini, masih banyak hal dan upaya yang akan dilakukan, untuk pembenahan di berbagai bidang. Tujuannya, agar tata kelola pemerintahan dan.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 23 Jun 2010 20:41:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Balada Bendungan Karet]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/daerah-bireuen/2708/balada_bendungan_karet.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rsse557a1bff68b0b9d210739cff6ea52da.jpg" alt="Bendungan karet Kutablang, Bireuen." title="Bendungan karet Kutablang, Bireuen." align="right" hspace="8" /><div align="justify"><b>Bireuen</b> - Bendungan karet di Blang Mee, Kutablang tak bisa difungsikan untuk irigasi dan mengatasi kekurangan air saat musim tanam. Justeru dimanfaatkan untuk kebutuhan air bagi perusahaan di Lhokseumawe. Misalnya, PT. Arun.

Lima tahun sudah bendungan karet di Desa Blang Mee, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen selesai dibangun. Namun, hingga kini petani di sebagian Kecamatan Kutablang dan Gandapura tidak bisa menikmati manfaat yang berarti dari proyek miliaran rupiah tersebut. Bayangkan, ratusan petani yang awalnya sangat berharap bendungan tersebut mampu memenuhi kebutuhan air untuk mengairi areal persawahan mereka, kini terpaksa harus menerima kenyataan. Bendungan karet tersebut tak mampu mengairi sawah.

Padahal bendungan karet yang dibangun tahun 2005 semasa pemerintahan Mustafa A......</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 23 Jun 2010 20:41:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Janji Manis Mustafa Abubakar]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/daerah-aceh_utara/2707/janji_manis_mustafa_abubakar.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss4f5cd402af1425153b5d6c35cf5fb7fb.jpg" alt="Tabung untuk produksi di komplek PT AAF." title="Tabung untuk produksi di komplek PT AAF." align="right" hspace="8" /><div align="justify"><b>Aceh Utara</b> - Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Meneg BUMN) Mustafa Abu Bakar, kembali menebar janji untuk menghidupkan tiga proyek vital di Aceh Utara. Ini ucapan kedua dikeluarkan putra kelahiran Pidie Jaya tersebut. Sebelumnya, dia pernah berjanji menghidupkan kembali PT Asean Aceh Fertilizer (AAF) dan PT Kertas Kraft Aceh (KAA). Sebatas menabur madu?

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Umum (Pemilu), memang masih lama. Tapi, tak berarti para pejabat tinggi negara, urung menebar janji. Salah satunya, Meneg BUMN, Mustafa Abu Bakar.

Nah, entah ada kaitannya dengan kedua proses politik tadi, yang pasti, putra kelahiran Meuredu, Pidie Jaya ini, termasuk pejabat negara yang gemar mengucapkan janji. Salah satu yang sangat menyentuh hati adalah, dia akan menghidupkan kembali.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 23 Jun 2010 20:41:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Laga Tinju di Arena Konferensi PWI]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/daerah-aceh_utara/2706/laga_tinju_di_arena_konferensi_pwi.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify"><b>Aceh Utara</b> - Konferensi IV Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Aceh Utara dan Lhokseumawe diwarnai kericuhan. Sebuah aksi premanisme para penjunjung etika dan moralitas.

Tak seperti biasanya, Sabtu pagi, 12 Juni lalu, Hotel Lido Graha Lhokseumawe tampak ramai. Di halaman penginapan milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Aceh Utara itu, dipenuhi mobil. Bahkan karena penuh sesak, ada kenderaan roda empat yang harus parkir di tepi jalan. 

Di luar sana, berjejer papan bunga ucapan selamat dari berbagai instansi pemerintah, swasta maupun pribadi. Sementara di pintu masuk aula hotel, Murthalamuddin sibuk menerima para undangan. Maklum, wartawan yang akrab disapa Murthala itu, dipercayakan rekan-rekannya sebagai Ketua Panitia Pelaksana Konferensi IV PWI Perwakilan Aceh Utara dan Lhokseumawe. 

Dapat dibayangkan, bagaimana sibuknya Murthala hari itu mempersiapkan segala sesuatu, agar acara tersebut berlangsung sukses. Padahal.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 23 Jun 2010 20:41:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Ada Fee Proyek di Aceh Selatan]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/daerah-aceh_selatan/2705/ada_fee_proyek_di_aceh_selatan.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify"><b>Aceh Selatan</b> - Lambannya pengumuman tender di Aceh Selatan berakibat munculnya persepsi berbeda di masyarakat dan pengusaha. Sebagian berpendapat, pengusaha di sana belum menyerahkan fee ke panitia lelang (tender) serta pejabat setempat.

Rumor tak elok itu begitu cepat menebar bau tak sedap. Maklum, masih belum jauh dari persoalan pelaksanaan tender proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK), dana Otonomi Khusus (Otsus) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2010. Bayangkan, di Kabupaten Aceh Selatan, proses dimaksud berlangsung sangat tidak elok sehingga menjadi pembicaraan masyarakat serta sorotan dan perhatian anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan. 

Awalnya, DPRK rakyat Aceh Selatan telah mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) senilai Rp 418 milliar. Sayang, hingga kini eksekutif belum mengumumkan pemenang tender proyek APBK 2010. Padahal, pelaksanaan.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 23 Jun 2010 20:41:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
</channel>
</rss>