<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title><![CDATA[MODUSACEH.COM - LIPUTAN KHUSUS - RSS FEED]]></title>
<link>http://www.modusaceh.com</link>
<description>TABLOID BERITA MINGGUAN - BIJAK TANPA MEMIHAK</description>
<language>id</language>
<pubDate>Sun, 01 Aug 2010 03:50:44 +0700</pubDate>
<lastBuildDate>Sun, 01 Aug 2010 03:50:44 +0700</lastBuildDate>
<copyright>Copyright (C) 2009-2010</copyright>
<generator>MODUSACEH.COM RSS Generator</generator>

  <item>
  <title><![CDATA[Benahi SDM Pelatih]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/liputan_khusus/2774/benahi_sdm_pelatih.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss9c7e54f09ebc1f9cd6403726f6161f7b.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify">&nbsp;
Sejumlah cabang olahraga melahirkan atlet berpotensi untuk berlaga di jenjang nasional. Seperti tinju, basket serta karate. &nbsp;SDM pelatih perlu pembenahan.
&nbsp;
Ikhwati dan Suryadi
&nbsp;
&nbsp;
Atlet tinju Aceh dinilai cukup berpeluang meraih prestasi di tingkat nasional. Secara umum&nbsp; kemampuan atlet tinju Aceh mengalami kemajuan yang cukup pesat. Petinju Aceh patut diperhitungkan bisa berbicara di ajang kejuaran tinju nasional. 
Pendapat ini diungkapkan Carol Renwarin, Pengurus Pertina Pusat Bidang Teknik yang khusus diundang Pengprov Pertina Aceh untuk memantau pelaksanaan Porprov XI, 15-26 Juli 2010 di Bireuen. 
Kepada media ini, Carol Renwarin, Kamis, 22 Juli lalu, mengatakan atlet tinju Aceh mempunyai potensi untuk berprestasi di tingkat.....</div>]]></description>
  <pubDate>Sat, 31 Jul 2010 04:35:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Antara Pembinaan, Perhatian dan Prestasi]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/liputan_khusus/2773/antara_pembinaan_perhatian_dan_prestasi.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">&nbsp;
Aceh pernah punya atlet Panjat Tebing membanggakan. Karena kurang perhatian dan pembinaan, dia hengkang ke daerah lain. Namun, optimisme masih ada.
&nbsp;
Ikhwati
&nbsp;
Pertandingan&nbsp; Panjat Tebing di arena Porprov XI, Bireuen, yang digelar di GOR Geulempang Payong, Kecamatan Jeumpa Bireuen, usai sudah. Seiring dengan berakhir pesta olahraga Aceh empat tahun ini. 
Dari catatan perolehan medali, kontingen Aceh Utara masih mendominasi cabang olahraga tersebut. Begitupun, kemampuan atlet Panjat Tebing Aceh, memang tidak merata di setiap daerah atau kabupaten/kota. Maklum, selain minusnya sarana dan prasarana, juga pembinaan dan pelatihan. 
Hal ini diakui Monang Parulian, pelatih Panjat Tebing DKI Jakarta yang sengaja diundang Pengprov FPTI Aceh, untuk memantau atlet berbakat olahraga ini. 
Kepada MODUS ACEH, Kamis pekan lalu, Monang Parulian mengatakan, dari hasil pemantauannya selama berlangsung.....</div>]]></description>
  <pubDate>Sat, 31 Jul 2010 04:34:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Aceh Utara Jawara]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/liputan_khusus/2772/aceh_utara_jawara.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss97b26d3af40678a6297bcb9cf613cd4f.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; 
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pekan Olahraga Propinsi (Porprov) XI Aceh 2010 di Bireuen berakhir. Kontingen Kabupaten Aceh Utara mengukuhkan diri sebagai juara umum. Namun ada kontingen yang harus pulang dengan tangan hampa.
&nbsp;
Suryadi&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; 
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; 
Keberhasilan kontingen Kabupaten Aceh Utara merajai puncak klasemen perolehan medali di luar dugaan.&nbsp; Mengingat kondisi keuangan kabupaten itu saat ini sedang sulit, pasca tertahannya uang mereka sebanyak Rp 220 miliar di Bank Mandiri Cabang Jalembar Jakarta Barat. Tapi kondisi itu tak membuat para atlit di sana patah arang. Sebaliknya, semangat tetap.....</div>]]></description>
  <pubDate>Sat, 31 Jul 2010 04:31:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Dan, Pesta Empat Tahunan Itu Berakhir]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/liputan_khusus/2771/dan_pesta_empat_tahunan_itu_berakhir.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rsse1f960056e46832a2d1d44eafdbbf292.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify">&nbsp;
Perhelatan olahraga Aceh 2010, kini tinggal kenangan. Atlet dan pelatih kembali ke daerah masing-masing. Ada yang ceria dan kecewa.
&nbsp;
Suryadi
&nbsp;
Senin (26 Juli 2010). Ajang unjuk prestasi itu telah berakhir. Para pedagang souvenir bergegas berkemas untuk kemudian beranjak pergi. Bak berakhirnya &ldquo;pesta rakyat&rdquo; yang ditandai dengan sepinya lalu-lalang warga dan para tamu, geliat Kota Bireuen, kini hanya menyisakan debu dan sampah.
Maklum, selama 12 hari (15-26 Juli 2010---red), deru dan lalu-lalang kendaraan membuat suasana siang dan malam Kota Bireuen, nyaris &lsquo;hidup&rsquo; dan diselimuti debu serta asap. Kemeriahan di mana-mana, teriakan terdengar di sejumlah venue, tempat para atlet berkompetisi untuk meraih kemenangan. Pusat-pusat.....</div>]]></description>
  <pubDate>Sat, 31 Jul 2010 04:29:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Tekad Bersama, Mengamendemen UU SKN]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/liputan_khusus/2577/tekad_bersama_mengamendemen_uu_skn.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Pengantar: Tanggal 27-28 April 2010, KONI Pusat melaksanakan Rapat Anggota 2010, di Hotel Menara Peninsula, Jakarta. Hadir Pengurus KONI se-Indonesia serta Pengurus Besar (PB) maupun Pengurus Pusat (PP) seluruh cabang olah raga di negeri ini.

KONI Aceh, diwakili H. Zainuddin Hamid (Let Bugeh) sebagai Ketua Umum KONI Aceh terpilih 2010, Drs H. Teuku Pribadi (Wkl. Ketua Bid. Organisasi demisioner/Ketua SC Musorprov X KONI Aceh 2010) serta Muhammad Saleh (Wkl. Sekretaris/Ketua OC/formatur). 

Semula, Ketua Harian KONI Aceh domisioner, Thantawi Ishak SH MM, juga ikut diundang. Namun, karena alasan kesehatan, dia batal mengikuti rapat tahunan insan olah raga di tahan air tersebut. Seperti apa perjalanan Rapat Anggota KONI itu? Berikut laporannya.

Ruang pertemuan utama, Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Selasa, 27 April 2010, penuh sesak dengan insan olah raga. Mereka berasal dari KONI Provinsi se-Indonesia. Tak kecuali para pengurus.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 05 May 2010 20:19:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Berlaga di Jawa Barat]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/liputan_khusus/2576/berlaga_di_jawa_barat.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Rapat anggota KONI 2010 memutuskan Provinsi Jawa Barat sebagai tuan rumah even akbar olahraga empat tahunan selanjutnya. Provinsi Banten bersabar dulu.

Tepuk tangan dan sorak sorai gembira itu akhirnya tak terbendung, saat Ketua Umum KONI Pusat, Rita Subowo mengetuk palu, mengesahkan Provinsi Jawa Barat sebagai tuan rumah PON XIX, 2016 mendatang. Seketika, empat anak muda mengusung sebuah spanduk bertuliskan: Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan Jawa Barat sebagai tuan rumah PON XIX. Spanduk itu diusung dalam ruang utama, tempat rapat anggota dilaksanakan.

Sebelumnya, sepasang anak muda berpakaian adat Sunda, menyambut peserta rapat anggota KONI 2010, persis di depan pintu masuk. Kepada peserta, mereka menyerahkan cendera mata sebagai kenang-kenangan. Isinya, sekeping CD serta buku panduan tentang rencana Jawa Barat sebagai tuan rumah PON, 2016.

Keputusan ini merupakan salah satu agenda penting yang dibahas dalam rapat.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 05 May 2010 20:19:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Dan, Let Bugeh Kebanjiran Ucapan Selamat]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/liputan_khusus/2575/dan_let_bugeh_kebanjiran_ucapan_selamat.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Begitu memasuki ruang rapat. Sejumlah Pengurus KONI Pusat, provinsi serta induk cabor mengangkat tangan dan memberi ucapan: Selamat Pak Let!

Akrab, begitu kesan yang muncul saat H. Zanuddin Hamid (Let Bugeh) tampil di arena rapat anggota KONI, 27-28 April lalu di Jakarta. &ldquo;Kapan datang Pak Let. Selamat ya, saya datang untuk melantik. Kita atur waktu yang tepat,&rdquo; begitu kata Ketua Umum KONI Pusat, Rita Subowo.

Mendapat sambutan hangat itu, Let Bugeh hanya bisa tersenyum. Didampingi H. Teuku Pribadi, Let Bugeh tak henti mengucapkan terima kasih kepada koleganya. &ldquo;Terima kasih Bu,,,terima kasih,&rdquo; ucap Let Bugeh.

Selanjutnya, ucapan selamat juga datang dari sejumlah kolega Let Bugeh yang tersebar di sejumlah pengurus pusat cabang olah raga dan Indonesia. &ldquo;Wah, ini sohib lama saya. Selamat Pak Let,&rdquo; kata Hendrajit, Wakil Ketua Umum KONI Pusat yang juga Ketua Umum FORKI.

Memang, sosok Let Bugeh.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 05 May 2010 20:19:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Giliran H. Saifannur Membantah]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/liputan_khusus/2368/giliran_h_saifannur_membantah.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Direktur PT Cipta Karya Aceh (CKA) H. Saifannur membantah tudingan warga Pante&nbsp; Karya. Tapi, seorang pemilik tanah mengaku siap &ldquo;ditembak&rdquo; bila memfitnah.

H. Saifannur, Direktur PT Cipta Karya Aceh (CKA) akhirnya muncul dan berbicara ke media. Kali ini, tak sulit untuk menemui pengusaha sukses dan paling berpengaruh di Kabupaten Bireuen itu. 

Lihatlah, jika sebelumnya, wartawan media ini berkali-kali gagal dan sangat sulit bertemu untuk mengkonfirmasinya, terkait tudingan warga Desa Pante Karya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireun, terhadap operasional PT CKA. Sebaliknya, Selasa pekan lalu, H Saifan, begitu dia akrab di sapa, malah mengundang wartawan dan menggelar temu pers. &ldquo;Tuduhan itu fitnah dan mengarah pada pembusukan karakter saya,&rdquo; kata H. Saifan, memulai penjelasannya.

Memang, pekan lalu, media ini mewartakan operasional PT CKA yang dituding warga di sana telah merusak.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 24 Feb 2010 22:26:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Rekaman Mesum Goyang Simeulue]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/liputan_khusus/2333/rekaman_mesum_goyang_simeulue.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Rekaman mesum melalui telpon seluler beredar di Simeulue. Diduga, pelakunya oknum anggota Satpol PP dan seorang siswa SMU.&nbsp; Si gadis, kini hamil dua bulan.

Setelah lama tak terhendus, praktik mesum yang diabadikan melalui telpon seluler (handphone) kini muncul kembali. Kali ini, &ldquo;video hot&rdquo; Made in Simeulue. Pelakunya, MA (27) anggota Satpol PP dan RA (15), seorang siswi kelas satu, salah satu SMU di Sinabang.

Akibat perbuatan tak senonoh itu, MA dan RA sempat diproses di Polres Sinabang. Begitupun, setelah adanya rapat atau musyawarah antar keluarga, disepakati keduanya dinikahkan. Sebab, hasil visum dokter, RA telah hamil dua bulan. 

Kapolres Simeulue, AKBP R Dadik Junaedi SH mengakui adanya rekaman dan pelaku adengan mesum tadi. Kata Dadik, kedua pelaku mesum tersebut tidak dijerat secara hukum pidana. Alasannya, sudah ada kesepakatan antar keluarga pelaku. Polisi sebut Dadik, hanya berperan sebagai.....</div>]]></description>
  <pubDate>Tue, 09 Feb 2010 22:49:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Nafsu MA dan RA Berbuah Janin]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/liputan_khusus/2332/nafsu_ma_dan_ra_berbuah_janin.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Dari rekaman yang berhasil diperoleh media ini, adegan itu berdurasi 11 menit, 22 detik. Perbuatan tak senonoh itu dilakukan di pinggir pantai, sekitar pukul 11.22 WIB siang.

Usia boleh muda, bahkan masih bau kencur. Tapi, siapa nyana jika pelakunya terkesan sangat dewasa dan mahir. Adegan tak senonoh tersebut, tak jauh beda dengan rekaman yang sebelumnya beredar. Akibatnya, RA mengandung janin MA. Kasus ini sempat singgah ke Polres Simeulue. Namun, karena ada kesepakatan antar keluarga, kasus ini diselesaikan secara adat. MA dinikahkan dengan RA.

Masih ingat kasus serupa di Neusu Banda Aceh dan oknum pejabat di Kabupaten Abdya? Nah, aksinya hanya beda-beda tipis. Selain dilakukan tanpa beban, kedua pelaku terkesan sangat menikmati alias suka sama suka.

Dari rekaman yang diperoleh media ini terlihat. MA tak mengenakan baju dan hanya bercelana pendek. Rambutnya cepak dan bertubuh atletis. Sementara RA, masih mengenakan seragam.....</div>]]></description>
  <pubDate>Tue, 09 Feb 2010 22:49:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
</channel>
</rss>