<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title><![CDATA[MODUSACEH.COM - REPORTASE - RSS FEED]]></title>
<link>http://www.modusaceh.com</link>
<description>TABLOID BERITA MINGGUAN - BIJAK TANPA MEMIHAK</description>
<language>id</language>
<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 11:13:27 +0700</pubDate>
<lastBuildDate>Fri, 12 Mar 2010 11:13:27 +0700</lastBuildDate>
<copyright>Copyright (C) 2009-2010</copyright>
<generator>MODUSACEH.COM RSS Generator</generator>

  <item>
  <title><![CDATA[Batu Diambil Warga Terancam]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/reportase/2358/batu_diambil_warga_terancam.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss415452ae25dd8e3744881f0c91f14073.jpg" alt="Seorang warga menunjukkan aliran sungai yang sebenarnya, dan telah dirusak PT CKA." title="Seorang warga menunjukkan aliran sungai yang sebenarnya, dan telah dirusak PT CKA." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Sejak lima belas tahun lalu, galian C di Sungai Desa Pante Karya digaruk PT Cipta Karya Aceh (CKA) milik H Saifannur. Warga sekitar mengaku tak nyaman. Ancaman abrasi serta banjir di depan mata. Walau izin sudah kadaluarsa, Pemkab Bireuen terkesan tak kuasa melarang.

Warga Desa Pante Karya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, hanya bisa mengurut dada. Walau sudah lima belas tahun aliran sungai mereka dikeruk dan diambil batunya (galian C&mdash;red) oleh PT Cipta Karya Aceh (CKA). Namun, tetap saja mereka tak kuasa untuk melerainya. 

Maklum, PT CKA adalah perusahaan milik H Saifannur, seorang pengusaha sukses dan berpengaruh di Bireuen. Kecuali itu, tak ada perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bireuen, untuk meluruskan persoalan yang bersentuhan langsung.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 17 Feb 2010 22:21:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[PT CKA Lakukan Pelanggaran!]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/reportase/2357/pt_cka_lakukan_pelanggaran!.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">&ldquo;Lebih baik pihak manejemen perusahaan PT Cipta Karya Aceh menyelesaikan masalah ini dengan cara baik dan bertanggung jawab. Sebab, kami tidak mampu menghalangi keinginan masyarakat untuk menutup secara paksa operasional PT Cipta Karya Aceh. Ini diluar kewenangan kami sebagai kuasa hukum,&rdquo; begitu kata Anwar MD SH, kuasa hukum warga Desa Pante Karya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen.

Saran tersebut disampaikan secara khusus melalui MODUS ACEH Rabu, 10 Februari 2010 di Kantor Hukum Anwar, MD &amp; Associates yang beralamat di Jalan Medan-Banda Aceh No. 2 Lantai II, Matangglumpangdua. Tapi apa lacur, usaha untuk bertemu H Saifannur, pemilik PT CKA tak kunjung berhasil. Upaya konfirmasi juga dilakukan&nbsp; redaksi MODUS ACEH di Banda Aceh, hasilnya tetap saja terbentur tembok. Telpon seluler H Saifan, begitu dia akrab di sapa, terjawab tidak aktif atau di luar area.

Menurut Anwar, masalah ini bukan.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 17 Feb 2010 22:21:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Pasir Putih yang Terlupakan]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/reportase/2344/pasir_putih_yang_terlupakan.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss4f4704e262d34071947ae2c72020f7e1.jpg" alt="Jalan menuju Pasir Putih." title="Jalan menuju Pasir Putih." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Sebelum konflik berkecamuk di Aceh, wilayah diperbatasan Bener Meriah-Aceh Utara itu dihuni 68 Kepala Keluarga (KK). Kini hanya delapan KK yang tinggal.

Samar Kilang, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, Jumat sore, dua pekan lalu. Tiga mobil doble cabin melaju di depan. Sebuah hartop dan dua truk reo milik Polres Bener Meriah menyusul di belakang. 

Hari itu, rombongan sudah melaju sekitar 67 kilometer dari ibu Kota Bener Meriah. Kurang satu kilometer lagi, perjalan akan sampai ke pemukiman Pusara Bener Merie, keturunan Raja Linge, Samar Kilang. 

Medan yang dilalui juga begitu berat, terjal, berliku. Ruas jalan satu-satunya ke pemukiman Samar Kilang itu benar-benar kacau. Hampir sepanjang jalan berlubang dan berlumpur. Belum lagi jempatan seadanya, yang kebanyakan masih.....</div>]]></description>
  <pubDate>Tue, 09 Feb 2010 22:49:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Tanah Rebutan, Derita Warga Perbatasan]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/reportase/2299/tanah_rebutan_derita_warga_perbatasan.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rssfb60e953ff933d50d61801f928ffcc17.jpg" alt="Rumah bantuan." title="Rumah bantuan." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Pantan Lah, sarat derita warga perbatasan, tanah rebutan dari dua kabupaten pemekaran. Wilayah ini menjadi sasaran dari target kekayaan hutan alamnya yang melimpah.

Papan nama melintang, berlambangkan logo Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, di persimpangan Pantan Lah, persis di Jalan Takengon- Bireuen, Desa Kilo Meter 35, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah. Sorot mata beberapa wartawan, menyiratkan takjub memperhatikan jalan begitu terjal jalan di persimpangan tadi, Kamis pekan lalu.

Perkampungan yang terdapat di pertengahan hutan itu, masih tampak remang-remang. Jalan menuju ke sana rusak parah, padahal jalan ini sudah dibangun Pemkab Bener Meriah sejak tahun 2009 lalu. Anehnya jalan yang dananya bersumber dari APBK itu masih dibangun sekitar 300 meter dari jalan.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 27 Jan 2010 22:25:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Menanti Kearifan Provinsi]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/reportase/2298/menanti_kearifan_provinsi.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rssa4bded24d35f16567a652820b4c2eccf.jpg" alt="jembatan gantung yang menghubungkan jalan ke Desa Pantan Lah, Kecamatan Pintu Rime Gayo. Bener Meriah." title="jembatan gantung yang menghubungkan jalan ke Desa Pantan Lah, Kecamatan Pintu Rime Gayo. Bener Meriah." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Usai dijamu dengan secangkir teh manis oleh warga perbatasan. Rombongan beranjak pulang. Dalam perjalanan, rekan wartawan menyeletuk. &ldquo;Kita harus meminta perwakilan dari Bener Meriah dan anggota dewan untuk mengunjungi wilayah ini&rdquo;.

Pergesekan dan konflik kepentingan kekuasaan atau pemerintahan, tetap saja membuat masyarakat rugi. Kalau tak elok disebut korban, ya terabaikan. Contohnya warga di Desa Kilo Meter 35, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah. Desa ini juga diklaim masuk dalam Kabupaten Bireuen.

Jika ada pembangunan dan perhatian dari pemerintah kabupaten yang saling berebut, ini masih untung. Sebaliknya, kalau terabaikan puluhan tahun, tentu bernasib buntung. 

Kesan getir itulah yang muncul saat menempuh perjalanan pulang. &ldquo;Kita saja.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 27 Jan 2010 22:25:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Janji Manis Meneg BUMN Untuk KKA dan AAF]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/reportase/2278/janji_manis_meneg_bumn_untuk_kka_dan_aaf.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rssff8b0b1f389adbb99dadf243b1640978.jpg" alt="Pelabuhan curah pupuk milik PT AAF yang masih layak pakai." title="Pelabuhan curah pupuk milik PT AAF yang masih layak pakai." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Melalui Meneg BUMN Mustafa Abubakar, pemerintah pusat berjanji akan menghidupkan kembali PT AAF dan PT KKA. Semoga bukan janji manis dan angin surga.

Setelah Sofyan Djalil, inilah posisi dan jabatan kedua yang berhasil dipegang putra Aceh. Tak tanggung-tanggung, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Meneg BUMN). Sang penerus itu adalah Mustafa Abubakar, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Departemen Kelautan dan Perikanan RI serta Pejabat Gubernur Aceh, saat ditinggalkan Abdullah Puteh yang terjerat masalah hukum (kini sudah bebas&mdash;red) dan Plt Gubernur Aceh, Azwar Abu Bakar.

Sebagai putra kelahiran Meuredu, Pidie Jaya, Mustafa sudah tak terbilang pulang ke Aceh. Tentu saja, dalam rangkaian tugasnya sebagai pejabat negara. Begitupun, kepulangannya pekan lalu, memberi nuansa.....</div>]]></description>
  <pubDate>Tue, 19 Jan 2010 21:10:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[AAF dan PT KKA Riwayatnya Kini]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/reportase/2277/aaf_dan_pt_kka_riwayatnya_kini.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rsse1f34468ba53918ff3d9af9fff749188.jpg" alt="Pintu gerbang ke pabrik PT KKA." title="Pintu gerbang ke pabrik PT KKA." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Rabu, 13 Januari 2010 saya mengunjungi komplek PT Asean Aceh Fertilizer (PT AAF). Ternyata tidak mudah memasuki pabrik seluas 155 hektar persegi yang sudah &ldquo;mati suri&rdquo; itu.

Ketika kaki saya melangkah, memasuki komplek pabrik PT AAF, saya lebih dulu melapor ke pos pengamanan dari TNI. Tapi, saya tak tahu persis dari kesatuan apa.&nbsp; Setelah memberi salam dan memperkenalkan diri serta nama media tempat saya bertugas dan bekerja, saya juga memberitahukan tujuan dari kedatangan, yaitu melihat kondisi pabrik yang sudah lama mati suri.

Hasilnya, saya mendapat sambutan yang kurang ramah dari oknum TNI di pos keamanan tersebut. Meski saya sudah berusaha seramah mungkin.&nbsp; Dengan nada tegas dia bertanya. &ldquo;Kamu wartawan, untuk apa kemari,&rdquo; tanya salah seorang.....</div>]]></description>
  <pubDate>Tue, 19 Jan 2010 21:10:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Menuntut Kehadiran Pengadilan HAM dan KKR]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/reportase/2276/menuntut_kehadiran_pengadilan_ham_dan_kkr.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rsse2f46f38bfc09a8a8b5d8f322c1da601.jpg" alt="Keluarga korban tragedi KNPI sedang berdoa." title="Keluarga korban tragedi KNPI sedang berdoa." align="right" hspace="8" /><div align="justify">9 Januari 2010, genap 11 tahun peristiwa kekerasan bermotif pelanggaran HAM atau lebih dikenal sebagai tragedi Gedung KNPI Lhokseumawe. Ketika itu, empat nyawa melayang sia-sia dan 23 lainnya luka-luka. Keluarga korban menuntut hadirnya pengadilan HAM dan KKR.

Jika ke Kota Lhokseumawe. Melintaslah sejenak di Jalan Iskandar Muda. Persis di sebelah kiri Markas Komando Resort (Makorem) 011/Lilawangsa. Searah mata memandang, masih terlihat kokok satu unit gedung tua. Warga di kota itu akrab menyebutnya: Gedung KNPI.

Sekilas, tak ada yang berubah dari gedung yang dulu dipakai sebagai Sekretariat DPD KNPI Aceh Utara serta tempat kursus bahasa Inggris dan mengetik bagi para siswa maupun remaja putus sekolah. Begitupun, setelah berada di areal gedung, ada beberapa sisi yang kini sudah.....</div>]]></description>
  <pubDate>Tue, 19 Jan 2010 21:10:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Kilas Balik Tragedi Gedung KNPI]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/reportase/2275/kilas_balik_tragedi_gedung_knpi.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Persis, 9 Januari 1999, tanah rencong bersimbah darah. Awalnya adalah kegelisahan warga akibat isu ninja dan perlakuan tak senonoh seorang oknum ABRI terhadap seorang perempuan, yang diikuti dengan aksi sweeping serta penculikan sembilan prajurit. Tujuh di antaranya dibantai massa. Militer yang murka lalu menggelar Operasi Satgas Wibawa &rsquo;99, yang kemudian menjelma menjadi mirip sebuah &ldquo;operasi balas dendam&rdquo;. Timah panas dan bogem tentara lalu membuat 15 nyawa penduduk sipil melayang. Agar lebih jernih melihat ujung pangkalnya, berikut kronologi peristiwa berdarah itu, yang dihimpun dari data Kontras dan tim riset MODUS ACEH.

Hari itu, Sabtu 9 Januari 1999, empat warga sipil ditangkap aparat keamanan saat melakukan&nbsp; operasi di Desa Meunasah Blang Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. &nbsp;

Warga yang ditangkap tersebut akhirnya tewas dianiaya sekitar 50 anggota ABRI dari berbagai kesatuan saat.....</div>]]></description>
  <pubDate>Tue, 19 Jan 2010 21:10:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Aset Sejarah Sabang Dalam Ancaman]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/reportase/2241/aset_sejarah_sabang_dalam_ancaman.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss544cc81cc0296de2c906e19aa1fe8d4a.jpg" alt="Taman ria Sabang." title="Taman ria Sabang." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Satu persatu aset sejarah Kota Sabang hilang. Banyak peninggalan kolonial Belanda dan Jepang terbengkalai. Hotel Sabang Hill tutup dan kilometer nol tak terawat.

Jika Anda punya waktu dan kesempatan, datanglah ke Pulau Weh, Sabang. Apalagi untuk mengisi masa liburan sekolah. Lebih afdol, tentu bersama keluarga. Selain bisa menikmati panorama indahnya pantai, dan terumbu karang, sekaligus melihat &ldquo;pameran&rdquo; mobil bekas asal negara Singapura.

Sebaliknya, jika punya waktu lebih, bisa juga melihat beberapa situs sejarah peninggalan Belanda dan Jepang. Tapi jangan heran jika beberapa situs tak tak terawat dengan baik bahkan nyaris punah.

Pulau Weh pernah menjadi kawasan paling sibuk pada era 80-an dengan pelabuhan bebasnya (free port). Namun, semua itu hanya dapat dinikmati.....</div>]]></description>
  <pubDate>Mon, 04 Jan 2010 22:06:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
</channel>
</rss>