<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title><![CDATA[MODUSACEH.COM - REPORTASE - RSS FEED]]></title>
<link>http://www.modusaceh.com</link>
<description>TABLOID BERITA MINGGUAN - BIJAK TANPA MEMIHAK</description>
<language>id</language>
<pubDate>Sun, 01 Aug 2010 03:58:37 +0700</pubDate>
<lastBuildDate>Sun, 01 Aug 2010 03:58:37 +0700</lastBuildDate>
<copyright>Copyright (C) 2009-2010</copyright>
<generator>MODUSACEH.COM RSS Generator</generator>

  <item>
  <title><![CDATA[“Jemput Bola” Cari Data]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/reportase/2750/“jemput_bola”_cari_data.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rsscd1001179f1f78d27002847d2f56eb26.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify">Kajari Lhokseumawe Tomo, SH, melalui Kasi Pidsus Syaril, SH mengakui, pihaknya terus memburu data, terkait dugaan kasus korupsi dana RSBI di SMP Negeri I, Lhoksemawe. Berikut petikan wawancaranya dengan&nbsp; Hamdani dari MODUS ACEH, Kamis, 8 Juli 2010.
&nbsp;
Bagaimana kelanjutan proses pemeriksaan dugaan korupsi dana RSBI?
Sekarang kami sedang dalam tahap mengumpulkan data-data, sampai ke Banda Aceh kami mengumpulkan data.&nbsp; Karena ini menyangkut sumber dana dari APBK, APBA dan juga APBN.
Apakah jumlah tersangka akan bertambah?
Belum bertambah.
Berapa yang sudah diperiksa?
Yang sudah dipanggil ada sepuluh orang.
Ada masalah dengan proses penyidikan?
Masalahnya adalah menyangkut data yang agak sulit diperoleh. Misalnya kita tanyakan kepada kepala sekolah yang.....</div>]]></description>
  <pubDate>Sun, 18 Jul 2010 00:14:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Ranumnya Dana RSBI]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/reportase/2749/ranumnya_dana_rsbi.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rssc4dd13f80fe171026853beb7e78f8ebe.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify">&nbsp;
Diduga, ratusan juta dana Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di Kota Lhokseumawe jatuh ke tangan kepala sekeloh dan oknum pejabat Dinas Pendidikan. Kejaksaan Negeri diminta serius menanganinya.
&nbsp;
Hamdhani
&nbsp;
SUDAH sebulan lebih, mantan Kepala SMP Negeri I Lhokseumawe, Zulkifli, tak kelihatan di Warung Kopi ATRA. Biasanya, Cekgu itu hampir tak pernah absen ngopi di warung tertua, di pusat Kota Lhokseumawe ini. Maklum, sejak ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe, Zulkifli memang lebih menahan diri alias jarang muncul ke publik. Kalaupun ada, hanya di sekitar rumahnya.
Terkuaknya kasus ini tak lepas dari &lsquo;nyanyian&rsquo; Isnawi, salah seorang Bendaharawan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1.....</div>]]></description>
  <pubDate>Sun, 18 Jul 2010 00:12:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Bau Busuk di Sekitar Provit]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/reportase/2703/bau_busuk_di_sekitar_provit.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rssa4fc054d82c0384e1d339bb87b2d7f8f.jpg" alt="Kesal karena tidak direspon manajemen PT PIM, warga Tambon Baroh berusaha mendobrak pintu pagar ke pabrik PT PIM saat melakukan demo beberapa waktu lalu." title="Kesal karena tidak direspon manajemen PT PIM, warga Tambon Baroh berusaha mendobrak pintu pagar ke pabrik PT PIM saat melakukan demo beberapa waktu lalu." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Peristiwa kebocoran gas beracun sejenis amonia dari kawasan perusahaan vital (provit) di Aceh Utara dan Lhokseumawe, sudah sangat meresahkan warga.&nbsp; Ada pihak menuding sebagai bentuk pelanggaran HAM. Sejauh mana tanggungjawab provit di sana?

Selasa pekan lalu, dengan sepeda motor saya melintas di depan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), di Desa Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. &nbsp;

Mendadak, hidung saya mendengus udara pesing seperti bau kencing, tapi ini lebih menyengat. Tak pelak, konsentrasi saya sedikit buyar.&nbsp; Usut punya usut, bau kecut tersebut berasal dari arah perusahaan PT PIM. 

PT PIM sendiri terletak di pinggiran jalan negara Medan-Banda Aceh, Krueng Geukuh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. Jika kebocoran terjadi secara mendadak, tentu tidak hanya.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 23 Jun 2010 20:41:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Kayu dan Tanah Bermasalah]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/reportase/2600/kayu_dan_tanah_bermasalah.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rssc571972f5519f4a6b9cb582bd7a81325.jpg" alt="Tumpukan kayu olahan terletak di Kawasan Uber-Uber, Kampung Perumpaken Menjadi, Kecamatan Mesidah Kabupaten Bener Meriah." title="Tumpukan kayu olahan terletak di Kawasan Uber-Uber, Kampung Perumpaken Menjadi, Kecamatan Mesidah Kabupaten Bener Meriah." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Ada 200 hektar kawasan hutan di Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah, dirambah dan dijadikan kawasan perkebunan. Kepala desa setempat mengeluarkan ijin penebangan kayu. Tapi, Kadishutbun, Ir Darussalam menyatakan Ilegal.

Dua batang kayu melintang di pinggir jalan, Bukit Perueren, Desa Wer Tingkem, Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah. Saat itu, jarum jam menunjukan pukul 11.30 Wib, ketika sejumlah rombongan terpaksa berhenti sejenak melihat kondisi hutan di perbukitan yang mulai gundul. 

&ldquo;Sedih benar, areal ini sudah mulai habis dibabat oknum pembalak liar. Sementara sisa-sisa kayu yang tumbang itu telah dilelang melalui Dinas Kehutanan setempat,&rdquo; kata Samsir, penunjuk jalan yang juga warga setempat kepada media ini, 28 April lalu.

Ada sekitar 200 hektare.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 12 May 2010 19:30:05 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Rindu Perhatian Pak Wali]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/reportase/2533/rindu_perhatian_pak_wali.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss6b3063dba9b86c19fa7b7482c8b8bc87.jpg" alt="Rumah milik Nurafni, warga Desa Paya Keuneukai Kecamatan Sukajaya Kota Sabang. Dirumah berukuran 2 x 4 meter inilah Nurafni hidup bersama dua orang anaknya." title="Rumah milik Nurafni, warga Desa Paya Keuneukai Kecamatan Sukajaya Kota Sabang. Dirumah berukuran 2 x 4 meter inilah Nurafni hidup bersama dua orang anaknya." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Bisa merasakan kesejahteraan adalah janji kemerdekaan Indonesia. Untuk mewujudkannya adalah tanggungjawab pemerintah. Di Sabang, Nurafni terus menanti dan berharap perhatian Pak Wali. 

Malang benar nasib Nurafni. Bersama dua anaknya, perempuan 32 tahun ini mesti rela melewati hari-harinya di gubuk derita. Suaminya, Adi, sudah sejak beberapa tahun lalu meninggalkannya. Pria asal Medan, Sumatera Utara itu, menikah lagi di Pekan Baru, Riau. 

Kehilangan tulang punggung keluarga, memaksa Nurafni mesti menafkahi diri dan dua anaknya. &ldquo;Tanggunjawab ini benar-benar tak mudah,&rdquo; kata warga Paya Keuneukai, Kecamatan Sukajaya, Sabang itu. 

Kepada MODUS ACEH, Nurafni menuturkan, untuk mencari kebutuhan sehari-hari, dia harus bekerja, seperti, memotong kayu kuda-kuda untuk pagar.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 21 Apr 2010 21:29:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Tanam Jagung Tumbuh Rumah]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/reportase/2514/tanam_jagung_tumbuh_rumah.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss2eef08e8aee2690dd21648a38d33ba8a.jpg" alt="Mantan Dekan FP, Ir. Ismayani sedang menunjuk garasi yang dibangun setelah mahasiswa melakukan aksi di depan rumahnya, Senin (5/4)." title="Mantan Dekan FP, Ir. Ismayani sedang menunjuk garasi yang dibangun setelah mahasiswa melakukan aksi di depan rumahnya, Senin (5/4)." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Puluhan Mahasiswa Fakultas Pertanian Unsyiah memprotes bangunan rumah mantan Dekan Fakultas Pertanian, Ir Ismayani. Merasa namanya dicemarkan, dia berencana &ldquo;menuntut&rdquo; Rp 5 miliar.

Jarum jam menunjukan pukul 11. 30 WIB, mantan Dekan Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Ir. Ismayani, Senin pekan lalu mendadak pulang menuju ke rumah. Menggunakan mobil Avanza dengan nomor Polisi BL 223 JA. Dia bergegas, menuju Jalan Seulanga, Darussalam, Banda Aceh, Sektor Timur (Sektim).

Ismayani pulang, setelah ada pemberitahuan dari anaknya. Ada puluhan mahasiswa Fakultas Pertanian (FP) Universitas Syiah Kuala, sedang menggelar aksi demontrasi, persis di depan rumahnya. 

Mulanya, aksi&nbsp; mahasiswa ini berlangsung di depan Biro Rektor Unsyiah. Tapi, mahasiswa merasa tak puas.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 14 Apr 2010 22:22:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Tgk. Liyah Dianggap Gagal]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/reportase/2451/tgk_liyah_dianggap_gagal.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Dari NAA hingga bobol Kasda, rekam jejak Tgk Liyah tak pernah populis di mata masyarakat Aceh Utara. Kini, setelah tiga tahun, masyarakat pun menggugat.

Ilyas A. Hamid masih bebas wari-wiri, meski satu persatu orang-orang yang terlibat dalam persekongkolan jahat dalam menguras harta rakyat itu telah divonis. Yang teranyar, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat menjatuhkan vonis buat M. Yunus Gani Kiran, SH lima tahun penjara. Tapi tangan hukum, agaknya belum sanggup menjangkau Bupati Aceh Utara yang akrab disapa Tgk. Liyah itu. Wakilnya Syarifuddin, SE juga masih asoi geboi, meski banyak yang menuding kedua pemimpin Aceh Utara ini ikut bertanggungjawab terhadap bobolnya kas daerah itu senilai Rp 220 miliar.

Karena itu pula, masyarakat Aceh Utara bereaksi. Tak hanya karena berbagai kasus yang mencuat selama Tgk Liyah memimpin. Masyarakat juga merasakan pergerakan pembangunan ke arah kesejahteraan, rupanya terasa masih.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 24 Mar 2010 20:43:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Ke Polda Mereka Menggantung Harapan]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/reportase/2450/ke_polda_mereka_menggantung_harapan.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss92f6638c4cc16c2906efeb66a71c70ff.jpg" alt="Perwakilan dari mahasiswa IPAU saat melapor ke Polda." title="Perwakilan dari mahasiswa IPAU saat melapor ke Polda." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Masalah terus melanda Bupati Aceh Utara, Ilyas A Hamid. Puluhan mahasiswa asal kabupaten itu, melapor Bupati setempat ke Polda Aceh. Itu disebabkan, ada indikasi penyimpangan dalam penyaluran dana beasiswa untuk mahasiswa. 

Kesabaran tentu ada batasnya. Dan, hal itulah yang ditunjukkan sejumlah mahasiswa asal Aceh Utara yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Aceh Utara (IPAU) dan Ikatan Mahasiswa Aceh Utara (IMAU). Keduanya berada di Banda Aceh.

Lihatlah, Rabu pekan lalu, mereka menuju Markas Polisi Daerah (Mapolda) Aceh. Tapi jangan salah,&nbsp; para insan kampus asal Pase ini, tidak sedang menggelar aksi demontrasi yang akhir-akhir ini memang marak terjadi. Sebaliknya, melaporkan Bupati Aceh Utara, Ilyas A Hamid beserta staf. Itu disebabkan, dana beasiswa tahun 2009 yang belum cair.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 24 Mar 2010 20:43:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Korban Tanah Amblas Masih Dibarak]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/reportase/2426/korban_tanah_amblas_masih_dibarak.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rssb02dd88ff356d8c0eeb0056ca8d82dcf.jpg" alt="Sepanjang 10 Km badan jalan belum adanya pengerasan, lokasi kasawan Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara." title="Sepanjang 10 Km badan jalan belum adanya pengerasan, lokasi kasawan Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Tiga puluh satu kepala keluarga (KK) korban tanah amblas di Gampong Bidari, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, masih tinggal di barak. Janji Pemkab Aceh Utara membangun rumah belum terwujud.

Sudah jatuh tertimpa tangga. Kondisi ini patut diarahkan kepada warga Gampong Bidari, Kecamatan Langkahan,&nbsp; Aceh Utara. Bayangkan, sejak tahun 2008 silam,&nbsp; setelah mengalami musibah tanah lereng bukit amblas ke desa itu dan merubuhkan puluhan rumah, hingga kini mereka masih tinggal di barak. 

Padahal, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, pernah berjanji akan membangun kembali rumah warga yang runtuh karena diduga, akibat eksplorasi gas alam cair milik Exxon Mobil Oil Indonesia di area D-1 SLS. Entah karena kondisi itu pula, warga mengaku jengkel. &ldquo;Kami sudah lebih satu tahun di sini......</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 17 Mar 2010 20:18:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Batu Diambil Warga Terancam]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/reportase/2358/batu_diambil_warga_terancam.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss415452ae25dd8e3744881f0c91f14073.jpg" alt="Seorang warga menunjukkan aliran sungai yang sebenarnya, dan telah dirusak PT CKA." title="Seorang warga menunjukkan aliran sungai yang sebenarnya, dan telah dirusak PT CKA." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Sejak lima belas tahun lalu, galian C di Sungai Desa Pante Karya digaruk PT Cipta Karya Aceh (CKA) milik H Saifannur. Warga sekitar mengaku tak nyaman. Ancaman abrasi serta banjir di depan mata. Walau izin sudah kadaluarsa, Pemkab Bireuen terkesan tak kuasa melarang.

Warga Desa Pante Karya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, hanya bisa mengurut dada. Walau sudah lima belas tahun aliran sungai mereka dikeruk dan diambil batunya (galian C&mdash;red) oleh PT Cipta Karya Aceh (CKA). Namun, tetap saja mereka tak kuasa untuk melerainya. 

Maklum, PT CKA adalah perusahaan milik H Saifannur, seorang pengusaha sukses dan berpengaruh di Bireuen. Kecuali itu, tak ada perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bireuen, untuk meluruskan persoalan yang bersentuhan langsung.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 17 Feb 2010 22:21:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
</channel>
</rss>