<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title><![CDATA[MODUSACEH.COM - PARLEMENTARIA - RSS FEED]]></title>
<link>http://www.modusaceh.com</link>
<description>TABLOID BERITA MINGGUAN - BIJAK TANPA MEMIHAK</description>
<language>id</language>
<pubDate>Sun, 01 Aug 2010 04:00:50 +0700</pubDate>
<lastBuildDate>Sun, 01 Aug 2010 04:00:50 +0700</lastBuildDate>
<copyright>Copyright (C) 2009-2010</copyright>
<generator>MODUSACEH.COM RSS Generator</generator>

  <item>
  <title><![CDATA[Nawaitu Pemerintah Aceh Rendah]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/parlementaria/2783/nawaitu_pemerintah_aceh_rendah.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rsscb9ad8abcbbd9fda31a4a02fc78f0c70.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify">&nbsp;

&nbsp;
Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), meminta Pemerintah Aceh lebih serius memperhatikan pembangunan jalan Banda Aceh - Meulaboh. Karena nawaitu Pemerintah Aceh saat ini sangat rendah untuk menyelesaikan. Sulaiman Abda minta pekerjaan jembatan dialihkan kepada kontraktor lain.
&nbsp;
Juli Saidi 
&nbsp;
Wakil ketua II DPRA, Drs. Sulaiman Abda dan Ketua Panitia Khusus (Pansus), Abdullah Saleh serta anggota, Iskandar Daod, Rabu pekan lalu, menilai pelaksanaan pembangunan jalan dan jembatan Lambusoe di Kabupaten Aceh Jaya dan Aceh Barat dikerjakan sangat lamban. Alasannya, jalan nasional yang menghubungkan Barat - Selatan ke Ibu Kota Provinsi Aceh itu, rusak berat. Jalan lintas utama Barat - Selatan ini rusak berat, karena bencana &nbsp;Tsunami 26 Desember.....</div>]]></description>
  <pubDate>Sat, 31 Jul 2010 23:38:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Berupaya Jadi Prioritas]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/parlementaria/2766/berupaya_jadi_prioritas.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss4448d2cf997a243404e79abf42883b30.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify">&nbsp;
Komisi E,&nbsp;Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) segera membentuk qanun dana abadi pendidikan Aceh agar lebih jelas dan dapat diakses publik.
&nbsp;Juli Saidi
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Rabu pekan lalu Jalan Tengku Daud Bereueh, Banda Aceh,&nbsp; tampak ramai. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 10.30 Wib. Di ruang Panitia Musyawarah (Panmus), Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menggelar rapat tertutup. Anggota DPRA dari Komisi E, yang membidangi pendidikan, melakukan rapat koordinasi tentang rencana pembentukan draf qanun dana abadi pendidikan bersama Anas M. Adam dan puluhan anggota lainnya dari Majelis Pendidikan Daerah (MPD). 
Dalam pertemuan selama lima jam itu, DPRA dan MDP Aceh, menyepakati dana abadi pendidikan tetap berlanjut......</div>]]></description>
  <pubDate>Sat, 31 Jul 2010 00:26:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Pemerintah Aceh Gagal?]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/parlementaria/2751/pemerintah_aceh_gagal?.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rssfac170cdc573aacc3386f7d9a295f58c.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify">&nbsp;
&nbsp;
Daya serap APBA 2010 diperkirakan baru berjalan 20 persen. Anggota DPRA menilai, Pemerintah Aceh dibawah pimpinan Irwandi Yusuf-Muhammad Nazar &ldquo;gagal&rdquo;.
&nbsp;
Juli Saidi
&nbsp;
Meski sudah lebih tiga bulan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2010 disahkan, sejumlah pihak menilai Pemerintah Aceh dibawah komando Irwandi Yusuf-Muhammad Nazar, masih belum fokus dalam melaksanakan beberapa program. Bahkan, anggota DPR Aceh, Abdullah Saleh memperkirakan, kurang lebih hanya 20 persen dari Rp 7,6 triliun yang sudah diserap. &ldquo;Daya serap APBA 2010 hanya sekitar 20 persen lebih,&rdquo; kata Abdullah Saleh, di depan Ruang Rapat Panitia Anggaran (Panggar), DPRA, Rabu pekan lalu.
Abdullah Saleh mengatakan, baru sekitar 20 persen daya serap.....</div>]]></description>
  <pubDate>Sun, 18 Jul 2010 00:16:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Tampung Aspirasi, Mencari Solusi]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/parlementaria/2735/tampung_aspirasi_mencari_solusi.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss71f76f9d18d469b0b24d5ffc24911d6c.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify">&nbsp;
Terkait penimbunan lahan resapan air, masyarakat kemukiman Tripa Bawah dan Seuneuam, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya minta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mengunjunggi wilayah mereka. 
&nbsp;
Juli Saidi
&nbsp;
Permintaan itu disampaikan melalui surat yang ditandatangani 21 unsur. Antara lain; Imum Mukim, Tuha Peut, Kepala Desa serta &nbsp;Mukim Tripa Bawah dan Mukim Seuneuam Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya.
Surat tertanggal 5 Juni 2010, langsung ditujukan kepada Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf juga Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Tembusnya disampaikan ke Pemerintah pusat.
Melalui surat tadi, masyarakat meminta Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, memperhatikan rawa-rawa seluas lebih kurang 20 ribu hektar, agar.....</div>]]></description>
  <pubDate>Sun, 11 Jul 2010 01:53:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Moratorium Logging versus Izin Pertambangan]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/parlementaria/2720/moratorium_logging_versus_izin_pertambangan.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rssa99a545c9d9d81aba272103beeca6715.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify">&nbsp;

&nbsp;
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) minta Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf memperjelas status sejumlah kayu sitaan polisi dan Polhut. Kebijakan moratorium logging dinilai bertabrakan dengan izin pertambangan bijih besi.
&nbsp;
Juli Saidi
&nbsp;
Ketua DPR Aceh, Drs H Hasbi Abdullah tak beranjak dari kursi pimpinan. Padahal, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), tentang realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2009, yang dibungkus dengan Sidang Paripurna Dewan, telah usai dibacakan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Rabu pekan lalu. 
Sebelum rapat ditutup, anggota DPR Aceh Jamaluddin T. Muku mengajukan satu pertanyaan dengan terlebih dahulu mengacungkan tangan. Jamal meminta kesempatan kepada pimpinan sidang agar diberi kesempatan.....</div>]]></description>
  <pubDate>Sun, 11 Jul 2010 01:03:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Ke Daerah Menyerap Aspirasi]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/parlementaria/2695/ke_daerah_menyerap_aspirasi.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">DPRA berharap&nbsp; Pemerintah Aceh membuat program di tiga sektor:&nbsp; pertanian, perkebunan dan perikanan serta dukungan insfrastruktur jalan yang baik. Itu sesuai dengan aspirasi masyarakat.

TEUKU Husein Banta tampak sibuk membaca. Tangannya tak henti mencatat lembaran kertas yang ada di meja, ruang Fraksi Partai Golkar, Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Kamis pekan lalu.

Maklum, mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banda Aceh (1984-1985) ini baru saja kembali dari daerah pemilihannya di DP-4, mencakup Kabupaten Bireuen, Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Wakil rakyat ini ke daerah setelah paripurna penetapan rancangan qanun (Raqan) dan hasil Panitia Khusus (Pansus) tentang pelaksanaan proyek APBA 2008, 3 Mei 2010 lalu.

Di tiga kabupaten itu, Ketua Fraksi Partai Golkar ini menyerap berbagai aspirasi rakyat (pemilihnya), untuk selanjutnya diusulkan dan dibahas pada Anggaran Pendapatan dan Belanja.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 23 Jun 2010 20:41:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Menggagas Kebun untuk Rakyat]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/parlementaria/2685/menggagas_kebun_untuk_rakyat.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss21c891a1aa859f22fe62832d862cead3.jpg" alt="Pertemuan DPRA dengan PTPN 1 Langsa, Bank BPD Aceh, Bank Mandiri serta wakil gubernur Aceh, Muhammad Nazar Selasa (8/6) di ruang serba guna DPRA." title="Pertemuan DPRA dengan PTPN 1 Langsa, Bank BPD Aceh, Bank Mandiri serta wakil gubernur Aceh, Muhammad Nazar Selasa (8/6) di ruang serba guna DPRA." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menggagas 41 ribu hektar lebih perkebunan kelapa sawit dan karet untuk rakyat. Diharapkan dukungan semua pihak.

Lantai dua, ruang Serba Guna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Jalan Teungku Daud Beureueh, Banda Aceh, Selasa, 8 Juni lalu, didatangi Direktur Utama Bank Aceh, Aminullah SE, Ak, MM, pimpinan Bank Mandiri Cabang Banda Aceh, akademisi dari Institut IAIN Ar-Raniry, Unsyiah, dan Malikul Saleh. Mereka diterima Wakil Pimpinan DPRA, Amir Helmi, Ketua Komisi B, Umuruddin Desky dan anggota DPRA lainya. Ada juga Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar serta Direktur PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Langsa, Erwin Nasution.

Tentu sudah bisa ditebak, kehadiran mereka, tak lepas dari persoalan peningkatan ekonomi rakyat, khususnya sektor perkebunan......</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 16 Jun 2010 21:01:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Agar Irigasi Dapat Terealisasi]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/parlementaria/2671/agar_irigasi_dapat_terealisasi.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rssb77739ad10de01ec4530389dd6277992.jpg" alt="Pertemuan DPRK Aceh Utara dengan DPRA." title="Pertemuan DPRK Aceh Utara dengan DPRA." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Sejumlah anggota DPRK Aceh Utara meminta DPRA mengakomodir dana pembebasan lahan guna pembangunan. DPRA menampung aspirasi itu, dan akan membahasnya dalam APBA Perubahan.

Senin pekan lalu sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara mengadakan kunjungan ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Agenda yang dibahas, ihwal program pembangunan irigasi Pase dan Embung. &ldquo;Kami datang ke DPRA untuk menyampaikan beberapa hal, kita tahu kondisi Aceh Utara saat memprihatinkan,&rdquo; kata wakil ketua komisi D DPRK Aceh Utara, Abdul Hadi. 

Pertemuan anggota dewan kabupaten Aceh Utara dan anggota DPRA itu berlansung di ruangan Panitia Anggaran (Panggar) DPRA. Ketua komisi D DPRA, Ir. Jufri Hasanuddin memimpin langsung pertemuan itu. Dia didamping sejumlah.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 09 Jun 2010 21:05:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Saatnya Tertibkan Kendaraan Luar Aceh]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/parlementaria/2654/saatnya_tertibkan_kendaraan_luar_aceh.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss3695d02891ddf65b0ce6294e09049292.jpg" alt="Pertemuan Kapolda Aceh dengan DPRA." title="Pertemuan Kapolda Aceh dengan DPRA." align="right" hspace="8" /><div align="justify">DPRA minta Kapolda Aceh tertibkan kendaraan bermotor. Tujuannya, untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Peran serta berbagai pihak memang menjadi modal utama guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh. Apalagi, sudah lumrah terjadi bila realisasi PAD di Aceh kerap tak mencapai target.&nbsp; Pada 2009 lalu misalnya. Dari target yang ditetapkan senilai Rp 795,8 miliar lebih, Pemerintah Aceh hanya dapat merealisasikan senilai Rp 621,7 miliar atau sekitar 78,13 persen saja. 

Entah karena itu pula, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menurunkan target pencapaian PAD Aceh dari Rp 795,8 miliar pada 2009 lalu, menjadi Rp 795 miliar di 2010 ini. 

Kenyataan ini jelas tak menguntungkan bagi Aceh. Itulah sebabnya, menjadi penting mencari formula guna meningkatkan penerimaan Aceh.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 02 Jun 2010 22:47:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Evaluasi Menyeluruh Sektor Pendidikan]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/parlementaria/2638/evaluasi_menyeluruh_sektor_pendidikan.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Sektor pendidikan di Aceh masih menyiarkan kabar tak menggembirakan. Salah satunya di Simeulue. Banyak gedung sekolah bermutu rendah. Diduga, akibat lemahnya pengawasan.

Jangan tanya soal tenaga pengajar, nasibnya juga setali tiga uang alias serba kekurangan. Kesan miris ini terkuak saat kujungan kerja (kunker) Komisi E, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) ke Kabupaten Simeulue, Rabu hingga Senin dua pekan lalu. Hasilnya, para wakil rakyat ini mendapat berbagai masukan penting. 

Dari agenda kunjungan awal melihat progres sektor pendidikan, paska di guncang gempa berkekuatan 7,2 skala ricther April lalu, wakil rakyat ini akhirnya mengetahui banyak hal. Misalnya, sederet unit bangunan sekolah yang bermutu rendah.

Kunjungan seperti ini memang lazim dilakukan, bahkan sudah menjadi program &ldquo;andalan&rdquo; dalam menyerap aspirasi masyarakat dan mengetahui kebutuhan daerah tentang pendidikan. &ldquo;Komisi E turun ke Simeulue.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 26 May 2010 20:56:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
</channel>
</rss>