<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title><![CDATA[MODUSACEH.COM - OPINI - RSS FEED]]></title>
<link>http://www.modusaceh.com</link>
<description>TABLOID BERITA MINGGUAN - BIJAK TANPA MEMIHAK</description>
<language>id</language>
<pubDate>Sun, 01 Aug 2010 04:01:30 +0700</pubDate>
<lastBuildDate>Sun, 01 Aug 2010 04:01:30 +0700</lastBuildDate>
<copyright>Copyright (C) 2009-2010</copyright>
<generator>MODUSACEH.COM RSS Generator</generator>

  <item>
  <title><![CDATA[Mewujudkan Clean Governance]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/opini/2704/mewujudkan_clean_governance.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Kita sering membaca berbagai kasus kejahatan korupsi di media massa yang dipraktekkan oknum pejabat pemerintahan, baik di pusat maupun di daerah.

Adapun kasus di pusat seperti Bank Century, Gayus, mafia pajak, maupun kasus&ndash;kasus lainnya. Sedangkan kasus di daerah seperti kasus penggelapan uang deposito, dana pajak, dana hibah banjir, besi jembatan, kasus Yayasan Tarbiyah dan 71 kasus lainya (menurut GeRAK Aceh&mdash;red), yang belum terungkap di media massa.

Kasus-kasus tersebut terus bertambah seiring dengan semakin canggihnya teknologi dan ketidaktegasan hukum yang berlaku. Apabila kejahatan korupsi tersebut terus dilakukan, ada satu pertayaan. Kapan pemerintah kita dapat mewujudkan clean governance atau good governance baik di pusat maupun di daerah.

Pemberantasan kejahatan korupsi memang merupakan permasalahan krusial yang sedang dihadapi bangsa Indonesia saat ini, baik pasca runtuhnya rejim Soeharto sampai Presiden.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 23 Jun 2010 20:41:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Geunteuet Lan Jampok]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/opini/2555/geunteuet_lan_jampok.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Dalam sebuah pesta pernikahan kerabat Aceh di Jakarta, saya bertemu dengan seorang teman. Lalu dia berbisik, untuk mengatasi keriuhan suasana: Aceh sudah hanco klaha. Saya respon: masak sudah sejauh itu?

Ia pun melanjutkan bisikannya: bahwa ia sering melihat sang penguasa duduk-duduk di hotel berbintang lima di pusat kota Jakarta. Lalu, ia bertanya pada pramuniaga: apa kamu kenal dengan pria yang duduk di sana? Jawabnya: tidak, tapi ia dan kawan-kawannya memang sering nongkrong di sini sampai jauh malam.

Saya pun berkomentar bahwa nampaknya ia semakin kesepian karena sudah tercerabut dari kawan-kawannya. Sementara masalah Aceh semakin membumbung di atas kepalanya, dan mengkristal menjadi awan hitam yang segera membanjiri Aceh. Mereka yang tinggal di sampingnya hanya para pembisik dan teman nongkrong untuk melupakan tanggungjawab, bukan teman yang berpikir tentang orang&nbsp; atau rakyat Aceh.

Dua minggu berikutnya, sekait.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 28 Apr 2010 20:48:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Lobi-lobi, Labi-labi]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/opini/2516/lobi-lobi_labi-labi.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Seorang rekan bercerita bagaimana elite sebuah golongan politik dari Aceh bertemu dengan elite politik di Jakarta, yang kebetulan berasal dari Aceh pula. Pertemuan itu, tak dinyana, justru berakhir dengan kemarahan elite Jakarta tersebut terhadap kelakuan politik elite yang datang dari Aceh.

Maksud hati utusan Aceh, mungkin hendak mengambil peran sebagai agen politik tunggal dari sebuah kekuatan politik nasional yang baru saja dilahirkan oleh, yang salah seorang pendirinya adalah orang Aceh yang telah menjadi elite politik Jakarta tersebut. Pertemuan yang beranjak dengan asumsi manusia &ldquo;sebangsa&rdquo; atau se-etnis, memberikan rasa percaya diri untuk menggapai hasrat politiknya semakin besar.

Pembicaraan pun dibuka tentang suasana hati mereka terhadap perkembangan politik di Aceh. Bagaimana mereka kecewa terhadap ketiadaan manuver politik yang menguntungkan dari para anggota parlemen asal partai nasional yang mendapat.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 14 Apr 2010 22:22:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Janji Keling!]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/opini/2484/janji_keling!.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Reaksi cepat Gubernur Irwandi&nbsp; soal eks GAM dan gerakan terorisme, ternyata juga menyinggung perihal kesejahteraan anggota GAM. Dalam tubuh KPA, meskipun tidak sampai muncul barisan sakit hati, namun Irwandi secara tidak langsung menyatakan adanya 2 golongan, yakni mereka yang hidup makmur dan mereka yang tidak hidup makmur. Namun, ia tidak menjelaskan apakah agenda reformasi kesejahteraan untuk para anggota yang tidak makmur? 

Darwis Djeunieb berusaha untuk menjawab persoalan yang dihadapi oleh mereka yang tidak makmur. Mereka harus bersabar sebab kemakmuran bergerak pelan untuk sampai pada mereka yang belum makmur. Golongan tidak makmur akan menjadi makmur manakala rakyat telah makmur. Hal ini menjelaskan adanya 2 lapis antrian, yakni: antrian lapisan bawah anggota GAM, kemudian baru masuk ke antrian masyarakat Aceh secara keseluruhan, atau mereka yang tidak makmur akan menjadi makmur dalam waktu yang.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 07 Apr 2010 22:08:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Antene Patah]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/opini/2463/antene_patah.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Kemungkinan eks GAM terlibat dalam organisasi teroris, utama pelatihan kelompok tersebut di Aceh, adalah pernyataan saya yang mendatangkan reaksi dari Gubernur Irwandi, Jubir KPA Irwansyah, elite GAM Darwis Djeunieb dan Hasbi Abdullah. Satu hal yang menarik bagi saya adalah mengapa sebuah pernyataan tentang eks GAM justru mendapat reaksi yang cepat dari para elite GAM? Ada apakah ini?

Padahal, jika merujuk pada pernyataan Presiden SBY bahwa GAM tidak terlibat dalam kegiatan terorisme, maka secara organisasi GAM bersih dari aksi tersebut. Bahkan Presiden menegaskan sumberdaya manusianya bukan berasal dari GAM sehingga individu anggota GAM pun menjadi bersih. 

Pernyataan itu bisa ditafsirkan, di satu pihak, memberikan keuntungan politik pada GAM, meskipun ada anggotanya yang menjadi korban penembakan dalam operasi antiteroris. Disisi lain, pemerintah juga diuntungkan, apabila GAM bersikap tidak menggugat kasus meninggalnya.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 31 Mar 2010 22:11:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Dibalik Teror Aceh]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/opini/2160/dibalik_teror_aceh.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Akhir-akhir ini telah terjadi beberapa kejadian yang diarahkan kepada orang-orang asing di Aceh, terutama kepada negara-negara donor yang selama ini sangat konsen membantu Aceh selepas peristiwa tsunami 26 Desember 2004. 

Kejadian-kejadian tersebut sempat menggemparkan berbagai kalangan di Aceh serta pihak luar, apakah itu kejadian penembakan terhadap Kepala Perwakilan Palang Merah Jerman dr Erhard Bauer, penembakan guest house (wisma tamu) Uni Eropa yang ditempati Kepala Perwakilan Uni Eropa Wilayah Aceh John Penny bersama isterinya Monica. Kemudian penembakan terhadap rumah yang ditempati dua perempuan berkebangsaan Amerika Serikat Michelle Ahmad dan Sarah Willis di kompleks perumahan dosen di Desa&nbsp; Kopelma Darussalam. 

Sudah tiga peristiwa teror yang ditujukan kepada warga negara asing (WNA) di Aceh. Peristiwa itu telah meresahkan tidak hanya rakyat Aceh akan tetapi&nbsp; warga negara asing yang sedang membangun Aceh.....</div>]]></description>
  <pubDate>Thu, 10 Dec 2009 01:35:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[4 Desember dan Hari Penguatan Damai Aceh]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/opini/2145/4_desember_dan_hari_penguatan_damai_aceh.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Gerakan Aceh Medeka (GAM) dideklarasikan DR. Tgk. Hasan Ben Muhammad Ditiro pada tanggal 4 Desember 1976. Sejak hari itu pecahlah perang terbuka antara rakyat Aceh&nbsp; dengan rakyat Indonesia, yang mengakibatkan jatuhnya korban cukub banyak dari kedua belah pihak. Pada akhirnya setelah peperangan hampir 30 tahun, tercapailah perdamaian dengan ditandatanganinya MoU Helsinki, 15 Agustus 2005 di Firlandia, seperti kata pepatah Aceh: &ldquo;pat ujeun nyang han pirang, pat prang nyan han reuda,&rdquo; artinya: tak ada hujan yang tidak berhenti dan perang yang tidak damai. 

Setiap 4 Desember, oleh GAM dirayakan sebagai hari miladnya, akan tetapi setelah MoU Helsinki, 4 Desember tidak tepat lagi dirayakan sebagai hari milad GAM. Itu disebabkan GAM secara materil sudah lebur, karena tidak boleh lagi gerakan/menuntut merdeka, ditandai pula dengan dideklarasinya nama baru untuk GAM, yaitu : Komite Peralihan Aceh (KPA). Walaupun secara.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 09 Dec 2009 23:10:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Mempersoalkan Kewenangan Jaksa Dalam PK]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/opini/2107/mempersoalkan_kewenangan_jaksa_dalam_pk.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Dalam diskursus hukum pidana, pasal menyangkut Peninjauan Kembali (PK) yang selama ini dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjadi perdebatan tersendiri baik oleh ahli hukum, Jaksa, Mahkamah Agung (MA) maupun para pengacara. Dalam tulisan ini disarankan agar dilakukan koreksi secepatnya atas praktek hukum dan dicarikan upaya mengatasi kerugian yang dialami oleh pihak &ndash; pihak yang dalam putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum dinyatakan tidak bersalah, tetapi kemudian dipidana karena adanya PK oleh jaksa. Disarankan juga agar Presiden, selaku Kepala Negara, meminta maaf kepada para korban PK jaksa yang tersebar diseluruh Indonesia. Kesalahan ini disebabkan telah terjadinya multitafsir menyangkut perihal peninjauan kembali di KUHAP.

Bila kita pelajari dengan teliti tentang PK yang tertuang dalam KUHAP, sekilas kita dapat berkesimpulan bahwa Jaksa tidak dapat mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atau bahwa hanya.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 25 Nov 2009 15:43:23 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Penegakan Hukum dan Perlindungan HAM (Refleksi 4 Tahun atas Meninggalnya Munir)]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/opini/1949/penegakan_hukum_dan_perlindungan_ham_(refleksi_4_tahun_atas_meninggalnya_munir).html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">&ldquo;Pengadilan hanyalah perpanjangan tangan dari pelaku pelanggaran HAM&rdquo;. Begitu kata aktivis HAM Munir dalam sebuah orasi unjuk rasa di Mahkamah Agung (MA) tahun 2004. Sepertinya, ucapan dari Almarhum Munir tersebut, sebuah kondisi real dari susahnya sebuah pengungkapan keadilan dan kebenaran, dimana&nbsp; kondisi penegakan HAM di tahun 2009 ini, termasuk penuntasan kasus kematiannya sulit untuk di ungkapkan.

Namun, ucapan itu tidak akan pernah kita dengar lagi, di mana September 2004, Aktivis HAM dan pendiri KontraS dan Imparsial, Munir (39 tahun) meninggal di atas pesawat Garuda dengan nomor GA-974 ketika sedang menuju Amsterdam untuk melanjutkan kuliah pasca-sarjana. Sesuai dengan hukum nasionalnya, Pemerintah Belanda melakukan otopsi atas jenazah almarhum dan berdasarkan hasil otopsi tersebut, pihak keluarga almarhum mendapat informasi dari media Belanda bahwa hasil otopsi Munir oleh Institut Forensik Belanda (NFI).....</div>]]></description>
  <pubDate>Thu, 01 Oct 2009 12:42:49 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Mengasuh dan Mengembangkan Kompetisi Anak Retardasi Mental]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/opini/1891/mengasuh_dan_mengembangkan_kompetisi_anak_retardasi_mental.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Anak adalah karunia dan titipan Ilahi. Tidak ada seorang pun yang tidak ingin memiliki anak yang sempurna, sehat lahir bathin, cerdas akalnya, dan baik amal ibadahnya.

Namun setiap makhluk yang lahir ke dunia ini adalah kehendaknya. Bagaimanapun keadaannya, namanya titipan ya wajib kita rawat secara baik, sebaik kepercayaan yang diberikan kepada kita. Memiliki anak dengan keadaan khusus (keterbatasan mental) bukanlah keinginan kita, namun ketika kita diberikan takdir oleh Allah SWT seperti itu, berarti kita atau individu itu adalah individu pilihan yang istimewa di mata Allah. 

Entah dari segi kekuatannya, kesabarannya, dan kemampuannya menerima takdirnya. Dan kita selalu percaya bahwa setiap takdir pasti memiliki nilai dan hikmah di balik semua itu. Oleh sebab itu pemikiran panjang kita akan mengatakan bahwa ini adalah cobaan, dan Allah tidak akan memberikan cobaan kepada hambanya yang tidak mampu. Di setiap kesulitan pasti ada.....</div>]]></description>
  <pubDate>Fri, 04 Sep 2009 16:15:18 WIT</pubDate>
  </item>
  
</channel>
</rss>