<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title><![CDATA[MODUSACEH.COM - OPINI - RSS FEED]]></title>
<link>http://www.modusaceh.com</link>
<description>TABLOID BERITA MINGGUAN - BIJAK TANPA MEMIHAK</description>
<language>id</language>
<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 23:19:39 +0700</pubDate>
<lastBuildDate>Wed, 10 Mar 2010 23:19:39 +0700</lastBuildDate>
<copyright>Copyright (C) 2009-2010</copyright>
<generator>MODUSACEH.COM RSS Generator</generator>

  <item>
  <title><![CDATA[Dibalik Teror Aceh]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/opini/2160/dibalik_teror_aceh.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Akhir-akhir ini telah terjadi beberapa kejadian yang diarahkan kepada orang-orang asing di Aceh, terutama kepada negara-negara donor yang selama ini sangat konsen membantu Aceh selepas peristiwa tsunami 26 Desember 2004. 

Kejadian-kejadian tersebut sempat menggemparkan berbagai kalangan di Aceh serta pihak luar, apakah itu kejadian penembakan terhadap Kepala Perwakilan Palang Merah Jerman dr Erhard Bauer, penembakan guest house (wisma tamu) Uni Eropa yang ditempati Kepala Perwakilan Uni Eropa Wilayah Aceh John Penny bersama isterinya Monica. Kemudian penembakan terhadap rumah yang ditempati dua perempuan berkebangsaan Amerika Serikat Michelle Ahmad dan Sarah Willis di kompleks perumahan dosen di Desa&nbsp; Kopelma Darussalam. 

Sudah tiga peristiwa teror yang ditujukan kepada warga negara asing (WNA) di Aceh. Peristiwa itu telah meresahkan tidak hanya rakyat Aceh akan tetapi&nbsp; warga negara asing yang sedang membangun Aceh.....</div>]]></description>
  <pubDate>Thu, 10 Dec 2009 01:35:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[4 Desember dan Hari Penguatan Damai Aceh]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/opini/2145/4_desember_dan_hari_penguatan_damai_aceh.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Gerakan Aceh Medeka (GAM) dideklarasikan DR. Tgk. Hasan Ben Muhammad Ditiro pada tanggal 4 Desember 1976. Sejak hari itu pecahlah perang terbuka antara rakyat Aceh&nbsp; dengan rakyat Indonesia, yang mengakibatkan jatuhnya korban cukub banyak dari kedua belah pihak. Pada akhirnya setelah peperangan hampir 30 tahun, tercapailah perdamaian dengan ditandatanganinya MoU Helsinki, 15 Agustus 2005 di Firlandia, seperti kata pepatah Aceh: &ldquo;pat ujeun nyang han pirang, pat prang nyan han reuda,&rdquo; artinya: tak ada hujan yang tidak berhenti dan perang yang tidak damai. 

Setiap 4 Desember, oleh GAM dirayakan sebagai hari miladnya, akan tetapi setelah MoU Helsinki, 4 Desember tidak tepat lagi dirayakan sebagai hari milad GAM. Itu disebabkan GAM secara materil sudah lebur, karena tidak boleh lagi gerakan/menuntut merdeka, ditandai pula dengan dideklarasinya nama baru untuk GAM, yaitu : Komite Peralihan Aceh (KPA). Walaupun secara.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 09 Dec 2009 23:10:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Mempersoalkan Kewenangan Jaksa Dalam PK]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/opini/2107/mempersoalkan_kewenangan_jaksa_dalam_pk.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Dalam diskursus hukum pidana, pasal menyangkut Peninjauan Kembali (PK) yang selama ini dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjadi perdebatan tersendiri baik oleh ahli hukum, Jaksa, Mahkamah Agung (MA) maupun para pengacara. Dalam tulisan ini disarankan agar dilakukan koreksi secepatnya atas praktek hukum dan dicarikan upaya mengatasi kerugian yang dialami oleh pihak &ndash; pihak yang dalam putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum dinyatakan tidak bersalah, tetapi kemudian dipidana karena adanya PK oleh jaksa. Disarankan juga agar Presiden, selaku Kepala Negara, meminta maaf kepada para korban PK jaksa yang tersebar diseluruh Indonesia. Kesalahan ini disebabkan telah terjadinya multitafsir menyangkut perihal peninjauan kembali di KUHAP.

Bila kita pelajari dengan teliti tentang PK yang tertuang dalam KUHAP, sekilas kita dapat berkesimpulan bahwa Jaksa tidak dapat mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atau bahwa hanya.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 25 Nov 2009 15:43:23 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Penegakan Hukum dan Perlindungan HAM (Refleksi 4 Tahun atas Meninggalnya Munir)]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/opini/1949/penegakan_hukum_dan_perlindungan_ham_(refleksi_4_tahun_atas_meninggalnya_munir).html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">&ldquo;Pengadilan hanyalah perpanjangan tangan dari pelaku pelanggaran HAM&rdquo;. Begitu kata aktivis HAM Munir dalam sebuah orasi unjuk rasa di Mahkamah Agung (MA) tahun 2004. Sepertinya, ucapan dari Almarhum Munir tersebut, sebuah kondisi real dari susahnya sebuah pengungkapan keadilan dan kebenaran, dimana&nbsp; kondisi penegakan HAM di tahun 2009 ini, termasuk penuntasan kasus kematiannya sulit untuk di ungkapkan.

Namun, ucapan itu tidak akan pernah kita dengar lagi, di mana September 2004, Aktivis HAM dan pendiri KontraS dan Imparsial, Munir (39 tahun) meninggal di atas pesawat Garuda dengan nomor GA-974 ketika sedang menuju Amsterdam untuk melanjutkan kuliah pasca-sarjana. Sesuai dengan hukum nasionalnya, Pemerintah Belanda melakukan otopsi atas jenazah almarhum dan berdasarkan hasil otopsi tersebut, pihak keluarga almarhum mendapat informasi dari media Belanda bahwa hasil otopsi Munir oleh Institut Forensik Belanda (NFI).....</div>]]></description>
  <pubDate>Thu, 01 Oct 2009 12:42:49 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Mengasuh dan Mengembangkan Kompetisi Anak Retardasi Mental]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/opini/1891/mengasuh_dan_mengembangkan_kompetisi_anak_retardasi_mental.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Anak adalah karunia dan titipan Ilahi. Tidak ada seorang pun yang tidak ingin memiliki anak yang sempurna, sehat lahir bathin, cerdas akalnya, dan baik amal ibadahnya.

Namun setiap makhluk yang lahir ke dunia ini adalah kehendaknya. Bagaimanapun keadaannya, namanya titipan ya wajib kita rawat secara baik, sebaik kepercayaan yang diberikan kepada kita. Memiliki anak dengan keadaan khusus (keterbatasan mental) bukanlah keinginan kita, namun ketika kita diberikan takdir oleh Allah SWT seperti itu, berarti kita atau individu itu adalah individu pilihan yang istimewa di mata Allah. 

Entah dari segi kekuatannya, kesabarannya, dan kemampuannya menerima takdirnya. Dan kita selalu percaya bahwa setiap takdir pasti memiliki nilai dan hikmah di balik semua itu. Oleh sebab itu pemikiran panjang kita akan mengatakan bahwa ini adalah cobaan, dan Allah tidak akan memberikan cobaan kepada hambanya yang tidak mampu. Di setiap kesulitan pasti ada.....</div>]]></description>
  <pubDate>Fri, 04 Sep 2009 16:15:18 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Puber Kedua Kaum Adam: Mitos atau Kenyataan?]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/opini/1881/puber_kedua_kaum_adam:_mitos_atau_kenyataan?.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Kepercayaan adanya puber kedua pada orang dewasa hanyalah sebuah kepercayaan yang terjadi karena kebiasaan.
&nbsp;&nbsp;&nbsp; 
Masa puber atau pubertas merupakan masa yang sering menimbulkan masalah, baik untuk remaja ataupun yang sudah dewasa. Kata pubertas menurut ahli psikologi perkembangan&nbsp; berarti tumbuhnya tanda-tanda seksual sekunder, seperti rambut di bagian tertentu, payudara, pinggul, jakun, dan sebagainya. 

Selain adanya tanda-tanda yang dialami selama masa pubertas, individu juga mengalami perubahan secara hormonal, perubahan fisik, perubahan psikologis, dan juga perubahan sosial sebagai tuntutan dari tugas-tugas perkembangan yang baru dialaminya. 

Perubahan-perubahan dari berbagai aspek inilah yang sering membuat remaja tidak mampu mengendalikan keadaan internal dirinya, sehingga sering berakibat munculnya permasalahan baik secara psikologis mahupun sosial seperti penyesuaian diri, pengelolaan emosi, dan.....</div>]]></description>
  <pubDate>Sat, 29 Aug 2009 14:22:37 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Membangun Kesehatan Mental Anak dengan “Warm Parenting”]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/opini/1853/membangun_kesehatan_mental_anak_dengan_“warm_parenting”.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Anak adalah karunia Tuhan, pasangan yang belum punya anak akan menempuh segala usaha agar bisa memiliki anak, namun tidak jarang pasangan yang sudah dikaruniai anak tidak mengasuh dan merawatnya dengan baik.&nbsp; 

Pola pengasuhan orangtua terhadap anak mempunyai peranan penting terhadap kesehatan mental anak dikemudian hari. Anak yang diasuh dengan cara hangat, diberikan perhatian, kasih sayang dan menanamkan figur lekat yang positif serta memberikan rasa aman kepada anak, akan membantu menguatkan emosi positif anak. 

Emosi positif anak akan memberikan perasaan nyaman, aman, bahagia dan menunjang kesejahteraan jiwa anak. Oleh sebab itu, anak yang diasuh, dekat dengan kedua orangtuanya secara positif. Memperoleh dukungan sosial dan emosional yang sehat. Dikemudian hari akan memiliki jiwa dan mental yang kuat&nbsp; serta sehat.

Sebaliknya, anak yang memperoleh cara pengasuhan yang kurang menyenangkan, merasa ditolak, tidak.....</div>]]></description>
  <pubDate>Thu, 20 Aug 2009 15:21:01 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Definisi Anak dalam Sebuah Peradilan]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/opini/1843/definisi_anak_dalam_sebuah_peradilan.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Mengutip &nbsp;Konsiderans dari Undang-Undang Perlindungan Anak No. 23 Tahun 2002, Bahwa anak adalah amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang dalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya. Hal tersebut merupakan satu harapan yang ingin kita wujudkan di negara ini. Namun, hal ini menimbulkan kontra dengan apa yang terjadi pada tanggal 29 Mei 2009 lalu, dimana diberitakan oleh kompas.com tentang penangkapan oleh polisi dari Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta terhadap ke-10 (sepuluh) orang anak yang pada saat itu telah bermain judi dengan taruhan Rp 1.000 per anak di kawasan bandara. Sebagian besar dari mereka adalah pelajar SD negeri Rawa Rengas dan pekerjaan mereka sehari-hari adalah menjadi penyemir sepatu di kawasan bandara Soekarno-Hatta. Tentunya, berita tersebut adalah salah satu dari sekian banyaknya permasalahan yang berisikan lembaran suram untuk masa depan anak-anak Indonesia yang telah merayakan Hari.....</div>]]></description>
  <pubDate>Sat, 15 Aug 2009 16:30:28 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Profesionalitas Polri atas Tewasnya Susanto]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/opini/1758/profesionalitas_polri_atas_tewasnya_susanto.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Pada Hari Bhayangkara atau ulang tahun Polisi Republik Indonesia Ke-63. Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri mengakui belum adanya perubahan signifikan dalam perbaikan kultural di lingkungan Polri.

Menurut Kapolri, langkah perubahan dan perbaikan infrastruktur dan struktural telah berjalan, namun langkah kultural masih dirasakan belum berjalan efektif dan belum memenuhi tuntutan masyarakat.&nbsp; &ldquo;Karenanya saya selaku pimpinan Polri mohon maaf bila saat ini masih ada tindakan Polri yang mencederai masyarakat&rdquo; kata Kapolri dalam laporannya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat Perayaan HUT Bhayangkara, di Markas Besar Polri, Rabu (1 Juli 2009).

Pernyataan tersebut, tentu harus kita akui sebagai bentuk apresiasi terhadap tugas dan wewenang dari Kepolisian Negara Republik Indonesia. Namun, hal tersebut kembali tercoreng dengan adanya kejadian pada hari Kamis, 16 Juli 2009. Seperti yang diberitakan berbagai.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 22 Jul 2009 12:58:01 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Iklan Politik Kupiah Meukeutop]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/opini/1297/iklan_politik_kupiah_meukeutop.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Saat ini, hampir setiap sudut jalan utama di Aceh. dipenuhi beragam spanduk dan baliho dengan gambar para manusia yang merasa dirinya berhak untuk mewakili masyarakat sebagai anggota legislatif. Dengan berbagai bahasa bujuk-rayu,&nbsp; para pemilik wajah yang seakan menghiba untuk dipilih. Kenyataan ini, menarik untuk dicermati lebih jauh, terkait iklan politik yang muncul tadi.

Komunikasi politik yang dibangun dalam iklan-iklan yang terpajang di berbagi tempat ini, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan -bentuk komunikasi pada kampanye sebelumnya. 

Tema yang diusung untuk menarik pemilih tetap berkisar pada beberapa kata yang dianggap dapat mencerminkan motivasi pencalonan mereka sebagai caleg. Kata-kata seperti bersih, perubahan, cerdas, merakyat, adil, benar, berani, jujur dan sebagainya adalah kata-kata yang sangat dominan digunakan untuk merangkai kalimat-kalimat yang menghiasi spanduk, poster, baliho dan media iklan lainnya......</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 11 Feb 2009 14:45:59 WIT</pubDate>
  </item>
  
</channel>
</rss>