<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title><![CDATA[MODUSACEH.COM - UTAMA - RSS FEED]]></title>
<link>http://www.modusaceh.com</link>
<description>TABLOID BERITA MINGGUAN - BIJAK TANPA MEMIHAK</description>
<language>id</language>
<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 11:14:11 +0700</pubDate>
<lastBuildDate>Fri, 12 Mar 2010 11:14:11 +0700</lastBuildDate>
<copyright>Copyright (C) 2009-2010</copyright>
<generator>MODUSACEH.COM RSS Generator</generator>

  <item>
  <title><![CDATA[Atas Nama Jamaah Islamiyah]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/utama/2400/atas_nama_jamaah_islamiyah.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Desa Jalin, Aceh Besar, diduga jadi markas latihan anggota Jamaah Islamiyah (JI). Sepasukan anggota Brimob dikerahkan. Empat pelaku diciduk. Seorang warga sipil tewas, dihantam timah panas petugas.

Berawal dari informasi intelejen. Lalu, Kapolda Aceh Irjen Polisi Adityawarman menduga, sejak September 2009 lalu, polisi sudah mencium adanya pergerakan kelompok yang diduga anggota Jamaah Islamiyah (JI) di Aceh. 

Tak main-main, dengan mimik serius, mantan Kapolda Maluku itupun berhitung. Katanya, ada sekitar 50 orang dengan kekuatan 17 pucuk senjata M-16. Mereka bergerak berpindah-pindah dari satu wilayah ke wilayah lain untuk latihan militer. &ldquo;Terakhir terdeteksi berada di kawasan hutan Jalin,&rdquo; kata Kapolda saat jumpa pers pekan lalu di Mapolda Aceh. 

Sebagai unit di bawahnya, jajaran Polres Aceh Besar mengirim satu unit kecil untuk mencari tahu tentang eksistensi kelompok yang diduga erat hubungannya dengan teroris.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 03 Mar 2010 22:49:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Akhir Perjalanan Raja Rimba]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/utama/2399/akhir_perjalanan_raja_rimba.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Disangka teroris, polisi menembak mati Kamaruddin alias Raja Rimba. Kapolda Aceh Irjen Pol Adityawarman minta maaf. Sahabat korban mengaku belum bisa menerima. 

&ldquo;Dia sudah pergi dengan tenang dan tak mungkin bisa hidup kembali. Yang mungkin dilakukan adalah, mengungkap motif dan pelaku penembakan. Jika terbukti bersalah, pelaku penembakan harus ditindak sesuai hukum berlaku. Itu yang kami mau. Kapolda harus mengusut kasus ini,&rdquo; begitu ucap seorang rekan Kamaruddin alias Raja Rimba kepada media ini pekan lalu.

Masih kata rekan Kamaruddin, sebagai manusia, pihaknya dapat menerima dan memahami permintaan maaf Kapolda Aceh, Irjen Pol Adityawarman. Sebaliknya, sebagai aparat penegak hukum, mereka minta jenderal bintang dua itu mengusut tuntas peristiwa tersebut. &ldquo;Sebab, dari penyelidikan kami di lapangan, ada yang menyebutkan korban tidak diberi peringatan dan langsung ditembak.Jika ini benar, maka pelakunya harus.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 03 Mar 2010 22:49:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[JI di Aceh: Fakta atau Alibi]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/utama/2398/ji_di_aceh:_fakta_atau_alibi.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Dugaan adanya anggota JI di Aceh, menuai beragam pendapat. Wagub Aceh Muhammad Nazar dan Direktur ICG Asia Pacifik, Sidney Jones, mengaku masih ragu.

Seakan berkejaran dengan waktu. Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta, tak ragu menerjunkan 50 anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror ke Aceh. Pengiriman itu, untuk memback-up Polda Aceh, terkait dugaan, Aceh menjadi arena latihan para anggota JI atau Jamaah Islamyiah.

Dugaan itu kian sahih, setelah tim Polda Aceh berhasil menciduk lima pria yang diduga sebagai anggota JI yang kini &ldquo;bermarkas&rdquo; di Aceh. Bukan hanya itu, sejumlah barang bukti termasuk senjata M-16 juga ditemukan. &ldquo;Mereka melakukan kegiatan latihan militer di kawasan pedalaman hutan Aceh karena mungkin tidak terganggu. Sebab, Aceh sekarang sudah aman, bisa saja disangka itu situasi lokal,&rdquo; kata Kapolda Aceh, Irjen Pol Adityawarman, pekan lalu.

Kapolda Aceh menguraikan, kawasan hutan.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 03 Mar 2010 22:49:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Omar Al Farouq Pernah Tawarkan Bantuan Al Qaeda ke Aceh]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/utama/2397/omar_al_farouq_pernah_tawarkan_bantuan_al_qaeda_ke_aceh.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Harian Kompas, Rabu, 18 Desember 2002 memberitakan. Omar Al Farouq Pernah Tawarkan Bantuan Al Qaeda di Aceh.

Syahdan, Omar Al Farouq, wakil Al Qaeda di Asia Tenggara, pernah berkunjung ke Aceh pertengahan Desember 1999. Ia tinggal selama tiga hari di Desa Tanjung Baroh, Aceh Utara. Dalam kunjungan itu, Al Farouq&nbsp; menawarkan bantuan Al Qaeda untuk Aceh. 

Pengakuan itu diwartakan Harian Kompas, berdasarkan pengakuan dari Teungku Fauzi Hasbi Gedong alias Abu Jihad, Ketua Front&nbsp; Mujahidin Aceh kepada Kompas di Bandung, Selasa (17/12). Pengakuan Fauzi Hasbi Geudong ketika itu, terkait dengan analisis yang disampaikan Sidney Jones dari ICG. Menurut Kompas, Fauzi,&nbsp; menyatakan keheranannya karena hingga saat ini masih banyak elite politik yang berpendapat Al Farouq hanyalah sosok rekayasa imajiner. Bahkan, ada pula yang berpendapat, Al Farouq bukan pemegang paspor Kuwait, tetapi asli Indonesia. 

Menurut Fauzi, selama.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 03 Mar 2010 22:49:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Kisruh Tambang Biji Besi]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/utama/2380/kisruh_tambang_biji_besi.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rss324213c744062c05dd8235c3ebf0b3b9.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify">Sekelompok warga Lhoong, Aceh Besar, mendesak PT. Lhoong Setia Minning (LSM) menghentikan aktifitas eksploitasinya. Dipicu ketidaksepakatan harga ganti rugi lahan.

Pertemuan itu digelar di ruang Serba Guna Gedung DPRA, Selasa pekan lalu. Dipimpin Wakil Ketua DPRA, Amir Helmi, agenda yang dibahas ikhwal keberatan warga Kemukiman Blangme, Lhoong, Aceh Besar terhadap ekploitasi biji besi yang dilakukan PT. Lhoong Setia Minning (LSM) di daerah mereka. &ldquo;Ada sejumlah persoalan yang timbul di masyarakat, karena itu perlu kita cari jalan keluarnya&rdquo; kata Amir Helmi membuka pertemuan.

Hadir di sana, Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar dan unsur Dinas Pertambangan dan Energi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Tenaga Kerja dan Bapedalda Aceh. Ada pula, Wakil Bupati Aceh.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 24 Feb 2010 22:34:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Ada yang Setuju dan Tidak]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/utama/2379/ada_yang_setuju_dan_tidak.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Sejumlah warga keberatan harga Rp 10 ribu per meter sebagai ganti rugi tanah. Sebagian lagi mengaku tak jadi soal.

Cahaya merah mulai terbentang di ufuk barat. Tapi, aktifitas di pertambangan biji besi PT. Lhoong Setia Minning, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, belum ada tanda-tanda untuk berhenti. 

Hilir mudik truk hercules masih mengepulkan debu ke udara. Mengangkut berton-ton biji besi ke pelabuhan, yang berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi tambang. Di sana, sudah menuggu dua kapal besar pengakut hasil bumi itu, untuk selanjutnya berlayar ke luar negeri. 

Rabu sore pekan lalu, MODUS ACEH mampir ke sana. Persis di pintu gerbang, seorang petugas tampak berjaga seakan menandakan, tak sembarang orang bisa masuk ke areal pertambangan ini. &nbsp;

Sebut saja Agus (nama samaran&mdash;red), seorang warga yang mendampingi MODUS ACEH mengatakan, untuk pengamanan, PT. LSM menggunakan jasa anggota polisi dari kesatuan Brigade Mobil.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 24 Feb 2010 22:34:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Sampai Saat Ini Belum Ada Kejelasan]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/utama/2378/sampai_saat_ini_belum_ada_kejelasan.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rssaffef6075489d8578fe3fef76f8305c4.jpg" alt="" title="" align="right" hspace="8" /><div align="justify">Entah benar-benar karena minimnya harga ganti rugi atau ada yang memprovokasi. Operasional PT LSM akhirnya menuai masalah. Apa penyebab semua itu? berikut pengakuan Armea Abdullah, warga Desa Blangme kepada MODUS ACEH. Wawancara dilakukan pekan lalu di kawasan operasi PT LSM. Ini dia.

Apa sebenarnya persoalan yang timbul karena beroperasinya PT Lhoong Setia Mining? 

Begini, pertama yang jadi masalah dengan masyarakat adalah persoalan ganti rugi tanah kami. Prosesnya tanpa diketahui pejabat desa setempat. Mereka menggunakan metode door to door untuk melobi warga untuk menjual tanahnya pada perusahaan.

Siapa yang melobi?

Perusahaan membentuk sebuah tim Humas PT. LSM. Jadi tim Humas yang datang ke rumah warga. Kalau pemilik tanah setuju ya diukur, dengan harga bervariasi antara.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 24 Feb 2010 22:34:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Harus Ditinjau Kembali]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/utama/2377/harus_ditinjau_kembali.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Tak jadi wakil rakyat (calon anggota&nbsp; DPR-RI) Pemilu 2009 lalu, bukan berarti, H Karimun Usman&nbsp; tidak peka dengan persoalan rakyat. Apalagi masalah yang menimpa kampung halamannya, Lhoong, Aceh Besar. Ketua DPD PDI-P ini mengusulkan keberadaan PT LSM ditinjau kembali. Bagaimana pendapatnya? Berikut petikan wawancaranya.

Menurut Anda, apa penyebab dari konflik masyarakat dengan PT. LSM?

Pertama kita cermati soal reklamasi. Ini harus jelas. Karena setelah 10 tahun dieksploitasi, kita semua tahu, apa jadinya kawasan itu nanti. Karena itu, perlu ada dana jaminan reklamasinya. Inikan belum jelas. Jika memang Alfian (Pemilik PT. LSM&mdash;red) itu mau melakukan reklamasi, jaminannya apa? di bank mana dia simpan uang itu? Ini persoalan.&nbsp; Saya melihat, proses ini hanya untung sesaat dan operasional PT. LSM itu banyak mudaratnya dari pada manfaatnya.

Kenapa begitu?

Lihat saja, biji besi itu dibawa ke luar negeri. Ini.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 24 Feb 2010 22:34:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Aceh Dalam Cengkraman Pengusaha Tambang]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/utama/2376/aceh_dalam_cengkraman_pengusaha_tambang.html]]></link>
  <description><![CDATA[<div align="justify">Hingga 2009 lalu, sedikitnya ada 92 izin usaha pertambangan yang dikeluarkan Pemerintah Aceh dengan total lahan seluas&nbsp; 683.687,82 hektar. Sebelas diantaranya sudah dalam operasi produksi, meski yang aktif hanya dua perusahaan tambang. Sisanya, masih dalam tahap eksplorasi.

Yang mengkhawatirkan, dari 92 izin tersebut, 60 diantaranya berada di dalam kawasan hutan lindung dan Kawasan Ekosistem Lauser (KEL). Bisa dibayangkan, jika semua izin eksplorasi itu berakhir dengan izin eksploitasi. Sudah pasti, akan semakin banyak hutan Aceh yang beguguran. 

Sementara, sudah bukan rahasia lagi, pengusaha tambang sangat sulit menyetorkan dana reklamasinya sebagai jaminan perbaikan di akhir masa penambangan. Contoh sudah jamak. Yang teranyar, PT. Lhoong Setia Minning yang saat ini aktif beroperasi produksi, belum juga menempatkan dana jaminan reklamasinya di salah satu bank. 

Berikut ini adalah data perkembangan izin usaha pertambangan.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 24 Feb 2010 22:34:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
  <item>
  <title><![CDATA[Serangan Balik Irwandi]]></title>
  <link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/html/news/utama/2347/serangan_balik_irwandi.html]]></link>
  <description><![CDATA[<img src="http://www.modusaceh.com/files/thumbs/rsse11b645d7bded3b13583437ceac942a6.jpg" alt="Ribuan massa yang sebagian besar para perempuan, berunjuk rasa mendukung Pemerintahan Irwandi Yusuf." title="Ribuan massa yang sebagian besar para perempuan, berunjuk rasa mendukung Pemerintahan Irwandi Yusuf." align="right" hspace="8" /><div align="justify">Ribuan massa, didominasi kaum hawa, berunjuk rasa ke Banda Aceh. Mereka mendukung Irwandi Yusuf. Tapi, kelompok kontra menilai sebagai upaya menutupi kegagalan.

Nurmasyitah Ali, tahu persis bagaimana cara mengumpulkan massa. Ribuan orang, umumnya kaum ibu, mampu dimobilisasi mantan anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) ini untuk berunjuk rasa di Banda Aceh. Partai berlambang kepala banteng itu, kini sudah berubah nama menjadi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Pergantian itu merupakan buah dari reformasi yang membalut negeri ini dua belas tahun silam. 

Nurmasyitah kemudian berbalik arah. Saat pemilu legislatif lalu, dia masuk dalam barisan calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Aceh yang dibidani Komite Peralihan Aceh atau KPA. Tak jelas pula, benang.....</div>]]></description>
  <pubDate>Wed, 17 Feb 2010 22:21:00 WIT</pubDate>
  </item>
  
</channel>
</rss>