<?xml version='1.0' encoding='iso-8859-1'?><rss version='2.0' xmlns:atom='http://www.w3.org/2005/Atom'><channel><title><![CDATA[RSS Feed - Rubrik Reportase - MODUS ACEH]]></title><language>in</language><image><link>http://www.modusaceh.com/</link><url>http://www.modusaceh.com/_images/logo-large-red.png</url><title>MODUS ACEH</title></image><link><![CDATA[http://www.modusaceh.com]]></link><description><![CDATA[Website resmi MODUS ACEH - Mengupas segala permasalahan di Aceh secara mendalam - Bijak Tanpa Memihak]]></description><pubDate>Sat, 19 May 2012 18:41:21 +0700</pubDate><lastBuildDate>Sat, 19 May 2012 18:41:21 +0700</lastBuildDate><copyright>Copyright (C) 2009-2012 MODUS ACEH</copyright><generator>MODUS ACEH RSS Generator</generator><webMaster>admin@modusaceh.com</webMaster><item><title><![CDATA[Sulitnya Mencapai Alue Meuh]]></title><link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/weekly/reportase/3916-sulitnya-mencapai-alue-meuh.html]]></link><description><![CDATA[<div align="justify"><img src="http://www.modusaceh.com/_files/thumbs/_rssfb82d6ad8beea629b1cdfa8d350431b19341c0a0.jpg" alt="Pasar desa yang sepi dari warga." align="right" hspace="8" />Ditengah kekayaan alam yang melimpah, Kabupaten Aceh Utara ternyata masih banyak menyimpan desa terbelakang dan terisolir. Tidak tersedianya infrastruktur yang memadai menyebabkan desa tersebut semakin terbelakang. Salah satunya Desa Alue Meuh di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.Alue Meuh merupakan desa pelosok di Kabupaten Aceh Utara. Nama Alue Meuh bermakna alur emas. Tentunya terlintas...</div>]]></description><pubDate>Fri, 02 Dec 2011 04:45:20 +0700</pubDate></item><item><title><![CDATA[Senjakala Perempuan Garam Jangka]]></title><link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/weekly/reportase/3537-senjakala-perempuan-garam-jangka.html]]></link><description><![CDATA[<div align="justify"><img src="http://www.modusaceh.com/_files/thumbs/_rss99f640b9bcb92f6c343311b4aa89aab3.jpg" alt="Petani sedang menjemur garam." align="right" hspace="8" />Janda-janda petani garam di Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, pasrah dan tetap setia menekuni pekerjaan yang telah dilakoni secara turun-temurun itu. Meski kini garam produksi mereka &ldquo;tak asin lagi&rdquo; di pasaran.PEREMPUAN bertudung itu terlihat tekun mengikis-ngikis tanah berpasir dengan penggaruk. Dari satu sisi ke sisi lain, lahan pasir yang membentang di hadapannya dibolak-balik....</div>]]></description><pubDate>Wed, 05 Oct 2011 03:22:00 +0700</pubDate></item><item><title><![CDATA[Kami Sedang Membentuk Koperasi Petani Garam]]></title><link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/weekly/reportase/3536-kami-sedang-membentuk-koperasi-petani-garam.html]]></link><description><![CDATA[<div align="justify">Jangan menganggap remeh garam. Butiran putih itu tidak hanya membuat aneka makanan menjadi asin dan gurih. Ternyata garam juga bisa membuat hubungan dua Menteri menjadi tegang. Hal inilah yang menimpa Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad dan Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu. Kedua menteri itu berseteru hanya gara-gara garam.Fadel marah pada Mari, karena banjir garam impor sejak...</div>]]></description><pubDate>Wed, 05 Oct 2011 03:19:00 +0700</pubDate></item><item><title><![CDATA[Menambang Batu Merajut Hidup]]></title><link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/weekly/reportase/3519-menambang-batu-merajut-hidup.html]]></link><description><![CDATA[<div align="justify"><img src="http://www.modusaceh.com/_files/thumbs/_rss5acc40c6dfd7fcb0feaa84fafd1e368a.jpg" alt="Anak-anak mencari batu di Krueng Peusangan yang keruh." align="right" hspace="8" />Dengan bongkahan batu sungai, bocah-bocah korban konflik bersenjata itu menopang hidup dan membiayai sekolah. Undang-undang Ketenagakerjaan yang melarang anak-anak di bawah umur bekerja tidak berlaku bagi mereka. Dari atas jembatan gantung, tampak sekelompok bocah sedang mengerumuni ban besar di dalam sungai. Ada di antara mereka yang mendorong ban itu dan menyelam di sungai. Bagi yang menyelam,...</div>]]></description><pubDate>Thu, 29 Sep 2011 03:07:00 +0700</pubDate></item><item><title><![CDATA[Merenda Hari Tua di Panti Jompo]]></title><link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/weekly/reportase/3464-merenda-hari-tua-di-panti-jompo.html]]></link><description><![CDATA[<div align="justify"><img src="http://www.modusaceh.com/_files/thumbs/_rss353bdfa33fb0ed0a657af6a6a75d3166.jpg" alt="Panti sosial Tresna Werdha panti jompo Bireuen." align="right" hspace="8" />Penghuni panti jompo Bireuen, mengaku senang tinggal di panti tersebut. Meski jauh dari keluarga, mereka tak merasa sebagai orang terbuang. Selama tinggal di tempat tersebut kebutuhan hidup mereka terpenuhi.Seorang pria tampak begitu tekun menyetrika di atas papan setrikaan. Pria lanjut usia bertubuh tambun itu dengan hati-hati menggosok celana hitamnya sambil berdiri. Sepertinya dia baru saja...</div>]]></description><pubDate>Thu, 08 Sep 2011 03:31:00 +0700</pubDate></item><item><title><![CDATA[Paya Rubek Belum Merdeka]]></title><link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/weekly/reportase/3433-paya-rubek-belum-merdeka.html]]></link><description><![CDATA[<div align="justify"><img src="http://www.modusaceh.com/_files/thumbs/_rss617d86e3659f3251033d7b74dd8a4aa5.jpg" alt="Potret buram wajah kemiskinan di pedalaman Kabupaten Aceh Utara." align="right" hspace="8" />Nikmat 66 Tahun Kemerdekaan Indonesia belum dirasakan seluruh penduduk di negeri ini. Salah satunya warga Desa Paya Rubek, Kabupaten Aceh Utara. Jangankan jalan beraspal, listrik saja belum bisa mereka nikmati. Akibat salah urus?PAYA RUBEK terletak sekitar 20 kilometer arah selatan Keude Sawang, Kecamatan Kuta Makmur. Tidak mudah untuk mencapai desa itu. Sebaliknya, dibutuhkan nyali besar untuk...</div>]]></description><pubDate>Thu, 25 Aug 2011 03:51:00 +0700</pubDate></item><item><title><![CDATA[Laba Melimpah Si Bubur Sehat]]></title><link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/weekly/reportase/3420-laba-melimpah-si-bubur-sehat.html]]></link><description><![CDATA[<div align="justify"><img src="http://www.modusaceh.com/_files/thumbs/_rss3e1086ec3c1f7d82b146e7dab86294f7.jpg" alt="" align="right" hspace="8" />Kanji Rumbi, adalah penganan khas berbuka puasa yang sangat diminati di bulan Ramadhan. Warisan peninggalan leluhur asal Negeri India itu telah menjadi tradisi turun temurun bagi masyarakat Aceh sebagai menu istimewa.BERBUKA PUASA dengan kanji rumbi memang bukanlah hal baru di Aceh. Namun penyajian khusus yang dilakukan setiap bulan suci Ramadhan, membuat bubur sehat ini menjadi penganan yang...</div>]]></description><pubDate>Thu, 18 Aug 2011 07:21:00 +0700</pubDate></item><item><title><![CDATA[Sang Perawan yang Terzalimi]]></title><link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/weekly/reportase/3405-sang-perawan-yang-terzalimi.html]]></link><description><![CDATA[<div align="justify">Tumpukan batu kerikil berjejer di pingiran Pantai Lhok Krueng Raya. Sepanjang satu kilometer lebih, pemandangan itu mudah terlihat oleh pengguna jalan yang melintasi wilayah Gampong Krueng Raya, Kota Sabang, Pulau Weh.DI PERKAMPUNGAN itu, tak hanya dihiasi irama kicauan burung. Ayunan martil para pemecah batu bersahutan silih berganti. &ldquo;Tam tum-tam tum,&rdquo; membentuk irama tersendiri. Di...</div>]]></description><pubDate>Thu, 11 Aug 2011 05:01:00 +0700</pubDate></item><item><title><![CDATA[Mencari Indonesia di Lesten]]></title><link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/weekly/reportase/3404-mencari-indonesia-di-lesten.html]]></link><description><![CDATA[<div align="justify"><img src="http://www.modusaceh.com/_files/thumbs/_rsse4dccce334a0e42bb119f664b17d6355.jpg" alt="Bupati Gayo Lues Ibnu Hasim saat mengunjungi Desa Lesten." align="right" hspace="8" />Tubuhnya yang lelah disandarkan pada sebatang pohon besar. Seonggok barang dengan beban 50 kilogram diikat dengan kain batik sebagai alat penggendong. Berbagai perlengkapan sembako yang terbungkus rapi samar-samar mulai terlihat. Ada gula, beras, ikan asin, garam dan beberapa kebutuhan dapur lainnya.PEMILIK tubuh itu adalah Ismail. Pria berusia, 38 tahun. Perawakannya tinggi dan tegap. Kondisi...</div>]]></description><pubDate>Thu, 11 Aug 2011 04:57:00 +0700</pubDate></item><item><title><![CDATA[Jejak Putroe Ijoe di Kampung Pande]]></title><link><![CDATA[http://www.modusaceh.com/weekly/reportase/3345-jejak-putroe-ijoe-di-kampung-pande.html]]></link><description><![CDATA[<div align="justify">Hingga kini belum ada fakta sejarah yang menjelaskan siapa Putroe Ijoe di Kampung Pande. Peran sejarawan dibutuhkan.PULUHAN batu nisan kuno itu terletak tak beraturan di lahan dengan luas sekitar dua puluh meter kali enam meter. Potongan rerumputan hijau dan kekuning-kuningan terlihat berserakan. Dikelilingi pagar dari besi putih setinggi satu meter, nyaris tak ada daun pintu di gerbangnya....</div>]]></description><pubDate>Thu, 14 Jul 2011 04:37:00 +0700</pubDate></item></channel></rss>
