Pertama terbit, MODUS ACEH, menemui pembaca setianya dua pekan berjalan atau dwi mingguan (format 16 halaman), dengan tiras tiga ribu eksemplar dan menjangkau 60 persen daerah (kabupaten/kota) di Aceh. Didukung 30 karyawan, 20 diantaranya adalah wartawan. Dua bulan kemudian, atas kepercayaan pembaca dan relasi, media ini terbit setiap pekan atau empat edisi, setiap bulan berjalan.
Memasuki tahun kedua (2004), MODUS ACEH tampil dengan format 32 halaman (empat dan delapan halaman warna), dengan kualitas kertas 60 gram. Jumlah karyawan pun terus bertambah, menjadi 50 orang. Ada 35 diantaranya wartawan. Hingga kini, formasi tersebut, tetap kami pertahankan sebagai bentuk komitmen terhadap pembaca dan relasi.
Persis, akhir Desember 2004 dan dua pekan awal, Januari 2005. Media cetak ini sempat tidak terbit. Itu disebabkan, Banda Aceh dan beberapa daerah lainnya, terkena musibah gempa dan tsunami, 26 Desember 2004 silam. Banda Aceh, sebagai pusat redaksi, mengalami dampak yang luar biasa. Bencana dahsyat ini, telah merenggut (syahid) dua karyawan MODUS ACEH. Mereka, almarhum Amar Yasin (staf Sirkulasi) dan almarhumah Nur Aina AR (Kepala Bagian Iklan). Kami berduka!
Begitupun, atas kepercayaan, dorongan dan motivasi pembaca, kolega maupun relasi. Kami kembali berdiri tegak, seraya mengambil hikmah AKBAR dari bencana tersebut. Tepat pekan ketiga, Januari 2005, dengan rasa duka yang dalam serta tenaga yang terbatas. Kami terbit kembali, menemui pembaca.
Status hukum pun berubah. Dari Yayasan ke Perseroan Terbatas (PT). Namanya: PT Agsha Media Mandiri, No Akte: 01/2005. Dikukuhkan oleh Kantor Notaris/PPAT Teuku Irwansyah, Di Banda Aceh. Kami sadar, sebagai media yang bebas dari kepentingan penguasa dan kelompok tertentu, pembaca adalah: RAJA. Tanpa pembaca setia, kami bukanlah apa-apa.
Hingga kini, Tabloid Berita Mingguan MODUS ACEH, telah tiga kali melakukan perubahan tata wajah dengan bentuk dan karakter huruf yang berbeda. Semua itu, kami lakukan, sekali lagi, untuk memberikan kepuasaan kepada para pembaca dan relasi. Kami yakin, antara isi dan tata wajah, satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan.
Berbagai persoalan hukum, sosial, budaya, ekonomi, anti korupsi serta reportase konflik bersenjata, tersaji secara gamblang, akurat, dan lugas. Sejurus dengan itu, berbagai pembenahan manajemen, termasuk rekruitmen sejumlah jurnalis berbakat, terus kami lakukan. Tangan-tangan jurnalis muda yang penuh dedikasi, idealisme dan independen, merajut berbagai informasi dalam bentuk narasi yang enak dibaca dan terbebas dari berbagai kepentingan.
Berpegang pada prinsip serta ideologi keredaksian: BIJAK TANPA MEMIHAK, media ini senantiasa berusaha hadir sebagai pancaran nurani dan akal-budi masyarakat Aceh. Untuk itulah, setiap informasi, peristiwa, fakta dan data, disajikan dengan lugas, tajam dan akurat. Formulasi pemberitaan MODUS ACEH tidak mengawang-awang di udara. Sebaliknya, tetap berada di bumi dan langsung ke sumber berita utama. Liputan investigasi dengan pola pemberitaan mendalam (indepth reporting), menjadi acuan kami dalam menggali sisi lain dari berbagai peristiwa, fakta dan data yang terjadi di Aceh.
Tak ada satupun data, fakta dan peristiwa yang kami sembunyikan dari apa yang kami lihat, dengar dan dapatkan dari sumber-sumber terpercaya. Sebab, kami tetap berpijak pada fakta jurnalisme, yang menjunjung tinggi etika pers, kode etik jurnalistik dengan porsi pemberitaan yang berimbang (cover bothside) serta berpegang teguh pada Undang-undang Pers Indonesia, No: 40/1999.
Begitupun, situasi dan kondisi Aceh saat itu, tak membuat perjalanan media ini terbebas dari teror dan intimidasi dari para pihak yang bertikai. Walau tetap berada pada kredo jurnalisme jalan tengah. Media ini kerap disudutkan dengan pernyataan dan tuduhan tidak independen dalam peliputan dan pemberitaan. Seiring bergulirnya waktu, berbagai ”stempel hitam” tadi, terjawab dengan sendirinya. Atas prinsip: Jurnalisme Jalan Tengah, kami meraih kepercayaan dari pembaca dan relasi. MODUS ACEH menjadi bacaan alternatif dan mampu merubah kebijakan publik di Aceh.
SIapa Pembaca Modus ACEH?
MODUS ACEH, menjangkau berbagai segmentasi pembaca yang beragam. Mulai dari pejabat pemerintah, pengusaha, politisi, akademisi, aparat penegak hukum (polisi, jaksa dan hakim), mahasiswa dan aktivis hingga kelompok profesional.
Info apa yang anda dapatkan?
- Laporan Utama
- Fokus atau Liputan Khusus
- Hukum, Politik dan Sosial
- Dibalik Berita
- Investigasi
- Reportase
- Kolom/Opini
- Ekonomi
- Tarikh Nanggroe (budaya dan sejarah Aceh kontemporer)
- Parlementaria (kerjasama dengan DPR Aceh)
- Pariwara dan iklan
Jangkauan Sirkulasi* Khusus untuk Medan dan Jakarta, MODUS ACEH menjadi bacaan tetap warga Aceh serta politisi asal Aceh di DPR-RI
Wilayah Jumlah Oplah - Aceh 98 Persen - Medan dan Jakarta 2 Persen* Penyebaran Sirkulasi di Aceh
Wilayah Jumlah Oplah - Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang 30 Persen - Pidie dan Pidie Jaya 5 Persen - Bireuen 15 Persen - Lhokseumawe dan Aceh Utara 35 Persen - Bener Meriah, Takengon, Gayo Lues 3 Persen - Langsa dan Aceh Timur 5 Persen - Kawasan Pantai Barat-Selatan, meliputi: Tapaktuan, Meulaboh, Singkil, Simeulue, Kutacane, Subussalam 5 Persen - Medan dan Jakarta 2 Persen
Jaringan atau Relasi
Sejak terbit tahun 2003 silam. Media ini, telah menjalin relasi dan komunikasi dengan berbagai pihak. Baik dalam maupun luar negeri. Sebagai media lokal (Aceh). Tabloid Berita Mingguan MODUS ACEH, kerap dijadikan referensi dan bahan penelitian berbagai pihak. Mulai dari politisi, pengusaha, akademisi, aktivis NGO, aparat penegak hukum serta para peneliti Internasional. Semua itu dibuktikan dengan hadirnya, sejumlah pengamat dan peneliti nasional maupun Internasional ke redaksi media ini. Salah satunya bertujuan, mencari masukan seputar masalah sosial, budaya, ekonomi, politik, media serta proses perjalanan perdamaian di Aceh.
Sederet nama seperti. Prof Dr William Liddle (Indonesianis asal Amerika Serikat), Sidney Jones (ICG), Fyona (International Center for Journalists), Prof Dr Jacquio Aquino, guru besar di Merlbourne University, Australia dan kini menetap di Timor Leste, Komisi Kepolisian Nasional (KOMPOLNAS), pimpinan organisasi pengusaha dan partai politik lokal maupun nasional, aktivis dan lembaga NGO serta beberapa peneliti dari LIPI, BRR NAD-Nias, termasuk para peneliti dan pengamat politik lokal (almarhum Dr Isa Sulaiman---red). Hadir dan berkunjung ke media ini. Kami pun saling berbagi informasi dan bertukar analisis seputar perkembangan sosial, budaya, ekonomi dan politik Aceh, terkini.
Dimana Kekuatan MODUS ACEH?
Sejak pertama terbit, media ini senantiasa berusaha menjadi media mainstream di Aceh, yang mampu merubah kebijakan publik. Dalam proses penegakan hukum misalnya. Tabloid Berita Mingguan MODUS ACEH, kerap menjadi referensi awal bagi aparat penegak hukum dalam mengusut berbagai indikasi korupsi yang dilakukan pejabat lokal. Ini dibuktikan dari berbagai fakta dan data yang disajikan.
Di sektor ekonomi dan usaha, MODUS ACEH, senantiasa melaporkan berbagai proyeksi dan peluang usaha. Tak kecuali politik. MODUS ACEH, hadir dengan analisis mendalam, sehingga menjadi acuan bagi partai politik dan politisi. Tentu saja, masih banyak keunggulan lain yang dapat diperoleh.
Keberhasilan media ini dalam mengungkap berbagai masalah korupsi, telah menghantarkan sejumlah pejabat atau mantan pejabat di daerah ini, menjadi tersangka dan akhirnya menginap di HOTEL PRODEO, karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Atas fakta itu pula, MODUS ACEH, mendapat tempat dihati pembacanya, sebagai satu-satunya media cetak lokal yang berani tampil dengan pemberitaan investigasi mendalam (indepth).
Sebagai media lokal yang konsen pada proses perdamaian Aceh. Tabloid ini, juga tak pernah absen dalam mendorong lahirnya perdamaian di Bumi Serambil Mekkah. Berbagai Laporan Utama terkait masalah tadi, disajikan secara terus menerus hingga akhirnya, cita-cita perdamaian yang sempat menyulut Aceh selama 30 tahun dalam pusaran konflik, pada 15 Agustus 2005 lalu, mencapai pintu gerbang perdamaian.
Di sektor politik, MODUS ACEH, selalu berusaha untuk tampil sebagai media Independen. Posisi dan sikap kritis yang ditunjukkan, membuat publik, politisi dan masyarakat di Aceh, memiliki wawasan dan pemahaman yang dalam tentang karakter partai politik serta para politisinya, dalam berkiprah, membangun daerah.
Dari sisi ekonomi, MODUS ACEH, memposisikan diri sebagai media cetak lokal, yang konsen menyuarakan berbagai kebijakan ekonomi (ekonomi mikro), sehingga menjadi acuan bagi para pengambil keputusan daerah, dalam mengatur kebijakan. Suara dan aspirasi para pengusaha kecil, menjadi bagian tak terpisahkan, dalam mendorong lahirnya berbagai kebijakan yang berpihak pada pedagang dan pelaku ekonomi lokal. Kecuali itu, MODUS ACEH, juga menyatakan ”perang” terhadap narkoba. Pemberitaan dengan format investigasi terhadap (pengedar dan pengguna—red), selalu menjadi sisi menarik untuk disajikan.
Program Sosial
Kendati disibukkan dengan berbagai strategi peningkatan usaha (bisnis). Tak berarti MODUS ACEH, melupakan atau menepis kepeduliannya terhadap masyarakat, khususnya bantuan sosial. MODUS ACEH, ikut peduli dengan menyisihkan Rp 100 setiap eksemplar dari edisi yang terjual, untuk disumbangkan kepada para fakir miskin serta anak yatim. Termasuk pembangunan masjid di Aceh. Kalkulasi jumlah bantuan tadi, diakumulasi dari hasil penjualan, pada setiap akhir tahun. MODUS ACEH, juga konsen menjadi sponsor pada berbagai event olah raga ditingkat lokal.
Kerjasama
MODUS ACEH, ikut mendukung dan melakukan program kerjasama dalam bentuk penyelenggaraan diskusi dan workshop tentang hukum serta politik, ekonomi dengan berbagai elemen masyarakat. Program tersebut berupa diskusi rutin di redaksi atau menggelar seminar. Misalnya, tentang penegakan hukum tahun 2006 lalu bersama, Transparency International Indonesia (TII) dan Aceh Judicial Monitoring Institute (AJMI) Aceh.
Penghargaan kepada publik
Sebagai Media mainstream, pada Ulang Tahun Ke-3, MODUS ACEH, ikut memberikan penghargaan kepada para pengacara, aktivis anti korupsi serta pelaku dan pelopor pers serta media cetak di Aceh. Pemberian penghargaan ini, sebagai komitmen untuk menghargai jasa para pelopor organisasi pers/media cetak serta para aktivis dalam membela kepentingan rakyat. Bertepatan Hari Bhayangkara, 1 Juli 2008 lalu, Tabloid Berita Mingguan MODUS ACEH, menanugerahkan penghargaan kepada Kapolres Kabupaten Bireuen, sebagai Kapolres Berkinerja Terbaik 2008, hasil pilihan pembaca. Pemberian penghargaan ini, bertujuan memotivasi para insan Bhayangkara di Aceh, untuk tetap setia menjaga dan mengayomi masyarakat.
Komitmen peningkatan Kualitas dan Pemberdayaan wartawan
Dalam perjalanannya, Tabloid Berita Mingguan MODUS ACEH, tetap dan selalu konsen dengan peningkatan kualitas serta pemberdayaan wartawan. Kebijakan ini dilakukan, dengan mengirim dan mengikusertakan para wartawan pada berbagai pelatihan. Baik internal, yang dilakukan perusahaan/redaksi di Banda Aceh, minimal dua kali dalam setahun. Maupun, memenuhi undangan pihak lain (eksternal). Misalnya, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Jakarta dan AJI Banda Aceh serta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh. Selain itu, sejumlah wartawan media ini, juga telah menjadi alumni Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) Jakarta. Lembaga lain, Yayasan KIPPAS Medan, Sumatera Utara.
Out put dari komitmen ini, selain mampu melahirkan reportase, liputan dan investigasi yang dalam (indepth) terhadap berbagai fakta, data dan peristiwa yang terjadi di Aceh. Para wartawan MODUS ACEH, juga mampu bersaing dengan para jurnalis di Aceh, Sumatera maupun Indonesia, dalam berbagai perlombaan karya jurnalistik seperti reportase maupun investigasi.
Beberapa prestasi telah diraih. Misalnya, mendapat beasiswa karya jurnalistik yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan SIDA (Swedia). Terpilih sebagai sepuluh jurnalis Indonesia untuk liputan Campaign Tobacco Free For Kids, yang diadakan oleh Pena Indonesia dan AJI Jakarta. Serta menjadi pemenang pada beberapa perlombaan ditingkat lokal. Terakhir, bulan Desember 2008, dua wartawan MODUS ACEH terpilih sebagai nominator Adiwarta Sampoerna Award 2008. Dan salah satu hasil liputan: Kategori Politik Investigasi terpilih sebagai pemenang.
Berita Terkini
SBY Meneliti Model Lelang Jabatan ala Jokowi
9 jam 04 menit yang lalu
Venezuela Krisis Tisu Toilet
11 jam 54 menit yang lalu
POLITISI PARTAI ACEH : ADA KESAN PEMERINTAH PUSAT PAKSA ACEH UBAH BENDERA
11 jam 52 menit yang lalu
Ayah Fatin tak Masalah Anaknya Dikabarkan Dekat dengan Mikha
Kemarin, jam 16:47:03 WIB
Mahasiswa Trisakti Desak SBY Usut Tuntas Tragedi Mei 98
Kemarin, jam 16:39:26 WIB
Rafsanjani Dilarang Ikut Pemilihan Presiden Iran
Kemarin, jam 16:34:25 WIB
Yakinkah Anda Pemilu Legislatif 2014 Akan Aman?
Haba Ulee Kareng
Mastermind
JUMAT, 26 April 2013, bumi Serambi Mekkah, kembali...
Di Tapal Batas
ADA begitu banyak pertanyaan sederhana yang bisa kita...
Suci Hati Bersih Jiwa
BELUM lagi kasus heboh Nazaruddin reda, kembali kita...
Lakon Pemimpin
ADU kuat antara Walikota Lhokseumawe Munir Usman dan Wakil...
Millata Abraham
KETIKA masih kanak-kanak, saya biasa membuat jengkel orang...
Boikot Media!
Muhammad SalehPERNYATAAN boikot media yang...
Berita Tabloid
Bunin, Agama dan Keterasingan Sosial
Semua perlengkapan yang akan dimasak harus dibawa secara...
Kota Madani Ternoda Syahwat
Hari ini, 22 April 2013, Kota Banda Aceh berusia 808 tahun....
Anggota Menangkap Kepala Melepas
Tebang pilih terhadap pelaku maksiat di Banda Aceh, masih...
Perempuan Tahu Pelakunya
Hampir satu dari lima perempuan pernah mengalami kekerasan...
Pekerjaan tak Tuntas, Tagihan Diajukan
Rapat membahas tentang hasil kemajuan fisik pekerjaan...
Secara Aturan dan Prosedur Salah!
Usai menjamu sejumlah tamu, Kepala Badan Penanggulangan...






