Tabloid Berita Mingguan MODUS ACEH - Jalan T. Panglima Nyak Makam, Kompleks Pertokoan Lambhuk, Banda Aceh.close
MODUS ACEH MODUS ACEH

Minggu, 01 Agustus 2010 Jam 03:51
HALAMAN UTAMA MODUS ACEH
GALLERY PHOTO MODUS ACEH
PROFIL MODUS ACEH
REDAKSI MODUS ACEH
UNTUK KIRITIK DAN SARAN, SILAHKAN HUBUNGI KAMI! KONTAK REDAKSI MODUS ACEH

Edisi 37 Tahun VI | Sabtu, 10 Januari 2009 Jam 01:03

Lupakan Masa Lalu, Mari Bangun Pidie Jaya

Shaleh L. SeumaweSudah dibaca sebanyak 663 kali.

Pasangan M Gade Salam-M. Yusuf Ibrahim, akhirnya terpilih sebagai Bupati Pidie Jaya definitif pertama periode 2009-2014, setelah unggul atas rivalnya pasangan  H Ir Yusri Yusuf-Muhammad AR pada Pilkada, 17 Desember 2008 lalu. Kini, sejuta harapan tertumpu di pundak mantan anggota DPR Aceh ini. Salah satunya, meningkatkan taraf hidup dan perekonomian rakyat Pidie Jaya, lima tahun ke depan.

Apa saja yang akan dilakukan M Gade Salam bersama wakilnya itu? Kamis pekan lalu. Wartawan MODUS ACEH, Shaleh L. Seumawe, melakukan wawancara khusus dengan politisi yang sempat mendekam di penjara, karena terlibat Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tahun 1990-an silam. Ini dia penuturannya.

Anda akhirnya dipercayakan rakyat untuk memimpin Pidie Jaya. Perasaan Anda?


Ini bukan kemenangan saya, tapi kemenangan masyarakat Pidie Jaya. Saya hanya diberi amanah saja dan kepercayaan sebagai Bupati Pidie Jaya.

Amanah yang Anda maksudkan?

Untuk mensejahterakan dan kemakmuran masyarakat Pidie Jaya. Dan saya menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat Pidie Jaya untuk membantu saya. Mari kita rajut kembali dimana yang sudah ”koyak” sebelumnya.

Koyak yang Anda maksudkan seperti apa?

Begini, mungkin saja dalam Pilkada lalu ada perbuatan atau tindakan saya maupun tim sukses yang sempat menyinggung perasaan masyarakat. Dalam kesempatan ini saya minta maaf dan mengajak seluruh elemen masyarakat Pidie Jaya, untuk melupakannya. Ibarat baju, mungkin saja ada yang terkoyak. Karena itu, saya akan merajutnya kembali.

Apa yang Anda lakukan untuk itu?

Mambangun kembali silaturrahmi.

Dalam hal pembangunan?

Kami akan benahi infrastruktur. Saya akan panggil semua kepala dinas dan melakukan evaluasi bersama. Kalau masih ada kekurangan, kita lakukan perbaikan. Karena itu, para kepala dinas tidak perlu takut akan ada ini dan itu.

Maksudnya?

Kehadiran saya dan Wakil Bupati nantinya, tidak membawa gunting. Yang saya bawa adalah jarum, untuk menjahit dimana yang sudah koyak tadi. Kecuali, kalau dokter mengatakan harus diamputasi.

Artinya tetap ada penyegaran?

Begitulah, tapi itu langkah terakhir. Kalau masih bisa kita bina dan kerja satu tim, membangun Pidie Jaya, saya akan pertahankan. Jika tidak, daripada ”penyakitnya” menular kepada yang lain, lebih baik kita amputasi. Itupun setelah saya lakukan pembinaan.

Kapan Anda akan dilantik?

Diperkirakan bulan Januari 2009.

Terpilihnya Anda menjadi bukti Pilkada Pidie Jaya berlangsung aman dan tertib?

Alhamdulillah. Itulah rahmat Allah. Prediksi banyak pihak akan terjadi keributan, tidak terjadi.

Menurut Anda, kenapa?

Karena masyarakarat sudah sadar berpolitik. Semua kandidat memberi ketenangan kepada masyarakat. Kalau pun ada terjadi pergesekan kecil, itu dinamika. Rakyat Pidie Jaya sangat paham dan mengerti. Mereka tidak mau menari dengan gendang orang lain.

Apa program Anda setahun pertama?

Membenahi sektor pertanian dan perikanan, disamping yang paling signifikan penetapan ibukota kabupaten.

Selama ini ada dua wacana?

Ya. Itu terjadi karena adanya miskomunikasi antara pejabat Bupati dengan komponen masyarakat di Pidie Jaya. Tapi itu semua Insya Allah akan kami selesaikan dengan baik

Setelah terpilih, Anda membangun komunikasi dengan kandidat lain?

Oh ya. Termasuk dengan Pak Yusri Melon. Saya mengucapakan terimakasih kepada Yusri Melon dan tetap mengharapkan peran, pikiran serta kerja kerasnya untuk membantu dan membantu masyarakat Pidie Jaya.

Andakan didukung penuh oleh KPA. Bagaimana cara Anda memperlakukan mereka?

Saya kira, saudara-saudara saya dari KPA sangat mengerti bahwa mereka bagian dari rakyat Pidie Jaya. Dan mereka mendukung saya, untuk membangun Pidie Jaya. Karena itu, saya tidak memperlakukan mereka secara khusus. Kedudukan masyarakat sama.

Artinya?

Begini, apa yang saya dan Wakil Bupati nantinya lakukan, tentu untuk kesejahteraan rakyat Pidie Jaya juga. Dan, misi dari KPA juga untuk mensejahterakan rakyat Pidie Jaya juga. Saya hanya nahkoda. Saya kira, tak ada yang berbeda dari niat baik semua pihak untuk membangun Pidie Jaya.

Bagaimana cara Anda untuk meningkatkan PAD Pidie Jaya?

Pertama saya akan minta pendapat dari para ahli dari masing-masing sektor. Kedua, saya akan meminta para tokoh Pidie Jaya dimanapun mereka berada, untuk sumbang saran dan pendapat serta membimbing saya, agar dapat maksimal membangun Pidie Jaya. Karena komitmen saya adalah. Rakyat di atas segala-galanya.

Baik, pasca Pilkada, sering sekali terjadi silang pendapat antara Bupati dan Wakil Bupati. Apa kiat Anda?

Kami akan saling mengisi sehingga tidak terjadi silang pendapat.

Saat ini, sarana dan prasarana Pidie Jaya minim. Pendapat Anda?


Karena itu, saya akan prioritaskan pembangunan insfrastruktur. Saya akan konsultasi dengan dinas-dinas terkait di Pidie Jaya serta provinsi maupun pusat.  Saya akan mempelajari persoalan dengan seksama.

Sebagai mantan anggota DPRA, Anda tentu paham mengenai mekanisme anggaran. Bagaimana nantinya dengan Pidie Jaya?

Seperti saya katakan tadi, semua kebijakan akan akan kami konsultasi dan bermusyawarah dengan DPRK. Mereka juga wakil rakyat yang dipilih oleh rakyat. Karenanya, kami akan berkerjasama dan saling menghargai, bermusyawarah dan saling memberi nasehat. Kalau ada kelebihan mari kita bagi bersama untuk kesejahteraan rakyat. Jika ada kekurangan, mari kita sumbangkan untuk rakyat dan memperbaikinya.

Sejak pengumuman hasil Pilkada. Anda menerima ucapan selamat dariman saja?

Dari semua konponen. Dari kandidat yang lama juga memberikan ucapan selamat kepada kami. Saya terharu dan angkat jempol. Kami sepakat untuk membangun Pidie Jaya. Jadi, tidak ada lagi lawan, yang ada saudara seiman dan se-akidah. Saya katakan, jika ada dinamika di lapangan, hal itu biasa dalam dunia politik.

Lainnya?

Saya mengirim surat kepada kandidat-kandidat untuk mendukung saya dalam membangun Pidie Jaya. Sekali-sekali saya datang secara pribadi,  saya akan jumpai mereka. Saya akan mencari putra-putri terbaik Pidie Jaya. Saya akan mengajak mereka pulang dan membangun Pidie Jaya.

Anda kan berlatar belakang politisi dari PPP. Apakah tetap di PPP?


Saya tetap bertahan sebagai kader rakyat.

Maksudnya?

Saya jadi kader PPP karena rakyat. Yang meng-kaderkan saya adalah rakyat melalui organisasi Seperti Pelajar Islam Indonesia (PII) dan sebagainya. Hanya menyalurkan aspirasi politik saja melalui PPP. Tidak ada perlakuan khusus  bagi partai PPP. Saya akan memberikan perlakuan khusus untuk rakyat. Saya berdiri diatas semua golongan. Saya tidak ingin memberlakukan secara khusus kepada kelompok-kelompok tertentu. Saya berusaha  memberikan perlakukan khusus kepada rakyat Pidie Jaya.

Anda tidak marah, karena ditengah jalan diganti dari posisi sebagai anggota DPR Aceh oleh DPW PPP Aceh?

Tidak, saya tidak marah. Itu biasa dalam dunia politik. Hanya saja, hari ini saya diperlakukan begitu, saya doakan, besok atau lusa, jangan ada kader partai lain yang diperlakukan seperti saya. Hubungan komunisasi saya dengan PPP harmonis.

Anda sudah dipanggil atau menjumpai Gubernur Aceh?

Belum dipanggil. Tapi kewajiban saya untuk menghadap Gubernur dan Wakil Gubernur. Setelah dilantik, itu kan atasan saya. Apapun yang akan saya lakukan nantinya, tentu saya harus berkonsultasi dengan keduanya. Saya juga akan lakukan dengan dinas-dinas, dengan aktivis LSM, dan rekan-rekan lainnya. Semua itu saya lakukan demi Pidie Jaya, bukan demi pribadi saya.

Dengan pers?

Saya lihat bagus walau ada hal-hal yang kurang enak. Tapi ya sudahlah, namanya saja manusia. Kita tinggalkan semua itu, kita ambil yang baik-baik saja. Saya sangat harapkan peran pers untuk membangun Pidie Jaya.

Tentang para pejabat?

Saya akan evaluasi semua kegiatan mereka. Setelah itu saya datang ke lapangan. Saya tak ingin duduk di kantor, tapi turun ke lapangan. Yang duduk di kantor adalah kepala kantor. Misalnya Dinas Pertanian, dia harus tahu permasalahan petani di lapangan. Begitu juga dengan dinas lainya. Saya tidak mau Asal Bapak Senang (ABS). Saya paling senang turun ke lapangan. Di kantor tugas Sekdakab.

Saat bertugas nantinya, Anda selalu di kantor?


Tidak, paling hanya dua hari, selebihnya di lapangan. Pagi saya masuk kantor sebentar, setelah itu ke lapangan untuk melihat langsung apa yang terjadi. Bagaimana keadaan rakyat, terutama di daerah terpencil.

Kenyataan selama ini, para pimpinan daerah sulit sekali membangun komunikasi dengan provinsi. Anda sendiri?

Memang benar, itu kenyataan selama ini, tapi saya tidak ingin melakukan hal demikian. Ada hal-hal saya akan konsultasi dengan Gubernur-Wagub dan dengan dinas terkait agar kita tidak terjerat dengan persoalan hukum

Dalam hal keuangan?

Saya akan mencari ahli keuangan untuk membimbing saya dan para kepala dinas. Saya akan cari dan mengajak akuntan untuk bekerjasama dengan Bupati Pidie Jaya, agar hal-hal yang tidak kita inginkan, khususnya penyelenggaraan keuangan tidak menyimpang.

Kemana Anda akan konsentrasikan  pembangunan Pidie Jaya?

Potensi Pidie Jaya sama dan merata. Hanya di wilayah tengah yang ada pertanian. Seperti coklat, sawit. Yang perlu diketahui, Pidie Jaya terdiri dari delapan kecamatan dilalui oleh laut dan gunung. Yang tidak dilalui gunung adalah Jangka Buya dan yang tidak dilalui laut adalah Ulee Glee. Jadi, strategi pembangunan nantinya akan kita arahkan pada potensi masing-masing wilayah.

Pemilu sudah dekat, ada hal yang perlu segera dilakukan?

Ya, begitu saya dilantik, saya akan memanggil semua ketua partai, kami akan duduk bersama dan saya akan beri pengarahan agar tidak terjadi konflik. Yang harus disadari, jangan sampai Pemilu, 9 April 2009 mendatang, lebih melahirkan mudharat dari pada manfaatnya bagi rakyat.

Koordinasi dengan dinas terkait?

Itu wajib kami lakukan. Dengan  kepolisian, Kejaksaan, Kehakiman dan TNI.

Berarti Anda punya tugas berat?

Sebenarnya tidak berat kalau kita mau memusyawarah. Tapi kalau kita pikul sendiri tentu saja sangat berat.

Sebagai mantan politisi, tentu Anda paham dengan langkah-langkah partai politik pada Pemilu mendatang?

Karena itu saya akan memberi pengarahan kepada partai-partai. Silakan melakukan sesuka hatimu, yang terpenting jangan melanggar ketentuan dan hukum yang berlalu. Jangan memaksa kehendak kepada rakyat. Kalau mereka berjalan atas rel hukum, malah saya akan bantu dan dukung.

Baik, Anda sepekat dengan pendapat lupakan masa lalu, mari membangun Pidie Jaya?

Sangat-sangat sepakat dan itu yang kita harapkan.

Bgaimana Anda melakukan koordinasi dengan ulama?


Saya coba membangun Pidie Jaya dengan ilmunya ulama. Artinya, semua ulama akan saya tempatkan di dinas-dinas sebagai penasehat. Kalau kita pergunakan ilmunya ulama, maka akan melahirkan pemimpin yang adil dan merakyat. Ulama adalah misbah dalam kehidupan kita, (Ulama sebagai penerang dalam kegelapan, setiap langkah dan prilaku dalam dunia apabila kesalahan dan kesilapan pergi kepada ulama---red). Kita jangan tinggalkan ulama, kita selalu meminta nasihat dari ulama. Berkonsultasi dengan ulama. Semua dinas, pada hari Jumat harus mengikuti pengajian.

Kenapa?

Agar terarah dalam berbuat. Yang perlu kita ketahui, di Pidie Jaya itu banyak sekali ulama.

Soal pembinaan pesantren dan dayah?

Kita akan plotkan dana. Kita tidak mau mendengar lagi bahwa ada anak tidak mengaji karena tidak ada Al-Qur’an. Jangan ada anak usia sekolah yang tidak bisa sekolah karena tidak ada sepatu. Nanti, kita akan data semua. Bila perlu bantu dengan dana APBK, terutama anak yatim dan fakir miskin.***

Baca berita selanjutnya:

Baca berita sebelumnya: