TABLOID BERITA MINGGUAN MODUS ACEH MENGUCAPKAN SELAMAT MENUNAIKAH IBADAH PUASAclose
MODUS ACEH MODUS ACEH

Senin, 06 September 2010 Jam 18:53
HALAMAN UTAMA MODUS ACEH
GALLERY PHOTO MODUS ACEH
PROFIL MODUS ACEH
REDAKSI MODUS ACEH
UNTUK KIRITIK DAN SARAN, SILAHKAN HUBUNGI KAMI! KONTAK REDAKSI MODUS ACEH

Edisi 10 Tahun VI | Kamis, 26 Juni 2008 Jam 02:22

Inilah Beberapa Kecurangan Pembayaran Giral

TIM Riset Modus AcehSudah dibaca sebanyak 420 kali.

Salah satu bentuk dari jenis kecurangan yang secara tradisional terjadi dalam transaksi perbankan adalah penyalahgunaan alat-alat lalu lintas pembayaran giral. Kecurangan jenis ini bisa terjadi oleh pihak ekstern bank, bahkan dalam satu komplotan atau sidikat kejahatan yang juga bisa melibatkan orang dalam bank itu sendiri.

Alat-alat lalu lintas pembayaran giral ini berbagai jenisnya, misalnya: cek, bilyet giro, dokumen yang berkaitan dengan kliring dan transfer, inkaso dan sebagainya. Sasaran yang dituju bisa rekening nasabah di bank atau dana milik banknya.

Sebut saja pembayaran giral dalam penerbitan/pengeluaran. Untuk melakukan tindakan penyalahgunaan alat-alat lalu lintas pembayaran giral ini, dilakukan dengan cara memalsu atau mencetak sendiri formulir bank yang digunakan. Caranya dengan mengorder pencetakan formulir atau dokumen ke percetakan, atau membuat warkat yang sama identik sehingga seolah-olah asli. Cara lainnya yang mungkin dilakukan juga dengan mencuri dari stock yang ada di bank.

Penyalahgunaan oleh penarik/pemegang
Berbagai cara dilakukan oleh para pelaku untuk membobol bank ini. Nampaknya mereka melakukan persiapan yang serius dengan melakukan:
  • Pemalsuan identitas penarik
  • Membuat identitas fiktif, seperti KTP, Paspor dsb.
  • Melakukan penarikan namun tujuannya justru agar warkat yang diajukan tersebut supaya ditolak dan tentunya warkat yang ditolak tersebut dikembalikan padanya, setelah melalui proses di bank. Dari warkat yang dikembalikan tersebut dia akan memperoleh data contoh stempel bank yang bersangkutan, tandatangan, paraf petugas bank. Data ini akan digunakannya sebagai contoh untuk alat pemalsuan dikemudian hari.
  • Dalam teknis melakukan kejahatannya dia menghapus, mengubah, menambah data pada alat-alat giral. Mengganti dengan angka, huruf, nomor dsb, dengan maksud mengecoh bank dalam upaya pembobolannya.
  • Penarik ini kemudian menandatangani alat-alat giral yang belum diisi lengkap
  • Pemegang mengkopi alat-alat giral seperti Cek/BG dsb. Untuk dijadikan contoh model tindak kecurangan dan kejahatannya.

Baca berita selanjutnya:

Baca berita sebelumnya: