TAK sadar dan menyesal. Dua kata itulah yang keluar dari mulut Ernawista alias Nonong, Cut Susiyani Lawati dan Julita, saat diperiksa aparat Satpol PP/WH Aceh Barat, pekan lalu. Dengan wajah lugu, ketiganya mengaku tak sadarkan diri saat dibaptis para misionaris asal Medan, Sumatera Utara.
Seperti apa sesungguh proses tersebut? Berikut pengakuan ketiganya yang tertuang dalam BAP, 22 Juli 2010, yang berhasil diperoleh media ini.
Ernawista alias Nonong:
Tidak Dipaksa Tapi Tak Sadar
Apakah Anda Sadar saat kami mintakan keterangan?
Sadar
Nama Anda?
Ernawista alias Nonong
Tanggal dan Tahun lahir?
25 Desember 1982
Alamat Anda saat ini?
Desa Suak Seumaseh Kecamatan Samatiga Aceh Barat Meulaboh
Pekerjaan?
Guru PAUD Safara Suak Seumaseh, dengan murid sebanyak 20 orang. PAUD milik Pemerintah.
Suku?
Aceh
Nama orang tua?
Ayah Bustaman, Ibu Faridah
Apakah Anda beralih agama dari Islam ke Kristen secara suka rela atau secara dipaksa?
Tidak dipaksa tetapi seperti tidak sadar
Siapa yang mengajak?
Nurlena Sitepu, seorang perempuan yang berasal dari Medan, berumur sekitar 33 tahun. Pekerjaan sebagai staf sebuah Yayasan yang melakukan simpan pinjam.
Apa yang disampaikan kepada Anda?
Bahwa Yesus yang menghapus dosa manusia, apabila kita percaya dan menerimanya, maka dosa kita akan dihapus, namun dengan syarat harus dipermandikan/dibaptis agar dosa kita dapat dihapus.
Apakah Anda tertarik dengan ajaran tersebut?
Tertarik.
Kapan pertama kali Anda dibaptis?
Tidak teringat tanggalnya, tapi sekitar delapan bulan yang lalu, dan saya dianggap tidak khusuk dalam pembaptisan tersebut oleh mereka karena tidak bisa mengingat tanggalnya. Itu menurut kata mereka. Namun setelah dimandikan saya sering ditelpon dan diminta bertemu tapi saya lama tidak mau bertemu dengan mereka dan kemudianbertemu lagi dan menjadi teman dekat lagi dan sering diceramahin masalah agama kristen.
Apakah Nurlena sendiri dalam melakukan kegiatan ini?
Tidak, dia bersama dengan Marlina Damanik yang merupakan Guru PAUD Safara dan berasal dari Medan dan Pertiwi Br G bekerja sebagai anggota Yayasan RALDP atau (Relief and Livelihood Devolepment Philipine) dan juga berasal dari Medan dan mereka tinggal di Jalan Merdeka No 3, Ujong Kareung, Suak Indrapuri tepatnya di depan lapangan Bola Teuku Umar di rumah bertingkat dua.
Sekarang Anda menganut agama apa?
Islam
Apa yang dikatakan Nurlena tentang Islam?
Katanya Islam itu tidak benar karena Muhammad kerjanya kawin berkali-kali sedangkan Nabi Isa tidak kawin maka lebih suci.
Kembali ke agama Islam dilakukan dimana dan oleh siapa?
Di Reusak dibimbing oleh Abu Cut Sani
Apa dilakukan secara suka rela?
Ya atas keinginan sendiri kembali memeluk Islam.
Apa peran Anda saat menjadi penganut Kristen?
Sebagai pembaptis memandi Julita binti Karman, pada tanggal 7 Juli 2010 di Lhok Bubon, tepatnya di Laut disaksikan Pertiwi
Mengapa Julita mau menjadi Kristen?
Atas keinginan sendiri, katanya dia belajar dari Kitab Injil, dan dia bilang Kakak (maksudnya saya) katanya sudah percaya sama Nabi Isa., Mengapa Kakak percaya karena Nabi Isa bisa menghapus dosa. Kemudian Julita juga sering bertemu dengan Nurlena dan Marlina.
Atas perintah siapa Anda membaptis Julita?
Perintah Kak Nur, ketika melakukan pembaptisan yang hadir tiga orang yaitu Julita Binti Karman, Saya, Tiwi. Tiwi bertindak sebagai pembaca doa, saya membenamkan Julita sebagai tanda dibaptis.
Siapa yang membaptis Anda?
Nurlena
Apa pernah ke gereja?
Tidak pernah, saya tidak tahu dimana alamat gereja.
Anda kenal dengan Kely Glen Jordan?
Tidak kenal
Dengan istrinya?
Tidak kenal
Menurut Anda, ada lainnya yang dikristenkan Nurlena dan Marlina serta Pertiwi?
Saya tidak tahu, kemungkinan ada karena Ibu Lina juga ada kawan dekat orang Aceh di daerah Kuala Tuha dan juga di Teunom?***
Baca berita selanjutnya: |
Baca berita sebelumnya: |