TABLOID BERITA MINGGUAN MODUS ACEH MENGUCAPKAN SELAMAT MENUNAIKAH IBADAH PUASAclose
MODUS ACEH MODUS ACEH

Senin, 06 September 2010 Jam 18:27
HALAMAN UTAMA MODUS ACEH
GALLERY PHOTO MODUS ACEH
PROFIL MODUS ACEH
REDAKSI MODUS ACEH
UNTUK KIRITIK DAN SARAN, SILAHKAN HUBUNGI KAMI! KONTAK REDAKSI MODUS ACEH

Edisi 22 Tahun VII | Jum'at, 25 September 2009 Jam 12:29
Nurrasyidah alias Yusniar:

Sudah Sanggup Beli Mobil

***Sudah dibaca sebanyak 290 kali.

Nurrasyidah atau yang lebih dikenal Yusniar dalam perannya yang apik di film Komedi Aceh Eumpang Breuh, bisa jadi telah memperoleh hampir segalanya, diusia yang masih ralatif muda. Gadis kelahiran 11 Desember 1987 ini merupakan anak ketiga dari pasangan Husaini dan Meta. Dia  telah menunjukkan kepiawainnya berkat tangan dingin Ayah Doe yang menjadi sutradara Eumpang Breuh. 

Terkait Ramadhan dan Idul Fitri 1430H mendatang, dia mengaku membantu orang-orang yang tidak seberuntung dirinya. Apa persiapannya menyambut Idul Fitri? Berikut wawancara Nurrasyidah alias Yusniar dengan HAMDANI dari MODUS ACEH, Kamis 10 September 2009, di Kantor BPD Aceh Cabang Lhokseumawe.

Apa makna Idul Fitri buat Anda?

Apa ya? Yang jelas sangat bermakna karena pada saat Idul Fitri kita bisa berkumpul semua dengan keluarga. Sebenarnya Idul Fitri juga punya makna yang luas sebagai hari kemenangan setelah sebulan kita berpuasa.

Ada orang yang tidak seberuntung dengan Anda. Nah, bagaimana perasaan Anda?

Sangat sedih, saya juga sebisa mungkin merasakan apa yang mereka rasakan, walau itu hanya sebentuk rasa empati mungkin.

Apakah Ramadhan tahun ini ibadah Anda berjalan lancar?

Ya, Alhamdulillah lancar tidak ada kendala apa-apa.

Apa perbedaan Ramadhan tahun ini dengan tahun sebelumnya buat Anda?

Sama saja tidak ada perbedaan, yang jelas Ramadhan tahun ini sama dengan seperti Ramadhan tahun sebelumnya. Kebetulan tahun lalu kami dari Eumpang Breuh melakukan syuting demikian juga dengan Ramadhan tahun ini. Insya Allah menurut rencana akan segera diluncurkan akhir Ramadhan ini.

Lalu, bagaimana dengan Idul Fitri?

Maksudnya? Perbedaannya dengan Idul Fitri tahun lalu dengan tahun ini? Kalau tahun ini belum tahu karena belum tiba waktunya.  Yang jelas setiap Idul Fitri saya menyambutnya dengan rasa syukur pada Allah SWT.

Selama Ramadhan ini apa saja aktivitas Anda?

Syuting Eumpang Breuh, bekerja di BPD Cabang Lhokseumawe seperti biasa.

Apakah pihak manajemen BPD tidak menghalangi karier Anda?

Ya mereka sangat mendukung dan memberi saya dispensasi, apalagi dari awal mereka sudah tahu profesi saya, dan ini sudah ada komitmen dari awal.  Jadi Insya Allah tidak ada masalah.

Untuk Idul Fitri nanti, apa sudah ada jadwal?

Belum… belum ada jadwal dan biasanya tidak ada jadwal khusus. Misalnya untuk manggung, karena lebaran saya manfaatkan untuk istirahat dan kumpul-kumpul dengan keluarga.

Anda dulu kuliah di Unimal, sudah selesai?

Belum, dulu sudah sampai semester IV tapi sudah non aktif.

Kenapa tidak Anda selesaikan, apakah karena terlalu sibuk?

Ya, mungkin.

Bagaimana ceritanya Anda bisa terlibat dalam Eumpang Brueh?

Ayah Doe (sutradari Eumpang Breueh maksudnya-red) yang mengajak saya terlibat dalam Eumpang Brueh.

Sebelum tenar, Anda pernah menghadapi masa-masa sulit?

Saya rasa kalau masa-masa sulit seperti kekurangan materi tidak, soalnya kami hanya bertiga dalam keluarga. Walaupun tidak terlalu mewah orangtua masih sanggup memberi.

Kalau dikaitkan dengan ketenaran Anda sekarang, tentu secara materi berlebih?

Ya jelas, karena saya sekarang sudah mempunyai penghasilan sendiri.  Malah untuk kebutuhan pribadi lebih daripada cukup.

Lalu, bagaimana kondisi Anda saat ini setelah tenar?

Jelas berubah, kalau dulu tidak ada yang kenal sekarang kemana-mana pasti ada yang manggil-manggil ‘Dek Yusniar!’ Tentu hal ini sangat menyenangkan he,,,he,,,he (tertawa). Kemudian dari segi materi, Alhamdulillah sudah berkecukupan.

Selain ketenaran, apalagi yang Anda peroleh dari kesuksesan Eumpang Breuh?

Banyak sudah saya dapatkan dari Eumpang Breueh. Saya sudah sanggup membeli mobil, sepeda motor dan juga barang-barang kebutuhan lainnya.

Dibandingkan sebelum tenar?

Setidaknya saya sudah tidak harus disubsidi oleh orangtua lagi.  Walaupun sejujurnya rasa cukup sulit ada pada manusia, tapi saya merasa ini sudah cukup lumayan buat saya.

Lalu, apa bentuk syukur Anda setelah meraih segala ketenaran?

Bersyukur kepada Allah atas segala rezeki yang sudah saya peroleh, serta ketenaran yang telah saya raih, mudah-mudahan saya tidak menjadi manusia yang sombong.

Jika dikaitkan dengan Idul Fitri?

Ya, sebisa mungkin saya berusaha menolong orang-orang yang kurang mampu, sekurang-kurangnya orang di sekitar saya.  Karena mungkin tanpa saya sadari dengan doa-doa mereka saya bisa meraih kesuksesan ini.***


Baca berita selanjutnya:

Baca berita sebelumnya: