Edisi 4 Tahun VII | Rabu, 13 Mei 2009 Jam 01:20
Keluhan Pelanggan versus Harapan PLN Aceh
Saniah LSSudah dibaca sebanyak 594 kali.
Banyak kasus-kasus yang tidak wajar terjadi pada pelanggan PLN Aceh. Akibatnya, pelanggan meminta kepada PLN Aceh untuk mengambil kebijakan yang lebih arif dan bijaksana.
Sebut saja Adun (samaran---red), pria berusia 23 tahun ini, seperti biasa selalu mendapat tugas dari keluarganya untuk membayar tagihan rekening listrik.
Seperti bulan sebelumnya, Adun tidak pernah ditanyai kasir nomor NK meteran rumahnya ketika membayar tagihan listrik. Tapi, entah kenapa bulan lalu saat ia membayar, Adun ditanya kasir nomor NK meteran rumahnya.
Jelas Adun jadi kalang-kabut. Maklum, dia tidak menghafal nomor NK meteran rumahnya. Padahal nomor NK meteran tersebut telah tertera di rekening.
Bergegas Adun ke samping, keluar dari antrian, memberi pelanggan lain untuk berurusan dengan kasir. Lalu, dia menghubungi keluarganya. Namun tak satu pun saat itu keluarganya berada di rumah. Akhirnya, ia meminta tolong kepada tetangga untuk melihatkan nomor NK meteran rumahnya. Nomor NK pun dibacakan tetangga tadi. “Heran saya, biasanya tidak ditanya. Kenapa sekarang di tanya setelah saya cerita sama abang ipar saya baru saya tahu ternyata nomor NK itu sudah tertera di rekening listrik. Maunya si kasir jangan malas gitu dong, dia kan bisa baca di rekening. Lihat, akibatnya selain waktu saya tersita mau cepat jadi lambat. Pulsa saya juga terbuang dan merepotkan tetangga,” ungkap Adun yang menjadikan kasus ini sebagai pelajaran berharga bagi dirinya.***
Baca berita selanjutnya: |
Baca berita sebelumnya: |